Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Bertemu Ayah dan Ibu Mertua


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, Devan dan Alana sedang duduk di ruang keluarga bersama Myra. Devan juga sudah memutuskan untuk tidak pergi ke kantor karna ingin menemani sang istri, dia tidak berani meninggalkannya meski pun Alana sudah mengatakan bahwa dia tidak masalah jika di tinggal di rumah.


“ sebaiknya suami pergi ke kantor, bagaimanq jika ada pekerjaan yang sangat penting “


“ tidak, aku bisa mengerjakannya dari rumah “


Mendengar itu Alana hanya bisa diam, dia tahu bahwa Devan trauma dan menjadi posesif setelah kejadian itu. Myra hanya bisa tersenyum saat melihat menantunya.


“ karna Devan tidak ke kantor hari ini, bagaimana jika kau pergi ke rumah ibu mertua mu bersama Devan “


“ tidak perlu bu, mereka akan datang siang ini “ ucap Devan langsung.


“ jangan seperti itu, akan lebih baik dan sopan jika Alana bisa berkunjung “


Mendengar itu, Devan menatap istrinya. Alana juga memikirkan apa yang di katakan ibunya, jika keluarga Wesly datang untuk bertemu dengannya maka mereka akan berfikir bahwa dia tidak sopan sebagai menantu.


“ jika nyonya dan tuan Wesly tidak keberatan dengan kehadiran ku maka kita bisa berkunjung “ ucap Alana.


Wanita itu masih belum tahu bahwa Eileen sudah menerimanya sebagai menantunya, bagaimana pun dia sudah tidur selama satu bulan dan tidak tahu apa yang telah terjadi.


Myra sedikit terkejut saat mendengar ucapan Alana, sang ibu tidak tahu apa yang di maksud oleh putrinya karna bagaimana pun Alana tidak pernah mengatakan bahwa Eileen pernah menolaknya.


“ ibu dan ayah pasti senang jika kau datang sayang “ ucap Devan.


Pria itu tahu bahwa Alana masih berfikir bahwa ibunya tidak menyukainya karna dia pernah mengatakan bahwa ibunya tidak menerima pernikahan mereka dan berusaha untuk memisahkan mereka.


“ apakah itu benar “ tanya Alana.


“ iya sayang “ ucap Devan.


Myra yang melihat bahwa putrinya bersedia mengunjungi rumah keluarga Devan ikut senang. Sejujurnya dia ingin keluarga Wesly dapat benar-benar menerima putrinya.


“ baiklah karna Devan sudah mengatakan bahwa itu baik-baik saja maka kalian harus segera pergi “ ucap Myra.


“ baik ibu “ ucap keduanya.


Setelah itu Devan pergi ke kamar mereka untuk mengambil Sweater rajut untuk sang istri dan kunci mobilnya. Ketika semuanya sudah di ambil, dia pergi menghampiri sang istri dan memakaikan Sweater rajut kepada istrinya.


“ ini terlalu besar “ ucap Alana.


“ di luar sedang turun salju jadi kau harus tetap hangat “ ucap Devan.


Alana menjadi sedikit kesal dengan Devan, dia bahkan sudah mulai kepanasan dengan Sweaternya. Myra yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


“ suami mu benar sayang, sekarang sedang musim salju dan kau harus tetap hangat “ ucap Myra.


“ baik ibu “


“ kami pamit bu “ ucap Devan.


“ iya, tolong jaga Alana dan hati-hati saat berkendara “


“ baik bu “


Setelah itu Devan mendorong kursi roda sang istri menuju garasi mobil. Sesampainya di garasi, Devan langsung membantu Alana naik dan melipat kursi rodanya untuk di simpan di jok belakang.


Ketika semuanya telah selesai dia masuk ke dalam mobil. Saat pria itu akan menghinghidupkan mobilnya, tiba-tiba saja Alana melakukah hal yang membuatnya terkejut.


“ sayang apa yang sedang kau lakukan “ tanya Devan.

__ADS_1


“ karna suami ku takut aku kedinginan maka akan lebih baik menghangatkan tubuh di dekatnya “ ucap Alana.


Saat ini, Alana sedang berada di pangkuan suaminya. Dia ingin memberikan pria itu pelajaran karna sudah membuatnya memakai pakaian yang tebal.


“ aku akan memeluk mu nanti jadi sekarang bertindaklah baik “ ucap Devan lembut.


“ aku tidak ingin, jika suami tidak mau maka aku tidak akan menginjikan suami memeluk ku selamanya “


Mendengar ancaman mengerikan sang istri, Devan memutuskan untuk membiarkannya melakukan apa pun. Lagi pula dia juga tidak merasa terganggu dengan perbuatan istrinya.


“ kita lebih baik menggunakan sopir untuk mengemudi, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada mu jika kita seperti ini saat menyetir “


“ baiklah “


Setelah itu Devan memanggil seorang supir yang sengaja di siapkan untuk keluarga Stanly. Pria itu juga meminta sang supir untuk menyetir dengan kecepatan sedang, saat di perjalanan Devan dapat merasakan nafas lembut sang istri di dadanya. Dia juga dapat merasakan bahwa istrinya sangat nyaman saat ada di pangkuanya.


Alana yang sedang mendengarkan detak jantung suaminya menjadi sangat bahagia ketika pria itu mengelus rambutnya serta memberikan kecupan ringan di puncak kepalanya.


Setelah berkendara selama satu jam, akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Wesly. Devan juga langsung meminta sang supir untuk mengambilkan kursi roda istrinya.


“ tolong ambilkan kursi roda di jok belakang “ ucap Devan.


“ baik tuan “


Sang supir bergegas untuk mengambil kursi roda Alana, setelah mengambilnya dia membukakan pintu untuk Devan.


Devan keluar mobil sambil mengangkat sang istri lalu meletakkannya di kursi roda, ketika dia sudah memastikan bahwa Alana telah nyaman duduk di kursi roda, dia langsung mendorong kursi itu masuk ke rumah.


Saat mereka masuk, para pelayan yang melihat kedatang Devan bersama Alana menjadi terkejut dan langsung melaporkan hal itu kepada Eileen.


“ nyonya tuan Devan dan istrinya telah tiba “


“ dimana mereka ? “


“ ada di ruang tamu nyonya “


“ baiklah, tolong siapkan teh herbal untuk menantu ku “


“ baik nyonya “


Setelah sang pelayan pergi, Eileen merapikan pakaiannya serta menghubungi suaminya untuk pulang. Dia juga mengambil sebuah gelang Giok putih yang merupakan peninggalan ibu mertuanya untuk di berikan kepada Alana.


Saat turun, Eileen dapat melihat putranya dan sang menantu sedang membicarakan sesuatu. Dia juga dapat melihat mata sang putra yang menampilkan begitu banyak cinta pada Alana.


“ Devan mengapa kau membawa menantu datang, bukankah kami sudah mengatakan untuk berkunjung. Apakah kau tidak melihat bahwa ini sedang musim salju dan kau membawa menantu ibu pergi ke luar, jika dia sampai sakit aku akan menghukum mu “ ceramah Eileen.


Alana yang mendengar setiap perkataan sang ibu mertua menjadi terkejut, dia tidak percaya bahwa ketika pertama kali berkunjung ibu mertuanya akan mengucapkan hal seperti itu, dia menjadi penasaran dengan hal yang terjadi selama dia koma.


“ sayang apakah tubuh mu merasa tidak enak, apakah Devan memaksakan mu untuk pergi “ tanya Eileen khawatir.


“ aku tidak apa-apa nyonya “ ucap Alana gugup.


“ jangan panggil nyonya, panggil aku ibu. Bagaimana pun kau adalah menantu ku “


Sekali lagi Alana terkejut dengan perkataan Eileen, dia tidak tahu apa yang membuat wanita itu dapat dengan mudah menerimanya sebagai menantu.


“ iya ibu “


Devan yang tersenyum ketika melihat bahwa ibu dan istrinya bisa akrab, dia tahu bahwa Alana masih belum mengerti dengan situasi ini namun dia juga tidak berniat untuk bercerita.

__ADS_1


“ ibu minta maaf karna sudah mengatakan hal-hal yang tidak pantas seperti waktu itu “ ucap Eileen dengan penuh penyesalan.


“ tidak apa-apa ibu, lagi pula kita masih belum saling mengenal jadi itu hal yang wajar jika terjadi “ ucap Alana.


“ terima kasih nak, kau akan tetap menjadi menantu tertua di keluarga Wesly "


“ aku juga berterima kasih karna ibu sudah bersedia menerima ku “


Devan menjadi pensaran saat mendengar setiap perkataan ibu dan istrinya, dia merasa bahwa keduanya pernah bertemu dan berkonflik sebelumnya.


“ apakah kalian pernah bertemu sebelumnya “


“ tidak, kami pernah berbicara melalui telepon dan aku membuat ibu sedikit kesal “ bohong Alana.


“ benarkah “


“ tentu, apakah aku pernah berbohong “


“ baiklah jika begitu “


Eileen yang mendengar pembelaan sang menantu menjadi bahagia, dia mengerti bahwa jika Devan tahu tentang pertemuan mereka maka pria itu akan memarahinya.


“ aku memiliki sesuatu untuk mu “ ucap Eileen sambil mengeluarkan sebuah kota berukuran sedang.


“ apa itu bu “ tanya Alana.


“ ini adalah gelang giok putih yang secara turun temurun di wariskan kepada setiap menantu tertua di keluarga Wesly. Karna sekarang kau sudah menjadi bagian keluarga ini dan juga menantu tertua maka gelang ini harus ku berikan pada mu “ ucap Eileen.


Alana dan Devan langsung terpana saat mendengar ucapan Eileen, Alana bahkan merasa bahwa ini adalah sebuah mimpi baginya.


“ sekarang ulurkan tangan mu sayang “


Mendengar itu, Alana mengulurkan lengannya dan Eileen memakainnya ke tangan mungil sang menantu. Gelang itu tampak sangat indah ketika berada di pergelangan tangan Alana.


“ terima kasih bu “


“ sama-sama sayang, sekarang kalian harus saling melindungi dan saling melengkapi. Ibu juga berdoa agar kalian bersama hingga hari tua “


Setelah mendengar doa Eileen. Devan dan Alana mengaminkannya dan tersenyum, mereka bahagia karna sekarang pernikahan mereka bisa tetap berjalan.


Saat mereka bertiga sedang berbicara, tiba-tiba saja Alvin datang bersama ayah serta kakeknya. Saat ketiganya melihat kehadiran Alana, mereka langsung mengampiri.


“ Devan mengapa kau membawa istri mu keluar pada musim salju seperti ini “ ucap Darka.


“ kau suami yang tidak baik, bagaimana bisa kau membawa istri mu dalam kondisi seperti ini “ ucap sang kakek.


Alana yang mendengar ucapan kedua pria itu menjadi sedikit merasa bersalah pada Devan, dia tidak tahu bahwa suaminya akan mendapat omelen dari keluarganya karna sudah membawanya berkunjung.


“ tuan, suami tidak salah. Ini saya yang memintanya untuk mengajak berkunjung, saya merasa itu tidak sopan jika membiarkan kalian semua mengunjungi sedangkan saya belum pernah berkunjung “


Ketika kedua pria itu mendengar ucapan Alana, mereka menjadi malu. Mereka tidak tahu bahwa Alana akan membela Devan.


“ panggil aku ayah nak “ ucap Darka.


“ dan panggil aku kakek, bagaimana pun sekarang kau sudah menjadi istri dari cucu ku. Kau juga tidak perlu berbicara formal seperti itu "


“ lalu panggil aku adik ipar, karna sekarang kakak ipar sudah di akui oleh keluarga Wesly “ ucap Alvin tiba-tiba.


“ siapa yang meminta mu berbicara “ ucap Darka.

__ADS_1


“ ayah, aku juga ingin berkenalan dengan kakak ipar “ goda Alvin.


__ADS_2