Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Awal Pembalasan (1)


__ADS_3

Saat ini, Alana dan Devan sedang berada di rumah sewa. Mereka juga sedang bersantai dan mulai membahas untuk memulangkan para bawahan yang perlu perawatan khusus untuk mereka yang mengalami cedera serius.


“ kalian semua lebih baik pulang ke Negara A nanti malam bersama dengan suami ku. biarkan Sean saja yang tinggal “ ucap Alana.


Dari ke 13 bawahan, hanya ada Jordan, Diego, Sam dan Sean yang menerima cidera ringan. Sedangkan yang lainnya, menderita cidera serius di sekujur tubuh mereka.


“ apakah kau yakin sayang, jika mereka pergi bersama ku. Lantas siapa yang akan menjaga mu “ ucap Devan.


“ aku masih bisa menjaga diri, lagi pula tugas kali ini tidak berbahaya. Kami hanya menunggu kerajaan di runtuhkan dan Rafael akan muncul di hadapan mereka “


“ bagaimana jika mereka tiba-tiba bertindak brutal “


“ tenanglah sayang, tuan Edrick sudah menyiapkan semuanya. Lagi pula sebentar lagi perwakilan beberapa Negara besar akan hadir untuk membantu menghancurkan mereka, jadi suami ku tidak perlu cemas “


Saat Devan mendengar ucapan istrinya, dia masih terlihat ragu. Devan belum bisa tenang jika harus meninggalkan istrinya di Negara S.


Melihat bahwa sang suami masih enggan untuk kembali, Alana langsung mengingatkan tentang kondisi putra mereka yang sedang berada di Negara A.


“ suami ku harus pulang malam ini, bawa Jasmine kembali agar Alexander bisa pulih “ ucap Alana sedih.


Alasan kembalinya Devan malam ini bersama Jasmine karena mereka mendengar dari Lukas bahwa putra mereka terserang demam. Alana dan Devan tahu apa penyebab putra mereka tiba-tiba demam, itu semua karena Jasmine juga baru saja sembuh dari demamnya.


“ baiklah sayang, tapi ingat untuk segera pulang. Aku akan menunggu mu di Negara A “


Alana hanya memeluk suaminya, dia tidak berniat untuk menjawab. Sejujurnya hatinya sedang sakit karena memikirkan kondisi putranya yang demam tampa kehadirannya.


Ketika Alana dan yang lainnya sedang membahas tentang perjalanan kembali. Suasana istana menjadi sangat mencekam. Aracha yang biasanya lembut tiba-tiba berubah menjadi sangat ganas, dia bahkan memukul sepupunya hingga pingsan untuk menumpahkan semua kekesalannya.


Setelah kejadian malam itu, hubungan keduanya menjadi tidak baik. Aracha bahkan menghukumnya karena sudah berani tidur dengan suaminya.


Saat Aracha sedang menarik menormalkan emosinya, tiba-tiba saja pelayannya masuk dengan wajah pucat.


“ ada apa dengan wajah mu “ ucap Aracha kesal.


“ in..i “ ucap sang pelayan gugup.


“ katakan pada ku apa yang sedang kau lakukan, jika tidak. Aku akan membuat mu tidak bisa berbicara lagi “


Saat sang pelayan mendengar ancaman Aracha, wajahnya menjadi semakin pucat. Sejujurnya dia tidak berani mengatakan berita yang telah di dapat, namun dia juga tidak bisa menutupinya karena hidupnya akan semakin mengerikan jika Aracha tahu bahwa dia telah berbohong.


“ Red Wolf telah hancur, ilmuan itu juga menghilang dari markasnya, ratu “


Ketika Archa mendengar perkataan sang pelayan, matanya langsung melebar. Dia juga tidak bisa berteriak lagi saat tahu bahwa pendukungnya telah lenyap.


Setelah terdiam selama 5 menit. Aracha akhirnya bicara, dia bahkan menghancurkan semua benda yang ada di sekitarnya.


“ ini tidak mungkin terjadi. Bagaimana bisa mereka hancur hanya dalam satu malam, kemarin sore aku baru saja memintanya untuk menguatkan perlindungan kerajaan “

__ADS_1


“ dan markasnya juga habis terbakar, ratu “ tambah sang pelayan gugup.


Sekali lagi, Aracha tercengan saat mendengar perkataan sang pelayan. Dia tidak menduga bahwa musuhnya kali ini sangat kejam, bukan hanya membunuh. Mereka bahkan melenyapkan tempat persembunyian pria itu, Aracha bahkan pensaran dengan dalang dibalik kejadian tersebut.


“ siapa sebenarnya mereka, mengapa mereka bisa tahu bahwa Red Wolf menjadi pendukung kita. Apakah ini murni karena pria itu memiliki musuh atau karena mereka ingin menghancurkan kerajaan ini “ ucap Aracha cemas.


Dia tidak ingin dalang di balik pelenyapan Red Wolf menghancurkan kerajaannya. Aracha tidak bisa menerimanya karena itu akan membuat semua usahanya bertahun-tahun menjadi sia-sia untuk menyingkirkan dan membuat putranya menjadi satu-satunya pewaris tahta yang sah.


Saat wanita itu sedang cemas, tiba-tiba saja putranya yang baru saja kembali ke istana datang ke kamarnya dan bertanya tentang kerisauaan ibunya.


“ ada apa bu, apa yang terjadi dengan kamar mu ? “ ucap sang putra.


Ketika Aracha mendengar suara putranya, wajahnya menjadi semakin sedih. Dia bahkan mengeluarkan air mata dan memeluk tubuh putranya.


“ Crish, kali ini kita akan hancur nak. Semua yang telah ibu jaga baik-baik, tiba-tiba saja di hancurkan oleh orang yang tidak di kenal “


“ apa maksud ibu ? “


“ Red Wolf telah musnah. Mereka telah di binasakan dan kita telah kehilangan pendukung kita “


Saat Crish mendengar perkataan ibunya, dia langsung tecengan dan tidak percaya. Dia bahkan tidak menduga bahwa ada orang yang bisa menghancurkan kelompok gila itu.


“ bagaimana ini bisa terjadi bu, kita semua tahu bahwa kelompok itu sangat kuat dan pemimpinnya terkenal dengan kegilaanya “


“ ibu juga tidak tahu sayang, saat ini ibu tidak bisa berfikir dengan benar “


“ ya, kau harus segera mencari tahu siapa mereka “


“ baiklah, aku akan pergi sekarang “


“ berhati-hatilah nak “


Setelah kepergiaan sang putra, Archa menjadi diam. Dia sedang memikirkan tentang keselamatannya dan juga kejayaan kerajaan di masa yang akan datang, Aracha takut. Ketika masyarakat yang menentang sistem kerajaan mendengar kabar kehancuran Ewd Wolf, mereka akan senang dan langsung menyerbu kerjaan.


“ bagaimana jika kita meminta bantuan nona muda, ratu “ ucap salah satu pelayannya.


Ketika Aracha mendengar perkataan sang pelayan, dia menjadi sadar. Dia hampir melupakan menantu kesayangannya itu.


“ kau benar, menantu ku merupakan orang terkaya di Negara ini. Jadi dia pasti bisa membantu kita “


Setelah mengatakan hal itu, Aracha meminta pelayannya menghubungi putrinya untuk datang ke kerajaan bersama sang menantu. Wajah Aracha juga kembali cerah saat memikirkan bagaimana kehidupan yang akan di dapat oleh musuhnya ketika menantunya menangkap mereka.


Namun, sayangnya Aracha akan segera menangis setelah tahu bahwa musuhnya juga menghancurkan keluarga sang menantu hanya dalam satu malam.


Setelah menunggu selama 2 jam, sang putri dan suaminya akhirnya sampai. Mereka juga langsung menuju kamar Aracha untuk bertanya tentang kejadian yang sedang terjadi.


“ ibu, ada apa. Mengapa kau memanggil kami “

__ADS_1


“ Chloe, Shwan. Tolong ibu “ ucap Aracha sedih.


“ ada apa bu, mengapa kau sangat sedih “ ucap Chloe.


“ Red Wolf telah hancur. Kerajaan akan terancam “


“ apa maksud ibu “


“ kita kehilangan pendukung kita sayang, ada seseorang yang telah menghancurkan kelompok itu hanya dalam satu malam. Jika kabar ini terdengar, Edrick dan yang lainnya akan maju dan kerajaan kita akan segera musnah “


Saat Chloe mendengar perkataan ibunya, wajahnya langsung pucat. Dia bahkan sudah membayangkan bagaimana kehidupannya jika kerjaan yang akan di turunkan kepada kakaknya hancur.


“ ini tidak boleh terjadi bu, kita harus memikirkan bagaimana caranya agar informasi ini tidak pernah bocor “


“ tapi bagaimana bisa sayang, di istana ini pasti ada seorang penghianat. Mereka akan segera menyebarkan berita ini kepada orang-orang “


Ketika kedua wanita itu sedang terdiam, tiba-tiba saja Shwan berbicara. Dia juga memberikan saran untuk sang ibu mertua.


“ aku akan mengumpukan semua orang-orang ku untuk melindungi kerajaan ini, meskipun kekuatan mereka tidak sekuat Red Wolf. Tapi keberadaan mereka cukup membuat orang-orang takut, bu “ ucap Shwan.


“ terima kasih nak, itu bahkan cukup untuk membuat aman kerajaan. Berapa lama waktu yang di butuhkan untuk mengumpulkan mereka “


“ dua hari bu, bagaimana pun mereka semua telah terpencar untuk melindungi pertambangan serta beberapa toko milik keluarga “


“ itu lebih dari pada cukup, terima kasih Shwan. Kehadiran mu sangat membantu “


“ sama-sama bu, lagi pula itu tugas ku sebagai seorang menantu “


Aracha tersenyum mendengar ucapan menantunya, dia juga mencibir istri putranya yang tidak menyapanya hari ini.


“ lalu, dimana ayah bu ? mengapa aku tidak melihatnya di kamar mu “


“ dia sedang bersenang-senang dengan wanita liar “


“ bagaimana bisa dia melakukan hal itu, dia bersenang-senang sedangkan ibu harus memikirkan banyak hal hanya untuk menyelamatkan kerajaan “


“ tenanglah sayang, setelah kakak mu naik tahta. Aku akan segera membuang pria tidak berguna itu, lagi pula aku sudah muak dengannya. Dia bahkan tega tidur dengan sepupu ku sendiri “


“ apa !! ayah tidur dengan wanita itu bu “


“ iya, aku bahkan harus memukuli keduanya untuk membuat mereka terbangun “


“ ini tidak bisa di biarkan, aku harus memberikan pelajaran untuk wanita itu “


“ tidak perlu sayang, ibu sudah membuatnya tidak lagi bisa bangun untuk beberapa bulan kedepan “


“ baguslah jika seperti itu bu “

__ADS_1


Setelah berbicara beberapa hal. Tepat saat jam menunjukan pukul 6 sore, Chloe dan Shwan pamit untuk pulang kerumah. Mereka juga berpesan kepada Aracha untuk tenang dan bersantai malam ini.


__ADS_2