
Di Negara A.
Saat ini, Olivia yang sudah menjadi budak tuan Ji sedang termenung di balkon kamarnya. Dia masih tidak bisa menerima semua yang sudah terjadi di hidupnya, pada akhirnya dia tidak pernah menduga bahwa hidupnya akan berakhir sengsara dan kesengsaraan itu terjadi ketika ayah serta ibunya lebih memilih menjualnya.
“ mengapa hanya aku yang harus menderita “ ucap Olivia sedih.
Sekarang dia juga sudah tidak bisa lagi memikirkan bagaimana cara membalaskan dendamnya pada Alana karna semua pionnya sudah hilang. Elora yang sengaja di pengaruhi telah masuk ke dalam penjara dan tuan Ji juga memberikannya pelajaran dengan membiarkan para penjaga menggilirnya setiap malam.
Dia sadar bahwa Alana sudah mengetahui bahwa itu rencananya, dia juga tahu bahwa Devan yang yang memerintahkan tuan Ji untuk menyiksanya.
“ tidak bisakah aku keluar dari sini, aku hanya ingin kembali ke negara ku dan meminta maaf pada Julian “ ucapnya pelan.
Wanita itu terus saja berbicara sendiri, air matanya bahkan terus mengalir setiap kali mengingat bagaimana dirinya di perlakukan layaknya seperti seorang wanita panggilan oleh para penjaga yang kasar. Tubuhnya saat ini juga sudah hancur, dia sudah tidak lagi cantik. Kulitnya berubah pucat serta tulangnya semakin terlihat. Jika orang lain melihat kondisinya, mungkin mereka akan berfikir bahwa dia seorang pengemis.
Kondisi fisiknya bukan di sebabkan oleh kekurangan makanan atau penyiksaan secara fisik tapi karna semua orang yang ada di kediaman tuan Ji memperlakukannya seperti wanita murahan dan memberikan penyiksaan secara mental.
Setiap malam, Olivia harus mengalami pelecehan dan siang hari dia akan di hina oleh istri sah tuan Ji. Nyonya Ji juga pernah menumpahkan air panas ke punggungnya saat pertama kali dia datang ke rumah itu.
Saat Olivia sedang duduk di balkon, dia tiba-tiba saja mendengar suara para pelayan yang sangat ribut. Dia tahu bahwa keributan itu disebabkan oleh kedatangan putri kesayangan tuan Ji akan tiba di kediaman bersama calon suaminya yang berasal dari Negara M.
Ketika Olivia mendengar suara ribut itu, dia memutuskan untuk tidak ikut campur. Namum hal itu tidak terjadi saat dia mendengar pecakapan para pelayan mengenai calon suami putri tuan Ji.
[ aku mendengar bahwa hari ini nona pulang membawa calon suaminya ]
[ iya, aku sudah mendengarnya dan pria itu berasal dari Negara M ]
[ benarkan, apakah kau tahu siapa nama pria itu ? ]
[ tentu, namanya adalah tuan Devian Julian Jareda ]
Saat Olivia mendengar nama itu, dia langsung keluar kamar dan menghampiri para pelayan untuk memastikan kebenarannya.
“ apakah itu benar “ tanya Olivia.
__ADS_1
Para pelayang yang sedang berbicara di sekitar kamarnya menjadi terkejut, mereka tidak tahu mengapa Olivia bisa bertindak seperti itu setelah mendengar percakapan mereka.
“ apakah Julian adalah calon nona kalian “ tanya Olivia sekali lagi.
“ iya, dia berasal dari Negara M “ ucap salah satu pelayan dengan wajah tidak senang.
Setelah mendengar kebenaran itu, hati Olivai menjadi semakin sakit. Dia tidak menduga bahwa suaminya, pria yang sangat dia cintai akan menikah dengan wanita dari tuan Ji.
Saat Olivia sedang terdiam, tiba-tiba saja dia mendengar suara ribut dari lantai bawah. Ketika melihat penyebabnya dia sekali lagi terkejut saat melihat sosok pria yang masih resmi menjadi suaminya, dia melihat pria itu sedang bergandengan tangan dengan putri tuan Ji.
Ketika melihat kemesraan mereka berdua, Olivia bergegas turun kebawah dan menghampiri mereka berdua.
“ Julian “ ucap Olivia dengan suara kuat.
Saat Julian mendengar namanya di panggil, dia langsung melihat ke arah suara. Namun ekspresinya terlihat biasa saat mengetahui bahwa Olivia yang memanggilnya.
“ kurang ajar, beraninya kau memanggil nama calon suami ku “ ucap putri tuan Ji.
Wanita itu tidak tahu bahwa Olivia merupakan istri dari Julian, dia hanya tahu bahwa pria itu telah menikah dan Julian mengatakan bahwa dia sudah tidak mencintai istrinya.
Saat semua orang mendengar kebenaran itu, mereka semua terkejut sekaligus tidak percaya bahwa Olivia sudah menikah dan suaminya adalah calon suami dari putri tuan Ji.
“ seharusnya aku yang bertanya pada mu, apakah pantas seorang wanita yang sudah menikah tinggal di rumah pria lain. Apakah pantas seorang wanita yang sudah menikah pergi tampa membertahu suaminya “ ucap Julian.
Sejujurnya, pria itu tidak terlalu perduli dengan kemana Olivai pergi. Bagaimana pun dia sudah membenci wanita itu karna sudah menjadi penyebab kehancuran keluarganya serta kehilangan Alana,
“ aku berada di sini karna aku di jebak oleh Devan dan Alana, mereka tidak ingin aku hidup bahagia “ ucap Olivia. Wanita itu masih saja menjadikan Devan serta Alana sebagai pihak yang bersalah.
“ apakah kau pikir aku bodoh, kau datang ke Negara ini karna ingin mengambil aset Alana saat tahu dia jatuh koma. Apakah kau berfikir bahwa aku tidak tahu bagaimana serakahnya diri mu beserta kedua orang tua mu “ ejek Julian.
“ aku melakukan ini karna kau tidak bersedia membantu ku, keluarga ku sudah jatuh dan kau tidak bersedia membantu atau bahkan mendengarkan cerita ku “ ucap Olivia.
Saat ini, wanita itu sudah ada di depan Julian, dia terduduk di lantai dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Dia tidak bisa percaya bahwa semuanya menjadi semakin menyakitkan dan air matanya terus mengalir.
__ADS_1
“ itu karna kau penyebab dari semua ini, jika saja kau tidak merayu ku maka Alana akan tetap menjadi istri ku dan kami sudah hidup bahagia “
Julian masih saja tidak bisa menerima kekalahannya dan masih tidak menyadari bahwa kebodohannyalah yang telah membuatnya menjadi seperti itu.
“ mengapa kau masih saja menyalahkan ku, seharusnya itu kau yang berfikir. Jika saja kau tidak mudah untuk di rayu, jika saja kau tidak menggunakan Alana sebagai alat mu, ini semua tidak akan pernah terjadi. Ini adalah kesalahan mu tapi kau dengan mudahnya mengatakan bahwa akulah yang bersalah “ ucap Olivia marah.
Saat Julian mendengar kebenaran itu, wajahnya menjadi dingin. Dia tahu bahwa ini adalah kesalahannya. Dialah yang membuat Alana terluka karna terlalu mudah di goda oleh wanita licik seperti Olivia.
“ baiklah, aku mengakui bahwa ini semua kesalahan ku. Tapi semuanya sudah berlalu, kau juga sudah menjadi budak calon ayah mertua ku dan aku sebentar lagi akan menikah dengan wanita yang seratus kali lebih baik dari mu. Dia bahkan bisa memberikan ku keturunan dan tidak seperti mu yang rela membunuh anak mu sendiri hanya demi keserakahan mu “
Saat Olivia mendengar perkataan Julian, dia semakin terluka. Pria yang sangat di cintainya rela membongkar aibnya di depan orang-orang.
“ kau tidak bisa melakukan itu, aku tidak akan pernah membiarkannya “
Saat Scarla yang merupakan calon istri Julian mendengar perkataan Olivia, dia langsung marah dan menarik rambut Olivia.
“ apa yang membuat mu berani mengatakan hal itu, kau hanya seorang budah dan wanita murahan. Jadi ingatlah posisi mu, lagi pula restu mu tidak berarti karna kami akan tetap menikah “ ucap Scarla.
Julian yang melihat perbuatan Scarla hanya diam, dia tidak berniat membantu Olivia yang terlihat sangat kesakitan saat Scarla menarik rambutnya.
“ dan satu hal lagi, saat ini aku sudah hamil anak Julian jadi kau akan menjadi pengasuh anak kami. Apakah kau paham “
Saat Olivai mendengar itu, hatinya menjadi mati rasa. Dia tidak akan pernah bersedia menjadi pengasuh anak dari pria yang di cintainya bersama wanita lain.
“ Mena bawa wanita ini, kurung dia dan jangan biarkan dia keluar saat aku dan Julian menikah “ perintah Scarla pada sang pelayan.
“ baik nona “
Setelah itu, Olivai yang masih terdiam ditarik paksa oleh beberapa pelayan ke lantai atas. Mereka juga mengunci Olivia dari luar agar tidak pergi meninggalkan rumah atau mengganggu pernikahan Scarla dan Julian.
“ kau pria paling pengecut Julian, aku berfikir bahwa kau benar-benar mencintai ku tapi ternyata aku salah. Kau membuang ku setelah kau tahu kebenarnya dan Alana menolak mu “ ucap Olivia.
Saat ini wanita itu sudah seperti orang yang tidak waras, dia sudah tidak lagi memiliki semangat hidup setelah mengetahui bahwa Julian akan menikah lagi dan dia tidak ingin membantunya.
__ADS_1
“ Alana jika tuhan masih menginjikan ku tetap hidup, aku ingin bertemu dengan mu dan meminta maaf. Aku ingin menebus semua dosa-dosa ku pada mu “ ucap Olivia.