
Setelah menenangkan sang istri, Sean memutuskan melanjutkan rapat melalui video call. Beruntung para investor minus Rihana masih tetap setia menunggunya. Mereka bahkan membuat kerja sama yang bagus karena kejadian hari ini.
Waktu berjalan dengan cepat. Arsean, Jasson, bibi Lusi dan paman Larry telah kembali. Makan siang di langsung dengan harmonis seperti biasa. Setelah makan siang, Violla membawa putranya untuk tidur siang, lalu kembali ke kamar. Menemui sang suami yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Apa kau ingin di temani?" Tanya Sean.
"Tidak, lagi pula aku sedang ingin melihat perkembangan dunia luar melalui ponsel ku. Jadi hari ini aku akan menunggu mu selesai bekerja."
Sean paham, lalu kembali mengerjakan perkejaanya. Tapi itu hanya bertahan 30 menit, karena dia tiba-tiba mendengar istrinya berteriak jijik sambil melemparkan ponselnya ranjang.
"Ada apa? Apa yang sudah kau lihat di ponsel itu?" Sean langsung mengahampiri istrinya, mengambil kembali ponsel lalu menatap tidak percaya pada siaran langsung adegan dewasa Rihana dan putra kesayangan ayahnya, Daksa.
"Aku tidak tahu sejak kapan bisa berteman dengan pemilik akun tersebut. Aku bahkan terkejut ketika melihat siaran langsungnya."
Sean percaya dengan ucapan istrinya, dia juga langsung mencari tahu siapa pemilik akun yang sengaja menyembunyikan namanya. Dan betapa terkejutnya dia ketika tahu sang pemilik akun tersebut.
"Sepertinya kecemasan mu tadi pagi benar, sayang. Untungnya aku langsung pulang, kalau tidak. Mungkin saat ini aku akan di tuduh yang tidak-tidak dan kau pasti membenci ku."
Sean mulai paham dengan semua kejadian sejak pagi tadi. Pertama, kehadiran Rihana yang tiba-tiba lalu di susul saudara tirinya yang datang ke rumahnya. Semuanya seling berhubungan, membuat Sean tersenyum jijik.
"Apa maksud mu?" Tanya Violla penasaran.
"Tadi pagi, wanita yang pernah kau bela beberapa tahun lalu ketika sedang membuat drama di hadapan ku tiba-tiba datang ke kantor menggantikan ayahnya, pemilik perusahaan Moxa. Lalu, pria yang keluar dari mobil kedua dan di bawa paksa oleh mobil pertama adalah putra dari tuan Daksa, sekaligus ayah ku."
"Lalu apa hubungannya dengan firasat ku tadi pagi?"
Sean mengelus puncak kepala istrinya lalu mencubit gemas pipinya. Membuat Violla menjadi malu karena perbuatan sang suami.
"Aku tidak terlalu tahu cerita aslinya, tapi dari yang ku lihat secara garis besar adalah. Daksa dan Rihana bekerja sama untuk menghancurkan keluarga kita, pria itu juga memasukan putranya dalam rencana mereka. Tapi untungnya karena firasat mu dan bantuan dari orang yang melakukan suaran langsung ini, rumah tangga kita baik-baik saja."
__ADS_1
Violla akhirnya paham, dia bahkan merasa sangat berterima kasih pada Tuhan karena sudah bersedia membantunya mempertahankan rumah tangga yang baru saja dia bangun bersama Sean.
"Jangan bilang, wanita itu juga memberikan sesuatu yang bisa membuat mu tidur besamanya. Bukankah wanita seperti itu selalu menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan pria yang disukainya."
"Sepertinya begitu, Sayang. Mungkin aku harus mengecek rekaman cctv hari ini untuk mencari tahu siapa yang telah bekerja sama dengannya, ucap Sean lalu mulai meretas rekaman cctv hari ini."
Violla setuju. Dia benar-benar tidak menduga jika masih saja ada penghalang untuknya agar bisa hidup bahagai bersama Sean.
Ketika sedang sibuk meretas semua jaringan. Sean yang hampir menyerah karena tidak melihat tanda-tanda Rihana bertemu salah satu karyawannya menjadi bersemangat kembali ketika dia melihat seorang OB sedang berbicara dengan Rihana. Dia juga melihat sebuah bungkusan yang tidak dikenalinya di berikan Rihana pada OB tersebut lalu sang OB mencampurkan sesuatu pada kopinya.
"Aku sudah mendapatkan dalang, ternyata seorang OB di perusahaan ku bekerja sama dengan wanita itu."
Sean sangat marah ketika mengetahui bahwa Rihana dan OB di perusahaanya bekerja sama untuk menjebaknya. Bahkan wanita itu menggunakan cara yang sangat menjijikan.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"
"Tentu saja memasukannya ke penjara. Sedangkan untuk Rihana, aku tidak perlu mengurusanya karena sebentar lagi dia akan di nikahkan oleh pria tidak berguna itu. Bahkan keluarga Moxa akan segera membuangnya."
"Tapi aku masih penasaran siapa yang sudah membantu kita."
Sean tahu itu, dia langsung membisikan sebuah nama di terlinga istrinya. Membuat Violla terkejut sekaligus tidak percaya.
"Apakah suami ku yakin dengan hal itu?"
"Ya sayang, aku sudah meretas akunnya dan dialah orang yang membantu kita."
"Sepertinya ini ada kaitannya dengan kejadian beberapa waktu yang lalu."
"Tentu, maaf karena aku tidak bisa berbuat lebih. Kau tahu, dia cukup berjasa di perusahaan sehingga aku tidak bisa membuangnya begitu saja." Sean sedih Karena tidak bisa membalaskan rasa sakit hati istrinya lebih dalam pada sosok itu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, lagi pula sekarang dia sudah membantu ku menjadi mu. Jadi ku pikir, semuanya telah impas dan tidak perlu ada kebencian di antara kami."
Sean senang karena istrinya begitu bijaksana dan tidak marah padanya karena tidak bisa melakukan hal lebih untuk membalaskan dendamnya.
Saat Sean dan Violla sedang berbicara. Rihana yang akhirnya kembali normal dari efek obat menjadi histeris. Tidak bisa menerima kenyataan bahwa Mario lah yang tidur dengannya, pria tidak berguna sekaligus playboy.
"Tidak!!! Seharusnya ini bukan kau. Dimana Sean, dia yang seharusnya tidur bersama ku."
Mario yang juga telah kembali sadar menjadi kesal dengan teriakan Rihana. Dia juga sama kesalanya, tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Dan sekarang harus tidur dengan seorang janda.
"Diam!!! Apakah kau berfikir aku bersedia tidur dengan seorang janda seperti mu. Tidak heran mengapa suami mu meninggalkan mu demi wanita lain, selain rebut, kau juga tidak bisa membuat ku puas."
Rihana semakin marah, tubuh polonya yang penuh tanda-tanda berwarna biru dan merah langsung dia tutupi dengan sebuah kain yang telah menjadi alas mereka saat melakukan adegan dewasa.
"Aku akan membuat mu masuk penjara karena sudah menodai ku."
"Lakukan saja, setidaknya aku bisa membuat publik semakin membenci mu dengan memberi kesaksian bahwa kau kurang belaian karena di tinggal oleh suami mu sehingga menjebak ku di gudang ini."
Meskipun Mario sudah terkenal akan keberengs*kannya\, tapi tetap saja. Orang-orang akan lebih mempercayainya dari pada Rihana yang sudah di cap sebagai wanita jal*a*g.
"Kau!!"
Saat keduanya sedang berdebat. Tiba-tiba saja pintu gudang di tending, membuat Rihana dan Mario terkejut. Wajah tuan Moxa dan Daksa menghitam setelah mengetahui bahwa adegan panas itu secara langsung di siarkan sehingga berefek fatal untuk kedua perusahaan.
"Kalian memang tidak beguna, hanya merayu Sean dan Violla saja kalian tidak bisa!!!"
Tuan Moxa sudah tahu tentang rencana putrinya, dan dia sangat setuju. Jika Sean bisa menjadi menantunya, maka keluarga Moxa akan semakin kuat, di tambah lagi Sean memiliki pendukung yang lebih kuat dari siapa pun.
"Pa, ini bukan salah ku. Ada seseorang yang menjebak ku." Rihana takut akan kemarahan sang papa.
__ADS_1
"Apakah kau fikir aku akan percaya, sudah sering kali kau membuat keluarga Moxa malu. Dan sekarang nama keluarga Moxa sudah tercoreng habis, jadi mau tidak mau. Aku akan menikahkan mu dengan Mario agar aib ini tidak semakin membuat keluarga Moxa hancur."