
Hari ini Violla memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa pakain sendirian, dia memang sudah terbiasa hidup sendian. Hal itu terjadi karena kejadian di masa lalu yang membuatnya tidak bisa mempercayai orang lain selain keluarganya.
Saat Violla sedang berjalan-jalan, dia tiba-tiba mendengar suara ribut dari arah restoran yang berada tepat di dalam pusat perbelanjaan.
“Sean, aku benar-benar mencintai mu. Mengapa kau tidak mempercayai ku,” ucap seorang wanita.
Ketika Violla mendengar nama si pria, dia langsung menghampiri kerumunan untuk memastikan apakah pria itu orang yang dia kenal atau tidak.
“Aku tidak membutuhkan cinta mu, jadi sekarang pergi dari hadapan ku,” ucap Sean marah.
Sama seperti Violla, hari ini Sean juga berada di pusat perbelanjaan. Namun bukan untuk bersantai, pria itu diminta untuk melakukan misi yang diberikan oleh Alana sebagai pengintai seorang investor yang berniat bekerja sama dengan QA Crop.
“Apakah tidak ada kesempatan kedua untuk ku? Aku benar-benar mencintai mu.” Sang wanita sangat sedih, dia bahkan memperlihatkan wajah sendunya dan itu membuat Violla menjadi kesal.
“Bagaimana bisa kakak Ana memiliki anggota seperti mu, kau bahkan tidak memiliki perasaan dan menyakiti wanita yang benar-benar mencintai mu,” ucap Violla kesal.
Saat Sean mendnegar suara Violla dan tuduhan yang diberikannya. Wajahnya menjadi semakin kesal, tidak ada satu orang pun yang tahu jika wanita yang sedang mengemis cinta padanya adalah wanita ular. Wanita itu sengaja mengemis di depan umum agar dia bersedia menerima cintainya.
“Kau tidak tahu apa-apa nona, jadi ku sarankan untuk tidak ikut campur,” ucap Sean kesal.
“Apakah kau harus melihat lebih banyak lagi air mata wanita itu agar kau tersadar? Apakah kau tidak merasa kasihan melihat wanita yang rela menjatuhkan harga dirinya untuk mengemis pada mu?” Violla menjadi tidak mengerti dengan pemikiran Sean, pria itu tidak hanya kejam dia bahkan tidak melihat pengorbanan wanita yang mengemis padanya.
“Aku sudah mengatakan bahwa kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Nona. Jadi ku mohon jangan ikut campur.” Sama seperti Violla, Sean menjadi semakin kesal. Sejujurnya dia tidak pernah memprihatikan Violla meskipun mereka sering bertemu, namun sekarang setelah di menegurnya di depan umur. Sean menjadi sedikit menaruh dendam pada wanita itu.
“Kau memang pria yang tidak memiliki hati, aku akan mengadukan ini pada kak Ana.”
__ADS_1
“Silahkan, apakah kau berfikir bahwa Bos akan percaya pada mu? Seharusnya kau sadar bahwa aku adalah anggotanya jadi sudah pasti dia lebih pecaya pada ku.” Sean tidak mau kalah dari Violla. Sejak dulu, Alana sangat selektif pada anggotanya, jadi dia tidak akan pernah mempercayai cerita orang lain sebelum mencari tahu kebenarannya.
“Aku akan membutnya percaya pada ku,” tegas Violla.
Saat keduanya sedang berdebat, semua orang yang menonton semakin banyak. Mereka bahkan penasaran apa yang akan terjadi pada keduanya, namun pertengkaran itu langsung terhenti karena Sean memutuskan untuk pergi.
“Kalau begitu kita akan melihatnya, tapi ku sarankan pada mu nona. Jangan terlalu percaya diri dan mudah percaya pada orang lain sebelum mencari tahukebenarannya, jika kau melakukannya bisa jadi kau akan menyesal.” Sean langsung pergi setelah mengatakan hal itu, dia tidak ingin berdebat dengan wanita sepeti Violla, wanita yang mudah percaya dengan air mata wanita lain.
Saat Violla mendengar perkataan Sean, dia menjadi sedikit merasa bersalah. Baginya, Sean menang benar, dia tidak seharusnya mempercayai sesuatu yang belum tentu terjadi. Namun sekarang bukan saatnya menyesal karena dia harus menyelatkan wanita yang tengah menangis.
“Apakah kau baik-baik saja nona?” tanya Violla.
“Aku baik-baik saja, terima kasih karena sudah membela ku,” ucap sang wanita.
“Aku melakukannya karena aku tidak ingin kehilangannya, dia pria yang baik dan aku yang membuatnya seperti ini,” ucap sang wanita penuh drama.
“Cinta tidak selamanya harus memiliki nona, jika memang dia sudah tidak lagi memcintai mu maka lepaskan. Kau tidak seharusnya memaksakan perasaan mu hingga membuat mu kehilangan harga diri.”
“Aku tahu itu, tapi terkadang cinta memang harus di perjuangkan.”
“Yah, kau memang benar.”
Saat keduanya sedang berbicara, para pengunjung yang melihat bahwa sudah tidak ada lagi perdebatan langsung pergi meninggalkan Violla dan sang wanita.
“Astaga, aku hampir lupa jika aku memiliki urusan lain. Maaf aku harus meninggalkan mu disini,” ucap sang wanita.
__ADS_1
“Tidak masalah nona, bagaimana urusan mu harus segera di selesaikan,” ucap Violla ramah.
“Kau benar, terima kasih atas bantuan mu dan selamat tinggal,”
“Sama-sama nona.”
Setelah itu, keduanya langsung berpisah. Violla yang sudah selesai berbelanja memutuskan untuk pulang ke rumah, dia ingin segera bertemu dengan kedua keponakannya.
Saat wanita itu sedang dalam perjalanan, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di hadapannya dan itu membuanya menginjak rem secara mendadak agar tidak terjadi kecelakaan. Jalanan yang tampak sepi membuat Violla menjadi khawatir.
“Keluar!!!” teriak seorang pria bertampang preman dari luar mobil.
“Apa yang kalian inginkan?” tanya Violla gugup. Wanita itu bahkan menjadi sangat gugup saat melihat penampilan ketiga pria yang sedang berdiri di samping mobilnya.
“Dia cukup cantik Bos, bagaimana jika kita bersenang-senang dengannya sebelum mengambil mobil serta membunuhnya,” saran salah satu pria.
“Itu benar Bos, kapan lagi kita bisa menikmati tubuh wanit cantik.”
“Baiklah, tapi biarkan aku lebih dulu yang mencobanya.”
“Tentu Bos.”
--------------------------------
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan komen agar autor semakin semangat upnya 😊
__ADS_1