
Keesokan harinya, Alana langsung berjalan menuju ruangan Athala untuk membawanya pulang ke rumah keluarga Ezafara.
" ayo pergi, hari ini aku akan mengantarkan mu pulang " ucap Alana.
Athala yang tidak bisa tidur tadi malam menjadi bahagia ketika mendengar kata pulang. Dia sudah sangat lelah dan ingin segera tidur di ranjang empuknya namun sayangnya di tidak tahu bahwa hidupnya akan berubah menjadi mengerikan ketika pulang ke rumah.
Setelah semuanya di persiapkan dengan baik, Alana membawa Athala ke rumahnya. Sesampainya di kediaman Ezafara, mereka berdua langsung masuk.
" ibu, ayah aku pulang " ucap Athala berpura-pura sedih.
Athala berusaha menarik simpati kedua orangtuanya. Dia ingin keluarganya menyayanginya seperti dulu sebelum dirinya menyakiti Athaya saat hari pernikahannya.
Tuan Jhon dan nyonya Eli hanya melihat Athala dengan datar, mereka benar-benar malu dan kecewa dengan sifat kenak-kanakan serta egois Athala.
" aku sudah mengantar putri anda dengan selamat tuan, nyonya. Jadi sekarang aku akan meyerahkannya pada kalian, aku berharap kalian bisa mendidiknya dengan baik agar tidak melakukan hal-hal menjijikan seperti dulu " ucap Alana.
" terima kasih nyonya Alana, maaf karena sudah membuat anda repot dan kami juga berjanji akan mendisiplinkan serta memberikannya pelajaran yang bagus untuknya " ucap Jhon.
" senang jika anda berfikir seperti itu tuan, oh ya. Athaya juga berpesan bahwa dia akan sering datang ke kediaman kalian dan nyonya Eli serta anda bisa berkunjung ke rumah mereka " ucap Alana.
Sebelum Alana pergi, Athaya yang di bantu Lukas datang ke rumahnya. Wanita itu ingin Alana memberi tahu keluarganya bahwa mereka sangat di sambut di rumahnya dan Lukas.
" benarkah, terima kasih Tuhan " ucap Eli terharu.
Jhon, Eli dan Tristan sudah lama menunggu momen seperti ini, mereka benar-benar ingin memperbaikinya kesalahan mereka di masa lalu pada Athaya.
Athaya juga sudah memutuskan untuk memaafkan keluargnya karena bagaimana pun mereka sudah berubah dan dia merasa tidak ada salahnya memberikan mereka kesempatan lagi.
" iya, kalau begitu saya akan pamit undur diri tuan dan nyonya "
" sekali lagi terima kasih dan hati-hati di jalan. Kami akan sering berkunjung ke rumah Athaya dan menantu " ucap Jhon.
__ADS_1
Alana hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan keluarga tersebut.
Setelah kepergian Alana, Jhon dan Eli langsung menatap putri mereka dengan tatapan kecewa. Athala yang melihat itu akhirnya sadar bahwa keluarganya sudah tidak bisa lagi memaafkannya.
" apakah ayah tidak pernah mengingatkan mu bahwa kau tidak seharusnya menyinggung keluarga Wesly dan Lukas " ucap Jhon.
" maafkan aku ayah, aku tahu aku salah tapi itu semua ku lakukan demi mendapatkan Lukas kembali ayah "
" apa kau tidak malu dengan ucapan mu ? Bukankah kau yang meninggalkan Lukas. Kau bahkan menghinanya di depan umum "
" tapi saat itu aku belum menyadarinya ayah, jadi jika sekarang aku melakukannya karena aku sudah sadar bahwa aku sudah mencintainya "
" tidak, kau salah. Meskipun kau mencintainya, namun kau tidak bisa memaksakannya karena dia sudah menjadi milik Athaya, saudara kembar mu "
" aku tidak perduli, bukankah dari dulu aku selalu mendapatkan apa yang ku mau dan dia hanya bisa mendapatkan hal-hal yang sudah tidak ku inginkan "
" bagaimana bisa kau mengatakan hal itu, apakah kau masih belum puas dengan kasih sayang yang ayah dan ibu berikan pada mu di masa lalu. Athaya bahkan menjadi orang asing karena keegoisan dan keserakahan mu " ucap Jhon.
Athala benar-benar menyesal karena tidak langsung membunuh Athaya atau meminta kelompok tersebut merusaknya. Dia bahkan merasa jika dirinya segera melakukan hal itu maka Lukas benar-benar menjadi miliknya seutuhnya.
" ibu benar-benar sangat kecewa pada mu. Bagaimana bisa kau masih tega menyakiti saudara kembar mu sendiri, apakah kau tidak pernah merasa malu dengan semua kejahatan mu itu "
Eli sangat menyesal karena pernah memanjakan Athala, dia sekarang tahu bahwa kebodohannya di masa lalu yang tidak bisa membedakan antara salah dan benar akhirnya membuat hidup salah satu putrinya hancur.
" aku tidak merasa malu ibu, bagi ku itu hal yang wajar. Seharusnya ibu hanya melahirkan ku dan tidak ada Athaya di dunia ini "
Awal dari rasa iri dan benci Athala pada Athaya adalah saat saudara kembarnya itu meraih peringkat satu di sekolah dasar. Kedua orangtua serta kakak laki-lakimya sangat memuja Athaya, sedangkan dirinya harus dibanding-bandingkan dengan Athaya karena mendapatkan peringkat 20. Pada akhirnya perlakuan seperti itu membuat Athala kecil menjadi gadis licik dan mulai membuat kedua orangtua serta kakaknga menjauhi Athaya.
" kau berani mengatakan hal itu pada ibu mu " ucap Eli terkejut.
" ya, bukankah ini semua salah ibu. Seandainya ibu membuang Athaya, seandainya ayah dan ibu tidak membandingkankan diri ku dan dirinya dan seandainya dia tidak pintar mungkin aku tidak akan menjadi seperti ini "
__ADS_1
Jhon dan Eli akhirnya sadar apa alasan putri mereka membenci saudara kembarnya, mereka berdua juga menyesal karena telah melakukan hal tersebut namun mereka tidak bisa melakukan apa pun lagi karena nasi sudah menjadi bubur dan semua kejadian di masa lalu tidak akan bisa di ulang kembali.
" aku benar-benar bodoh, seharunya dulu aku mendidik kedua putri ku dengan baik. Seharusnya aku tidak membiarkan salah satu putri ku iri dengan saudara kembarnya. Tapi semuanya telah sia-sia, putri yang selalu ku manja kini berubah menjadi tidak beretika sedangkan yang lain menjalani hidup sederhana namun dewasa " ucap Eli berlinang air mata.
Athala semakin iri dengan hidup Athaya. Dia tidak pernah memikirkan waktu seperti ini, dia benar-benar menyesal karena membiarkan Athaya berada di saru Negara dengannya.
" sudahlah sayang, ini kesalahan kita berdua. Kita telah gagal menjadi orang tua yang baik, aku juga merasa bersalah dengan Athala dan Athaya " ucap Jhon sedih.
Jhon akhirnya tahu bahwa menjadi seorang ayah tidaklah mudah, dia harus memberikan contoh yang baik pada anak-ananknya, dia juga tidak boleh membanding-bandingkan anak-anaknya.
" baiklah, karena sudah seperti ini maka ayah akan memutuskan hukuman apa yabg pantas untuk mu. Ayah juga berharap setelah mendapatkan hukuman ini kau bisa menjadi wanita dewasa dan bijaksana " ucap Jhon tenang.
Saat Athala mendengar kata-kata ayahnya, dia menjadi panik dan langsung ingat apa rencana sang ayah untuknya di pernikahan Athaya waktu itu.
" besok ayah akan membawa mu ke kampung halaman dan menikahkan mu pada laki-laki yang sudah di tentukan oleh nenek mu. Kita juga tidak perlu mengadakan pesta karena itu tidak lagi penting untuk mu "
" tidak ayah, aku tidak ingin menikah dengan pria miskin. Aku juga berjanji akan menjadi putri yang baik di masa depan, jadi ayah tidak boleh menikahkan ku dengan oria seperti itu "
Athala benar-benar tidak akan mau menikah dengan pria sederhana apalagi hidup dalam keadaan berkecukupan. Bagaimana pun dia sudah dilimpahi kemewahan jadi ketika mendengar akan hidup sederhana dirinya mulai panik.
" kau bisa memilih, menikah dengan pria itu dan hidup sederhana atau ayah mengusir mu dari rumah ini. Ingat ketika kau keluar dari keluarga ini maka semua akses mu akan ayah tutup, kartu kredit akan ayah tarik serta teman-teman mu akan ayah peringatkan agar tidak membantu mu. Jadi sekarang tentukan pilihan mu " ucap Jhon tegas.
Athaya langsung tercengang ketika mendengar kata-kata ayahnya, dia tidak menduga bahwa hidupnya akan menderita setelah pulang ke rumah.
" ayh beri wakti 5 menit, kau harus menentukan pilihan mu " ucap Jhon sekali lagi.
" aku akan menikah " ucap Athala pasrah.
Athala sadar bahwa dia tidak akan bisa membalaskan dendamnya pada Athaya jika dia hidup dijalankan. Jadi dia memutuskan akan menikah dan menunggu waktu yang bagus untuk membalaskan dendamnya pada Athaya.
" baiklah, sekarang beristirahatlah. Kita akan pergi besok "
__ADS_1
Athala langsung pergi ke kamarnya tanpa repot-repot menjawab perkataan ayahnya. Dia benar-benar sudah kecewa dengan sang ayah yang lebih memilih membuangnya dari pada memaafkannya.