
Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Negara A. Alana, Rafael dan Sean bergegas untuk menuju parkiran, Devan sudah menyiapkan kendaraan untuk menjemput mereka. Namun, sayangnya kepulangan Alana terhenti karena dia mendengar seseorang memanggil namanya.
“ nona Alana “
Ketika mendengar panggilan itu, ketiganya langsung terhenti dan melihat ke arah belakang. Saat melihat siapa yang memanggil, Alana hanya menatap sosok pria berusia 48 tahun yang masih terlihat tampan dan juga mirip dengan Lukas.
“ siapa anda, mengapa anda memanggil nama Bos saya “ ucap Sean langsung waspada.
“ maaf karena bertindak tidak sopan. Saya Lukman ayah Lukas, bisakah saya meminta waktu nona Alana sebentar “ ucap Lukman sopan.
“ tidak, Bos baru saja sampai dari Negara S dan sekarang harus kembali untuk istirahat “ ucap Sean cepat.
Melihat bahwa Alana sedang tidak bisa di temui, Lukman menjadi sangat sedih. Sejujurnya dia baru saja tiba di Negara A untuk bertemu dengan putranya serta berniat untuk meminta maaf, dia juga berencana bertemu Alana terlebih dahulu dan tuhan sepertinya sedang baik padanya karena tepat saat tiba di Badara, dia langsung bertemu dengan Alana.
“ saya hanya ingin bertenya tentang kondisi Lukas, saya juga ingin meminta maaf padanya karena sudah menelantarkannya selama ini “ ucap Lukman sedih,
Alana yang melihat kesedihan dan keinginan kuat Lukman untuk bertemu Lukas menjadi sedikit kasihan. Dia tahu bagaimana kisah Lukas, tapi dia juga merasa sangat jahat jika dia tidak menerima permintaan Lukman.
“ Rafael, Sean. Sebaiknya kalian pulang terlebih dahulu. Katakan pada suami ku bahwa aku bertemu teman lama “
“ tapi Bos “
“ baik, tapi kau harus menjaga diri mu baik-baik. Jika kau sudah selesai, tolong hubungi kami “ ucap Rafael.
Pria itu tahu bahwa Alana harus mendengarkan permintaan Lukman. Bagaimana pun, penjelasan Lukman sangat penting untuk memperbaiki hubungan pria itu dengan putranya.
“ tentu “
Setelah keduanya pergi, Alana mengajak Lukman untuk pergi ke restoran yang tidak jauh dari Bandra. Ketika mereka sampai, Alana hanya memesan minuman sedangkan Lukman memesan makan siang.
“ apa yang ingin anda bicarakan tuan “ ucap Alana langsung.
“ saya ingin meminta ijin untuk bertemu dengan Lukas “ucap Lukman dengan suara tegas.
“ mengapa anda harus meminta ijin pada ku, bukankah anda bisa langsung bertemu dengannya karena bagaimana pun kalian memiliki hubungan darah “
“ sayangnya itu tidak mudah nona. Lukas sudah sangat membenci saya dan yang saya tahu bahwa, hanya anda satu-satunya orang yang sangat dekat dengannya
Sesaat, Alana terdiam dan memutuskan untuk meminum minumannya. Dia juga membiarkan Lukman untuk melakukan makan siang, saat keduanya sedang sibuk dengan fikirannya. Tiba-tiba saja ponsel Lukman berdering.
Saat Lukman melihat si pemanggil, wajahnya menjadi dingin. Dia bahkan memutuskan sambungan itu, namun usahanya sia-sia karena ponselnya berulang kali berdering dan itu membuat Alana sedikit terganggu.
“ lebih baik anda mengangkatnya tuan “
“ maaf karena membuat anda tidak nyaman. Biarkan saya menjawab sebentar “
Alana hanya menganggukan kepalanya, dia juga sedikit penasaran dengan identitas si pemanggil yang dapat membuat Lukman menjadi dingin setelah melihatnya.
“ sayang, mengapa kau meninggalkan Negara ini. Kemana kau pergi “ ucap si penelpon.
__ADS_1
“ itu bukan urusan mu, lagi pula. Mulai sekarang kita tidak memiliki hubungan apa pun, jadi berhentilan mengganggu ku “
“ mengapa kau bisa setega ini pada ku. Apakah ini karena anak sialan itu !!!“
“ siapa yang kau sebut sialan ! “ ucap Lukman marah.
“ tentu saja putra dari wanita pembawa sial itu. tidak hanya ibunya, putranya juga membuat kita mengalami nasib sial “
“ aku menantang mu mengucapkan kata-kata itu sekali lagi Lili !!! “
“ apa yang terjadi pada mu, mengapa kau sangat emosional ketika aku menjelek-jelekan ibu dan anak itu. Apakah kau sudah lupa dengan perlakukan putra sialan itu terakhir kali "
“ berhentilah menjelek-jelakan putra serta istri ku, kau tidak memiliki hak untuk menghina mereka “
“ aku berhak Lukaman, aku adalah istri mu. Bagaiman bisa kau meninggalkan kami hanya untuk mencari putra sialan mu itu “
“ apakah kau pantas di sebut istri. Ingatlah satu hal, kau hanya selingkuhan ku. Kita bersama karena kelahiran putra mu dan kau juga penyebab kematian istri ku. Jadi, katakan pada ku, apakah posisi terhormat itu masih pantas untuk mu “
Perkataan Lukman membuat Alana terkejut. Dia tidak menduga bahwa ayah Lukas akan berani mengungkapkan perselinkuhannya di depan orang lain. Dia juga sudah tahu bagaimana kisah masa lalu Lukas, kematian ibunya merupakan perbuatan Lili yang merupakan sekretaris sekaligus wanita simpanan Lukman.
Alana juga sudah memberitahu Lukas tentang cerita kelam sang ayah. Alasan dirinya mengungkapkan itu hanya untuk membuat Lukas berhenti menyalahkan dirinya sendiri karena kematian sang ibu.
“ b...bagimana kau tahu itu “ ucap Lili gugup.
“ apakah kau berfikir bahwa semua kebusukan mu akan tersimpan dengan rapat hingga kematian mu “
Saat pertama kali Lukman tahu tentang dalang di balik kematian istrinya. Dia menjadi sangat marah pada dirinya sendiri, dia yang menjadi pelaku malah menyalahkan putranya yang tidak bersalah sama sekali.
“ tidak, kau hanya mencintai uang ku. Jadi sekarang ku katakan pada mu, berhentilah mengganggu ku dan nikmati hidup miskin mu. Aku juga sudah menjual semua aset serta perusahaan ku untuk ku gunakan mencari keberadaan putra ku. Aku juga tidak akan melaporkan perbuatan mu kepada polisi karena aku rahu bahwa aku juga salah dalam hal itu, jadi sekarang lupakan aku “
Setelah mengatakan hal itu, Lukman langsung menutup telepon dan mengancurkan ponselnya agar wanita itu tidak lagi mengganggunya.
“ maaf karena nona harus mendengar kisah memalukan ku “ ucap Lukman penuh penyesalan.
“ tidak masalah, lagi pula aku dan Lukas juga sudah tahu tentang hal itu sejak lama “
Alana sengaja mengatakan hal itu untuk membuat Lukman sadar dengan kejahatannya selama ini. Dia ingin pria itu memperbaiki sifatnya yang suka menghakimi seseorang tampa mencari tahu kebenarannya.
Lukman yang mendengar perkataan Alana langsung terkejut, dia tidak pernah menduga bahwa akan ada hari dimana putranya tahu tentang seluruh kejahatannya.
“ apakah dia semakin membenci ku nona “
“ mungkin ketika pertama kali dia
mendengarnya, dia sangat marah pada mu. Tapi aku tidak bisa memastikan apakah saat ini dia masih marah atau bahkan dendam pada mu “
“ apakah tidak ada yang bisa ku lakukan untuk menebus dosa-dosa ku selama ini pada putra ku. Aku sangat menyesal karena sudah membuatnya menderita, ini semua adalah kesalahan ku tapi aku malah menuduhnya sebagai penyebab kematian ibunya “ ucap Lukman sedih.
“ jika tuan Lukman benar-benar ingin meminta maaf, maka tuan bisa melakukannya. Saat ini, Lukas tinggal di kediaman ku. Jadi jika anda mau, anda boleh datang menemuinya dan menunjukan rasa penyesalan anda kepada Lukas “
__ADS_1
Saat Lukman mendengar perkataan Alana, wajahnya menjadi cerah kembali. Dia tidak menduga bahwa Alana bersedia membantunya, baginya itu adalah kejadian langka.
Bagaimana pun dia sudah tahu seperti apa kerasanya Alana terhadap orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.
“ mengapa anda bersedia membantu ku bertemu dengan Lukas “
“ aku tidak sedang membantu anda, aku hanya ingin memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin meminta maaf kepada orang-orang ku “
Lukman tersenyum saat mendengar perkataan Alana, dia tahu bagaimana sifat Alana yang sebenarnya.
Saat keduanya sedang diam. Ponsel Alana tiba-tiba berdering, ketika Alana melihat si pemanggil. Wajahnya menjadi cerah.
“ halo kak, dimana kau berada ? mengapa kau masih belum sampai ? siapa yang kau temui sehingga kau menunda kepulangan mu “ ucap Lukas kesal.
“ aku sedang bertemu teman lama, sebetar lagi aku akan pulang. Ada apa ? mengapa kau tiba-tiba menelpon ku “
“ tidak ada, aku hanya sedang merindukan mu. Kita bahkan belum bertemu selama 2 minggu “ ucap Lukas sedih.
“ benarkah, apakah kau menepon ku karena rindu atau kau sedang membuat masalah “
“ kakak, aku tidak seperti itu. Aku benar-benar sangat merindukan mu “ ucap Lukas penuh penekanan.
Saat Alana mendengar perkataan Lukas, dia tersenyum dan langsung membayangkan bagaimana wajah lukas jika sedang berbicara padanya.
“ baiklah, aku akan segera pulang. Jadi sekarang tutuplah telepon mu agar aku bisa segera pulang “
“ baik kak, jika seperti itu kau harus berhati-hati saat perjalan pulang “
“ iya “
Setelah itu, Alana memutuskan sambungan teleponnya. Dia juga menatap wajah sendu Lukman ketika dirinya berbicara dengan Lukas.
“ sepertinya dia sangat bahagia sekarang. Bagaimana pun dia sudah mendapatkan sosok pelindung seperti nona Alana “
“ sebahagia apa pun dirinya saat ini, itu hal yang masih kurang untuknya. Dia juga masih membutuhkan sosok ayah, jadi aku berharap Lukas bisa memaafkan semua perlakukan mu di masa lalu dan tuan Lukman bisa membuatnya bahagia “
“ terima kasih nona, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membuatnya memaafkan ku dan membuatnya menikmati hari bahagia bersama ayah seperti keinginannya dulu “
“ aku akan menunggu hal itu. Ini kunci apartemen ku, anda bisa tinggal disana sebelum Lukas memaafkan anda. Jaraknya dengan kediaman kami tidak terlalu jauh “
“ sekali lagi terima kasih nona, aku akan selalu mengingat kebaikan yang telah anda berikan kepada ku “
“ baik, jika seperti itu. Aku akan memanggil anak buah ku untuk menemi anda selama tinggal di apartemn itu, meskipun itu tidak terlalu besar. Tapi itu cukup nyaman untuk di gunakan “
“ itu bahkan lebih dari cukup nona, anda bahkan sudah bersedia memberikan tempat tinggal gratis untuk saya “
“ tidak masalah, ini semua ku lakukan
untuk Lukas “
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Alana langsung menghubungi Devan untuk menjemputnya. Dia juga sudah menghubungi Asya untuk menjemput sekaligus menjadi penjaga Lukman selama tinggal di apartemen miliknya.