Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Sean & Violla


__ADS_3

Setelah kejadian semalam, Violla menjadi semakin murung. Begitu juga dengan Carl dan Mika, keduanya sama-sama tertekan. Bingung apakah jalan yang akan di pilih biasa berakhir bahagia atau tidak, terutama untuk Violla.


Sama halnya dengan ketiga orang tersebut, Alana juga murung dan melarang keras pernikahan antara Carl bersama Violla. Siapa pun aka tahu bahwa tidak akan ada hasil yang baik ketika pernikahan paksa tersebut di lakukan. Namun pendirian Mika tidak lagi bisa di ubah, wanita itu meminta Carl menikahi Violla, karena tidak ingin sahabatnya menanggung malu.


"Apa kau tidak bisa menolak pernikahan ini? Bagaimana bisa kalian menikah dan melupakan perasaan Mika." Hari ini, Athaya datang ke rumah Rafael untuk membujuk Violla membatalkan pernikahan yang akan di lakukan beberapa hari lagi, sebagai pengganti pernikahan Mika dan Carl.


"Mengapa kau lebih memikirkan perasaan Mika dari pada aku? Apakah aku bukan sahabat mu, jika pun pernikahan ini terjadi. Itu karena Mika lah yang memintanya, sejak awal aku sama sekali tidak ingin mengambil prianya. Dialah yang membuat semuanya semakin rumit, membuang Carl begitu saja hanya untuk wanita seperti ku."


Violla benar, jika saja Mika tidak mengusulkan pernikahan ini. Mungkin Carl akan tetap menjadi suami Mika dan dia sudah pergi jauh dari Negara A, jadi jika semua orang menuduhnya sebagai penghancur hubungan Mika, itu salah. Dia juga tidak ingin, namun kakaknya dan Carl sudah setuju meskipun dia tahu itu karena terpaksa.


Athaya terdiam sejenak saat mendengar ucapan Violla. "Seharusnya kau bisa langsung menolaknya ketika Mika mengusulkan pernikahan itu! Bukankah kita sudah berjanji tidak akan menyakiti satu sama lain. Lalu sekarang mengapa kau sangat egois, Violla." Entah mengapa Athaya merasa kesal dengan Violla yang di fikir sangat egois.


Egois, kata-kata itu sangat tajam untuk perasaan Violla. Di tambah lagi yang mengatakannya adalah sahabatnya, seseorang yang dia anggap dekat selayaknya saudara kandung.


"Apa aku tidak berhak bahagia juga?" Violla merasa semua orang menyalahkannya, sedangkan dirinya adalah korban yang sebenarnya. Siapa yang akan tahan jika harus di buang dan tidak di akui oleh pria yang sudah menanamkan benih tanpa berniat bertanggung jawab.


"Tentu saja kau berhak, tapi cara mu mencari kebahagiaan itu salah!!!"


Violla tertawa sambal menangis saat mendengar ucapan Athaya, hidupnya menjadi semakin rumit setelah terbebas dan sembuh dari penyakitnya. Jika saja dia bisa memilih, dia lebih suka tetap menjadi wanita yang tidak waras sehingga tidak perlu dilukai seperti sekarang.


Athaya yang melihat tangisan dan tawa Violla menjadi terkejut, dia bahkan mulai merasa bersalah karena sudah menghakimi Violla yang sama sekali tidak bersalah.


"Apakah wanita seperti ku tidak boleh menikah dan bahagia?" Violla hanya manusia biasa, dia tidak meminta banyak hal. Jika pun Sean tidak ingin menikah dengannya, maka dia lebih memilih hidup hanya berdua bersama anaknya, bukan mengambil pria milik wanita lain.

__ADS_1


"Bukan seperti itu, aku hanya tidak mengerti mengapa kau harus menerima pernikahan ini. Jika memang kau menganggap Mika saudara, maka kau bisa saja menolaknya bukan menyetujuinya."


Lagi-lagi kata-kata itu keluar dari Athaya, wanita itu masih saja menyalahkan Violla atas penderitaan Mika dan sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaanya.


"Begitukah?"


"Ya, jadi sekarang temui tuan Rafael dan minta dia membatalkan pernikahan ini. Jika kau memang ingin pergi, aku bisa membantu mu. Tapi kau tidak boleh kembali sebelum Mika dan Carl menikah."


"Terbuat dari apa hati mu, Athaya? Apakah menurut mu aku sehina itu." Violla akhirnya sadar bahwa persaudaraan bisa hancur hanya karena sebuah perasaan.


"Kenapa kau bertanya seperti itu!! Aku hanya memberikan saran agar Mika dan Carl bisa hidup bahagia."


"Lalu bagaiman dengan ku? Apakah kau ingin melihat ku tetap menjadi wanita hina dan anak ku nantinya juga di hina." Sakit, itu hal yang sedang di rasakan oleh Violla saat mendengar ucapan Athaya. Bukannya menjadi teman ceritanya, Athaya malah menjadi hakim atas penderitaanya.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, semua ku lakukan karena aku ingin Mika bahagia Bersama Carl. Sedangkan kau, mungkin kau bias memaksa Sean menikah dengan mu atau menitipkan anak mu atau membawanya pergi dari Negara ini agar tidak di hina."


Ketika tawa itu semakin lama semakin mengerikan, tiba-tiba saja perut Violla sakit. Dia bahkan menjerit kesakitan hingga membuat Athaya cemas.


"Perut ku," ucap Violla sambal menahan sakit.


Atahya yang melihat hal tersebut menjadi panik dan berusaha membantu, namun Violla langsung menolaknya, wanita itu juga mengusir Athaya secara langsung.


"Apa kau baik-baik saja? Biarkan aku membantu mu," ucap Athaya berusaha membantu.

__ADS_1


"Tidak perlu!!! sekarang pergilah dari sini. Sebaiknya kau menghibur sahabat mu, bukan aku. Si wanita penghancur kebahagian sahabat mu. Kita juga tidak lagi perlu bertemu, aku tidak pantas menjadi sahabat wanita baik seperti kalian," ucap Violla menahan sakit sambal mendorong Athaya menjauh.


Hati Athaya menjadi sakit saat mendengar ucapan Violla, dia akhirnya menyadari bahwa tindakannya atas nama sahabat telah melukai Violla.


"Ada apa sayang? Apakah perut mu sakit,"ucap Diana cemas.


"Tolong bu, perut ku sakit. Aku ingin beristirahat."


Rafael yang kebetulan tidak pergi bekerja langsung mengangkat tubuh adiknya dan membawa ke kamar di lantai 2 meninggalkan Athaya dengan wajah pernuh rasa bersalah.


"Mengapa kalian tidak bisa mengerti bagaimana perasaan Violla, Apakah menurut kalian Violla tidak pantas bahagia," ucap Diana pada Athaya. Wanita paruh baya itu tahu apa yang sudah di katakan oleh Athaya pada putrinya hingga mengakibatkan sang putri semakin stress.


"Maaf bi, aku sangat menyesal. Aku sudah menyakiti Violla atas nama persahabatan." Athay tertunduk sedih.


"Tolong jangan temui Violla lagi, bibi tahu niat mu baik. Hanya saja, ucapan mu telah membuatnya semakin terpuruk. Apakah kau tahu bahwa kandungannya sangat lemah, dia pernah mengalami keguguran di masa lalu sehingga membuat rahimnya rentan. Bagaimana jika dia keguguran, apakah kau ingin melihatnya semakin terluka." Diana menangis saat menceritakan semua hal yang sudah terjadi pada putrinya.


"A-aku," ucapan itu terhenti dan Athaya tidak lagi bias meneruskannya karena terlalu malu.


"Seharusnya kalian bersykur dengan kesempuaraan yang Tuhan berikan pada kalian. Sedangkan untuk Violla, dia tidak lagi bisa menjadi wanita sempurna seperti kalian. Kau beruntung bisa menikah dengan pria yang sangat mencintai mu, sedangkan anak bibi tidak bisa. Dia bahkan harus menanggung setiap hinaan dari pria itu. Apakah kau masih saja menuduhnya sebagai wanita perusak hubungan Mika dan Carl."


Semakin banyak Diana berbicara, semakin sakit pula Athaya mendengarnya. Dia akhirnya sadar bahwa hidup Violla benar-benar hancur dan dia hanya datang untuk membuat luka itu semakin menganga lebar.


"Aku minta maaf bi, aku hanya tidak ingin Mika berpisah dari Carl sehingga lupa akan perasaan Violla."

__ADS_1


"Kau salah jika meminta Violla menghentikan pernikahan ini, yang seharusnya kau salahkan itu Mika. Dia lah yang memaksa Violla menikah dengan Carl, bukan Violla yang memintanya." Semakin lama, Diana semakin kesal dengan sifat baik Athaya. "Sudahlah, wanita seperti kalian tidak akan pernah bisa mengerti persaan wanita seperti kami. Jadi sekarang pergilah, jangan pernah temui anak bibi di masa depan. Anggap saja Violla tidak pernah ada di sini."


Setelah mengatakan hal itu, Diana langsung meninggalkan Athaya yang tengah terkejut atas pengusiran dan permintaan Diana yang ingin mereka melupakan Violla.


__ADS_2