
Pada pagi harinya, Alana dan Devan bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Stanly sebelum pergi ke resepsi Alvin.
Saat keduanya sampai si kediaman, Alexander dan Jasmine sudah menunggu mereka di ruang tamu dengan wajah kesal.
“ mama, papa “ teriak keduanya dengan wajah kesal.
“ ada apa sayang, mengapa wajah kalian terlihat seperti itu “ tanya Alana.
“ mama dan papa kemana saja, kami menunggu hingga malam tapi mama dan papi tidak menemui kami “ ucap Jasmine kesal.
“ maaf sayang, mama dan papa memiliki sesuatu yang mendesak. Tapi sekarang kami sudah datang untuk menjemput kalian “
Saat Jasmine akan menyangkal perkataan sang mama, tiba-tiba saja Austin datang dan mengatakan hal yang membuat kedua keponakannya sedih sekaligus takut.
“ mama dan papa kalian berbohong, mereka sedang membuat adik baru untuk kalian “ ucap Austin serius.
Saat keduanya mendengar perkataan sang paman, wajah keduanya langsung sedih dan takut. Mereka tidak ingin ada adik baru lagi.
“ apakah itu benar ma, apakah mama bersama papa pergi untuk membuat adik untuk kami “ ucap Jasmine sedih.
Saat Alana dan Devan mendengar provokasi Austin, wajah keduanya menjadi sedikit kesal. Mereka tidak menduga bahwa Austin akan mengatakan hal tersebut.
“ tidak, mama dan papa tidak boleh membuat adik baru. Hanya ada Jasmine dan kakak Al “ ucap Jasmine dengan wajah kesalnya.
“ tentu sayang, hanya ada Jasmine dan kakak Al. Mama tidak akan mebuat adik baru lagi bersama papa “ ucap Alana.
“ mama harus janji “
“ iya sayang, mama janji. Jadi sekarang ayo kita pergi ke pernikahan paman Alvin, tinggalkan paman Austin “ ucap Alana.
“ baik ma “ ucap keduanya.
Setelah mengatakan hal itu, Alana tersenyum ke arah sang kakak. Dia tahu bahwa kakaknya sedang ingin menggoda putrinya.
“ selamat tinggal paman Austin “ ucap Jasmine di gendongan Devan.
Austin yang melihat senyum mengejek keponakannya hanya bisa tersenyum sedih. Dia merasa kesal karena sudah gagal membuat Jasmine menangis, sejujurnya dia sangat ingin putri adiknya menangis dan meminta dipeluk olehnya.
Saat semuanya telah siap, Alana dan Devan membawa kedua anaknya ke hotel yang telah dipersiapkan untuk acara pernikahan keduanya. Ketika mereka tiba di sana, sang ibu dan ibu mertua langsung bergegas menuju ke arah mereka.
“ akhirnya kalian tiba, ayo berikan Jasmine dan Alexander pada kami. Ana, kau pergilah ke ruangan Sandra untuk menemaninya “ ucap Myra.
“ baik bu “
“ Devan pergi ke tempat Alvin, dia butuh teman untuk meredakan kegugupannya “ ucap Eillen.
“ iya bu “
Keduanya terpaksa berpisah dari anak-anaknya. Ketika Myra dan Eileen melihat Alana dan Devan pergi, mereka langsung membawa kedua cucu mereka untuk diperkenalkan kepada teman-teman sosialita mereka.
__ADS_1
“ astaga, nyonya Myra dan nyonya Eileen sangat diberkati karna memiliki cucu yang cantik serta tampan seperti mereka “ ucap salah satu dari mereka.
“ iya, mereka bahkan terlihat sangat menggemaskan “
“ aku sangat iri dengan nyonya Eileen dan nyonya Myra “
“ terima kasih “ ucap keduanya kompak.
Saat di perkenalkan, Jasmine yang tidak bisa diam mulai melakukan hal-hal yang membuat orang-orang disekitarnya bahagia dengan wajah imutnya, sedangkan Alexander bertindak seperti seorang kakaknya laki-laki yang bijaksana.
Keduanya sangat mirip dengan Alana dan Devan, mereka seperti perbaduan antara Alana yang cantik serta Devan yang tampan.
Ketika jam menunjukan pukul 10, acara segera dimulai. Alvin dan Sandra juga sudah berada di dalam aula, saat Raiden melihat adik perempuan satu-satunya yang berhubungan darah menikah. Dia menjadi sedih dan bahagia, dia sedih karna adiknya akan pergi menjaduh darinya dan bahagia karna sekarang sang adik telah menemukan pendamping hidupnya.
“ selamat untuk kalian berdua, aku berdoa semoga kalian hidup bahagia dan dijauhkan dari orang-orang yang berniat buruk kepada pernikahan kalian “ ucap Raiden.
Sandra yang mendengar doa sang kakak tersenyum bahagia, dia tahu bahwa kakaknya tidak bisa mengatakal hal yang manis dan dia juga tidak keberatan akan hal itu.
“ selamat adik ipar, semoga kalian bisa segera diberi keturunan dan kehidupan kalian menjadi bahagia “ ucap sang kakak ipar.
“ terima kasih kakak, terima kasih ipar “ ucap keduanya.
Setelah itu, beberapa tamu dan semua teman dekat Sandra dan Alvin mengucapkan selamat kepada mereka. Myra dan yang lainnya juga tidak lupa memberikan selamat.
“ selamat untuk pernikahan kalian. Mungkin setelah ini kehidupan kalian akan dipenuhi dengan pertengkaran dan tawa. Kalian juga harus bisa saling menghormati dan percaya satu sama lain agar tidak ada orang ketiga yang masuk ke dalam keluarga kalian “ ucap Alana.
“ terima kasih kakak ipar “ ucap Alvin.
“ selamat untuk kalian “ ucap Devan singkat.
Alvin tahu bahwa kakaknya akan mengatakan hal yang singkat seperti itu, dia tahu bahwa Devan bukan tipe pria yang akan mengucapkan hal-hal manis kecuali kepada istrinya.
“ selamat untuk paman Alvin dan bibi Sandra “ ucap Alexander dan Jasmine.
“ terima kasih kesayang paman “ ucap Alvin.
“ terima kasih sayang “ ucap Sandra.
Setelah itu, Eileen dan yang lainya juga menghampiri pengantin baru tersebut untuk memberikan doa kepada mereka.
Pesta resepsi berlangsung hingga pukul 5 sore, ketika semuanya telah selesai. Alana dan Devan meminta ijin untuk pulang karna kedua anak mereka sudah lelah.
Sesampainya di rumah, hari sudah larut malam. Alexander dan Jasmine bahkan tertidur di jok belakang.
“ aku akan membawa Al “ ucap Devan.
“ baiklah “
Setelah itu, Alana dan Devan membawa kedua anaknya menuju kamar. Devan juga membantu sang istri untuk mengganti pakaian keduanya .
__ADS_1
“ mereka pasti sangat lelah “ ucap Alana sambil mengelus kepala Alexander.
“ iya, kita juga lelah, jadi sekarang ayo ke kamar untuk beristirahat “ ucap Devan.
“ baik “
Setelah menyelimuti keduanya, Alana yang sedang di rangkul sang suami pergi keluar kamar kedua anak mereka. Mereka juga membersihkan tubuh saat berada di kamar.
Ketika semuanya telah selesai, Devan membawa istrinya untuk berbaring di ranjang. Dia juga memberikan pelukan hangat untuk sang istri.
“ apa yang sedang suamiku rencanakan untuk wanita itu “ tanya Alana.
“ aku telah mengirimnya kembali, disana dia akan menjadi wanita biasa. Semua aset keluarga telah ku ambil dan mungkin mereka akan menjadi pengemis “ ucap Devan tidak perduli.
Devan sudah tidak lagi melakukan hukuman fisik, dia tidak lagi menyiksa musuhnya dengan hal-hal mengerikan seperti dulu. Dia telah berjanji kepada sang istri untuk tidak melakukan hal-hal itu setelah Alana melahirkan anak-anaknya.
Alasan dia melakukannya karna dia sudah tidak ingin lagi mengotori tangannya dengan darah musuh-musuhnya.
“ bagaimana bisa wanita itu sangat mencintai suami ku “ tanya Alana.
“ awalnya itu adalah kakaknya, tapi karna dia ingin pergi ke Negara ini untuk bertemu dengan ku, tiba-tiba saja dia kecelakan dan lumpuh. Sedangkan adiknya, aku mendengar dari bawahan ku bahwa dia pernah melihat ku ketika aku sedang berkunjung ke cabang perusahaan, dia menyukai ku dan marah saat tahu bahwa sang kakaklah yang akan dijodohkan dengan ku “ ucap Devan.
“ sepertinya, setelah ini aku harus menjaga suami ku dan menyingkirkan para lalat-lalat yang berniat untuk mendekatinya “ goda Alana.
Saat Devan mendengar hal itu, dia tesenyum senang dan memberikan kecupan ringan di bibirnya. Dia senang karna sekarang Alana telah posesif, dia bahagia karna wanita yang dulunya dingin padanya sekarang telah jatuh cinta padanya.
“ aku senang saat istri ku menjadi posesif “ goda Devan.
“ hm, aku bahkan bisa lebih posesif. Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengambil suami ku, aku juga akan menumpahkan darah untuk menyingkirkan mereka “
“ tidak sayang, aku tidak akan membiarkan tangan mu berlumuran darah. Aku lebih suka jika akulah yang menjadi iblis itu, aku akan melindungi mu dan kedua anak kita dan aku tidak akan pernah membiarkan wanita mana pun bisa mendekati ku “ janji Devan.
“ baiklah, aku percaya bahwa suami ku akan menepati janjinya. Aku mencintai mu sayang “ ucap Alana bahagia.
“ kau tahu, kata-kata cinta dari mu seperti matra kebahagiaan untuk ku. Aku merasa bahwa hidup ku telah sempurna sekarang, aku telah mendapatkan istri sekaligus dua anak yang sangat cerdas “ ucap Devan.
Alan terswnyum saat mendengar kata-kata suaminya, dia juga merasa bahwa sekarang hidupnya telah benar-benar sempurna setelah bertemu dengan pria yang saat ini menjadi suaminya.
“ aku tidak menduga sama sekali bahwa hidup akan menjadi semenarik ini. Setelah semua badai yang ku lalui, sekarang aku mendapatkan pelangi yang sangat indah “
Devan tersenyum dan sekali lagi dia memeluk tubuh lembut istrinya. Dia tidak akan pernah bisa hidup tampa wanita itu, dia benar-benar telah sadar bahwa Alana tercipta hanya untuknya.
“ tolong jangan pergi dari ku sayang, aku tidak pernah bisa hidup tampa mu. Bagi ku kau adalah cahaya sekaligus penyemangat hidup ku “ ucap Devan dengan suara lembut.
“ aku tidak akan pernah pergi, sudah cukup satu kali aku membuat mu menderita. Sekarang kita tidak akan pernah berpisah lagi “ janji Alana.
Wanita itu tahu bagaimana kondisi Devan saat dia terbaring koma. Suaminya, pria yang selalu ada di sampingnya selalu menemaninya, dia bahkan rela membersikah tubuhnya. Pekerjaan itu mungkin hal yang biasa, namun itu berbeda jika Devan yang melakukannya.
“ aku akan menjaga mu dan kedua anak kita “ ucap Devan.
__ADS_1
Alana tersenyum dan membalas pelukan sang suami, dia benar-benar merasa bahwa tuhan sepertinya telah berdamai dengannya. Sekarang dia sudah benar-benar bahagia.