
Sesampainya mereka di mall, Alana dan Violla langsung membantu Athaya turun dari mobil sedangkan Sean mengeluarkan kursi roda dari bagasi mobil.
Ketika semuanya telah selesai, ketiga wanita itu masuk ke dalam mall dengan Sean sebagai bodyguard.
" apa yang ingin kalian beli ? " tanya Alana.
" aku ingin beli beberapa gaun dan sepatu kak " ucap Violla sambil mendorong kursi roda Athaya.
" aku tidak memiliki niat untuk membeli, Lukas sudah menyediakan semua keperluan ku. Pakaian ku bahkan memenuhi lemari kami " ucap Athaya malu.
Athaya benar, setelah mereka Lukas langsung memenuhi dengan pakaian, sepatu dan tas milik Athaya. Pakaian Lukas bahkam setengah dari milik Athaya.
" itu bagus, setidaknya pria itu tidak pelit " ucap Alana.
Athaya yang mendengar hal itu menjadi malu. Sejujurnya dia sangat keberatan dengan perlakuan sang suami, namun dia juga tidak tega jika harus melarang Lukas melakukan hal semacam itu karena dia takut sang suami tersinggung.
" semoga nanti aku juga bisa mendapatkan suami seperti Lukas. Yang bisa menerima masa lalu ku dan sayang pada ku, yang hormat pada ibu dan bisa akrab dengan kak Rafael " doa Violla.
Alana dan Athaya langsung sedih saat mendengar doa sederhana Violla. Mungkin sebagain orang doa itu adalah doa biasa namun untuk mereka yang mengetahui masa lalu Violla pasti akan sedih saat mendengarnya.
" amin, semoga pria itu adalah pria terbaik yang Tuhan siapkan untuk mu " ucap Alana.
" terima kasih kak "
Setelah berbicara banyak hal, akhirnya Violla memutuskan masuk ke dalam butik bersama Alana, Athaya dan Sean yang masih setia mengikuti mereka dengan sabar.
Saat di dalam, Violla mulai meminta pendapat Alana dan Athaya. Ketika kedua wanita itu memberikan jawaban Violla akan langsung mencobanya.
Waktu berjalan dengan cepat, setelah menghabiskan waktu 1 jam berbelanja. Ketiga wanita itu memutuskan pergi makan siang, tas belajaan mereka dibawa oleh Sean. Athaya yang tidak berniat berbelanja menjadi ikut akibat rayuan Violla.
Saat mereka menunggu makan siang, tiba-tiba saja Athaya mendengar seseorang memanggil namanya. Saat dia melihat si pemanggil, wajahnya menjadi tidak baik.
" Athaya "
Alana, Violla dan Sean yang penasaran langsung melihat si pemanggil, saat mereka melihat sosok pria tersebut. Wajah ketiganya menjadi bertanya-tanya.
" apa kabar mu ? " tanya sang pria sekali lagi.
__ADS_1
" baik "
" kau terlihat semakin cantik "
Alana dan lainnya menjadi sedikit kesal pada pria itu karena sedikit tidak sopan dengan mengabaikan keberadaan mereka.
" permisi, apakah kalian saling mengenal " ucap Violla lantang.
Saat sang pria mendengar suara Violla, dia akhirnya sadar bahwa Athaya tidak sendirian. Dia bahkan melihat dengan jelas jika Athya duduk di kursi roda.
" Violla, Sean ayo kita pergi. Biarkan Athaya menyelesaikan masalah lnya dengan pria ini terlebih dulu " ucap Alana.
Alana sangat mengenal pria yang mengajak Athaya berbicara, dia adalah cinta pertama Athaya yang direbut oleh Athala.
" baik kak " ucap Violla.
" siap Bos " ucap Sean.
Setelah mengatakan beberapa kalimat pada Athaya. Alana,Violla dan Sean langsung meninggalkan Athaya bersama pria tersebut dengan pria tersebut, mereka juga memutuskan untuk duduk di meja kosong yang berada tidak jauh dari meja awal mereka.
" Brian, kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun jadi tolong jangan ganggu hidup ku lagi " ucap Athaya langsung.
" kau sudah berubah Aya, aku tahu bahwa semua ini salah ku namun apakah tidak bisa aku bertanya dan berbicara dengan kekasih masa remaja ku "
" mantan, ingat kita sudah jadi mantan. Ku pikir kata-kata kekasih sudah tidak pantas untuk di ucapkan " ucap Athaya penuh penekanan.
" kau benar-benar sudah banyak berubah, apakah kau masih membenci ku atau kau masih mencitai ku hingga tidak bisa memaafkan ku "
Di masa lalu, Athaya memang benar-benar sangat mencintai pria yang ada di hadapannya. Namun cinta itu berbuah menjadi sebuah tragedi menyakitkan dan membuat hatinya terluka.
" berhentilah mengucapkan omong kosong, aku suah menikah dan aku benar-benar mencintai suami ku "
Saat Brian mendengar kata-kata Athaya, wajahnya menjadi tidak baik. Dia bahkan terkejut ketika mengetahui bahwa wanita yang masih ada di hatinya telah menikah.
" katakan pada ku jika itu bohong " ucap Brian.
" apa gunanya aku berbohong pada mu. Semua perkataan ku adalah kebenaran, jadi sekarang berhentilah mengucapkan hal-hal tidak penting di hadapan ku dan tolong jangan cari atau bahkan muncul di depan ku "
__ADS_1
Brian sangat sedih ketika mendengar kata-kata Athaya, dia bahkan kehilangan semangat saat tahu wanita yang sangat ingin dia jadikan istri sudah menikah dengan pria lain.
" apakah tidak ada lagi kesempatan untuk ku ? " tanya Brian.
" tidak "
" apakah dia benar-benar mencintai mu ? " tanya Brian tidak menyerah.
" tentu "
" lalu mengapa kau bisa duduk di kursi roda setelah kau mengatakan bahwa kau telah menikah "
" apakah aku harus menjawab pertanyaan mu, lagi pula ini bukan lagi urusan mu dan satu hal lagi. Wanita yang duduk disamping ku adalah kakak ipar ku, dia merupakan nyonya Quenza Alana Stanly "
Sekali lagi, Brian terkejut Saat mendengar perkataan Athaya. Dia tidak menduga bahwa wanita itu menikah dengan adik angkat Alana, wanita yang cukup di segani di Negara A.
" aku benar-benar tidak tahu jika aku sudah menikah, sejujurnya alasan ku kembali ke Negara ini karena aku ingin menjadikan mu istri ku, namun semuanya berubah menjadi omong kosong saat mendengar kau menikah dengan pria lain. Kau bahkan menikah dengan adik angkat dari wanita yang paling disegani di Negara A " ucap Brian sedih.
Athaya sama sekali tidak tersentuh ketika mendengar ucapan Brian, bagaimana pun baginya, pria itu tidak lagi penting setelah menghianatinya di masa lalu.
" sudahlah, semuanya telah terjadi. Aku juga tidak ingin mengingat kejadian mengerikan itu, jadi sekarang mari lupakan semuanya dan anggap kita orang asing ketika bertemu "
" mengapa kau sangat mudah mengatakan hal seperti itu Athaya ? Apakah tidak ada lagi kesempatan untuk ku "
" tidak, apakah kau tahu bagian apa yang paling menyakitkan dari masa lalu. Bukan saat aku mengetahui kau menjalin hubungan dengan saudara kembar ku tapi saat aku melihat dengan mata ku sendiri ketika kau sedang berhubungan badan dengan sahabat ku. Kau tahu seperti apa sakitnya Brian, apakah tahu seperti sakitnya " ucap Athaya dengan suara menyedihkan.
Athaya benar, dia sangat terluka ketika mengetahui bahwa sahabat yang difikir akan menjadi teman selamanya ternyata menusuknya dari belakang. Dia bahkan merayu kekasihnya dengan memberikan kehormatannya kepada Brian.
" a-aku " ucap Brian terkejut sekaligus tidak percaya.
" kau pasti terkejut saat mengetahui kebenaran yang selama ini kau simpan rapat-rapat bukan, sejujurnya saat aku mengetahui bahwa Athala mengajak mu menjalin hubungan aku tidak merasa sakit atau bahkan kesal. Bagi ku itu wajar mengingat dia tidak pernah membiarkan ku hidup bahagia, jadi dia akan melakukan banyak cara untuk merebut mu dari ku. Tapi aku benar-benar tidak terluka saat itu, namun saat aku melihat hubungan mu dengan wanita itu hidup menjadi gelap. Kalian berdua membuat ku seperti orang yang sangat sangat bodoh dengan sandiwara menjijkan yang kalian mainkan "
Brian tidak pernah tahu bahwa alasan Athaya meninggalkan karena dia sudah melihat perbuatan menjijikan yang dia lakukan dengan sahabatnya sendiri, dia bahkan merasa sangat bodoh karena masih berfikir bahwa Athala lah yang menjadi penyebab hubungan mereka hancur.
" baiklah, sekarang kau sudah tahu apa alasan ku pergi dari hidup mu. Jadi segeralah pergi dari hadapan ki agar aku bisa melanjutkan makan siang bersama kakak ipar dan saudara-saudara ku " usir Athaya.
Brian yang sudah sangat malu hanya diam dan pergi tanpa kata perpisahan. Dia bahkan mulai merutuki kebodohannya dimasa lalu yang membiarkan wanita sebaik Athaya pergi akibat ulahnya sendiri.
__ADS_1