
Di Negara M
Saat ini, Olivia sedang berada di rumah keluarga Alaric untuk mengunjungi ibu serta ayahnya. Dia sudah mendengar kabar Alana yang masuk rumah sakit dan jatuh koma, wanita itu sangat bahagia ketika mendengarnya dan berniat membawa ayah serta ibunya ke Negara A untuk mengabil alih perusahaan Alana.
“ ayah, ibu aku memiliki berita bagus “
“ apa itu sayang “ tanya sang ayah.
“ wanita itu saat ini sudah jatuh koma “
“ benarkah “ tanya kedua orang tuanya.
“ iya, aku juga sudah memikirkan sebuah rencana yang bagus untuk memperbaiki ekonomi kita “
Setelah keluarga Alaric jatuh dan perusahaanya berada di tangan teman-teman Alana, hidup mereka menjadi semakin melarat. Julian bahkan menelantarkan Olivia dan menutup kedua telinganya saat wanita itu meminta bantuan padanya, hubungan mereka juga sudah hancur dan tidak akan pernah bisa di perbaiki lagi.
Nyonya Moriana juga sudah memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, wanita tua itu sudah tidak sanggup menahan ejekan dari orang-orang dan dia juga tidak bersedia jika harus hidup bersama dengan Olivia serta ibunya.
“ apa itu sayang “ tanya Abigail.
“ kita akan datang ke Negara A dan meminta keluarga Stanly untuk menyerahkan semua aset wanita itu “
“ apakah itu akan berhasil “ tanya sang ayah.
“ tentu, bukankah dia adalah putri ayah. Jadi tentu saja ayah berhak mendapatkan semua warisannya ketika dia mati “
“ tapi dia belum mati sayang “
“ ayah dan ibu tenang saja, setelah kita sampai di Negara A. Pada malam hari aku akan langsung pergi ke rumah sakit dan membunuhnya “
“ lalu apa yang akan kami lakukan “
“ kalian akan datang ke rumah Stanly dengan membawa para wartawan. Ayah harus bisa membuat orang-orang merasa kasihan pada ayah dan minta keluarga Stanly menyerahkan harta wanita itu “
Ketika Abaromo mendengar ide sang putri, dia tersenyum senang. Dia juga sudah tidak sabar untuk mengambil alih semua harta kekayaan Alana.
“ baik sayang, ayah akan menceritakan hubungan ayah dengan wanita itu dan menuduh keluarga Stanly sebagai penyebab keretakan hubungan ayah dan wanita itu “
Olivia tersenyum ketika mendengar perkataan ayahnya, dia juga sudah membayangkan bagaimana hidupnya ketika mereka bisa mengambil alih perusahaan Alana.
“ jadi kapan kita akan berangkat sayang “ tanya Abigail.
“ hari ini bu, bagaimana pun wanita itu sudah koma selama satu bulan. Aku takut jika kita menunggu lebih lama lagi dia akan bangun dan rencana kita akan gagal “
“ baik sayang “
Setelah mengatakan itu, ketiga orang serakah itu langsung mempersiapkan semua barang-barangnya untuk pergi ke Negara A. Olivia juga sudah menyiapkan segalanya termasuk alasan untuk bisa pergi ke negara itu, dia menggunkan koneksinya dengan tuan Ji.
Wanita itu tidak tahu bahwa tuan Ji sengaja mengijnkannya untuk datang ke Negara A karna pria tua itu cukup tertarik dengan wajah serta tubuh Olivia. Dia juga berniat untuk menikmati tubuhnya ketika Olivia sampai di Negara A.
__ADS_1
Ketika semua urusannya telah selesai, Olivia dan kedua orang tuanya pergi menuju bandara untuk memesan tiket pesawat ke Negara A.
Selama penerbangan, Olivia sudah mulai memikirkan hidup mewahnya ketika mereka berhasil menguasa kekayaan Alana.
setelah 2 jam penerbangan, akhirnya mereka sampai di Negara A. Olivia langsung membawa kedua orang tuanya ke hotel yang sudah di siapkan oleh tuan Ji.
“ siapa yang telah menyiapkan ini semua nak “ tanya Abigail.
“ dia adalah pria kaya di negara ini bu, aku dan pria itu berteman. Dia juga yang membantu kita bisa masuk ke Negara A “
Ketika kedua orang tuanya mendengar ucapan sang putri, mereka tersenyum senang. Mereka juga tidak menyangka bahwa Olivia bisa mendapatkan koneksi dari Negara A.
“ seperti biasa, putri ku selalu hebat “ ucap Abigail.
“ tentu bu, baiklah sekarang kita harus makan malam. Aku akan pergi ke rumah sakit pada pukul 10 malam. Kalian harus ingat untuk pergi ke rumah Stanly besok pagi, aku juga sudah meminta tuan Ji menyediakan mobil dan membayar beberapa wartawan untuk mengikuti kalian “
“ baik sayang "
Setelah itu, mereka bertiga makan malam bersama di hotel. Ketika selesai makan malam, Olivia pamit untuk pergi bertemu tuan Ji, mereka sudah berjanji untuk bertemu di restoran yang tidak jauh dari rumah sakit Alana.
Sesampainya di restoran, Olivia yang melihat tuan Ji sedang duduk di sudut ruangan langsung bergegas untuk mengampirinya.
“ selamat malam tuan Ji “
“ selamat malam nona Olivia, ternyata nona lebih cantik ketika melihatnya langsung “ puji pria itu.
“ terima kasih tuan Ji “ ucap Oilivia sambil tersenyum.
“ baik “
Setelah duduk di hadapan pria itu, tuan Ji langsung bertanya tentang rencananya malam ini.
“ apakah nona Olivia sudah yakin dengan rencana itu “
“ iya tuan, malam ini aku akan melenyapkan wanita itu “
Mendengar hal itu, tuan Ji hanya tersenyum. Dia dapat mendengar keseriusan di dalam setiap ucapan Olivia.
“ sepertinya nona Olivia sudah sangat yakin dengan hal itu, namun aku juga ingin mengatakan pada nona untuk memikirkannya kembali karna Alana di lindungi oleh Devan “
“ aku tahu itu, tapi aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini tuan “
“ baiklah, jika nona sudah yakin maka aku akan mengantarkan mu ke rumah sakit itu. Semoga nona bisa berhasil namun jika nona gagal, nona bisa datang kepada ku “
“ baik tuan Ji “
Setelah itu, mereka berbicara beberapa hal dan langsung pergi ke rumah sakit ketika jam menunjukan pukul 10 malam.
Sesampainya di rumah sakit, Olivia yang telah merubah pakaiannya menjadi pakaian perawat dan memakai masker bergegas masuk untuk berbaur dengan para perawat lainnya. Wanita juga itu menunggu suasana rumah sakit yang sepi untuk memulai aksinya.
__ADS_1
Ketika jam menunjukan pukul 12 malam, akhirnya rumah sakit semakin sepi. Melihat itu, Olivia langsung naik ke lantai 4 untuk masuk ke ruangan Alana.
Saat sampai di depan pintu, Olivia merasa ada sesuatu yang tidak beres namun dia tidak terlalu memikirkannya dan segera masuk. Wanita itu berjalan dengan pelan ke arah ranjang Alana.
“ hai Alana kita bertemu lagi, tapi sayangnya hari ini adalah pertemuan terakhir karna kau akan segera mati “ ucap Olivia dingin.
Wanita itu sangat bahagia ketika melihat wajah tertidur Alana, dia juga tidak menyangka bahwa akan ada hari dimana dia bisa melenyapkan musuhnya tampa harus membuang-buang waktu atau tenaga.
“ apakah kau tahu bahwa setelah ini, aku akan mengambil alih perusahaan mu dan mungkin juga suami mu. Jadi aku harap kau bisa menerima kekalahan mu dan mati dengan tenang “ ucap Olivia sambil tersenyum.
Saat Olivia berniat untuk mencabut selang oksigen yang tepasang di hidung Alana, tiba-tiba saja tangannya di genggam dengan kuat hingga tulangnya seperti akan segera retak oleh telapak tangan besar yang menggunakan sarung tangan.
“ siapa yang mengatakan bahwa kau bisa menyentuh istri ku “ ucap Devan.
Mendengar suara itu, Olivia terkejut. Karna terlalu bersemangat Olivia tidak menyadari bahwa Devan berada di ruangan yang sama dengan Alana dan duduk di sudut ruangan.
“ le...paskan “ ucap Olivia kesakitan.
Devan yang mendengar ucapan Olivia menjadi semakin ganas, pria itu bahkan mematahkan tangan Olivia dan mengakibatkan teriakan yang cukup keras.
“ ssst, jangan ribut. Aku tidak ingin istri ku terganggu oleh teriakan mu “
“ a...ku mohon lepaskan aku “ ucap Olivia sambil kesakitan.
“ bukankah tangan mu yang ini yang sudah menyentuh istri ku, maka dia harus segera di beri pelajaran agar tidak menyentuh istri ku kembali “
Mendengar itu, Olivia akhirnya merasakan ketakutan yang sangat luar biasa. Wanita itu tidak pernah menduga bahwa Devan bisa menjadi pria yang sangat kejam.
“ Jordan, Sam. Kalian bisa masuk “
“ baik Bos “ ucap keduanya.
Hari ini, Devan mendapatkan laporan dari tuan Ji tentang kedatangan Olivia serta kedua orang tuanya, tuan Ji juga mengatakan rencana Olivia untuk membunuh sang istri. Saat Devan mendengar itu, dia langsung membuat jebakan untuk Olivia dan dia juga menjanjikan imbalan kepada tuan Ji karna sudah bersedia melaporkan rencana Olivia.
“ serahkan dia ke tuan Ji, katakan padanya untuk merawat wanita ini dengan baik. Jangan biarkan dia pergi dari Negara A untuk selamanya “
“ baik Bos “
Saat Olivia mendengar hal itu, dia akhirnya tahu bahwa dia telah masuk ke dalam rencana Devan dan tuan Ji bekerja sama dengan pria itu untuk menjebaknya.
“ tidak, aku tidak ingin pergi ke tempat pria tua itu “
“ maaf kau tidak di perbolehkan untuk menolak “
Setelah itu, Jordan dan Sam langsung membawa Olivai ke luar rumah sakit. Dia depan rumah sakit sudah ada mobil yang menunggu mereka, pada akhirnya malam ini adalah malam terakhir bagi Olivia untuk hidup bebas karna besok dia akan menjadi budak tuan Ji untuk selamanya.
“ nona Olivia, kau harus menerima takdir mu karna ini semua akibat dari keserakahan mu “ ucap Sam.
“ tidak, lepaskan aku. Aku ingin pulang “
__ADS_1
“ maaf, malam ini kau sudah resmi menjadi budak tuan Ji. Selamat menikmati kehidupan baru mu nona Olivia “ ucap Jordan.
Setelah mengatakan itu, Jordan dan Sam langsung mendorong wanita itu untuk masuk ke dalam mobil yang telah dikirim oleh tuan Ji.