Jejak Cinta Jenaka

Jejak Cinta Jenaka
Kasih Umpan Terus


__ADS_3

Rencana menginap di rumah Bunda batal. Jenaka tak habis akal. Mereka sudah sampai di rumah, Jenaka masih ingin menghabiskan waktu bersama Mandala sebelum mereka dipisahkan dengan pembagian jadwal Mandala di rumah Kinara.


Jenaka mengikuti langkah Mandala dan masuk ke dalam kamarnya. Mandala berbalik badan mendapati Jenaka di belakangnya.


"Mau apa lagi Jen?"


Tanpa banyak kata, Jenaka mengalungkan lengannya dan berjinjit mencium bibir Mandala. Melakukan yang Mandala ajarkan saat di cafe.


Jenaka mencium lembut bibir Mandala. Awalnya Mandala masih kaget dengan sikap agresif Jenaka dan ingin menolak ciuman Jenaka namun lagi-lagi Ia tak kuasa.


Ciuman Jenaka begitu manis. Lembut, namun menuntut untuk dibalas. Mandala belum membalas ciuman Jenaka, Ia menahannya sekuat mungkin.


Jenaka terus menggodanya, mencium bibir Mandala dengan rakusnya. Mandala mundur selangkah, membuat Jenaka semakin memojokkannya.


Mandala terduduk di tempat tidurnya, membuat Jenaka semakin menyudutkannya. Jenaka kini bahkan duduk di pangkuan Mandala.


Saat ini iman Mandala goyah. Cewek seksi yang jadi idaman kaum Adam di kantornya berada di pangkuannya. Meminta Mandala untuk membalas ciumannya. Mandala berikan yang lebih pun pasti Ia tak akan menolak, begitu pikir Mandala.


Jemari Jenaka turun membelai leher Mandala, membuat Mandala mulai dibakar hasrat lelakinya. Belaian lembut ditambah ciuman menuntut Jenaka, semua rasanya rugi untuk dilewatkan.


Perlahan Mandala mulai membalas ciuman Jenaka. Bukan Jenaka namanya kalau hanya menggoda di level dasar. Ia melakukan lebih lagi, meski minim pengalaman dalam hal berpacaran namun Jenaka banyak menonton film. Tinggal mempraktekkannya saja.


Bu Sri memberikan Jenaka beberapa judul film biru yang harus Jenaka tonton untuk menambah pengetahuannya. Salah satunya adalah Tarjaan Xxx.


Pertama kali menonton, Jenaka merasa takut. Pasti akan terasa menyakitkan, namun Bu Sri bilang jangan dilakukan seluruhnya. Cukup menggoda saja. Jika dilakukan lebih maka Mandala tak akan penasaran lagi.


Bu Sri bilang, Jenaka harus membuat Mandala penasaran dan mendatanginya sendiri tanpa harus Ia goda. Kini Ia mulai menjalankan rencana liciknya. Menggoda Mandala sampai Mandala tak bisa menguasai dirinya. Semua harus berjalan sesuai rencana.


Jenaka membuka dua kancing teratas baju tidurnya. Baju tidur satin berlengan (mereka rencana menginap di rumah Ayah, tak mungkin Jenaka memakai baju seksi). Dua kancing cukup untuk memamerkan aset berharga miliknya. Jenaka memakai bra push up yang membuat payu daranya terlihat makin padat dam motok saja.


Ciuman semakin panas. Mereka saling berpagutan. Mandala memberikan gigitan kecil pada bibir Jenaka. Satu yang penting, tangan Mandala sudah mulai bergerilya. Inilah yang Jenaka tunggu.


Jenaka menuntun tangan Mandala seakan memberitahu kalau dua kancingnya sudah dibuka. Sudah bisa diduga, adik kecil Mandala bereaksi.

__ADS_1


Kemarin Mandala ingin memegang aset milik Jenaka secara diam-diam, sekarang malah Jenaka yang memberikannya secara cuma-cuma. Kesempatan yang datang tak boleh disia-siakan tentunya.


Terkesan murahan sih Jenaka, tak ubahnya bak cewek nakal yang kecentilan dan haus belaian lelaki. Jujur saja, Jenaka tak mau melakukan ini sebenarnya namun enggak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Inilah pengorbanan mahal yang harus Jenaka bayar.


Tangan Mandala kini mulai menyelusup ke dalam baju Jenaka. Sekuat mungkin Jenaka menahan diri, tubuhnya meremang mendapati sentuhan yang sejak awal pernikahan tak pernah Mandala berikan.


Ini hak-nya sebagai seorang istri. Tak salah kalau Ia menuntut haknya. Salahkan Mandala yang tak pernah adil dalam memperlakukannya. Salahkan Mandala yang tak pernah memenuhi kewajibannya pada Jenaka sampai membuat Jenaka bertindak bak pengemis cinta yang memalukan dan merendahkan derajatnya sebagai seorang wanita


Jemari Mandala bermain diantara dua benda sintal milik Jenaka. Membuat Jenaka menginginkan lebih. Namun Jenaka ingat pesan Bu Sri, jangan semudah itu menyerahkan diri. Buat Mandala sampai gila karena ingin mendapatkannya.


Tangan Mandala kini mulai menyelusup ke dalam bra pink yang Ia kenakan. Menangkup kedua aset miliknya yang kencang dan menggiurkan.


Jenaka bisa merasakannya, Mandala menginginkannya. Adik kecil Mandala semakin terasa karena Jenaka menduduki tempat yang tepat.


Ciuman mandala pun lebih rakus lagi. Lebih menuntut. Kini Mandala sudah menelusuri lehernya. Memberinya jejak cinta.


Sekuat mungkin Jenaka menahan diri agar tidak mende sah. Ciuman Mandala begitu memabukkan. Sentuhannya begitu Jenaka damba. Tapi tidak boleh. Belum saatnya.


Sebelah tangan Mandala masih bermain dengan aset milik Jenaka. Kepalanya masih dibenamkan di leher Jenaka.


Mandala seakan tak rela, Ia kembali mencumbu Jenaka namun Jenaka menahannya. Jenaka menggelengkan kepalanya.


"Aku lagi dapet, Kak!" ujar Jenaka sambil tersenyum, padahal dalam hatinya penuh kemenangan.


"Apa? Kamu lagi dapet? Kamu lagi menstruasi maksudnya?"


Jenaka mengangguk yakin.


"Tapi... Tapi kenapa kamu menggodaku Jen?" tanya Mandala dengan kesal.


"Aku cuma mau cium Kak Mandala aja. Memangnya enggak boleh?" Jenaka memasang eskpresi selugu mungkin.


Mandala membuang pandangannya. Kancing Jenaka masih terbuka. Mandala menginginkan aset Jenaka, ingin merasakannya bukan hanya memegangnya saja.

__ADS_1


"Bangunlah!" ujar Mandala masih membuang pandangannya.


"Eh... Iya, Kak." tanpa dosa Jenaka bangun dan duduk di samping tempat tidur Mandala.


Setelah Jenaka duduk di sampingnya, Mandala bangun dan pergi ke kamar mandi. Menuntaskan sesuatu yang Ia pikir akan menjadi pergulatan panjang.


Jenaka menahan tawa saat mendengar suara desah an dari dalam kamar mandi. "Syukurin emang enak!"


Jenaka pun kembali ke dalam kamarnya. Ia mengunci pintu kamarnya dan tertawa puas. Bagaimana tidak, melihat Mandala begitu berhasrat namun gagal karena dirinya sedang menstruasi padahal Jenaka berbohong, ha...ha...ha...


Puas sekali Jenaka sekarang. Rencana Bu Sri memang paling top deh!


****


Seminggu sebelum jalan-jalan.


"Bu, jadi misi Jenaka kalau udah bikin Kak Mandala mau meniduri Jenaka sudah berhasil namanya ya Bu?" tanya Jenaka sambil memakan es krim Magnum yang Ia beli di minimarket depan taman.


"Kata siapa udah berhasil? Belum lah! Asal kamu tau ya Jen, menggoda lelaki tuh enggak susah sebenarnya. Para penari striptis itu tinggal muter-muter di tiang aja bisa membangkitkan gairah kaum cowok. Kamu aja yang agak lamban, menggoda suami kamu lama banget. Setelah menggoda dan berhasil, jangan senang dulu."


"Bukan itu tujuan kita, Bu?"


"Kita? Kamu kali!" celetuk Bu Sri.


"Iya. Tujuan Jena maksudnya."


"Kamu kalau mau Mandala cinta sama kamu, jangan segampang itu menyerah. Enak di dia dong, dapet enaknya. Nanti bisa ditinggal begitu aja kamu! Jangan mau! Tahan diri kamu!"


"Tahan gimana?"


"Kamu bangkitin hasratnya sama kamu, lalu saat Ia tidak tahan kamu sudahi. Biarkan Ia memuaskan dirinya sendiri di kamar mandi. Jangan sampai kamu jebol duluan. Masih panjang perjalanan kamu, Jen! Pancing aja terus, kasih umpan terus, nanti tinggal ditarik pancingannya."


Jenaka lalu dikasih tau rencana rincinya. Ia berhasil melaksanakan rencana gila kesekian kalinya dari otak cerdas Bu Sri. Semoga Ia berhasil.

__ADS_1


****


Ayo yang kemarin udah emosi sama Jenaka siapa???? Hmm... Aku mau kalian minta maaf sama Jena dengan kasih like yang banyak ya 🤭😁😁


__ADS_2