JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Kejadian Aneh Lagi


__ADS_3

sekarang jam telah menunjukkan pukul 11 lewat, saatnya mandi dan bersiap-siap untuk memasak. Aku segera mengambil handuk di kamar dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang udah berbau ini. Saat menyalakan kran air, yang pertama kali kulihat adalah warna merah pucat yang mengalir di sana, hanya sekilas. setelah meletakkan handuk di gantungannya, tiba-tiba aku merasa ada yang sedang menatapku tapi tidak tahu dari arah mana. Aku berusaha menepis perasaan buruk yang menghantui diriku saat ini.


"Ya Allah... kok jadi ngeri gini!!" gumamku pelan sambil mengambil gayung di dalam bak air


Bunyi air kran yang menimpa air di dalam bak memenuhi ruangan, mungkin karena sendirian makanya efek seram lebih kentara terasa. Di luar jelas-jelas masih siang tapi entah kenapa rumah ini terasa begitu menyeramkan, tidak seperti biasanya. Dengan mengucap Bismillah aku mengguyurkan air ke tubuhku dengan semua Indra waspada.


Selang beberapa lama, saat aku sedang asik memainkan bisa sampo di kepala. tiba-tiba...


"prankkk... bugh..." suara benda jatuh di sertai debug jatuh terdengar jelas di telingaku


"Eh... jangan bercanda! ini masih siang loh... kagak lucu tau!!" teriakku kesal dan segera membilas rambut


Aku mempercepat ritual mandi, karena penasaran dengan benda yang jatuh barusan. Tiba-tiba lagi, saat aku sedang melilitkan handuk di tubuh, terdengar suara langkah kaki kecil berlari-lari di lantai kayu di dapur. Aku segera mematikan kran air untuk mempertajam pendengaran, tapi tidak terdengar suara apapun lagi. Suasana udah mencekam banget nih, sampai-sampai aku merasa kakiku kaku ketakutan.

__ADS_1


Dengan keberanian yang di beberanikan aku membuka pintu kamar mandi dengan harapan tidak akan menemukan hal yang mengejutkan saat pintu terbuka.


"Alhamdulillah..." gumamku lirih saat tidak mendapati kejutan apa-apa


Dengan langkah ringan yang masih di sertai sedikit ketakutan di hati, aku melangkah menuju kamar. Di hati aku masih beristighfar, berharap tidak ada kejadian bunyi benda jatuh lagi. Karena, saat aku liat di dapur tidak ada satupun benda yang jatuh ke lantai, padahal suara jatuh terdengar jelas. Dan tumben-tumbenan tidak terlihat satupun cicak di dinding rumah ini, biasanya juga ada banyak.


Tapi kejadian ini bukan yang pertama kalinya, karena yang lain juga pernah ngalamin hal kayak gini saat sendirian di kos. Bahkan dari cerita mereka hal-hal mistis yang sedang kualami sekarang tidak ada apa-apanya dibanding dengan kejadian yang terjadi dengan mereka. Bahkan Dewi dan Sierra pernah mengalami kejadian yang sangat mengerikan saat malam hari.


Saat itu aku dan Vina sedang nyari makan di luar, sedangkan Dewi dan Sierra sedang mengerjakan tugas kampus. Malam itu kata mereka terasa begitu gerah dan aneh, karena hanya ada keheningan. Hanya terdengar suara detik jam di ruang tengah serta suara keyboard laptop mereka masing-masing. Di detik mereka menyadari keanehan yang sedang terjadi, tiba-tiba kamar mereka masing-masing terasa berguncang hebat tapi anehnya tidak ada satupun benda yang jatuh dari tempatnya.


"Malam itu... adalah malam terakhir gue liat bocil ada di sini... bocil menghilang seperti makhluk lainnya! so sekarang di kosan ini kagak ada lagi yang namanya makhluk halus atau setan apalah itu..." kata Sierra pada siang harinya setelah kejadian yang dialaminya malam itu


kejadian yang dialami Sierra dan Dewi bertepatan setelah sembilan hari kepulangan kami dari gunung halau-halau. Sepertinya ada makhluk yang lebih kuat lagi dari mereka semua yang sedang mengintai kehidupan kami. Tapi aku berharap makhluk kali ini bukan makhluk yang mesum.

__ADS_1


"Trangkkk..." tiba-tiba ada benda jatuh lagi


"Astaghfirullah... apaan lagi sih jatuh! kita nggak miara kucing juga... kalo bener tu setan yang nyari gara-gara awas aja!" kesalku yang kaget mendengar suara jatuh dari kamar Dewi


Setelah memakai baju rumah aku segera keluar kamar untuk memeriksa benda apakah yang jatuh di kamar Dewi tadi. Saat membuka pintu aku melihat sekelebat bayangan seperti biasanya, bayangan itu seakan-akan tidak berbentuk seperti yang lain.


"Lah pakai di kunci lagi!" kesalku saat mencoba membuka pintu kamar Dewi


Aku yang mulai merasakan ketakutan segera berlari keluar rumah setelah mengambil kerudung di kamar. Lebih baik di luar menunggu kali aja ada cogan lewat, ketimbang merasa ketakutan di hantui setan. Aku memilih duduk di kursi depan kosan yang menghadap jalan sambil memperhatikan aktivitas ibu-ibu komplek di siang hari.


"Gedubrakkk..." tiba-tiba aku dikejutkan lagi dengan suara jatuh dari dalam


"Ya Allah... kok jadi seram gini! kan masih siang terik gini!" gumamku sambil mengintip ke dalam yang terlihat tenang

__ADS_1


Aku mengalihkan perhatian, kepada dua capung yang sedang sibuk mengisap sari bunga di depan pagar sana. Mereka saling berkejaran, terlihat bahagia hingga membuatku sedikit terhibur dan sempat melupakan kejadian menyeramkan beberapa menit yang lalu. Sepertinya aku melupakan sesuatu yang sempat ingin ku kerjakan, tapi apa? aku benar-benar lupa.


__ADS_2