JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Panggilan Telpon Dari Dia


__ADS_3

Kejadian memalukan tadi siang masih menjadi beban pikiranku, rasanya kagak mau keluar rumah lagi untuk selamanya. Apalagi saat mengingat tatapan dingin cowok itu kepadaku. Aku merasa tertekan dengan kejadian tadi siang dan benar-benar tertekan sampai ingin memukul tembok. Aku menendang dan memukuli diriku sendiri karena kesal, ngga tau kenapa rasanya benar-benar memalukan, walaupun kejadian itu mungkin tidak terpikirkan lagi oleh tu cowok.


"Argghhhh..." Rintihku berharap pikiran konyol ini segera sirna


Saat sendirian seperti ini aku akan menjadi gila seperti sekarang, bahkan pipiku udah terasa perih karena tamparan bertubi-tubi dariku sendiri. Bahkan aku menjambak rambut sendiri hingga putus dari akarnya, saking kesalnya dengan diriku sendiri. Tapi rasanya udah lama juga nggak kayak gini, yang kuingat kelakuanku yang menggila seperti ini dulunya selalu kumat waktu masih duduk di bangku SMA.


Tiba-tiba ponselku berdering mendapatkan panggilan telepon dari orang yang udah lama tidak berhubungan denganku. Dulu setiap kali aku kesal, orang ini juga selalu menghubungi ku, hanya sekedar menyapa. Dia adik kelasku waktu SMA, dia mah ngakunya pacarku, tapi karena aku orang nya suit jatuh cinta dan ngga suka ambil pusing soal gituan. Ya biarin aja dia menganggap ku sebagai siapanya, jika dia menganggap ku sebagai buyutnya pun akan tetap kubiarkan.


Diluar gerimis hujan mulai berirama indah disertai iringan dari angin yang berhembus menerpa ranting-ranting pohon yang mengenai genteng kosan. Awalnya aku mah mendiamkan saja panggilan itu, tapi karena dia menelpon terus terpaksalah kuangkat, karena sekarang aku males chatting an.


"Assalamualaikum adinda kekasihku tercinta!!" sapanya dengan cara yang khas


"Wa'alaikumsalam! Apa kabar Lang?" tanyaku setelah menyahut salamnya


"Baik! adinda sendiri apa kabar?" tanyanya balik


"Hmmm... begitulah!" sahut ku setelah membuang napas panjang dan berat

__ADS_1


"Kenapa? adindaku lagi ada masalah?" Langit orangnya emang peka dan perhatian


"Bukan masalah besar sih! cuma stres dikit..." kataku bangkit dari rebahan


"Ceritain dong sama kakanda! setidaknya beban adinda sedikit lepas kalo cerita... kan udah di bilangin! kalo ada masalah curhat aja sama kakanda! jangan di pendam sendiri!" katanya syahdu sedikit alay namun menenangkan


"Males cerita!" kataku akhirnya setelah diam beberapa saat


"Lah kok gitu!" katanya terkekeh heran


"Ganti topik aja lah... rencananya mau kuliah di mana Lang?" tanyaku segera mengganti topik pembicaraan


"Hahahaha... Ya Allah. Lang... ingat umur!!" kataku dan menyemburkan tawa


"Kalo udah sayang umurpun bukan rintangan bagi kakanda!" katanya lirih sedikit ada nada kecewa


"Lang... ku ingetin sekali lagi! kalo selama ini aku cuma nganggep kamu temen biasa! kan udah di bilangin cari wanita lain napa!" kataku mengingatkannya tentang status hubungan kami yang ku inginkan

__ADS_1


"Udah aku udah usaha nyari cewek lain! tapi ngga bisa move on dari adinda... semua cewek yang mau sama kakanda nggak ada yang seindah adinda..." katanya dengan nada putus asa


"Langit... kalo nyari cewek itu jangan pernah di banding-bandingin sama aku dong... kamu sih ada-ada aja!!" aku terkekeh geli mendengar kalimatnya


"Sebelum kamu menjadi milik orang lain aku akan tetap berjuang memenangkan jiwa dan raga kamu... Assalamualaikum!!" katanya mengakhiri panggilan sebelum sempat kusahuti salamnya


"Wa'alaikumsalam..." kataku dan melemparkan ponsel ke atas kasur


"Langit... Lo kan tau kalo Lo itu bukan cowok satu-satunya yang ingin meluluhkan hati yang sekeras baja ini... Dari dulu bukannya aku udah memperjelas hubungan kita... lagian aku nggak mau nikah sama cowok yang lebih muda dariku!!" gumamku meratapi perasaan Langit yang tidak pernah mendapatkan balasan


Aku berjalan membuka pintu kamar, karena merasa haus setelah selesai berbicara dengan Langit di telpon. Sepertinya aku wanita yang paling beruntung di dunia ini, karena dicintai oleh seorang cowok yang masih setia menunggu balasan cinta dariku selama tiga tahun. Aku mengenal Langit lewat media sosial, karena temenku yang juga temannya mengenalkan kami berdua lewat media sosial. Katanya Langit jatuh cinta pada pandangan pertama saat kami berdua ketemuan di taman kota Kandangan, Palidangan.


"Meongg..." Blacky berlari ke arahku saat pintu terbuka


"Jangan mendekat!" kataku galak padanya yang segera berhenti di tempat


"Kucing pintar!" kataku dan segera berlalu ke dapur

__ADS_1


Aku segera menghabiskan secangkir air hangat putih dalam sekali minum. Tenggorokan ku terasa lebih enakan dari sebelumnya, kulihat Blacky menatapku dengan tatapan imutnya. Aku berjalan menghampiri Blacky dan sebentar mengelus kepalanya sebelum kutinggalkan masuk kamar.


__ADS_2