JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Makan Ikan Hias


__ADS_3

Aku dan Tian keluar dari hotel dengan di antar oleh seluruh keluarga menuju mobil mewah yang akan membawaku pergi ke rumah baru, tepatnya rumah pribadi Tian. Tian dan abah berpelukan sangat lama, karena mereka saling membisikkan sesuatu, yang nanti akan kutanyakan pada Tian, mereka membahas tentang apa? Setelah semuanya mendapatkan jatah berpelukan denganku dan Tian, aku segera masuk mobil bersama Tian yang akan mengukir sendiri ke rumah baru.


"Kak! Aku mau keponakan yang banyak!" Kata soraya dan Aya


"Buat sendiri kalo kalian mau!" Kesalku malu karena semua orang tertawa


"Kata mama... kalian harus cepet-cepet bikin cucu buat mama!" Kata kak Disi kembali mengundang tawa


"Siap kaka ipar!" Sahut Tian yang segera kupukul


"Apaan sih!" Kesalku tersipu malu


"Kakek juga mau liat anak kalian... jadi jangan lama-lama bikinnya!" Kata kakek ikut-ikutan membuat tawa semakin pecah


"Aku nggak denger!" Kesalku dan menutup wajah dengan buket bunga karena malu


"Kita berangkat sekarang..." kata Tian menyalakan mesin mobil


"Dadah semuanya... i love you!" kataku melambaikan tangan ke belakang serta memberikan kis by


"Hari ini kamu cantik banget!" Kata Tian meraih tanganku untuk di cium nya


"Ih... kamu nggak bosan apa bilang itu-itu aja dari tadi!" Kesalku dan balas menggenggam tangannya


"Nggak... karena kamu emang cantik!" Katanya kelewat manis


"Terserah kamu aja... Aku capek mau tidur!" Kataku dan segera menyandarkan kepala


Aku tertidur entah sejak kapan, yang jelas aku sangat lelah setelah selesai pernikahan hari ini. Sejak pagi aku hanya makan segigit kue pernikahan, yang sebenarnya ingin ku lahap sekaligus jika bukan di situasi pernikahanku. Aku tidur dalam keadaan lapar sat ini, kuharap rumah Tian tidak jauh-jauh banget dari hotel tempat pernikahan. Aku memang sempat tertidur lelap, tapi setelahnya aku tidak bisa tidur lagi kerena memikirkan Tian yang pastinya juga capek. Aku bingung harus bagaimana sekarang, dj satu sisi aku sangat lelah dan lapar tapi di sisi lain ada sumi baru yang juga pasti lelah dan lapar.


Ternyata aku lebih memilih menikmati waktu istirahat ketimbang menemani suami baru mengobrol sambil menyetir. Kalo aku ngobrol sama dia , dia pasti bicara yang tidak-tidak dan akan membuat otakku traveling semakin bebas nantinya. Aku capek dari tadi bangun lalu tertidur lagi, lalu bangun lagi, tertidur lagi, tapi kenapa masih belum sampai juga. Aku merenganggakan tubuhku yang kaku karena salah posisi meletakkan tubuh.


"Kamu udah bangun?" Tanya Tian saat melihatku menggeliat mencari posisi


"Hmm..." sahutku masih malas membuka mata


Kamu tidur lagi ya?" Katanya setelah beberapa saat


"Kapan sampainya sih kita... udah capek tidur kayak gini!" Kesalku duduk tegak


"Bentar lagi!" Kata Tian terkekeh


"Bisa lepasin bentar nggak... tangan aku pegel nih!" Kataku memintanya melepaskan genggaman tangan kami

__ADS_1


"Nggak mau..." katanya membuatku kesal


"Ish... Apaan sih kayak anak kecil tau!" Kesalku dan pasrah karena Tian tidak ingin melepaskan genggaman tangannya


"I love you sayang!" Katanya dan mencium tanganku dengan bibir hangatnya


"Kamu... Kamu jangan buat aku takut gini dong!" Kataku dan melemparkan sekuntum mawar yang tak sengaja terpatahkan oleh ku karena kaget mendengar kalimatnya


"Bingung... kenapa bingung?" Katanya dan mengambil bunga itu setelah melepaskan genggamannya, lalu meletakkan bunga itu di telinganya


"Ya Allah... kok jadi kocak gini sih... hahaha..." tawaku yang melihat tingkahnya yang konyol


"Kenapa kamu bisa cantik banget sih kalo ketawa!" Kata Tian mencubit pipiku


"Aww... sakit!" Kataku meminta nya melepaskan cubitan di pipi


Aku sempat kaget karena mendapati tingkah konyol Tian seperti ini, kan biasanya dia selalu bersikap angkuh dan dingin. Tapi kenapa saat bersama ku atau keluargaku dia jadi ramah kayak gini, apa jangan-jangan Tian punya kepribadian ganda? Kalo sampai beneran Tian punya kepribadian ganda, bisa gawat dong! Gimana kalo kepribadiannya yang lain tidak menyukaiku, wah bisa berabe ceritanya. Pikiranku terus mengalir, hingga mobil berhenti di depan sebuah gerbang tinggi dan besar, sebelum terbuka dan menunjukkan halaman yang luas serta bangunan mewah berwarna silver.


Aku mikir ada berapa banyak cewek di dalam sana, yang akan mencari masalah denganku hanya karena memperebutkan kasih sayang Tian. Tuh kan ini efek kebanyakan baca novel roman sih, jadinya otak suka mikir kayak gini. Biasanya kalo pemeran wanita di dalam novel bakal tercengang melihat rumah sebesar dan selesai ini, tapi kenapa aku malah penasaran dengan cewek seperti apa yang di sembunyikan Tian di dalam. Mobil berhenti di depan rumah mewah ini, di luar para pembantu rumah tangga udah berdiri menyambut kedatangan kami. Aku melihat ada yang membuatku penasaran, saat mobil berhenti aku turun dari mobil dan berjalan menghampiri air mancur, yang berisi ikan arwana dengan ukuran besar-besar.


"Sayang... Kamu ngapain di situ?" Kata Tian saat aku sedang fokus melihat ikan arwana ini


"Kalo ikan ini aku panggang ada yang marah nggak?" Tanyaku saat Tian telah berada di sampingku


"Kamu mau makan ikan hias?" Tanya Tian kaget


"Kamu ada-ada aja... kalo laper di dalam udah di siapkan..."


"Dasar pelit..." kataku memotong kalimatnya dan segera berlari ke dalam rumah


"Sayang! Bukan itu maksud aku!" Teriaknya hendak menjelaskan


"Selamat datang nona muda, saya adalah kepala pelayan di rumah ini! Anda bisa memanggil saya Zion!" Kata seorang bapak-bapak penuh hormat padaku


"Pak Zion aja lebih sopan! Oh iya... pak Zion! Katanya makan malam udah siap?" Tanyaku ramah


"Benar nona muda! Silahkan ikut saya ke dalam!" Katanya memintaku masuk ke dalam


Di meja makan kulihat berbagai hidangan udah tersedia, dan sangat menggugah selera, rasanya perutku berteriak segera minta isi. Kulihat Tian sedang bicara dengan kak Zion di depan pintu, entah membicarakan apa.


"Tian... kita makan bareng yuk! Kamu kan tadi juga belum makan dan pasti capek juga kan!" Kataku memanggilnya setelah selesai bicara dengan pak Zion


"Katanya kamu mau makan ikan hias di kolam tadi?" Kata Tian segera menghampiriku

__ADS_1


"Kamu nggak sakit kan? Kamu mau minta aku makan ikan mentah hidup-hidup kayak gitu! Kan nggak lucu!" Kesalku dan memintanya duduk di kursi


"Bukan itu maksud aku... Ih kamu ih... kenapa dua banget becanda... bikin aku gemes aja!" Kata Tian mencubit kedua pipiku


"Aa... sakit! Lepas... Kamu juga pertanyaan malah kayak gitu... kan terkesan kamu mau nyuruh aku makan ikan mentah hidup-hidup!" Kesalku belas mencubit pipinya


"Iya...iya... maaf aku yang salah!" Katanya mengelus kepalaku


"Kamu kenapa nggak makan?" Tanyaku saat Tian hanya memperhatikan ku makan


"Aku mau makan kalo kamu yang suapin!" Katanya dan membuka mulut


"Manja!" Kataku dan menyuapinya


Hampir semua makanan ku cicipi, tapi tidak sampai habis tidak bersisa, karena banyaknya varian makanan membuat ku cepat kenyang. Dari tadi aku udah selesai makan dan sekarang masih sibuk menyuapi Tian yang masih bersikap manja, hingga membuatku merinding. Dia makan habis dua piring, wajar sih kan dia pasti capek seharian nggak makan, atau jangan-jangan emang beberapa hari ini dia nggak nafsu makan. Saat aku dan Tian selesai makan, dari dapur aku mencium aroma sesuatu sedang di panggang, agamanya membuatku menginginkannya.


"Pak Zion lagi bakar ikan hias di kolam tadi ya?" Tanyaku pada Tian


"Kata kamu kan mau makan ikan panggang, jadi tadi aku minta Zion panggangin buat kamu!" Kata Tian membuatku bingung harus senang atau bagaimana


"Kamu mau tanya sesuatu boleh!" Kataku pada Tian


"Tanya apa?" Dia meraih tanganku


"Kamu nggak bisa makan masakan pedas ya? Dan kenapa kamu suka banget pegang tangan aku?" Kesalku melepaskan genggamannya


"Bisa, tapi kadang-kadang... Aku suka pegang tangan kamu karena aku penasaran aja!" Kata nya membuatku semakin bingung


"Penasaran kenapa?"


"Kata Ain tangan kamu enak di pegang! Ternyata emang benar... apa karena tangan kamu kecil kali ya?" Kata Tian membuatku teringat Ain


"Kamu sama Ain pasti sahabatan kan? Bukan Ain yang minta kamu nikahin aku kan? Kalo benar gitu..."


"Aku nikah sama kamu karena aku cinta sama kamu... pernikahan kita nggak ada hubungannya sama Ain! Kamu harus tau itu!" Kata Tian menempelkan jidatnya ke jidatku sambil memejamkan mata


"Kamu nggak bohong kan?" Kataku balas menyentuh wajahnya yang masih memejamkan matanya


"Ngalah aku harus bohong..." kata Tian mengecil keningku


"Wah... Kamu curang! Ngambil kesempatan dalam kesempitan ini namanya!" Kesalku kaget karena tingkah nya


"Tuan! Nona! Ikan panggangnya telah siap!" Kata Pak Zion meletakkan ikan hias pinggangnya di meja

__ADS_1


"Wah... makasih pak Zion!" Kataku senang dan menghentikan perkelahian dengan Tian


Aku dan Tian memakan ikan panggang super lezat buatan pak Zion dengan lahap, hingga hanya tersisa tulang. Kali ini masih Tian yang banyak memakannya, membuatku semakin kesal dan sangat kesal.


__ADS_2