JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Bertemu Atasan


__ADS_3

Ini adalah hari pertamaku menjadi sekretaris dari cucu Presdir perusahaan ini, tapi aku benar-benar tidak menyangka akan berada di situasi sekarang.


"Pak! Apakah saya boleh bertanya?" Kataku meningkahi musik dari pengeras suara


"Dia sekretaris baru lo? Cantik juga!" Kata salah satu temannya menatapku dengan genit


"Sayang! Kayaknya kamu harus segera kembali ke kantor... kasian sekretaris kamu udah dari dua jam yang lalu, selalu menanyakan pertanyaan yang sama!" Kata seorang wanita dengan pakaian terbuka serta menempel pada atasanku ini


Ya benar, sudah dua jam aku berdiri dan menanyakan pertanyaan yang sama kepada atasan arahku ini. Tadi pagi saat pergi ke kantor baru, seorang supir mengantarku ke Villa pak Presdir, yang sempat membuatku kelabakan. Tapi taunya pak Presdir juga menyertakan surat, yang memintaku untuk membawa cucunya, uang akan menjadi atasanku ke kantor. Di sebutkan juga di dalam surat itu, jika sekarang atasan baru yang akan kulayani, sedang mengadakan pesta bersama teman-temannya yang brengsek.


Pesta kolam renang ini terlalu terbuka, dan aku merasa menjadi orang yang paling benar di antara belasan orang yang hanya memakai bikini dan nomor saja. Sejak pertama masuk, aku sudah berusaha menahan tawa, kerana merasa jika gaji ku yang tertera di kontrak masih tidak setimpal dena Apa yang harus kukerjakan. Sepertinya aku harus protes kepada pak Presdir langsung agar gaji ku di naikkan berkali-kali lipat dari sebelumnya. Aku seorang wanita pekerja yang menjunjung tinggi harga diri sebagai wanita karir, aku seorang wanita karir yang berpakaian sangat tertutup. Dan berada di tempat para orang-orang ini menunjukkan aurat mereka tanpa malu, membuatku merasa jijik.


"Baiklah! Apa yang ingin kamu tanyakan, tanyakan saja... Setelah meminum ini!" Kata nya memberikan gelas berisi minuman keras padaku


"..." Aku tersenyum sinis dan menerima gelas pemberiannya


"Habiskan dalam sekali teguk. .." katanya menantangku


"Anda meperlakuakan saya sangat sopan, saya sangat berterima kasih..." kataku dengan senyum dan membuat yang lain tersenyum sinis "Tapi... saya tidak menerima niat baik anda..." Aku menumpahkan minuman yang kupegang ke tanah beserta gelasnya


"...." semua orang menatapku tercengang


"Ops... maaf! Saya sengaja!" Kataku dengan reaksi pura-pura merasa bersalah


"Menarik... sangat menarik..." kata nya dan mengisyaratkan kepada teman-temannya untuk mengusikku


"Huh... Sepertinya aku benar-benar harus meminta kenaikan gaji!" Kataku saat salah satu temannya menyentuhku


Mereka semua berniat melecehkanku, tapi maaf selama ini aku telah mempelajari beberapa ilmu bela diri di setiap waktu senggang yang ku rahasiakan. Tapi sekarang malah harus ku keluarkan kemampuan yang memang tidak seberapa, tapi masih cukup jika harus berhadapan dengan para laki-laki mabuk ini. Aku juga ikut Menwa saat kuliah dulu, yang dilatih dengan keras oleh para tentara handal. Hanya perlu memelintir tangan mereka sedikit saja, mereka sudah berteriak kesakitan. Sepertinya para anak muda ini hanya tau cara menghambu-hamburkan uang.

__ADS_1


Aku memukulmpara laki-laki yang berani menyentuh ku dengan membabi buta, mumpung ada kesempatan untuk melampiaskan kekesalanku, yang beberapa hari ini terpendam. Aku memukuli wajah para tuan muda ini hingga berdarah, beberapa dari mereka memohon ampun saag tangannya ku pelintir. Mereka sedang di pengaruhi oleh alkohol, makanya mudah untuk di tangani, mungkin jika mereka dalam keadaan sadar aku akan kalah jumlah dan kekuatan.


"Aduh... rahang mu ternyata keras juga..." kataku mengaduh kesakitan saat memukul laki-laki yang tadi menggodaku hingga mulutnya berdarah


"Apa yang kau lakukan... dasar perempuan jalang!" Teriak atasanku marah karena teman-temannya kulukai


"Oh... maaf, saya hampir lupa dengan apa yang harus kerjakan!" Kataku segera melepaskan pitingan tangan pada temannya


"Kau... Kau...pergi Dari sini, sebelum aku memanggil keamanan!" Kata pemuda itu marah besar serta menatapku dengan tatapan mengintimidasi


"Saya akan pergi dari sini, jika bapak ikut dengan saya ke kantor!" Kataku dengan senyum ramah


"Aku tidak akan pernah ikut denganmu!" Teriaknya marah dan menantangku bertatapan


"Kalau begitu janagna salahkan saya, membawa anda secara paksa!" Kataku sambil mengeluarkan sapu tangan di dalam tas untuk membersihkan noda darah para tuan muda yang ada di tanganku


"Perempuan ini benar-benar gila..." bisik-bisik mulai berdengung membuatku kesal


"Baik bu!" Kata mereka segera membius atasanku yang angkuh ini


Karena para bodyguard yang dikirimkan terlambat ini bertubuh kekar dan besar, tuan muda hanya bisa melakuan sedikit pemberontakan sebelum berhasil terbius. Aku meminta mereka berdua memakaikan pakaian yang sudah ku sediakan untuk atasan angkuh ini. Setelah semuanya beres aku dan tuan muda yang sedang pingsan ini segera pergi menuju kantor, rasanya ingin tertawa setelah mengingat adegan barusan, yang membuatku ketakutan bagaimana jika aku kalah melawan mereka. Apa yang akan terjadi setelahnya saat aku yang berhasil di kumpulkan oleh tuan muda angkuh ini.


Sambil menunggunya sadar aku membaca jadwal yang telah di serahkan sekretaris presdir semalam, untuk memastikan sekali lagi. Ternyata jadwal atasanku ini, terlalu banyak sampai tidak ada waktu untuk istirahat, pantesan dia membangkang. Setelah satu jam lebih menunggu, akhirnya atasanku sadar juga, padahal aku sempat merasa takut, bagaimana kalau tuan muda ini mati.


"Silahkan di minum dulu pak!" Kataku menyerahkan segelas air hangat


"Kau... hisss..." desisnya menahan sakit di kepala dan meminum air pemberian ku


"Jika bapak sudah siap, kita bisa keluar sekarang..." kataku saat kesadaran nya pulih dan melihat lingkungan diluar mobil dengan tatapan kesal

__ADS_1


"Apa hak mu memerintahku!" Katanya dingin


"Mulai hari ini saya adalah sekretaris pribadi bapak, yang di tunjuk langsung oleh Presdir! Walaupun bapak menolak keberadaan saya... bapak harus siap tersiksa setiap harinya!" Kataku dengan senyum ramah, mengancamnya


"Kau..." kesalnya namun berakhir kalah dengan tekananaku


Aku membukakan pintu mobil dengan senyum ramah menunggunya keluar, beliau keluar teman kesal, namun segera menunjukkan keangkuhannya, saat orang-orang memperhatikannya. Dengan langkah yang angkuh dan tegap, ia segera menuju lift yang hanya di khususnya untuk pak Presdir dan keluarga.


"Siapa yang mengijinkan ikut masuk!" Katanya marah karena aku ikut masuk, padahal lift ini tidak di ijinkan untuk seorang karyawan


"Saya takut jika bapak akan melarikan diri!" Kataku dengan senyum seramah mungkin sebelum pintu lift tertutup


"...." beliau tidak bisa berkata apa-apa, dan bergidik ngeri mendapati senyum ramahku


Setelah masuk ke kantor CEO, beliau hanya duduk diam di kursi kebesarannya sambil memain-mainkan pen yang bertabur emas. Aku yang sedari tadi mengatakan jadwalnya hari ini, hanya bisa pasrah mendapat respon seperti itu darinya. Aku kembali duduk ke meja setelah selesai mengatakan apa yang ingin ku katakan, dan segera menyibukkan diri untuk mengerjakan laporan yang belum selesai di kerjakan sekretaris sebelumnya. Kulihat beliau sekarang sibuk memainkan drone dalam ruangan yang berdengung seperti nyamuk, aku merasa terganggu namun ku tahan karena profesionalitas.


Setelah selesai mengerjakan berkas tersebut, aku membawa berkas itu untuk meminta tanda tangan dari beliau. Tapi saat aku melangkah ke mejanya dia tersenyum jahat sepertinya ingin menyarankan drone yang di lakukannya padaku. Aku yang tau apa yang ingin di lakukannya, hanya diam dan terus maju, aku ingin melihat reaksinya yang akan terlihat seperti apa saat melihatku terluka olehnya.


"Aduh..." rintihku saat drone itu menabrak wajahku dan rasa perih karena tersentuh baling-baling drone di bagian jidat sampai kening


"Kenapa kau tidak menghindar..." teriaknya marah saat kurasakan darah segar mengalir dari luka itu


"Apa yang sedang terjadi?" Tanya suara serak yang menawan dari belakang, mungkin menanyakan kenapa aku duduk di lantai atau teriakan CEO angkuh ini


"Kakek..." kata pak CEO kaget


"Apa yang... kenapa kamu bisa terluka? Ini semua pasti perbuatan cucu pembangkang..."


"Saya tidak apa-apa... ini hanya luka kecil! Tidak perlu pak Presdir semarah ini hanya untuk seorang karyawan seperti saya..." kataku memotong kelanjutan pak Presdir yang sepertinya akan melukai hati pak CEO

__ADS_1


"Apanya yang luka kecil... seharusnya aku tidak menempatkan mu di ruangan ini!" Kata pak Presdir membantu kumenghentikan pendarahan dengan tisu


__ADS_2