JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Dugaan Sementara


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang benar-benar tidak terlalu kuharapkan, karena hari ini pengumuman siapa saja karyawan yang akan di promosikan akan diketahui. Dari desas-desus yang beredar di kantor, katanya para karyawan yang telah bekerja selama belasan tahunan yang akan di promosikan, sedangkan aku bekerja di perusahaan ini baru tiga tahun. Bisa dikatakan aku masih anak bawang di perusahaan ini jika di bandingkan dengan para senior yang lainnya.


"Eh... katanya udah di umumkan siapa yang dapat promosi di papan pengumuman!" Kata Intan saat kami makan siang bersama


"Dari departemen kamu! Katanya Si Rani ya, yang di promosi in! Padahal aku mengiranya kamu loh Ru!" Kata Ani padaku


"Iya! Aku juga mikirinya kamu! Emangnya kerjaan Rani bagus banget ya sampai bisa di promosikan kayak gitu!" Mereka cuma iri sama mbak Rani


"Ya Kan kalo aku yang dapat promosi, bakal bikin ricuh karyawan lain! Aku masih anak bawang di perusahaan... sedangkan mbak Rani kan udah sepuluh tahun kerja di sini!" Kataku membela mbak Rani yang memang kompeten kalo kerja


"Aku nggak percaya kalo kamu masih anak bawang... emang kamu udah berapa lama kerja di perusahaan ini?" Tanya mbak Noni


"Baru 3 tahun mbak!" Jawabku yang membuat semua yang ada di meja ternganga menatapku


"Aku nggak percaya! Aku aja udah 7 tahun kerja di perusahaan ini, tapi nggak se kompeten kamu tuh!" Kata Intan memukul pundakku dan terkekeh


"Iya tuh... Aku juga udah 5 tahun kerja di perusahaan ini, tapi kemampuan masih gitu-gitu aja kalo kerja!" Kata yang lain mengiyakan


"Aku nggak se kompeten yang kalian pikirkan! Masih banyak kekurangan juga kok! Lagian aku udah mau berhenti kerja... kontrak ku dengan perusahaan hanya tersisa satu bulan aja lagi!" Kataku lalu menyantap makanan lagi


"Kenapa lo nggak ngajuin lagi kontrak nya sih! Sayang banget kalo lo berhenti..." kesal Ani memukul bahuku


"Aduh... emang nggak boleh kalo berhenti! Aku juga udah bosan sama suasana kantor yang gini-gini aja! Pengen cari suasana baru!" Kataku mengungkapkan isi hati


"Lo aja yang baru 3 tahun kerja udah bilang bosan... lantas kita-kita yang kerja lebih lama harus bilang apa!" Kata mbak Noni


"Ya Kan, setiap manusia beda-beda mbak! Kalo aku orang nya tipe orang yang mudah bosan!" Aku menyelesaikan makan siangku


Percakapan terus berlanjut hingga ganti beberapa topik baru, mereka semua sangat menyayangkan jika aku benar-benar berhenti dari perusahaan. Di tahun pertama aku kerja mereka semua mengucilkanku, aku masih ingat saat itu, setiap kali makan siang aku selalu duduk sendirian. Tapi karena aku selalu bersikap cuek akan hal itu, hingga membuat satu-persatu dari mereka mulai mendekatiku, menanyakan kenapa aku bisa bersikap sangat cuek banget kek gitusaat di kucilin mereka.

__ADS_1


Aku hanya menjawab, toh aku kan juga karyawan baru, pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari para senior. Pantas selagi mereka tidak mengusik kehidupan pribadiku ataupun melakukan penyerangan fisik. Lagi pula aku beranggapan jika waktu kontrak tiga tahun sangat singkat, nggak perlu banyak teman, yang penting aku bisa kerja seperti yang kuinginkan. Tapi di tahun kedua aku kerja, semua orang mulai mengakrabkan diri mereka kepadaku, aku yang tidak terlalu menghiraukan mereka ternyata telah menarik perhatian mereka, sehingga mereka penasaran denganku, makanya itu sekarang aku punya banyak kenalan di sini.


Kehidupan ku memang selalu penuh kejutan, tapi aku tidak menduga jika kejutannya akan semenyakitkan kepergian Ain. Walaupun dia bukan laki-laki satu-satunya yang menyukaiku, tapi kerena selama satu tahun lebih ini kan aku menjalin hubungan dengannya, mungkin karena itulah aku merasa sangat kehilangan. Semakin hari aku menjadi semakin menyayangkan kepergian Ain, walaupun cara pacaran kami tidak selesai kisah cinta anak remaja lainnya, tapi sakitnya di tinggal pergi tetaplah sangat menyiksa.


Aku dan Ain tidak pernah membicarakan pernikahan seperti apa yang kami inginkan nanti, seberapa banyak ingin punya anak, ingin tinggal di rumah seperti apa, mau kehidupan yang gimana-gimana. Kami tidak pernah membahas sampai ke sana, karena saat itu aku masih gamang dengan perbedaan keyakinan kami. Aku sedikit lega karena saat Ain berpulang kesisi-Nya, dalam keadaan yang suci dan mulia. Walaupun Ain baru memeluk agama Islam, tapi pengetahuannya mengenai ajaran islam melebihi pengetahuanku, maka dari itu selama kami pacaran dia sangat menghormati hubungan kami.


"Sial! Kenapa harus mengingat tentang Ain lagi! Dan juga nggak ada kenangan buruk tentang Ain selain saat dia minta putus!" Kesalku merampas kertas laporan yang ku baca


Jam makan siang masih belum selesai, sudah dari beberapa menit yang lalu aku telah kembali ke kantor, untuk membaca ulang beberapa laporan. Mengenai rapat yang waktu itu, departemen kami berhasil dengan sempurna menyampaikan semua isi laporan, walaupun departemen yang lain juga ada yang lebih bagus, tapi kami sudah puas dengan hasilnya. Sejak makan siang tadi mbak Rani belum juga kembali ke kantor, karena sekarang dia sedang ada pengarahan atas jabatannya yang baru.


Aku ikut bahagia dengan promosi mbak Rani, walaupun aku sedikit merasa aneh disini, kenapa bukan pak kepala yang di promosikan, kok malah mbak Rani yang di promosikan. Otakku yang emang selalu berpikir curigaan selalu kepo dengan segalanya, waktu itu semua orang di departemen ini mengirimkan berkasnya untuk mengikuti promosi tak terkecuali aku, tapi kenapa hanya punya mbak Rani yang di acc.


"Tuh kan jadi soudzon!" Kesalku pada diri sendiri


"Ru! Semalam kamu juga ngirim berkas buat di promosiin kan?" Tanya mbak Rani yang entah datangnya


"Tapi tadi saat di pertemuan, katanya dari departemen kita, cuma kamu yang nggak ngirim berkas promosi!" Kata mbak Rani membuat tebakanku semakin menjadi-jadi


"Masa sih mbak?" Tanyaku agak kaget


"Iya serius! Berkas kamu nggak ada di daftar pengantaran berkas!" Kata mbak Rani semakin membuatku berpikiran curiga


"Yaudah, biarin aja lah mbak! Kan udah di umumkan juga... oh iya, selamat ya mbak atas kenaikan jabatannya!" Kataku memberi selamat ke mbak Rani


"Makasih... Tapi emangnya kamu nggak mau nyari tahu penyebab berkas kamu nggak di acc?" Kata mbak Rani


"Nanti aja deh mbak! Lagian aku juga udah hampir habis masa kontraknya sam perusahaan!" Kataku kembali duduk di kursi


"Kamu nggak ngajui lagi gitu kontraknya! Kan sayang banget kalo kamu sampai berhenti... kamu kan karyawan paling kompeten di departemen ini! Kalo kamu mau mbak bisa lakuin masa kontrak kamu lagi... gimana mau?" Kata mbak Rani menyayangkan bakat ku

__ADS_1


"Aku pikir-pikir dulu deh mbak!" Kataku sedikit merasa sayang ama bakat sendiri


"Ru! Kamu ngirim berkas buat di promosiin kan semalam?" Tanya mbak Maya yang tiba-tiba muncul


"Astagfirullah... nggak usah gitu juga kali mbak nanyain nya!" Kagetku mengelus dada


"May! Kemarin kan yang ngumpulin berkas kita kamu! Harusnya kami nanya ke kamu... kamu kemanain berkas punya Ruka?" Tanya mbak Rani menohok


"Demi Allah! Kemarin aku udah ngirim semua berkas itu ke tim hrd! Ru! Kamu percaya kan?" Kata mbak Maya menatapku dengan tegas


"Nggak usah diributin lagi masalah itu... nggak penting juga kok berkas itu mau kemana! Yang jelas malam ini mbak Rani harus traktir makan kita semua atas promosinya..." kataku semangat yang segera di tumpuk mbak Maya dengan berkas di tangannya


"Mbak lagi serius tau! Kamu malah mikirin makan... gimana sih!" Kesal mbak Maya


"Apa jangan-jangan ada yang nggak suka kalau kamu di promosiin! Lalu berkas kamu di sembunyikan biar nggak kena acc?" Tebak mbak Rani seperti pemikiranku


"Aku juga mikir gitu... Tapi yaudah lah, nggak penting juga..."


"Nggak penting apaan! Kamu itu karyawan berbakat... sia-sia dong usaha kamu selama ini!" Kesal mbak Maya memotong kalimatku serta kembali menimpukku dengan berkas di tangannya


"Baru kali ini gue liat, orang berbakat nggak punya ambisi kayak kamu Ru!" Kata mbak Rani menggeleng-gelengkan kepalanya menatapku tidak percaya


"Kalo akh mau nyari tau pelaku yang nyembunyiin berkas aku mudah aja! Nanti kalo udah ketauan siapa orangnya aku kan juga nggak bisa ngapa-ngapain dia! Takutnya nanti cuma bikin ribut... lagian masa kontrak aku juga akan berakhir sebulan lagi!" Kataku senang di akhir kalimat


"Dasar aneh ni anak! Masa kontrak mau berakhir malah kesenangan!" Kesal mbak Maya dan berlalu ke mejanya


"Hehehe...." tawaku dan kami bertiga kembali bekerja


Masalah berkas yang ku kirimkan biarkan nanti saja di selesaikan, sekarang yang jelas aku harus berhasil membujuk mbak Rani untuk mentraktir kami makan di restoran sebagai perayaan atas promosi diri nya. Lagian aku sekarang juga bimbang antara pengen lanjut kerja atau udah cukup sampai di sini saja. Uang tabungan aku kan juga udah cukup buat usaha kecil-kecilan di kampung, jadi pengen buka restoran setelah mengingat makanan.

__ADS_1


__ADS_2