JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Penyergapan


__ADS_3

Setelah selesai menyusun rencana, aku kembali ke kamar untuk membersihkan diri yang udah lengket karena belum mandi sejak tadi pagi. Permainan akan di mulai saat berita tentang ku sebagai saksi pembunuhan bocor ke tangan stasiun berita. Jadi sekarang masih ada waktu untuk berleha-leha dengan santai, sebelum adegan yang mungkin merenggut nyawa itu di operasikan. Rencananya nanti kamar apartemen ku ini akan di jaga oleh beberapa anggota polisi, yang bertugas untuk menjagaku sekalian menjebak tersangka.


Sebelum memikirkan masalah itu lebih lanjut, lebih baik mengirimkan surat keterangan sakit terlebih dahulu ke perusahaan. Gara-gara para polisi itu aku malah lupa dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor. Mungkin saat ini mbak Maya dan mbak Rani sedang berdebat ria membagi tugas, karena biasanya aku lah yang membagikan tugas kepada mereka berdua. Kuharap pak kepala baik-baik saja melihat perdebatan panjang kedua bawahannya itu.


"Hari ini... semuanya benar-benar di luar dugaan!" Gumamku yang sedang berbaring di kasur sambil memeluk guling


Sekarang perasaanku sedikit lega karena bukan kelipuargaku yang mendapat kan masalah dari firasat yang ku rasakan beberapa hari terakhir. Karena terlalu hanyut dengan pikiran, aku pun kembali merasakan kantuk yang tiba-tiba menyerang, dan beberapa saat kemudian aku telah terlelap dalam tidur.


***


Malamnya para anggota polisi mulai menyiapkan strategi, karena tadi siang berita tentang saksi mata yang di rencanakan telah di siarkan selama beberapa saat di berbagai sosial media dan siaran berita. Dua orang polisi di tugaskan berjaga di depan pintu apartemen ku, untuk membuat klise kejadian seperti nyata, aku sebagai saksi mata yang dilindungi. Sementara itu, beberapa anggota polisi lainnya juga ada di dalam apartemen ku, kalau-kalau si tersangka membobol jendela dan masuk menikmati secara ajaib.


Beberapa polisi juga di letakkan di beberapa lantai lainnya, bahkan ada yang bertugas sebagai penjaga pintu lift. Bagiku ini terlalu berlebihan tapi biarlah, toh ini demi keselamatanku juga. Tapi siapa sangka jika tersangka akan bertindak terlalu cepat, padahal dati perkiraan kami tersangka akan bergerak beberapa hari setelah kejadian.


"Ting...tong..." bel berbunyi saat aku dan para petugas polisi sedang asik main kartu


"Katanya ada petugas bagian perbaikan datang untuk memeriksa kran air di setiap kamar!" Kata Cecep si anggota polisi


"Siap-siap..." kataku meminta ketiga anggota polisi bersembunyi karena aku mulai curiga


"Malam mbak! Saya dari bagian perbaikan saluran air, hendak memastikan kondisi saluran air di kamar ini baik-baik saja! Karena di beberapa kamar di temukan ada masalah!" Katanya ramah layaknya petugas reparasi handal

__ADS_1


"Eh... iya, silahkan masuk mas!" Kataku ramah udah rada curiga, karena tas peralatannya agak beda dari biasanya


"Permisi ya mbak!" Katanya ramah masuk ke dalam


"Emm... kira-kira berapa lama ya mas pemeriksaannya, soalnya saya mau mandi!" Kataku basa-basi karena ni orang dari tadi mengedarkan pandangannya ke segala arah


"Nggak lama mbak! Hanya butuh waktu beberapa menit aja kok!" Katanya berjalan menuju kamar mandi


"Oh iya... mau minum apa mas?" Tanyaku menawari minum


"Nggak usah repot mbak..."


"Nggak repot kok, kan cuma buatin minum! Silahkan di periksa aja mas... saya mau buatin minum dulu" kataku ramah mempersilahkannya masuk kamar mandi sedangkan aku membuatkan minum di dapur


Saat kran air terdengar nyala, aku malah semakin merasa takut karena kran air di nyalakan oleh tukang reparasi itu. Bukannya dia cuma ngecek pipa air doang ya, tapi kenapa harus nyalain kran airnya deras banget dan sekencang itu. Sebelum melangkah menuju kamar mandi untuk membawakan minum, aku sempat memberi kode waspada kepada Cecep dan polisi lainnya yang sedang sembunyi.


"Mas ini minumnya..." kataku dan kaget saat melihat tukang reparasi ini mengenakan jas hujan di kamar mandi


"Makasih ya mbak! Taro aja di sana!" Katanya tanpa menoleh


"Ada masalah ya mas, sama saluran airnya?" Tanyaku sambil meletakkan nampan gelas minum

__ADS_1


"..." tukang reparasi hanya diam


"Mas..." kalimatku terhenti karena tukang reparasi ini membekas mulutku dengan serbet yang membuatku sakit kepala


"..." aku melihat seringai di wajahnya yang sedang membiusku dari cermin


"Prangg..." aku meleparkan nampan dan gelas yang barusan ditaruh agar para anggota polisi itu sadar akan bahaya yang sedang terjadi


Terdengar suara langkah sepatu berlari menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa, kulihat ada siluet ketiga anggota polisi itu yang sedang bersitatap denganku dan tukang reparasi secara bergantian sebelum membekuk penjahat ini. Setelah kesadaranku hampir hilang, penjahat ini berhasil di pisahkan dariku yang hendak pingsan karena menghirup aroma obat bius. Tubuhku tumbang ke pelukan petugas wanita, yang segera membawaku keluar kamar mandi dan berusaha membuatku agar tetap sadar.


"Tersangka telah tertangkap!" Kata Cecep melalui alat komunikasi yang ada di telinganya


"Awas..." teriakku saat penjahat itu hendak menusukkan kisahnya pada Cecep yang membelakangi nya


"Sialan..." umpat Cecep saat pisau itu menggores perutnya saat ia berbalik ke arah penjahat itu


"Gedubrakkk..." petugas polisi yang membekuk penjahat itu di dorong ke belakang hingga membalik meja


"Berhenti di sana!" Teriak Cecep mengarahkan pistol pada penjahat yang hendak kabur


"..." penjahat itu malah terlihat semakin kesal dan ia pun melemparkan semua barang yang ada di dekatnya ke arah Cecep dan kami

__ADS_1


Tiba-tiba serbuan pasukan bersenjata api menerobos masuk ke dalam apartemen ku dan membuat si penjahat mendesis kesal ke arahku yang sedang menikmati adegan seperti di film action yang biasanya ku tonton. Tapi penjahat itu nggak kehabisan akal, sekarang dia malah lompat keluar jendela yang sedikit terbuka. Semua orang mengira jika penjahat itu terjun bunuh diri, tapi siapa yang mengira jika penjahat itu masih bergelantungan di pipa air yang memanjang ke bawah.


Pasukan yang ada di dalam apartemen ku, segera bertindak dengan cepat dan sangat lihai. Dua orang pasukan ikut terjun melalui jendela untuk memburu tersangka dari atas dan sisanya segera berlari keluar untuk memblokir semua jalan keluarnya. Kepalaku menjadi semakin sakit, saat tiba-tiba anggota polisi yang cewek ini melepaskan pegangannya di punndakku, yang berfungsi menahan agar tubuhku tetap terduduk malah jadi roboh terbaring. Dan akhirnya akupun kehilangan kesadaran karena obat bius.


__ADS_2