JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Dia Masuk Kantor, Seperti Yang Kuharapkan


__ADS_3

Pak CEO tidak mengkhianati kepercayaan ku, karena beliau datang dengan angkuh ke dalam kantornya. Aku yang semalaman lembur terduduk lemas tidak berdaya di bawah meja, yang hendak menyapa pak CEO. Hari ini pak CEO terlihat sedang memikirkan rencana jahat, yang mungkin akan di berikannya sebagai hadiah karena aku telah lembur.


"Hahaha... liat saja wanita angkuh itu! Aku akan memberikannya hukuman jika datang terlambat!" Tawa pak CEO yang membuatku merinding


"...pa...pagi pak CEO!" Sapaku segera bangkit berdiri


"Setan..." kaget beliau dan naik kemeja


"Saya emang setan pak! Kalau begitu silahkan tandatangani semua berkas yang telah di kerjakan setan ini pak!" Kataku membawa tumpukan berkas yang akhirnya selesai di cetak


"Kamu... Apakah tidak pulang?" Tanya beliau dan segera turun dari atas meja


"Seperti yang bapak lihat! Setan... saya ingin membersihkan diri dulu! Setelah saya datang, saya harap bapak telah membereskan setengah dari berkas ini... karena saya yang duluan datang... jadi niat jahat bapak silahkan diurungkan!" Kataku dan segera keluar dari kantor dengan langkah gontai


"..." pak CEO tercengang melihat ku yang semalam sangat wow tampilannya, menjadi amburadul kayak setan blangsak saat esoknya

__ADS_1


Aku segera menuju lantai yang di sediakan untuk tempat istirahat karyawan, di lantai itu juga di sediakan kamar mandi dan baju ganti untuk para karyawan yang tidak sempat pulang. Aku membaca semua informasi dari perusahaan ini semenjak beberapa hari yang lalu, makanya tau semua kondisi perusahaan. Beberapa karyawan lainnya yang berpapasan denganku juga terkaget-kaget melihat sosok ku yang sangat kacau. Tadi pagi, saat ingin mencetak berkas, mesin cetaknya erosi karena udah lama tidak di pakai sepertinya. Aku menatap diriku sendiri di cermin dlam lift, mataku seperti mata panda karena tinta mesin cetak yang muncrat saat kuperbaiki.


Orang-orang berbisik mengatakan jika aku terlihat seperti zombie, tadi pak CEO mengatakannya seperti setan lalu sekarang para karyawan ini mengatakan jika aku seperti zombie. Nanti pasti ada yang bilang lagi kalau aku terlihat seperti siluman panda.


"Kenapa ada siluman panda di perusahaan?" Tanya sebuah suara yang membuatku menoleh


"Pagi pak Presdir..." sapaku lemah, tuh kan tebakanku benar


"Sekretaris Ru! Apa yang terjadi denganmu? Apakah ini ulah orang itu?" Kata pak Presdir segera menghampiriku dan menyebut cucunya dengan 'orang itu' lagi


"Apakah orang itu sedang bekerja saat ini?" Tanya pak Presdir tidak percaya


"Benar pak! Kalau begitu saya mau membersihkan dulu... permisi pak!" Pamitku dan segera melangkah menuju tempat istirahat


Ternyata di tempat istirahat juga ada beberapa karyawan yang terlihat lelah dan lesu sepertiku. Setelah duduk sebentar karena sakit kepala kembali menyerang, aku segera masuk kamar mandi khusus perempuan untuk membersihkan diri. Saat air dingin mengguyur tubuhku, rasanya jiwaku yang hampir melayang seluruhnya kembali masuk ke tubuh sebagian. Karena jiwaku sebagiannya harus makan agar kembali ke tubuh yang sudah terbiasa tidak tidur ini.

__ADS_1


Setelah selesai mandi aku segera Memakai seragam kantor yang di sediakan, aku ingin bergegas pergi ke kantin untuk mengisi perut. Tapi saat aku keluar dari kamar mandi seorang karyawan, tersenyum ramah padaku sambil membawa nampan berisi makanan. Dia memberikan nampan besar berisi berbagai makanan itu kepadaku yang sedang tercengang kaget, mendapati perlakuan spesial seperti ini.


"Kata pak Presdir... anda harus sarapan dulu sebelum menghadapi pak CEO!" Katanya ramah


"Eh... terimakasih banyak... maaf merepotkan embak!" Kataku merasa canggung


"Sama-sama... kalau begitu saya permisi!" Katanya melangkah pergi membiarkanku menjadi pusat perhatian para karyawan yang sedang istirahat


"Mau makan bareng!" Kataku menawari karyawan yang masih menatapku


Aku berjalan menghampiri meraka, dan membagi makanan yang ada di nampan kepada mereka yang menyambutnya ramah. Lalu terjalinlah percakapan di tengah-tengah kami memakan semua makanan di nampan yang lumayan babak dan beragam. Di sana aku tahu, jika selama ini sekretaris pak CEO angkuh itu selalu mengundurkan diri sehari setelah ada di tempat. Maka dari itu pekerjaan menumpuk hingga sebanyak itu, tapi bukankah ini terlalu berlebihan.


CEO terdahulu adalah ayah dari CEO yang sekarang, karena CEO terdahulu sedang sakit dan di rawat di rumah sakit beberapa tahun terakhir. Makanya jabatan CEO di berikan kepada atasanku yang sekarang, aku turut berduka atas penyakit CEO terdahulu. Katanya juga CEO yang sekarang ini memang sangat angkuh sejak dulu, kerjaannya hanya menghambur-hamburkan uang saja. Mungkin itu karena pengaruh dari teman-temannya yang tidak benar, semoga saja pak CEO angkuh itu tidak memakai obat-obatan terlarang.


Selagi hanya minum minuman beralkohol yang bukan oplosan aku masih bisa mentolerir, karena dia belinya pakai uang dia juga, bukan uang ku. Tapi sebisa mungkin aku harus mengajaknya dan semua teman-temannya yang ingin bertobat, bertobat sesegera mungkin. Aku takut kebiasaannya dan teman-temannya akan mempengaruhi kinerja dalam bekerja. Tidak terasa makanan di atas nampan telah habis tak bersisa, kuharap lain kali pak Presdir menyediakan makanan lebih banyak lagi, karena aku senang berbagi dan membagikan pemberian orang lain untukku.

__ADS_1


__ADS_2