
***
Malam telah menyapa kota dengan ketenangannya, membuatku merasakan sensasi seram sekaligus kesepian di kamar. Saat ini ketiga makhluk penghuni kamar sebelah, lagi kencan malam dengan pasangannya masing-masing. Sebenarnya tadi aku di ajak oleh mereka keluar, tapi kagak mau ikut soalnya besok ada kuliah pagi. Kebiasaan mereka bertiga kalo pacaran bisa sampai tengah malam, sedangkan aku besok harus bangun pagian dari biasanya, karena ada praktek.
Walaupun bukan praktek kelompok ku, tapi aku merasa harus tau gimana cara kelompok lain memberikan penampilan terbaik mereka. Dengan di temani kucing hitam aku memilih untuk merenung sejenak sebelum tidur. Di samping tubuhku laptop yang menyala menayangkan film horor yang baru saja ku download. Musik dari film ini membuatku sedikit merinding dan merasakan suasana yang lebih mencekam.
"Meong..." kucing hitam yang telah di beri nama Blacky ini mengeong dan loncat ke atas perutku
"Backy..." teriaku kaget dan menepisnya hingga terlempar
"..." Blacky menatapku dengan galak hingga membuat bulu kuduk berdiri
"Diam disana! bukankah sudah ku katakan jika aku tidak menyukai binatang!!" kataku tajam kepadanya yang masih menatapku penuh amarah
"Meong..." dari intonasi yang di keluarkannya terdengar seperti sedang mencomooh
"Dasar kucing sialan!" umpatku kesal
Blacky berjalan menghampiri laptop dan duduk di depan sana dengan tatapan yang terarah pada layar, ceritanya Blacky lagi nonton. Aku kembali membaringkan tubuh di kasur tipis yang di beli dengan uang hasil usahaku sendiri, melanjutkan lamunan yang sempat terhenti karena Blacky. Saat sendirian seperti ini enaknya makan martabak telor spesial dengan acar pedas.
__ADS_1
"Bikin story' aja kali ya! siapa tau ada yang peka dan beliin martabak!!" kataku segera bangkit dari kasur dan mengambil ponsel yang tergeletak di dekat tubuh Blacky
Sepertinya Blacky sedang fokus nonton hingga matanya sejak tadi tidak berkedip sedikit pun. Ni kucing sepertinya belum mendapati adegan yang penuh kejutan, hingga masih tenang-tenang aja duduk di depan laptop. Setelah memposting story' aku kembali meletakkan ponsel di samping laptop dan ikut menonton film horor bersama Blacky.
"Astaghfirullah..." kagetku saat tiba-tiba tubuh Blacky bangkit saat setan di film muncul secara tiba-tiba, ceritanya Blacky kaget
"Meonggg..." Blacky merapatkan tubuhnya kesamping tubuhku yang tentu saja ku tepis
"Duduk diam disana! Lo kucing jantan, masa sama setan yang kagak nyata aja takut!!" kataku sebelum Blacky kembali menghampiri ku
"Meongg..." katanya dan duduk diam di tempat dengan pasrah
Kucing aneh, dia ngerti apa yang ku katakan dan nurut begitu aja jika aku yang memerintahkan. Adegan seramnya makin banyak aja nih, Blacky bahkan beberapa kali kaget dan mengeong ketekutan. Nonton sama kucing hitam ini, bukannya tambah menakutkan malah jadi lucu, gara-gara reaksi kucing hitam ini.
"Siapa sih! malam-malam begini bertamu!" kesalku dan segera bangkit ke luar kamar
Dengan di temani Blacky aku membukakan pintu luar, setelah ketukan yang ketiga disertai salam. Suaranya rada-rada kenal, tapi siapa? Yang jelas di luar cowok dari suaranya.
"Eh... Ris! ada apa? kalo nyariin Evan dia nggak di sini!" kataku setelah melihat sosok Haris yang sedang berdiri menunggu pintu kubuka
__ADS_1
"Nggak... gue nggak nyariin Evan kok!" katanya dan memberikan kantong kresek yang berisi sesuatu padaku
"Apaan nih?" tanyaku sedikit curiga
"Eh... itu... anu... beberapa waktu lalu gue nggak sengaja liat story Lo... dan kebetulan gue juga lagi di luar, jadi sekalian gue beliin!" katanya malu-malu kucing
"Widih... pengertian amat jadi cowok! makasih ya! kebetulan gue juga lagi laper" kataku dengan senyum manis
"Sama-sama... kalo gitu gue pamit! udah malam Juga!!" katanya
"Sip sip... makasih banyak ya! hati-hati dijalan!!" kata ku sebelum Haris balik kanan
"Sip okeh... Assalamualaikum!" pamitnya
"Wa'alaikumsalam!!" sahutku dengan senyum
Cuma karena liat story di wa, tu anak lumayan nekat juga. Tapi bagus juga kalo tu anak tiap hari nekat beliin martabak telor cuma karena liat story' wa milikku. Padahal kami tidak terlalu akrab juga, cuma sedikit-sedikit doang ngomong, itupun kalo ada pembahasan yang penting. Soalnya tu anak lumayan dingin dan datar kalo di ajak bicara, masalah sikap dingin dan datar di kesampingkan, yang penting sekarang perutku dan Blacky bakal terisi.
"Black... kita bakal kenyang!!" kataku pada kucing hitam yang masih setia di sampingku
__ADS_1
Jika ni kucing manusia mungkin bakal terlihat wajah tidak senang di raut wajahnya, tapi karena ia hanya seekor kucing, jadinya hanya bisa liat tingkah tidak sukanya saja. Setelah kembali ke kamar aku segera membuka kantong kresek, dan benar saja ada seporsi besar martabak telor serta acar pedas. Satu lagi bonus, dua kaleng minuman soda yang lumayan ku sukai.
"MasyaAllah... baik banget tu anak!!" kataku saking senangnya dan segera memakan martabak bersama Blacky.