
Sesampainya di apartemen mama dan abah segera masuk ke dalam, saat aku tiba-tiba menerima telpon dari kantor. Panggilan dari departemen hrd, katanya memintaku agar besok berangkat ke kantor, katanya ada hal penting yang ingin di sampaikan pimpinan baru kepadaku. Aku sedikit heran, kenapa pimpinan ingin berbicara dengan ku di hari libur kantor pula, sepertinya aku harus waspada nih.
"Ru! Kemana aja? Tadi gue cariin juga... ini gue mau ngomongin masalah kantor!" Kata Lisa yang keluar dari apartemen membawa berkas
"Tadi pagi gue jemput orang tua gue di bandara! Siangnya ngajak mereka jenguk makam nenek... mau gue kenalin?" Kataku segera membuka pintu
"Eh... Aku takut ganggu waktu istirahat mereka!" Tolak Lisa
"Ada siapa di luar?" Tanya mama yang jalan menghampiriku di depan pintu
"Ini mah kenalin, temen Ruka di kantor dan juga tetangga sebelah! Lisa! Ini kenalin mama aku!" Kataku saling memperkenalkan mereka
"Apa kabar bu! Semoga betah tinggal disini ya bu!" Kata Lisa ramah
"Alhamdulillah... kabar ibu baik! Oh iya mari masuk.... anggap aja rumah sendiri!" Kata mama mengajak Lisa masuk
"Emang dari dulu ni anak mengganggap rumahku rumah dia juga!" Gumamku pelan yang segera kena cubit Lisa
"Iya... makasih bu!" Kata Lisa dan mengikuti ibu masuk
__ADS_1
"Abah! Ini kenalin tetangga sebelah teman kantor Ruka, namanya Lisa!" Kata mama memperkenalkan Lisa kepada abah yang lagi nyantai nonton berita
"Oh... silahkan duduk! Anggap saja rumah sendiri!" Kata abah bangkit dari sofa menyambut Lisa
"Terimakasih pak!" Kata Lisa sopan
Di ruang tengah ini kami berempat saling bicara dan bercanda, sampai Lisa lupa jika dia ada perlu denganku. Mama sama abah orangnya mudah akrab dengan siapa saja, Lisa juga orang yang mudah akrab dengan siapa saja, jadi mereka bicaranya cepet nyambung. Mama yang bicaranya merasa paling nyambung dengan Lisa membahas tentang pasar malam, mama juga sekalian mengajak Lisa ikut pergi. Aku dan abah hanya terkekeh melihat mama sangat bersemangat menemukan lawan bicara yang pas, setelah sekian lama beliau hidup.
Malam nya aku, abah, mama, Lisa dan Diena anak Lisa, segera berangkat ke pasar malam menggunakan tumpangan mobil Lisa. Di jok belakang mama dan abah mengajak anak Lisa yang terkenal pendiam itu bicara, yang anehnya Diena malah bicara lancar kepada mereka. Ku lihat lisa menahan haru karena mendengar celotehan anaknya yang pendiam itu terdengar bersemangat menceritakan semua yang ingin dia katakan kepada mama dan abah. Awalnya Diena juga diam saja, tapi setelah lama-kelamaan mama yang tidak berhenti bertanya membuatnya sedikit tertarik dengan mama, lalu terjadilah percakapan.
Sesampainya di pasar malam Diena tidak melepaskan tangan mama sedikitpun dari genggaman kecilnya itu. Aku merasa sedikit iri, karena bukankah aku yang notabene anak mereka ini menjadi terlupakan, saat mereka sibuk bermain dengan Diena. Tapi tak apalah, toh aku juga udah tua, sejak kecil juga selalu merasa iri dengan saudaraku yang lainnya, karena mendapatkan kasih sayang dari mama dan abah.
"Gue juga iri sama anak lo!" Kataku dan kamipun berpelukan
"Yang sabar ya..." kata Lisa menyemangatiku
"Lo juga harus sabar..." balasku menyemangati nya
Akhirnya di pasar malam ini, aku membiarkan kedua orangtuaku bersenang-senang dengan Diena, sedangkan aku hanya memperhatikan dari jauh bersama Lisa. Mungkin karena kesal, tanpa sadar aku banyak makan es krim dan makanan berminyak lainnya, hingga membuat mukaku terasa tebal. Kulihat dari deretan sampah ternyata aku juga makan mie instan, yang selama ini selalu dihindari sebisa mungkin agar jangan memakannya. Karena setiap kali makan mie instan saat malam maka esok paginya saat aku bangun, mukaku akan bengkak kadang hanya bengkak sebelah dan kadang keduanya.
__ADS_1
Setelah puas bermain-main aku mengajak mereka pulang, karena udah larut malam juga. Dari tadi sore langit hanya mendung dan belum juga meruntuhkan air ke atas bumi ini, seperti sedang mengajak bercanda para peramal cuaca. Di perjalanan pulang Diena tertidur lelap sekali di pangkuan mama, yang berdongeng untuknya. Udah mas banget nggak denger mama berdongeng, terakhir kali mama mendongeng, yang ku dengar waktu aku masih duduk di bangku SMA, karena saat itu adikku Aya masih kecil.
Sesampainya di apartemen kami kembali berpapasan dengan Aji di depan lift, sepanjang jalan lift menuju lantai 5 apartemen, abah berbincang ria dengan Aji yang sesekali mama juga ikut menimpali. Sedangkan aku sedari masuk lift udah berdiri di pojokan, karena tidak ingin terlibat dalam pembicaraan sama sekali, tapi yang namanya juga Aji tetep aja nyari celah buat aku ikut dalam pembicaraan. Setelah pintu lift terbuka aku segera keluar membantu Lisa membuka pintu, sedangkan abah masih berbincang dengan Aji.
"Calon suami lagi usaha deketin calon mertuanya tuh!" Kata Lisa membuatku kesal
"..." Aku hanya diam
"Mungkin kalian jodoh kali! Terima aja lah lamaran Aji..." goda Lisa membuatku semakin kesal
"Berisik... udah sono, tidur dalam kehangatan bersama putri tercinta Lo itu!" Kesalku menutup pintu apartemen nya
Aku segera membuka pintu apartemen ku, karena mama yng ku minta untuk membukanya hanya diam saja mendengarkan pembicaraan antara abah dan Aji. Aku masuk duluan karena sangat-sangat tidak ingin terlibat dalam percakapan, mama juga masuk ke dalam setelah beberapa saat aku masuk. Badanku terasa lengket padahal hanya duduk menikmati makanan di pasar malam, tapi kenapa bisa sangat berpeluk kek gini.
"Mah! Aku mau mandi duluan ya?" Kataku kepada mama yang baru meletakkan sendal di rak sepatu dan sandal
"Jangan lama-lama, mama juga mau mandi nih! Udah lengket banget!" Kata beliau menuju dapur mengambil minum
Aku mandi dengan air hangat, karena ingin aja mandi air hangat, lagian kan mandi air hangat di waktu malam itu baik untuk tubuh. Biar otot-otot di dalam tubuh lebih relaks setelah kerja seharian, mandi air hangat itu juga bisa melemaskan persendian di dalam tubuh yang tegang seharian. Kalo pagi baru mandi air dingin, biar otak lebih segar disiram dengan air dingin dan rasa kantuk di pagi hari juga ilang. Kalo yang biasanya orang mandi air hangat di pagi hari, aku malah sebaliknya, karena aku suka aa beda dati yang lain.
__ADS_1