JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Makanan Milikku


__ADS_3

Kedatangan Haris berbarengan dengan datangnya hidangan yang kami pesan. Setelah hidangan tersaji di atas meja, aku segera melahapnya tanpa peduli kiri kanan yang makan dengan malu-malu gimana gitu. Mereka makannya lama banget, mana sambil ngomong lagi, sumpah dah piring nasiku udah tinggal tulang ayam doang. Lah piring nasi mereka semua baru ke sentuh beberapa sendok, biasanya juga langsung abis tuh makanan kalo di rumah.


Bahkan kadang kami sampai rebutan nasi, lah ini, boro-boro mau rebutan mereka aja saling sodor-sodorin piring nasi mereka kepadaku.


"Makan aja! gue kagak abis!" kata Dewi menyodorkan satenya kepadaku yang baru ke makan satu tusuk


"Nih, punya gue juga..." kata Vina ikut menyerahkan satenya


"Kenapa? Lo mau pura-pura nggak bisa ngabisin bakso yang secuil itu...?" kataku tajam pada Sierra yang menatapku dengan senyum malu-malu


"Hehehe..." cengirnya dan mendorong mangkuk bakso yang baru di sentuhnya dua sendok kepadaku


"Maaf-maaf aja nih... gue bukannya laper, tapi emang rakus!!" kataku saat pacar ketiga tu cewek memandang ke arahku dengan tatapan yang entahlah...


"Kebiasaan ni anak... maklumi aja ya? biasa manusia yang jarang kebagian jatah bantuan pemerintah makanya rakus!!" kata Roni dan mengambil setusuk sate di depanku


"Nggak usah heran gitu... ni anak emang banyak makan!!" kata Jali yang ikut ngambil sate di depanku


"Woi... gue baru makan tiga tusuk... kalian jangan comot terus Napa!!" kesalku dan memukul tangan Evan yang juga mau ngambil sate

__ADS_1


"Ya elah... minta dua tusuk napa!" kata Evan dan mencomot tiga tusuk sate sekaligus


"Ishhh... balikin kagak... Lah bakso gue kenapa Lo makan juga!!" kesalku pada Evan dan Haris yang tiba-tiba mengambil bakso di mangkuk di depanku


"Punya Lo enak juga..." kata Haris hendak mengambil bakso di mangkuk lagi


"Mau ngapain Lo... kan tadi Lo juga makan bakso! ngapain masih makan punya gue juga?" kataku pada Haris dan memukulkan sendok pada tangannya yang mendekati mangkuk bakso


"Eh... kagak! gue cuma mau nyicipin doang... kok punya Lo enak!" kata Haris dan berhasil mendapatkan satu bakso dari mangkuk yang sempat lengah dari pandanganku


"Kalian ngapain sih... kalo mau lagi, kan tinggal pesan... jangan jahilin Ru gitu napa!" kata Vina menengahi perdebatan kami setelah puas tertawa


"Kagak usah..." cegah para cowok berbarengan


"Seru aja gitu jahilin Ru! bukan karena kita-kita masih laper!" kata Jali berbicara dengan manis kepada Dewi


"Gue harus punya pacar juga! biar ada yang ngebelain gue waktu kalian jahili!!" kataku sambil melahap habis sate yang terakhir


"Cowok yang tadi pagi gimana, mau? kalo mau gue tau kok dia ngekos dimana!!" kata Evan mengingatkanku pada cowok aneh tadi pagi

__ADS_1


"Van, bercanda Lo kurang lucu!!" geramku saat semuanya tertawa mengejek ku dengan cowok aneh itu


"Ntar, gue kirkon nomor tu cowok..." aku melemparkan tisue yang telah kupakai ke wajah Roni yang ternyata nyangkut ke mulutnya


"Ru! Lo jorok ih!!" kesal Sierra padaku


"Gila Lo... mana tisue nya pedas lagi!!" kesal Roni sambil meminum air pemberian Sierra


"Ra! kok Lo belain dia... kan gue pacar Lo!!" kataku manja pada Sierra


"Dimana-mana juga orang tau kalo gue pacar Roni... bukan pacar Lo... gue kagak lesbian!!" kata Sierra dan mencubit pipiku gemes dan lumayan bertenaga


"Ra!! sakit..." kataku semakin manja


"Kumat lagi nih anak!" kesal Roni padaku yang memeluk Sierra


Hari ini warung Mak Haji terdengar gaduh karena candaan kami yang sepertinya terlalu bersemangat. Mungkin karena perut udah kenyang, makanya memiliki tenaga yang lumayan besar untuk bercanda sampai-sampai warung Mak Haji tiangnya pada goyang. Setelah puas tertawa dan bercandanya, Para cowok segera membayar tagihan makan kami semua.


Di sepanjang jalan menuju kosan aku masih saja di jahili oleh mereka semua. Ketiga pasangan ini sangat aktif ingin membuatku kesal dan marah, untungnya Haris kagak ikut menjahili ku. sepanjang jalan mengantar kami, ia hanya diam dan kadang juga ikut tertawa jika candaan mereka benar-benar kelewat lucu. Hari ini aku benar-benar di buat kesal sepanjang hari, bukan hanya oleh sekolompok manusia ini, tapi juga oleh setan pembuat masalah di kos.

__ADS_1


Jujur, walaupun sekarang aku terlihat paling banyak berekspresi, tapi sedari awal pagi perasaan yang sedang dan benar-benar kurasakan hanyalah kekosongan. Hmmm... mungkin yang tau dan benar-benar tau tentang hal ini hanya diriku seorang. Lelah memang iya, tapi aku masih belum bisa berbicara lantang pada dunia jika aku lelah. untuk saat ini biarkan saja seperti ini, setidaknya kepura-puraan ini bisa membuat mereka tertawa.


__ADS_2