JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Kesal Sampai Ingin Muntah


__ADS_3

"Kalian kemana aja sih! kok lama... tau nggak gue tadi di gangguin cowok aneh... mana dia minum, minuman gue tanpa ijin lagi!" kesalku pada mereka semua


"Ohh... maksud Lo cowok itu!!" tunjuk Dewi pada cowok itu yang sedang sibuk minum es cendol


"Tu cowok lumayan juga buat Lo!" kata Vina meledekku


"Gila kali! Ya Allah... pokoknya jangan sampai ada yang kedua kalinya ketemu tuh cowok..." kataku penuh harap


"Siapa namanya?" tanya Dewi usil


"Mana gue tau dan gue nggak mau tau... gue takut!!" kataku dan segera sembunyi kebelakang Sierra yang senyam-senyum


"Nah! gawat tu cowok nyamperin kesini!" kata Roni cari gara-gara


"Ron... becanda Lo kagak lucu!" kataku dan mengarahkan tinju padanya


"Hei... si manis!!" panggil tu cowok yang membuatku kaget


"Astaghfirullah... tuh kan jadi kenyataan! Lo sih Ron!" kesalku dan memukul jidatnya kesal


"Awww... sakit bego!" kesalnya padaku


"Eh... ini! manis gue cuma mau bayar ni cendol!" katanya lagi memanggilku manis


"Cie... di panggil manis!" ledek Dewi yang segera kucubit


"Kagak usah panggil gue manis! dan gue juga bukan penjual cendol..." kataku miris masih sembunyi di belakang Sierra


"Maaf! abisnya sih di ajak kenalan nggak mau! jadi bingung mau manggil apa!" katanya membuat teman-teman ku pada ribut menyoraki


"..." tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan


"Namanya Ru..." aku segera menutup mulut Sierra yang ingin mengatakan namaku


"Kalo Lo nggak mau gue banting! mending pergi cepetan dari pandangan gue!" kataku geram padanya


"Santai aja kali Ru!" katanya memanggil namaku lembut

__ADS_1


"Hueekkk... Allahuakbar... gue pengen muntah..." kesalku sampai-sampai pengen muntah denger tu orang manggil nama ku


"Kenapa Ru! masuk angin?" tanya Roni tanggap


"Gue eneg liat muka dia! kita cabut aja yuk!" kataku dan segera memalingkan badan


"Ya elah Ru! awal-awal nya eneg nanti juga enak!" kata Roni membuat yang lain tertawa


"Ron! gue nggak becanda!" kataku kesal dan segera pergi dari sana


"Eh.. eh.. Ruka beneran marah tu!" kata Dewi


"Kalian sih becandanya kelewatan!" kata Sierra segera menyusul ku


"Eits... Lo mau kemana?" cegat Roni pada tu cowok yang ingin mengejar ku


"Mending Lo pergi deh! Lo udah bikin temen kita ketakutan gitu! jangan sampai tinju gue bikin muka Lo bonyok!" kata Jali mengancam tu cowok


"Tapi.."


Setelah terjadi sedikit perdebatan di antara mereka, akhirnya tu cowok mengalah dan pergi. Mereka semua segera menghampiriku yang sedang berjalan kesal pulang kembali ke kosan. Aku mengabaikan mereka semua yang memintaku untuk ikut bersenang-senang dengan mereka. Aku tau mereka barusan cuma bercanda, tapi yang bikin kesalnya itu, cowok tadi kenapa kudu nyamperin dan bikin gue malu.


"Ru! Lo mau kemana?" cegat Dewi


"Gue mau pulang! lagian gue udah lari pagi menuhin janji!" kataku dan ingin melanjutkan jalan namun kembali di cegat Vina


"Ikut kita aja yuk! ketaman bermain!" ajak Vina


"Iya Ru! lagian tu cowok udah pergi juga!" kata Sierra semangat


"Nggak ah! gue lagi bad mood!" tolak ku


"Ish... kok gitu sih! sekali-kali lah kita ngumpul bareng ketaman bermain! ikut ya?" bujuk Dewi dan di ikuti mereka berdua


"Gue..."


"Ntar gue yang bayarin jajan Lo! gimana masih kagak mau!" potong Roni

__ADS_1


Aku berbalik pada Roni dan tersenyum "Let's go makan-makan!" kataku semangat


"sip semuanya ayo berangkat!" teriak Vina dan Dewi sangat semangat


"Tunggu dulu!" cegatku pada mereka semua


"Apa lagi sih Ru?" tanya Jali


"Ron! Lo bawa duit kan! gue nggak akan jatuh kelubang yang sama untuk kedua kalinya!" selidik ku pada Roni


"Ya bawalah!" katanya sambil meluk kantong celananya yang penuh dompet


"Mana! gue liat dulu isinya!" kataku dan mengambil dompet Roni tanpa bisa di cegahnya


"Jangan..." teriaknya telat


"Apa ini? ohh... gue tau Lo pasti mau jebak gue lagi kan... dasar brengsek... gara-gara Lo waktu itu gue selama 5 hari numpang makan sama tetangga tau nggak!" kataku kesal dan memukulnya namun dianya sempat kabur


"Ampun bos! lain kali diulangin lagi deh" katanya dan membuatku semakin kesal


Terjadilah kejar-kejaran di antara kami dan membuat semuanya tertawa melihat tingkah kami yang kekanak-kanakan. Akhirnya aku menyerah mengejar Roni, saat hanya memperoleh lelah dan semakin kesal, rasanya pengen gigit orang.


"Awww...sakit!!!" teriak Sierra yang tangannya kugigit


"Eh maaf! gue lagi kesal jadi nggak liat-liat orang lagi!" kataku sambil nyengir kuda


"Gue marah nih! gue pulang aja" katanya bercanda


"Pulang aja! sekalian siapin makan siang buat gue yang enak, soalnya nanti setelah gue pulang mau makan!" candaku padanya


"Sekalian gue mau makan sayur asem buatan lo!" kata Vina yang sibuk gandengan sama pacarnya


"Gue juga!" kata Dewi ikut-ikutan


"Ish... kalian mah suka gitu!!" kata Sierra dan menempelkan wajahnya di pundak ku malu


Sepanjang jalan menuju taman bermain kami sibuk bercanda, tapi anehnya ada satu orang yang sedari awal keliatan kayak patung berjalan. Dari tadi dia cuma dengerin kita bercanda tanpa ekspresi, walaupun kadang ikut terkekeh di tengah-tengah candaan kami. Tapi kayak kagak normal nih orang, yang jelas anggapan ku tentangnya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2