
Setelah di biarkan sendirian selama beberapa menit di dalam ruangan, dua orang berpakaian biasa dengan wajah yang agak lusuh datang menghampiriku dengan membawa kertas pertanyaan. Mereka terlihat kasar dan brutal saat baru masuk ke dalam ruangan, tapi setelah duduk di kursi wajah mereka sedikit melunak.
"Oke! Nggak usah basa-basi lagi... kita mulai interogasi nya!" Kata laki-laki yang duduk di kursi
"..." aku diam menatap lurus orang yang bicara dan yang berdiri disampingnya
"Siapa nama anda?"
"Rukanaya!" Jawabku apa adanya
"Apakah anda tau kenal di bawa kemari oleh kedua polisi tadi?"
"Mungkin saya sedang jadi tersangka pembunuhan Fitri!" Jawabku datar
"Betul! Dan apakah ada yang ingin anda katakan?" Tanya nya setelah menarik napas
"Saya teman korban! ..." kataku dengan wajah bingung hendak mengatakan apa
"Maksud saya disini apakah.. sudahlah! Dari keterangan yang anda sebutkan kami mencurigai kejadian pembunuhan ini ada hubungannya dengan anda, maka dari itu kami meminta keterangan dari anda agar menceritakan kejadian pada malam anda bertemu dengan korban tadi malam!" Kata nya menatapku tajam
"..." aku menceritakan kejadian pada malam malam itu secara detail seperti permintaannya
Dari awal hingga akhir kukatakan dengan jujur dan yakin, karena seperti itulah yang terjadi pada saat itu. Kedua penanya mengangguk kan kepalanya selagi mendengarkan penjelasan dariku hingga akhir. Setelah selesai mengatakan tentang perbincangan kami tadi malam, kini giliranku yang meminta penjelasan dari kedua polisi ini.
__ADS_1
"Boleh kan saya bertanya?" Kataku di akhir kalimat
"Silahkan!" Kata nya setelah mengangguk kepada sang teman
"Siapa yang melaporkan korban saat itu? Dan dimanakah korban di temukan pada saat itu? Tepatnya letak mayat korban!" Tanyaku menatap tajam mata sang penanya
"Korban di laporkan oleh ayah korban yang kebetulan menjenguk korban pagi itu! Sedangkan mayat korban di temukan di atas kasur dengan luka tusuk di dada dan bagian perut! Kenapa anda menanyakan hal ini?" Tanya nya kepo
"Hubungan Fitri dengan sang ayah tidak mungkin sampai sejauh saling mengunjungi! Kerena mereka bukan ayah dan anak kandung, sedangkan dari cerita korban pribadi kepada saya, ayah tirinya itu selalu menyiksanya dari kecil hingga ia memutuskan kabur dari rumah tanpa pamit dan jelas ia menyembunyikan keberadaan dirinya kepada ayahnya, walaupun seminggu sebelum korban di temukan tewas sang ayah tiri dan ibu kandung korban datang berkunjung... Sesuai cerita korban pada saya!" Pemikiran pertama keluar
"Apa hubungan anda dengan korban hingga mengetahui banyak masalah korban?" Tanya nya curiga
"Kami adalah teman! selain sebagai teman saya juga berperan sebagai penasihat psikologis beberapa penghuni apartemen, hanya dalam ruang lingkup kecil!" Kataku memberikan penjelasan
"Dia tidak bohong!" Kata satunya saat di tatap penanya
"Mungkin korban di tusuk saat keluar dari lift!" Jawabnya
"Tapi mengapa kasus ini malah terkesan di lakukan oleh beberapa orang! Apakah di lakukan pemeriksaan juga pada tangga darurat?" Tanyaku tiba-tiba teringat tangga darurat
"Ya! Dan kami tidak menemukan apa-apa!"
"Pertama! Rekaman cctv pasti sudah di sabotase! Kedua! Tidak di temukan sidik jari dimanapun! Ketiga! Bagaimana caranya pelaku mengantar masuk korban ke dalam kamar?" Kataku sambil mikir
__ADS_1
"Mungkin pelaku mengikuti korban masuk saat korban berlari masuk kamar!" Kata penanya juga ikut mikir
"Dari pada masuk kamar! Mending gedor pintu tetangga kali pak! Lagian darah di depan pintu lift amat banyak... pasti di temukan obat bius dari hidung korban..."
"Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya laki-laki yang kulihat di apartemen sedang menyelidiki kasus pembunuhan ini
"Secara logika! Kalo korban nggak teriak saat dalam bahaya berarti dia udah di bius duluan.... atau malah sebaliknya!" Kagetku karen dugaan baru
"Sebaliknya! Apa maksud anda?" Tanya nya dengan tatapan penasaran
"Ini hanya prediksi saya semata! Sejak awal korban dan pelaku telah berada di dalam kamar... jika diliat dari kondisi kasur yang sedikit berantakan... berarti korban dan pelaku sempat terlibat pertingkaian... lalu karena tersangka merasa kesal lantas menusuk perut korban... Korban berlari keluar namun saat berada di luar, Korban di bius oleh tersangka, dan sebelum obat bius bereaksi... Korban sempat melakukan perlawanan namun sia-sia karena tersangka kembali menusuk korban... jika tersangka menusuk korban dari belakang dan mengenai tepat di dada... saya tidak bisa memperkirakan tinggi tersangka..." kesalku sambil memandangi foto kamar korban
"... tinggi tersangka sekitaran 175 cm dengan berat kurang lebih 75 kg lebih... Setelah tersangka berhasil menusuk korban serta bius telah bereaksi... Korban segera di pindahkan kembali ke kamar dengan cara di gendong oleh tersangka... dari sanalah para penyidik hanya menemukan satu jalur darah yang entah mengarah keluar ataupun masuk ke dalam kamar... dan kemungkinan tersangka adalah orang dekat korban!"
"Segera cari kenalan korban dengan ciri-ciri barusan!" Perintah si penanya pada kedua polisi yang berada di belakang detektif ini
"Baik pak..."
"Apakah setiap tempat sampah yang ada di apartemen dan yang berjarak radius 500 meter dari apartemen telah di periksa?" Tanyaku setelah memikirkan kemungkinan
"Pencarian sedang di lakukan!" Kata si detektif datar
"Ukhh... Apakah boleh saya melihat lokasi kejadian?" Tanyaku tidak terlalu berharap
__ADS_1
"Ikut denganku!" Kata si detektif keluar dari ruangan
Aku dan kedua petugas yang menanyaiku saling bertatapan karena kaget dengan kalimat sang detektif yang tidak terlalu kuharapkan. Setelah beberapa detik melongo, aku mengikuti detektif itu keluar kantor polisi dan dimintanya untuk segera masuk ke dalam mobil. Mungkin dia serius ingin mengajakku ke tempat kejadian perkara. Berasa main film.