JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Kejadian Waktu Itu


__ADS_3

Pintu lift tertutup Ain menyentuh dadanya yang berdetak dengan kencang, setelah melihat wanita yang sangat dicintainya itu. Entah bagaimana gadis yang bernama Ruka itu, bisa membuat jantungnya selalu berdetak tidak karuan seperti sekarang. Bahkan Ain selalu merasa bahagia dan berbunga-bunga hanya dengan membayangkan senyum gadisnya itu. Selama 29 tahun ia hidup baru setahun belakangan ia merasakan ada yang aneh dengan jantungnya, serta ia juga merasa seakan seluruh hidupnya tertuju pada gadis manis bernama Ruka itu.


"Dia memang gadis manisku!!!" Gumam Ain yang merasa seluruh dunianya dipenuhi wajah manis imut Ruka di dalam lift


Tanpa sadar Ain tersenyum dan jingkrak-jingkrak kesenangan di dalam lift, saat mengingat janji dengan gadisnya nanti malam. Sebenarnya, Ain adalah seorang cowok yang selalu menunjukkan wajah dingin dan datar kepada siapa saja, kecuali Ruka semenjak pertama kali ia bertemu dengannya.


***


Waktu pertama kali mereka bertemu adalah di bandara Soekarno-hatta dua tahun lalu, saat itu Ain dalam pengejaran para, entah itu penjahat atau rentenir. Yang jelas Ain sangat berusaha menghindari orang-orang itu, seakan-akan dirinya akan mati jika tertangkap. Ruka yang duduk sambil mendengarkan musik lewat earphone saat itu, hanya diam melihat aksi kejar-kejaran tersebut. Orang-orang di bandara saat itu lumayan banyak dari biasanya, karena begitulah kondisi ibukota.


Sumpah serapah keluar dari mulut orang-orang yang merasa terusik dengan aksi kejar-kejaran itu,namun berbeda dengan Ruka yang mengira jika mereka sedang ada aksi syuting di bandara. Maklum orang kampung yang suka nonton sinetron. Saat ada sebuah taksi online berhenti di depan, dan celingak-celinguk mencari seseorang, lalu tersenyum ke arah Ruka ramah. Ruka yang merasa jika supir taksi itu menatapnya dan berjalan ke arahnya, ia segera berdiri namun saat berdiri Ain yang tidak memperhatikan jalan menabrak Ruka hingga mereka sama-sama terpental jatuh.


"Aduh!!!" Runtuh Ruka yang kepalanya mengenai koper salah satu wisatawan asing


"Are you okey?" Tanya turis itu ramah


"Yes! Sorry sir!!" Kata Ruka meminta maaf dengan ramah


"Oh... no problem! But! Are you okey?" Tanya turis itu lagi


"Yes sir! Thanks!!" Kata Ruka sekali lagi meyakinkan turis itu dengan ramah

__ADS_1


"Mbak! Saya minta maaf... saya barusan..."


"Kamu!! Kenapa pakai baju saya?" Kata Ruka marah karena melihat koper nya terbuka serta Ain yang telah memakai salah satu bajunya yang emang model untuk laki-laki


"Maaf mbak! Saya pinjam dulu sebentar!" Ain memelas kasihan kepada Ruka


"..." Ruka yang kesal segera menutup koper nya kembali dan segera berlalu memasuki taksi tanpa menghiraukan orang-orang yang penasaran


Turis asing dan Ain saling bertatapan dengan wajah heran melihat Ruka yang sama-sama mengabaikan mereka. Saat para pengejar itu, jalan di samping Ain, mereka hanya melewatinya begitu saja, karena baju Ain yang telah berubah wujud. Ain menghela napas lega saat para pengejar itu hanya melewatinya dengan tergesa-gesa. Saat Ain menoleh ke arah taksi yang di naiki Ruka, ia tidak melihat ada taksi itu lagi disana dan membuatnya kembali mendesah.


"Jika berjodoh aku akan mengembalikannya nanti!" Kata Ain dan segera berlalu pergi dari bandara


Sebenarnya nama Ainsley Prada itu adalah namanya yang entah keberapa dalam hidupnya ini. Mungkin karena selalu ingin menghindari para pengejarnya, maka dari itu ia selalu mengubah identitas aslinya sesuka hati. Dan malam ini ia berencana untuk mengatakan semua rahasianya itu kepada Ruka gadis manis yang telah membuat kehidupannya penuh warna.


Sekarangpun hidupnya masih dikejar-kejar oleh orang-orang itu, setiap kali habis berpapasan dengan pengejarnya, Ain selalu babak belur. Dan entah kenapa malah selalu berpapasan dengan Ruka, disaat ia selalu mengenai kesialan, kisah pertemuan mereka udah kayak sinetron indonesia. Tapi sayangnya di konteks ini sang wanita tidak akan pernah bisa mencintai siapapun kecuali dirinya sendiri. Dan hal inilah yang membuat si laki-laki merasa tertantang untuk membuat sang gadis jatuh cinta padanya.


Tapi, sepertinya Ain terlalu yakin jika cintanya kepada Ruka telah terbalas, padahal tidak sama sekali. Jadi penasaran dengan reaksi Ain nantinya jika mengetahui keyakinannya itu tidak berbalas, bagaimanakah reaksinya nanti? Siapa yang tau tentang jalan hidup dan kisah cinta seseorang, Kecuali Hanya Sang Pencipta cinta itu sendiri.


***


Ain segera mengendarai motor vespa miliknya yang di beli dua tahun yang lalu dari uang terakhir untuk hidupnya. Sesampainya di toko ia segara berganti shift dengan karyawan supermarket lainnya, karena ia harus menyiapkan beberapa hal untuk kencannya kali ini. Para karyawan supermarket lainnya mengetahui siapa pacar Ain yang berwajah datar dan sangat cuek ini, tapi mereka tidak berani mengusik kisah cinta Ain. Karena setiap kali mereka bertanya selalu mendapatkan tatapan dingin yang seakan-akan bisa membuat seseorang membeku.

__ADS_1


"Kak... Kak Ain tunggu!" Kata seorang gadis muda, karyawan baru supermarket


"..." Ain menghentikan langkahnya menuju parkiran


"I...Ini untuk kakak..." kata gadis itu malu-malu dan segera berlari menyembunyikan dirinya di rak makanan menenangkan debaran jantungnya


"..." Ain menatap bingung bungkusan kado kecil yang di berikan gadis itu


Saat melihat bak sampah Ain hendak membuang bungkusan itu, tapi tangannya terhenti tepat di atas bak sampah sambil memegang kado kecil itu, saat teringat perkataan Ruka beberapa waktu lalu padanya.


"Jangan di buang... mubazir tau!!" Kesal Ruka pada Ain yang saat itu mendapatkan hadiah boneka dari seorang wanita pengagumnya di depan perusahaan Ruka bekerja


"Buang aja... itu kan dari cewek lain! Emangnya kamu nggak marah?" Tanya Ain dengan polosnya


"Marah sih nggak... Tapi sedikit kesel aja!" Kata Ruka serta menggelembungkan pipinya karena sedang kesal


"Kalo gitu buang aja!!" Kata Ain hendak membuang kembali boneka kecil itu


"Jangan... dia udah kasih kamu tulus, nggak baik kalo langsung di buang... mending kamu kasih ke aku aja... nanti kalo aku udah bosan kan bisa aku buang! Lagian kita nggak boleh menyia-nyiakan pemberian orang lain... kalo dalam agama aku di larang loh!" Kata Ruka dengan wajah imut, hingga membuat Ain luluh


Ain segera memasukkan hadiah terbungkus kecil itu ke dalam jok motor desanya, dan segera pergi meninggalkan supermarket. Ia berharap malam ini tidak turun hujan yang bisa membuat janjinya kembali di batalkan nantinya. Sejak tadi siang gerimis kecil ini telah membasahi kota tanpa jenuh, hingga membuat Ain sedikit khawatir jika hujan derasnya terjadi nanti malam.

__ADS_1


__ADS_2