JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Makan Enak


__ADS_3

"Gimana kalo gue yang traktir!! Kan kalian udah janji mau makan bareng kita waktu itu kalo ada waktu senggang!!" Kata Rizal yang sejak tadi bicara dengan teman-temannya di sebelah ku


"Makan dimana?" Tanyaku merespon ajakannya


"Lo mau nya makan apa? Atau makanan yang mau lo makan sekarang apa aja?" Tanya Rizal semangat


"Banyak! Makanan china, makanan jepang, makanan korea, makanan... Ya pokoknya jenis makanan lah!" Kataku bingung hendak makan apa


"Gimana kalo kita barbeque an aja?" Kata Putri ikut merespon


"Gimana Ru! Lo setuju sama putri?" Tanya Rizal padaku


"Masakan dan tempat nya higienis nggak nih? Gue takut ntar makanannya bermasalah!" Kataku menatap Putri


"Jelas higienis dong!" Katanya penuh keyakinan


"Yaudah kalo gitu berangkat sekarang aja!" Kata Rizal semangat


"Bro... ini bulan tua loh! Emang lo nggak takut gitu kalo gue makannya banyak... ntar dompet lo nangis lagi!" Candaku yang masih malas berdiri dari kursi


"Tenang aja kali... walaupun perusahaan orang tuanya bangkrut! Ni anak tetep bahagia kalo buat nyenegin gebetannya!" Kata Ari yang segera ikut bangkit dari kursi

__ADS_1


"Apa jangan-jangan... Lo suka sama..." tanya Putri pada Rizal serta menatapku yang balas menatapnya bingung


"... kalo gue bilang iya emangnya ada yang marah!!!" Kata Rizal menatapku tajam


"... Kok malah liat in gue..." kataku masih berusaha mengelak pernyataan cinta Rizal


"Udah ah bahas gituan... Kita nyari makan aja dulu sekarang!" Kata Rizal yang terlihat sedikit kecewa dengan responku


Kami berempat segera pergi ke tempat yang disarankan oleh Putri dengan mengendarai mobil sedan milik Ari. Karena kebetulan Putri kagak bawa mobil ke kampus hari ini, seandainya Putri bawa mobilnya. Aku lebih memilih kami berangkat sendiri-sendiri ke tempat yang akan dituju, karena aku masih rada takut seandainya Rizal tiba-tiba nyatain cintanya lagi di dalam mobil.


Percakapan ringan berlanjut terus-terusan menemani perjalanan kami yang ternyata lumayan jauh dari kampus. Sesampainya di tempat makan, kami segara masuk untuk mencari tempat duduk di lantai 2 rumah makan yang terlihat mewah ini. Akhirnya setelah sekian lama ingin mencoba hidangan di tempat ini kesampaian juga.


"Enaknya makan apa nih?" Tanya Putri padaku yang sedang melihat-lihat menu


"Hah... sejak kapan lo perhatiin berat badan?" Tanya Putri kaget


"Sejak dulu..." kataku malas untuk menjelaskan secara detail


"Lo gendut juga nggak apa-apa buat gue!" Kata Rizal manis yang membuatku nyengir monyet


"Haha... kalo gue gendut susah lari say..." kataku membayangkan kesulitan orang gendut

__ADS_1


"Ngapain lari kan bisa jalan... mungkin kalo lo jadi gendut bakal keliatan lebih manis!" Kata Ari ikut ambil suara


"Pesen makannya kapan... katanya mau bikin gue gendut!" Kataku setelah Ari dan Rizal terlihat tatap-tatapan


Tidak lama setelah memesan, hidangan segera tersaji di meja makan dengan aroma yang menggoda penuh kenikmatan. Percakapan ringan terus berlanjut sambil makan hidangan yang disajikan, masakannya lumayan enak untuk lidahku yang serba suka makan ini. Tapi masakan yang benar-benar sangat nikmat bagiku belum pernah muncul di hidup ku ini entah kenapa. Kata orang-orang makanan di sana sangat enak, tapi saat aku mencobanya malah terasa biasa-biasa saja.


Aku menyeruput minuman yang ku pesan dan kagak sengaja malah berhadapan dengan cowok aneh yang waktu di taman itu. Oh no, kejadian berbulan-bulan yang lalu itu kembali hadir di kepalaku dan membutku tersedak air.


"Makanya kalo minum pelan-pelan..." kata Ari memberikan tisue


"Makasih.." sambutku masih di tengah batuk


"Kenapa? Tenggorokan nya sakit?" Tanya Rizal saat batukku kagak juga berhenti


"Alhamdulillah... udah sembuh!" Kataku segera kembali mengalihkan pikiran pada makanan di meja


"Ada yang rindu ama lo kali, makanya bisa kesedak air gitu!" Kata Putri yang sejak tadi menepuk-nepuk punggung ku


"Moga aja beneran ada yang rindu... kalo kagak ada kan gue yang sakit tersedak air gini!" Kesalku pada air dalam gelas


Kami melanjutkan acara makan-makan kali ini penuh dengan candaan yang penuh humor. Tapi perasaan ada yang sedang menatapku, hingga membuat sekujur tubuhku terasa kaku dan sedikit ketakutan. Semoga aja bukan cowok aneh itu yang sedang menatapku, dan semoga cuma gue yang ingat dia. Sedangkan dia ku harap udah lupa siapa aku dan kejadian waktu itu, semoga aja gitu.

__ADS_1


Makanan di meja udah habis tak bersisa lagi, dan perut kami semua juga udah penuh dengan tumpukan daging serta daun selada. Rizal kembali memesan minuman soda untuk kami berempat, katanya minuman soda bisa membantu proses makanan masuk ke usus dengan cepat, karena adanya reaksi dorongan dari soda. Benar saja setelah meminum minuman soda perutku lebih plong dari beberapa detik yang lalu masih terasa sesak karena kenyang.


Makan siang kami hari ini menghabiskan kurang lebih hampir 3 juta rupiah, ya kalau pakai duit sendiri sih aku mana tega makan semahal ini. Untung aja kali ini di traktir makan oleh Rizal yang termasuk anak orang kaya yang dermawan. Kedepannya mungkin aku akan lebih sering makan di tempat ini, karena aku terlalu yakin akan menjadi orang sukses suatu hari nanti, dan semoga saja tercapai.


__ADS_2