
Semua orang bertepuk tangan setelah kami mengakhiri pertunjukan kami yang sederhana. Kami semua merasa puas dengan penampilan barusan, karena kata penonton pertunjukan kami seperti sidang di dunia nyata. Katanya lagi, penampilan kelompok kami bisa dikatakan 11-12 dengan penampilan kelompok Ari yang waktu itu. Tapi kagak tau jelas siapa yang lebih baik, tapi kuharap kelompok kami menjadi yang paling terbaik di antara terbaik lainnya.
Setelah tempat sidang hanya tersisa kelompok kami, semuanya bersorak kegirangan karena akhirnya bisa bernapas lega. Semua ini benar-benar sebuah keberuntungan bagiku karena tergabung dalam kelompok ini, yah walaupun ada satu orang yang munafik, menurutku. Kami semua bergotong royong membersihkan tempat sidang agar bisa di pakai kelompok lain besoknya.
"Guys kita makan-makan yuk!" Kata Della setelah selesai merapikan ruangan
"Enaknya makan dimana?" tanya Anya vs Della
"Gimana kalo ke resto jepang yang ada di persimpangan depan sana?" tanya Della ke semua orang
"Gue mah ngikut aja!" kata yang lain
"Ru! gimana Lo ikut?" bisik Putri
"Kayaknya kagak deh... soalnya gue lagi bokek!" kataku dengan wajah miris
"Gimana kalo gue aja yang bayarin? sekalian Lo temenin gue lah!!" bujuk Putri agar aku ikut serta
"Gimana ya... tunggu bentar!" kataku saat ponselku bergetar mendapatkan pesan
"Siapa?" tanya Putri padaku
__ADS_1
"Emmm... Rizal! dia ngajakin makan... gimana nih!" kataku bingung
"Mending kita makan bareng kelompok aja dulu! atau ajakin aja dia ikut..." usul Putri
"Hmmm... makan bareng kelompok aja lah dulu... soal Rizal nanti-nanti aja..." kataku segera mengirim balasan untuk menolak ajakannya
Kami semua segera berangkat menuju resto Jepang yang baru buka di depan persimpangan. Katanya sih makanan di sana enak-enak, tapi nggak tau kalau menurut seleraku. Suasana di resto cukup menarik dan aroma khas rempah-rempah menguar di seluruh ruangan dengan lembut. Sambil menunggu pesanan kami bercanda ria saling menggoda satu sama lain. Keliatannya emang bahagia banget, tapi sebenarnya batinku sedang tertekan.
"Ru! makan banyakan dikit napa! sekarang Lo kurusan padahal cuma tiga hari kagak ketemu!" kata Putri dan meletakkan seporsi lagi makanan di piring ku
"Ish... emangnya Lo mau liat gue gemuk sampai nggak bisa ngapa-ngapain gitu!" kesalku dan balas meletakkan seporsi jumbo udang yang sejak tadi baru seekor habis dimakannya
"Lah... kok...." katanya kesal
"..." Dia mengunyah sushi di mulutnya dengan kesal serta menyumpalkan satu sushi yang udah di lumurinya saus sambal kemulutku yang baru selesai menelan makanan
"Emmm...jajnsgrnzkhxkxkbgxbsj!" kataku kesal padanya
"Lo ngomong apa an sih... gue nggak paham!!" katanya yang menertawakan kesalanku
Setelah selesai makan Putri segera membayar makanan kami berdua, sekalian dia beli pencuci mulut es krim coklat untuk ku. sedangkan dia makan es krim vanila, yang keliatan enak hingga membuatku mencomot tu es krim.
__ADS_1
"Enak!!" kataku setelah sesuap es krim vanila itu masuk ke mulutku
"Ishh... gue juga mau punya Lo!" kata Putri hendak menyendok es krim milikku namun sempat menghindar
"Blaa... nggak bakal gue kasih!" ledekku dan segera mengikuti rombongan keluar resto
"Ru!!!" kesalnya padaku
Setelah menghabiskan es krim kami segera berpisah dari kelompok yang rencananya mau pergi karaoke an. Aku dan Putri memilih segera pulang aja, lumayan waktunya buat tidur siang.
"Ru! tadi gue banyak omong nggak sih?" tanya Putri di jalan menuju kosan
"Kumat lagi nih anak!" kataku pada sifat nggak enakan Putri
"Ya kan? gue banyak omong... duh gimana dong! tapi gu nggak ngomong yang aneh-aneh kan tadi?" katanya mulai khawatir
"Nggak juga... santai aja kali... jangan terlalu di pikirin gitu lah! lagian nggak ada yang salah!" kataku berusaha menenangkannya
"Tapi..."
"Udah jangan dipikirin... kita bahas topik lain aja!" kataku mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
Setelah mengganti topik pembicaraan Putri lebih relaks dari sebelumnya, ni anak termasuk beruntung bertemu dengan orang yang pernah mengalami sifat nggak enakan kayak gitu juga. Walaupun aku kadang juga masih terpikirkan masalah kayak gitu, tapi aku termasuk orang yang bisa memotivasi diri sendiri agar jangan terlalu hanyut akan hal-hal yang nggak penting. Hidup itu emang rumit kalo kita benar-benar memahami kehidupan yang sesungguhnya.