JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Jomblo Yang Malang


__ADS_3

Sesampainya di kosan aku baru nyadar jika kami telah meninggalkan Sierra di sana. Aku menepuk jidatku merasa bersalah karena telah meninggalkannya. Aku meminta mereka berdua duduk saling berhadapan di meja makan, biar jauh dari kuping tetangga. Aku hanya diam begitupun Meraka, terlihat nggak ada yang akan memulai percakapan ataupun perdebatan di antara mereka.


"Kenapa nggak lanjut berantem!!" kataku dengan tangan di dada


"..." mereka masih diam


"Dew! mungkin Lo bisa jelasin kenapa permasalahan ini terjadi!" kataku menatap Dewi dan Vina bergantian


"Gue nggak akan kasih penjelasan..." kata Dewi dengan seringai khas-nya


"Heh... bilang aja kalo Lo emang nggak mau kalo sifat asli Lo terbongkar..." kata Vina untuk memanasi Vina


"Gue nggak peduli!!" kata Dewi masih dengan seringainya


"Kok otak gue jadi penuh tebakan gini sih! Astaghfirullah... kenapa pula otak gue jadi sinetron gini!!" kataku dan terkekeh menyadari pemikiranku sendiri


"Emang tebakan apa?" tanya Dewi penasaran yang di Sergai lirika. penasaran Vina


"..." aku berbisik pada Dewi mengatakan tebakanku


"Sedikit benar!" kata Dewi mengganggu kan kepalanya


"Lah! emang kayak sinetron jadinya!!" kataku menepuk jidat disertai kekehan kecil


Vina yang penasaran menatapku penuh tanya, namun ku abaikan karena ini akan menjadi kejutan. Ku dengar di depan beberapa kendaraan berhenti di depan kos, hingga membuatku memeriksa keluar dan membiarkan mereka saling diam-diam an di dapur. Saat membuka pintu, kulihat Evan di sertai kawan-kawan nya datang dengan membawa kue ulang tahun. Sedangkan Sierra yang ada di jok belakang motor Roni, menatapku kesal.


"Maaf ya say... gue lupa ama Lo!!!" cengirku meminta maaf


"Lo mah suka lupa ama gue..." kesalnya dan mencubit pipiku


"Hehehe... " kataku balas mencubit pipinya


"Vina ada di mana?" tanya Evan pelan


"Ada di dapur... Astaghfirullah..." kagetku dan yang lain saat mendengar bunyi pecah dari dapur


"Apaan tuh jatuh?" tanya Roni

__ADS_1


"Jangan-jangan..." kataku segera berlari ke dapur


Di dapur kulihat Dewi dan Vina telah berhadapan satu sama lain dan saling menantang. Aku segera memisahkan mereka berdua, agar tidak terjadi adegan selanjutnya.


"Sayang..." kata Jali menghampiri Dewi


"Beb... ada apa ini?" tanya Evan menghampiri Vina yang terlihat kesal


"..." Vina menepis tangan Evan yang hendak menyentuhnya


"Mereka berantem dari tadi siang gara-gara salah paham!" kataku segera membereskan pecahan cangkir di lantai


"Kenapa bisa?" tanya keduanya bersamaan dengan nada kaget


"Katanya Vina liat Lo jalan ke mall sama Dewi... kalian bisa reka adegan selanjutnya di otak masing-masing!!" kataku malas melanjutkan penjelasan


"Beb! aku pergi nggak sama Dewi doang kok! masih ada Jali sama Haris saat itu!!" kata Evan menjelaskan sambil memegangi wajah Vina


"Wajah kamu kok bisa... Vin! Lo apain cewek gue..." kesal Jali menatap Vina marah


"Bro... tenang dulu! cewek gue juga luka-luka!!" cegah Evan saat Jali hendak mendekati Vina


"Yaelah... ganggu tontonan gue aja Lo!!" kata Roni nyeletuk


"Berisik Lo... mending kita potong kue aja!!" kataku segera menghampiri kue yang di pegang Sierra


"Sejak kapan tangan Lo luka!!" kata Haris yang melihat jari tengahku berdarah


"Ohh... ini! tadi waktu beresen pecahan cangkir... nggak sengaja kaget, jadi kegores deh!" kataku dan menyapukan darah yang meleleh ke baju


"Mau gue bantu obatin dulu nggak!" kata Haris kembali menggapai tanganku


"Hahaha... nggak usah khawatir gitu juga kali! cuma luka kecil, nggak usah di obatin ntar juga sembuh sendiri!" kataku dan segera memotong kue


"Lah... kok Lo yang motong kue! kan Vina yang ulang tahun!" kata Roni saat aku hendak memakan kue


"Maaf ya Vin! gue duluan!" kataku dengan mulut yang penuh kue

__ADS_1


"Jadi... jadi... gue beneran salah paham..." kata Vina dan segera memeluk Dewi disertai tangis penyesalan


"Sejak kapan mereka berantem?" tanya Vina berbisik


"Sejak tadi siang!!" kataku sibuk menutup luka ke jl i i yang terus mengeluarkan darah


"Kok Lo nggak cerita ama gue sih!!" kesal Sierra


"Maaf... guys... gue ke kamar dulu ya!!" kataku segera berlalu ke kamar untuk mencari Betadine


"Di cuci dulu lukanya biar nggak infeksi!" kata Haris


"Sip sip okeh!" kataku segera masuk kamar mandi untuk mencuci luka kecil nan perih ini


Sekarang suasana dapur menjadi cerah dan penuh kebahagiaan, setelah permasalahan terselesaikan. Selesai mengobati luka yang masih perih ini, aku kembali ikut gabung ke dapur untuk merayakan ulang tahun Vina yang benar-benar penuh kejutan ini. Poin penting, pertengkaran tadi siang nyata adanya, bukan prank apalagi bercanda. Tapi setelah semuanya jelas, pertengkaran tadi siang seperti candaan yang terlalu berlebihan saja bagi kami.


Hanya perayaan sederhana, tapi entah kenapa sangat membahagiakan bagi kosan kecil ini. Ternyata mereka juga menyediakan tepung dan telur yang awalnya untuk di lempar kepada Vina. Tapi malah pindah haluan kepadaku, yang tentu saja di awali oleh lemparan telur dan tepung dari Roni kepadaku.


"Yeyy... selamat ulang tahun ya Vin!!!" teriak Roni memberikan selamat pada Vina namun telur dan tepung di tangannya melayang padaku


"..." aku hanya diam di tempat tanpa reaksi saat tepung mengenai wajahku serta telur yang pecah di kepala


"Panjang umur ya Vin!!" kata Dewi namun tepung dan telur juga di lemparkan nya padaku


"... semuanya aja lemparin ke gue!!" kesalku dan melemparkan tepung kepada Vina namun di halangi oleh punggung Evan


"Hahaha..." tawa Dewi saat Jali ikut melemparkan tepung ke wajahku, hingga membuatku tersedak


"Yah... kok gue yang di lemparin! kan Vina yang Ultah... dianya malah keenakan ada yang ngelindungin..." kesalku dan melemparkan telur pada Dewi namun dihalangi oleh Jali


"Yahaha... kasian jomblo!!" tawa Roni yang segera kusumpal dengan tepung


"Ru!! kok Lo jahat banget sih!!" kesal Sierra padaku saat Roni tersedak tepung


"Kalian nggak kasian apa ama gue!!" kesalku yang melihat mereka semua pada mesra ama pasangannya


"Noh... ada Haris buat nemenin Lo!" kata Evan setelah selesai tertawa bersama yang lain

__ADS_1


"Tapi sayangnya dia kagak jomblo!!" celetuk Jali kembali mengundang tawa


"Huwaaa... gini amat yang kagak punya pasangan!" teriakku kesal dan kembali menyumpalkan kue kemulutku


__ADS_2