JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Aku Si Pembohong


__ADS_3

Ada perasaan sedikit kurang enak saat jalan menuju kantin kampus, rasanya ada beberapa mata yang sedang memperhatikan gerak-gerik kami. Awalnya emang kuabaikan, tapi setelah memikirkan Putri yang juga sempat kuabaikan, perasaan tidak nyaman itu semakin besar.


"Zal! kayak nya kagak bisa hari ini deh Lo traktirnya! soalnya gue baru ingat kalo ada hal yang harus gue kerjakan sekarang dan ini sangat penting!!" kataku dengan tangan menanggkup meminta pengertian


"Penting banget ya?" tanya Rizal sedikit sedih jika di lihat dari rautnya


"Sangat! dan sangat-sangat penting" kataku menyakinkannya


"Yaudah deh! tapi beneran loh di bayar nanti?" katanya meminta persetujuan dari ku


"Iya janji! ntar gue kabarin kapan waktunya!" kataku dan menarik lengan Putri agar menghindar dari kumpulan cewek-cewek yang terlihat kesal, mungkin dengan kami


"Serius loh!" kata Rizal memastikan

__ADS_1


"Iya serius banget malah! kalo gitu kita duluan ya!" kataku dan segera menarik Putri pergi


Sepertinya Ari menangkap sesuatu yang aneh dari tingkahku yang tidak biasanya menolak makanan. Tapi dia kagak tau kalau penyebab sikapku yang aneh adalah karena dirinya yang terlalu populer itu tiba-tiba jalan dengan kami menuju kantin. Wanita-wanita di kampus ini lumayan galak-galak dan mereka juga bisa memangsa korban tanpa harus turun tangan langsung. Yang lebih seramnya itu kalo tiba-tiba kami kena santet, kan sudah sendiri.


"Kenapa sih Ru?" tanya Putri yang tidak menyadari situasinya


"Lo ingat sekelompok cewek yang lewat barusan!" kataku mengingatkannya pada saat kejadian aku manariknya


"Mereka itu fans berat dengan kedua cowok yang ngajak kita makan barusan!!" kataku gemes padanya


"Ohhh... jadi maksud Lo kita kagak bisa terlihat akrab dengan mereka kalo nggak mau di bully!" tebak Putri


"seratus buat otak Lo yang lelet itu!" kataku sambil kembali menarik Putri ke parkiran

__ADS_1


Mungkin jika saat itu aku tidak berinisiatif untuk membatalkan makan gratis di kantin kampus, mungkin kisah hidup Putri dan diriku selanjutnya akan sama seperti sinetron yang sering tayang di tv. Judul kisah hidup kami nantinya bakal lebay kayak sinetron "gadis kampung dan Tuan muda jenius" aneh kagak tuh?. Tapi syukurlah aku cepat tanggap dengan situasi, jadi maaf ya guys kalo ceritanya nggak pakai bumbu lebay sinetron.


Setelah sampai di parkiran aku segera minta antar Putri pulang biar keliatan benar-benar ada hal penting yang harus di kerjakan. Padahal kalo sampai kos palingan kerjaanku cuma tiduran santai sambil baca komik di aplikasi mangatoon, yang semua ceritanya luar biasa menarik dan the best deh pokoknya. Selain baca komik juga bisa baca novel, nonton anime, pokoknya lengkap deh. Demi kesenangan pribadi bahkan aku memakai banyak akun fek, ceritanya biar tambah jos kalo ngerjain orang.


"Kenapa pulang sekarang sih! emangnya nggak mau nonton kelompok berikutnya tampil?" Tanya Putri di jalan


"Bukannya udah gue bilang ada hal penting yang harus gue lakuin!" jawabku asal


"Bener juga ya!" kata Putri manggut-manggut


Benar kata kak Nur kalau aku itu pembohong besar, hanya demi menyelamatkan diri sampai tega-teganya berbohong. Mungkin ini karena kebiasaan waktu kecil yang suka bohong demi kepentingan pribadi. Jujur jadi pembohong itu sangat menyulitkan, walaupun hanya kebohongan kecil, tapi entah kenapa beban nya terasa sangat berat di pundak. Kenapa harus di pundak? karena pundaklah yang harus terlihat meyakinkan.


Sudahlah aku malas membahas sesuatu yang berhubungan dengan pembohong dan kebohongan. Kuharap di kehidupan era berikutnya tidak ada lagi generasi pembohong seperti diriku ini.

__ADS_1


__ADS_2