JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Pimpinan Baru


__ADS_3

Keesokan harinya aku bangun dengan perasaan lega, karena memikirkan laporan yang telah ku selesaikan semuanya tinggal di kirimkan kepada pak kepala. Entah mengapa hari ini aku semangat sekali berangkat kerjanya, seperti akan ada kabar baik yang akan menghampiri ku nanti siang. Aku berangkat ke kantor akhir-akhir ini sering ikut nebeng pada Lisa, lumayan menghemat uang taksi dalam beberapa hari ini.


"Gimana! Diena udah mau di tinggal sama pengasuhnya?" Tanyaku menanyakan kabar anak Lisa


"Masih nggak mau! Tapi pengasuhnya di temenin ibu jadi Diena bisa di tinggal kerja sekarang! Gue lega hangat rasanya!" Kata Lisa menghembuskan napas lega


"Lo emang ibu yang hebat Lis!" Kataku mengacungkan jempol padanya


"Nggak juga! Lo jangan nilai gue terlalu tinggi gitu dong... kan gue jadi malu!" Kata Lisa menutup mukanya dengan sebelah tangan


"By the way, gue mau nanya nih..." katanya melirikku sekilas


"Nanya apaan?" Tanyaku sambil sibuk memeriksa isi tas takut ada yang ketinggalan


"Perasaan lo ke Aji gimana sih sebenarnya?" Tanya Lisa yang membuatku membelalakkan mata


"Gue nggak punya perasaan ke dia..." kataku jutek


"Bohong! Kalo nggak punya perasaan kenapa lo selalu keliatan bahagia saat ketemu dia!" Selidik Lisa


"Perasaan ke semua orang gue juga gitu deh... coba lo sebutin sifat gue yang berbeda ke orang lain! Siapa orangnya?" Tanyaku mulai fokus pada topik bahasan


"Sama.... iya juga ya! Bahkan sama orang yang nyatanya nggak lo suka lo tetep kelihatan ramah dan baik-baik aja! Kok bisa?" Katanya heran


"Kan udah gue bilang... dalam bersosialisasi gue nggak pake perasaan kayak lo! Sedikit aja orang salah lo langsung sakit hati... lebay banget hidup kek gitu!" Kataku mengatasinya


"Biarin lebay... yang penting bahagia!" Tawanya pecah seketika


"Hahaha..." tawaku kaku menanggapi perkataan Lisa barusan


Selama ini, kulihat Lisa itu orangnya kayak Sierra temanku waktu Kuliah dulu, dia orangnya juga nggak enak, cuman lebih mendingan ketimbang Sierra. Oh iya, udah berapa tahun aku nggak nyontek mereka, seingat ku setelah pindah kos, aku jadi jarang berhubungan dengan mereka. Di kampus juga jarang ketemu, jadi hubungan kami semakin merenggang dan nggak jelas arahnya bakal gimana.


Aku juga jadi ingat Dewi, yang kata Sierra terus-terusan di ikuti oleh setan kampret yang membuat pertemanan kami merenggang dan semakin renggang. Terakhir kali, ku dengar kabar tentang Dewi, ia kembali ke pondok pesantren untuk membuang setan yang mengikutinya setelah lulus kuliah. Setan yang nggak tau datang dari mana itu, katanya selalu meneror kos lebih parah setelah aku keluar dari sana. Hingga pada akhirnya Sierra juga minggat dari sana, begitupun Vina.


Semenjak aku pindah ke kawasan yang lebih aman dari makhluk halus, si Blacky juga nggak terlihat lagi. Bahkan, mereka bertiga tidak mengingat jika ada kucing hitam yang bernama Blacky, pernah tinggal di kos angker itu, jadi ceritanya hanya aku yang ingat tu kucing. Komunikasi kami berempat, berlima sama si Putri kini benar-benar telah putus. Tapi aku akan mendoakan agar mereka semua baik-baik saja di tempat mereka hidup sekarang. Sekarang saatnya menghadapi kehidupan yang ada di depan mata, kantor membosankan aku datang dengan semangat baru.


"Lis! Makasih tumpangannya!" Kataku sebelum kami berpisah di lift


"Sama-sama! Pulangnya bareng kan?" Tanya Lisa sebelum pintu lift tertutup

__ADS_1


"..." Aku mengangkat tanganku memberi kode oke disaat terakhir pintu lift tertutup


"Eh... kalian dengar kan, kalo kita bakal ganti pemimpin perusahaan?" Kata salah satu karyawan di dalm lift


"Iya, gue juga denger, katanya pemimpin yang baru bakal lebih tegas dan masih muda!" Sahut yang lainnya


"Eh... jadi berita pak Joko bakal di ganti bener dong?" Tanyaku ikut dalam pembicaraan


"Iya! Sayang banget ya pak Joko!" Katanya menjawab pertanyaan ku


"Katanya, pak Joko terkena kasus korupsi yang akhir-akhir ini beredar..." kata satunya berbisik


"Ru! Lo kan yang bertugas nanyain gituan! Emang bener ya pak Joko kena kasus?" Mereka semua menatap ke arahku


"Ahaha... jangan tanya gue! Gue kan nggak sehebat itu, sampai nanganin kasus korupsi!" Kataku mengelak, padahal kan memang aku yang membuat laporannya


"Lain kali curi-curi dengar dikit dong! Biar kita juga dapat info dari tim terpercaya!" Kata Ani si tukang kepo


"Oke! Kalo ada yang bisa gue curi ya!" Kataku mengacungkan kedua jempol sambil mengedipkan sebelah mata


"Nanti saat makan siang kita lanjut ngegosip... Lo juga harus ikut!" Kata Intan padaku saat keluar dari lift


Aku itu tipe orang yang suka mendengarkan topik bahasan gosip, tapi nggak suka kalo aku yang mulai atau membicarakan gosip. Apalagi tentang kasus korupsi yang di serahkan pak kepala kepadaku dan mbak Rani, kan bisa berabe kalo tersiar kabar jika aku yang membuat kasus korupsi pak Joko bocor. Saat membuka pintu aku mendapati kedua senior ku sedang asik berdebat tentang siapa yang akan mempresentasikan laporan yang telah kami selesaikan dan diminta pertanggungjawaban oleh atasan baru yang masuk hari ini.


Aku duduk di tempatku sambil menikmati kopi pemberian mbak Maya, sambil mendengarkan perdebatan mereka yang memusingkan. Mereka terlalu gigih untuk memperebutkan masalah sepele begitu, sepele karena aku tidak ingin ikut mempresentasikan laporan tersebut. Biarlah kedua senior itu saja yang menonjolkan gigi di depan rapat nanti dan aku hanya diam di belakang memperhatikan jalannya rapat. Saat pek kepala masuk perdebatan di tangani beliau, dengan keputusan mbak Maya yang akan maju mempresentasikan laporan tersebut.


"Segera bersiap-siap! Dan kamu juga harus hadir di rapat!" Kata pak kepala memintaku ikut ke ruang rapat


"Siap pak!" Aku kaget namun segera tanggap dengan keputusan beliau


"Ru! Nanti kalo mbak kesulitan tolong bantuannya ya!" Kata mbak Maya ikut senang karena aku di perbolehkan ikut dalam rapat besar ini


"Jangan mau.." kata mbak Rani segera mengajakku keluar dan mengabaikan mbak Maya


"..." Aku terkekeh geli melihat tingkah mereka berdua


Biasanya aku hanya ikut jika ada rapat kecil-kecilan, kalo rapat besar seperti ini baru kali ini di ajak. Dan aku paling menyukai jika berurusan dengan kerja lapangan, jika bekerja terus-terusan di depan komputer selalu mudah membuatku bosan. Apalagi menghadiri rapat, yang hanya akan membuatku mengantuk mendengarkan para karyawan perusahaan mendongeng. Tapi semoga rapat yang satu ini lebih ke arah tegas dan nggak main-main karena di hadiri oleh pimpinan baru.


Aku memilih duduk di samping mbak Rani, untuk menghindari menjawab pertanyaan dari penggosip, biarkan mbak Rani yang bicara jika di tanya tentang kasus korupsi. Tidak lama setelah aku duduk, kepala pimpinan yang baru masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang tegas. Mungkin usianya berada di atas 30 tahunan, rahang tegasnya membuat semua orang terpana oleh ketampanan pimpinan baru, begitupun denganku.

__ADS_1


Setelah pimpinan baru itu mengenalkan diri, rapat di mulai dari departemen keungan, departemen kami kena giliran maju yang ke 3. Mbak Maya yang akan mempresentasikan laporan kok malah aku yang deg-degan kagak karuan seperti ini. Dari tadi pimpinan baru terlihat mencoret-coret laporan yang ada di depannya, wah sepertinya banyak kesalahan dari laporan tersebut. Saat karyawan di depan baru mempresentasikan setengah laporannya, udah di hentikan oleh pimpinan itu.


Walaupun memang banyak kesalahan, tapi menghentikan di tengah jalan itu benar-benar nggak masuk akal. Semoga saja laporan kami bisa di terima oleh pimpinan baru ini, aku semakin merasa tegang, sangat berharap agar laporan yang telah kami kerjakan tanpa tidur dan makan nasi itu bisa di terima walaupun setengahnya. Laporan dari departemen komunikasi, juga di hentikan di tengah-tengah jalan, semakin membuat jantungku berdetak tidak karuan ni atasan baru.


Tibalah giliran departemen kami yang mempresentasikan hasil laporan, diawal-awal masih baik-baik saja. Tapi saat di bagian tengah ada sedikit kesalahan, aku ingat itu bagian yang di kerjakan oleh mbak Maya sendiri. Jantungku seakan berhenti berdetak saat pimpinan baru mengangkat tangan dan mendesah kesal.


"Huhhh... Laporan ini sangat menarik di bagian awal dan akhiran juga cukup memuaskan! Tapi bagaimana bisa di bagian tengah ada kesalahan... apakah kalian tidak memperhatikan ini terlebih dahulu?" Kata pimpinan baru sambil mengentuk-entukkan pen di tangannya ke meja membuat irama indah namun terkesan menyeramkan


"..." mbak Maya yang di tanya hanya diam dan menatap ke arahku


"..." Aku yang di tatap mbak Maya merasa bingung apakah harus angkat suara


"Silahkan beri alasan..." kata pimpinan kepadaku sat beliau melihat tatapan mbak Maya yang meminta tolong padaku begitu dramatisir


"Maaf sebelumnya pak! Tapi laporan kami memang tidak memiliki kesalahan... karena laporan itu sengaja di letakkan di sana agar tidak terlalu kontras dengan laporan yang ada di halaman 76! Kami sengaja meletakkan laporan yang bapak anggap salah di sana agar menjadi pembanding dengan laporan sebelum dan laporan berikutnya... dari pandangan bapak mungkin laporan kami memang salah, tapi bagi kami laporan itu merupakan bagian inti dari setiap masalah... karena setiap halaman bersangkutan dengan halaman itu! Namun jika bapak berkenan memberi kesempatan bagi departemen kami, kami akan memperbaiki laporan tersebut seperti keinginan bapak!!" (Mampus lo! Udah salah banyak omong lagi, di pecat detik ini juga sama atasan! Karena dianggap udah kurang ajar sama atasan!) Jerit ku tragis dalam hati


"Bagaimana? Apakah ada masukan?" Tanya pimpinan pada semua kepala departemen


"Kalau menurut saya! Lebih baik kita beri setiap departemen kesempatan untuk memperbaiki laporan nya, mungkin setelah di perbaiki akan lebih memuaskan!" Kata kepala departemen mata


"Apakah ada yang lain?" Tanya pimpinan meminta pendapat


"Saya setuju dengan apa yang di katakan ibu kepala Jia!" Kata kepala departemen keungan diikuti yang lain


"Baiklah! Kalau begitu saya beri waktu tiga hari untuk memperbaiki laporan setiap departemen! Apakah ada yang ingin di tambahkan?" Tanya beliau penuh wibawa


"Tidak ada pak!" Jawab semua kepala departemen serempak


"Kalau begitu, sampai jumpa tiga hari lagi! Rapat di bubarkan!" Kata beliau bangkit dari kursinya dan melangkah keluar ruangan


"Kita selamat!" Kata mbak Rani mengelus dadadanya


"Makasih ya Ru! Mbak nggak tau harus berterimakasih bagaimana..."


"Mbak! Udah lah jangan ngomong gitu! Kan memang salah aku nggak meneliti persiapan laporan dengan benar!" Kataku merendah


"Kerja kalian semua sangat bagus! Saatnya istirahat makan siang!" Kata pak kepala menghampiri kami


Semuanya akan diulang dalam tiga hari lagi, berarti aku harus lembur lagi dalam tiga hari ini, untuk memperbaiki laporan. Tak apalah asalkan pekerjaan ini masih di batas normal aku akan tetap berusaha yang terbaik untuk departemen yang telah menampung ku selama tiga tahun ini sebagai ucapan terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2