JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?

JODOH! KAPAN KITA AKAN BERJUMPA?
Memalukan


__ADS_3

Kami berangkat ke mall dengan mobil keluarga Putri, yang langsung di supiri olehnya sendiri. Tau aja tuh anak kalo kita-kita lagi ngatur kendaraan di kos sebelum kedatangannya dengan mobil putih keluarganya yang mungil. Di dalam mobil sepanjang perjalanan ketiga makhluk itu sibuk karaoke an, untung suara mereka bertiga enak-enak di dengar.


Aku memilih duduk manis di samping Putri yang sedang mengemudi, sambil ikut manggut-manggut mengikuti irama Sholawat yang mereka nyanyikan. Di luar mobil matahari bersinar dengan terik dan sangat panas, hingga membuat kulit rasanya matang jika kelamaan berjemur di bawah nya.


Sesampainya di parkiran mall, kami berlima segera masuk dan sibuk lirik kanan kiri karena banyak cogannya. Tapi sayang masih di bawah umur semua dan mereka pada punya pasangan masing-masing. Hati ini menjerit miris melihat kemesraan para anak muda di kiri kanan.


"Guys... disana banyak diskon!" kata Dewi melirik sebuah toko sepatu


"Kita kesana yuk... siapa tau ada yang memikat hati!!" kata Vina bersemangat


"Kebetulan! gue juga mau beli sepatu!" kata Sierra ikut girang


"..." Aku dan Putri ngikut aja kemauan mereka


"Kalo gue pakai sepatu ini cocok nggak sih?" tanya Vina setelah masuk dan melirik sepatu high heels berwarna pink cantik


"Sepatunya sih cantik... Tapi orangnya... nggggngngh..." kata Dewi lirih diujung hingga hanya terdengar dengungan


"Orang nya kenapa?" tanya Vina sinis


"Nggak apa-apa! becanda!" kata Dewi mengacungkan kedua jari


"Ru! bantuin gue milih sepatu dong..." panggil Sierra di ujung sana


"Okeh... Lo nggak ikut milih Put?" tanyaku pada Putri yang mengekor di belakang


"Ini gue juga lagi liat-liat, kali aja ada yang menarik perhatian..." katanya menghentikan kalimat di tengah jalan dan melirik sepatu kets berwarna putih di barisan kedua rak sepatu


"Lah... udah ketemu jodohnya ni anak!" kataku dan melanjutkan menghampiri Sierra yang kelihatan bingung


Kami semua di sibukkan memilih dan di buat pusing oleh semua pasangan alas kaki di toko ini. Yang paling pusing adalah aku, karena harus memberikan pendapat di setiap sepatu atau sendal yang mereka liat. Kenapa semua orang sangat menyukai bertanya kepadaku, padahal aku pun juga bingung karena apa yang ku mau pasti sesuai seleraku bukan selera mereka.


"Ru! bagus yang mana? ini atau ini?" tanya Dewi padaku


"Ru! liat warnanya lebih cantik mana?" tanya Vina juga kepadaku


"Ru! bantuin gue milih.." rengek Sierra di sampingku

__ADS_1


"Ru! kalo sepatu buat nyokap gu bagusnya yang gimana sih?" tanya Putri menghampiriku dengan pandangan yang menjelajah


"Ru! yang ini aja kali ya? warnanya lebih bagus..." kata Vina meminta pendapatku lagi


"Ru!..." panggil Dewi dengan tatapan bingung


"Gue pengen ganti nama!" kataku pusing mendengar panggilan mereka yang tiada hentinya


Akhirnya setelah satu jam lebih berkutat di toko sepatu, kami pindah ke toko baju dan tas. Barang-barang diskon di toko ini lumayan bagus semua, sehingga namaku kembali menjadi trending topik mereka berempat. Aku hanya bisa duduk pasrah meratapi nasibku sebagai manusia yang selalu menjadi tempat bertanya mereka semua. Bahkan aku tidak sempat melihat-lihat baju yang mungkin akan menarik perhatianku, karena mereka yang sibuk membuatku pusing dengan pilihan mereka.


"Ru! sini deh... bukankah ni baju cantik buat kita berlima?" kata Vina memperlihatkan deretan Hoddie yang masing-masing memiliki inisial nama kami


"Eh... iya! gimana kalo kita beli buat pakaian kumpul-kumpul nanti!" kata Dewi yang juga tertarik dengan deretan hoddie ini


"Cus... kita beli!" kata Sierra yang tiba-tiba nongol


"Ahahaha...." tawaku canggung karena bingung harus beli ni baju pakai duit apaan


"Gue yang beliin buat Ruka! sebagai ucapan terimakasih atas pertolongan Lo tadi pagi!!" kata Putri sambil mengedipkan matanya


"Ntar aja gue ceritain di kos!" kataku menjawab tatapan penuh tanya ketiga makhluk di depanku


Setelah membayar semuanya, kami berlima segera pergi menjelajahi mall, sekalian jalan-jalan. Saat melewati cafe yang menjual es krim, Putri mentraktir kami semua makan es krim. Aku memilih es krim coklat, sedangkan mereka semua serentak memesan es krim strawberry. Lah... jadi ceritanya sekarang aku jadi pembeda di antara yang lain.


Sambil menunggu Putri selesai bayar di kasir, aku fokus makan es krim di tangan tanpa memperhatikan sekitar. Kami kembali berkeliling mall, namun sialnya karena aku jalan duluan dari mereka dan tidak memperhatikan jika mereka berempat singgah


dulu di toko perhiasan. Sedangkan aku masih lanjut jalan sambil gandeng tangan seseorang yang awalnya kukira Sierra.


"Ra! kok sepatu Lo ganti sih?" tanya ku yang melihat sepasang sepatu asing


"..." Sierra hanya diam dan membuatku menoleh kearahnya


"Astaghfirullah..." kaget ku dan segera melepaskan gandengan tangan dari laki-laki di sampingku


Tatapannya begitu datar dan dingin, saat menatapku yang kaget karena salah gandeng orang. Aku celingak-celinguk mencari keberadaan ke empat makhluk brengsek yang membiarkanku menggandeng orang asing.


"Eh... maaf mas! salah gandeng orang!!" kataku dengan wajah memelas

__ADS_1


"..." dia hanya diam dan menatapku datar


"Masnya kagak marah kan? ini benar-benar murni kesalahan saya karena kagak konsen saat jalan... Maaf sekali lagi mas!" kataku yang hendak putar balik


"..." laki-laki itu masih tidak bergeming


"... Maaf mas! boleh numpang nanya! darimana ya saya gandeng masnya... eh kagak usah di jawab kalo gitu... maaf!" kataku serba salah dan segera berlari menjauh dari tu cowok


Sumpah malu banget! Ya ampun, ini pengalaman pertamaku salah gandeng orang di keramaian. Mana tau cowok kagak ngomong apa-apa lagi, bikin jantung gue ketakutan setengah mati aja. Rasanya pengen banget noleh ke belakang, mau liat tu cowok masih diam di tempatnya atau kagak, tapi malu. Aku mempercepat langkahku menghampiri ke-empat temanku di depan sana sedang celingak-celinguk mencari keberadaan ku.


"Ya Allah... gue malu banget!!" kataku dan segera memeluk Dewi


"Lo dari mana aja sih! kita nyariin tau!" kata Dewi khawatir


"Tadi gue salah gandeng orang..." rengekku masih malu


"Hah... kok bisa?" kata mereka bersamaan


"Ya mana gue tau... yang jelas sekarang gue malu banget!!" kataku menyembunyikan wajahku di balik tas belanjaan


"Siapa sih yang Lo gandeng... yang mana orangnya?" tanya Vina celingak-celinguk mencari orang yang gue gandeng


"Ganteng nggak sih say?" goda Sierra padaku


"Jangan-jangan cowok yang waktu itu di taman!" tebak Dewi yang segera kutimpuk kesal dengan tas belanjaan


"Gue mau pulang... " rengekku pada Putri yang senyam-senyum doang


"Kita masih mau lanjut belanja loh!" kata Putri menatap yang lain satu-persatu penuh arti


"Jangan gitu dong ama gue... Astaghfirullah! kenapa tu cowok masih disana!" kataku kaget saat berbalik dan melihat tu cowok sedang melambaikan tangannya ke arah seorang wanita


"Siapa sih orangnya?" tanya Vina semakin penasaran


"Gue mau pulang!!" rengek ku semakin menjadi-jadi


Akhirnya setelah puas menjahili ku, mereka berempat sepakat pulang ke kosan. sepanjang jalan menuju parkiran aku waspada akan kemungkinan yang akan terjadi. Kalau tiba-tiba tu cowok muncul di hadapan kami, untung selamat sampai masuk mobil kagak ketemu lagi sama tu cowok kayak biasanya di sinetron. Welah-weleh... ternyata otakku penuh dengan adegan di sinetron, hingga aku jadi narsis gini.

__ADS_1


__ADS_2