
"Ru! Aku mau ngasih bocoran nih!" Kata Lisa sambil menyetir
"Bocoran tentang apaan?" Tanyaku padanya penasaran
"Nanti bakal ada promosi kenaikan jabatan di beberapa departemen!" Katanya m3lirikku dengan senyam-senyum
"Serius! Tapi harus ada kriterianya juga kan? Kira-kira kalo gue mngejukan diri.... bisa keterima nggak ya!" Kataku murung
"Semangat aja dulu... siapa tau promosi tahun ini ada rezeki lo!" Kata Lisa menyemangati
"Amin... doa in ya biar gue naik jabatan! Ntar lo minta aja bagian ke gue kalo udah di promosi in!!" Kataku pada Lisa yang sejak tadi senyam-senyum doang
"Iya pasti gue doa in!" Katanya menatapku pasti
Lisa bekerja di departemen hrd, pantes kalo dia tau banyak tentang rencana kedepannya perusahaan bagaimana, kan dia yang ngurus beberapa bagian. Perbincangan terus berlanjut sampai parkiran kantor, hari ini Lisa memilih untuk parkir di parkiran bawah tanah, soalnya langit lagi mendung. Kami kembali berpisah di lift, karena lantai departemen kami ada di tempat yang berbeda, di dalam lift aku berpapasan dengan mbak Maya yang baru saja membeli kopi untuk semua orang di departemen.
Mbak Maya mengejakku berbincang tentang hal-hal yang sedang hangat di bicarakan di setiap departemen, yaitu tentang promosi naik jabatan yang di bilang Lisa saat di mobil barusan. Sesampainya di meja kerjaku, aku segera mencari dokumen yang ingin meminta persetujuan pak kepala, yang kebetulan udah datang. Tapi sebelum meminta persetujuan aku menjelaskan dulu tentang perkara semalam di kota Cirebon, pak kepala setuju dengan keputusan yang ku ambil. Beliau segera memintaku untuk membawa masalah laporan Budi si karyawan keamanan ke bagian hrd.
"Baik pak!" Sahutku semangat
"Semangat sih semangat, tapi nggak usah bawa tas juga kali!" Kata beliau menertawakan semangatku yang sampai lupa menaruh tyas di meja
"Hehe... maaf pak!" Kataku segera meletakkan tas dan segera menuju ke departemen hrd
Saat pintu lift terbuka, ruangan di dalam udah penuh sesak oleh para karyawan perusahaan yang menuju lantai departemen nya masing-masing. Walaupun begitu aku tetap ikut masuk di tengah kerumunan yang semakin sesak setiap kali pintu lift berhenti di setiap lantai departemen. Akhirnya aku menyerah, dan turun di lantai 3 sedangkan departemen yang ku tuju ada di lantai dua, terpaksa deh menggunakan tangga darurat. Ternyata tangga darurat di lantai ini juga sering di gunakan oleh para karyawan yang ingin lebih praktis dan tidak suka menunggu.
Setelah mencapai lantai dua aku segera menuju departemen hrd, untuk meminta persetujuan. Kulihat Lisa sedang sibuk dengan tumpukan berkas di atas mejanya, aku menuju langsung ke meja kepala departemen ini untuk segera meminta persetujuan, kepala di bagian ini, terkenal dengan sikap kasarnya.
"Permisi pak! Saya membawa sebuah laporan yang harus meminta persetujuan dari bapak!" Kataku segera menyerahkan laporan yang sedari tadi kupegang kepada pak kepala yang hanya diam menatapku
"Masalah apa lagi kali ini?" Tanya beliau dan membaca sekilas laporan tersebut
__ADS_1
"Ini adalah laporan, tentang pemindah tugasan seorang karyawan keamanan yang bekerja di proyek kota Cirebon!" Aku mengatakan intinya langsung
"Hmmm... Kenapa tidak langsung di pecat saja karyawan ceroboh ini!" Kata beliau tajam menatapku
"Jika di pecat, bukankah kantor akan membuat penggangguran di negri ini semakin bertambah pak?, jadi saya mengambil keputusan tersebut untuk menyelesaikan masalah ini!" Kataku sedikit kaget dengan pendapat beliau
"Hana seorang karyawan kecil saja kan! Apa pengaruhnya?" Beliau masih bersikeras meminta penjelasan
"Walaupun hanya seorang karyawan kecil, tapi bukankah jika di pecat ia akan menjadi penggangguran pak? Sedangkan kita tidak tau apakah perusahaan lain juga telah memecat seorang karyawan di perusahaan mereka! Walaupun hanya satu orang, bukankah akan tetap tercatat di data kependudukan pak!" Kataku seramah mungkin memberi alasan
"Saya suka alasan kamu, untuk mempertahankan karyawan kecil ini!" Kata beliau dan menyetujui laporan
"Terimakasih banyak atas pengertiannya pak!" Aku tersenyum puas menerima laporan yang di setujui pak kepala
"Saya menyukai pemikiran kamu! Dari departemen mana kamu berasal?" Kata seorang pak tua yang di kawal oleh para atasan lainnya yang berada di kedudukan tinggi, termasuk pimpinan baru juga ada
"Saya dari departemen penasihat hukum perusahaan pak!" Kataku ramah penuh hormat kepada beliau
"Terimakasih atas pujiannya pak! Jika tidak ada perlu apa-apa lagi, bolehkah saya pamit undur diri pak?" Tanyaku ramah ingin segera pergi dari departemen ini, karena udah jadi pusat perhatian
"Ohohoho... silahkan! Maaf karena pak tua ini telah mengganggu pekerjaanmu!" Kata beliau tertawa dan mempersilahkan ku pergi
"Terimakasih banyak pak!" Kataku menggangu ramah sebelum berlalu pergi
"Karyawan yang menarik!" Gumam nya yang masih bisa ku dengar
Aku segera berlari ke departemen ku, untuk mengabari kabar bagus ini kepada Budi yang mungkin masih tidur di kasur empuknya. Sesampainya di dalam kantor, semua orang terlihat sedang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja, hingga mengurungkan niatku untuk bersorak senang karena permintaan ku telah di setujui. Aku segera menghubungi nomor telpon Budi yang tercatat di buku catatan kecilku, panggilan telpon langsung tersambung di dering pertama.
Aku mendengar sorakan bahagia beberapa orang dari seberang telpon, sepertinya Budi dan keluarga telah menunggu panggilan telpon dari ku. Surat pemindahan tugas akan ku kirimkan lewat email kepada Budi, yang akan dikirim beberapa saat lagi. Setelah telpon di tutup aku menghubungi departemen hrd untuk meminta dikirimkan surat pemindahan tugas melalui email atas nama Budi *****. Yang tidak lama kemudian dikirimkan ke emailku dan setelah kuperiksa sekali lagi, segera saja surat itu ku kirimkan ke alamat email yang telah tercatat di buku kecil ku juga.
Rasanya sangat puas, saat semuanya telah terselesaikan dengan lancar, aku ingin bersorak lega tapi kembali tertahan saat melihat wajah serius yang lainnya di meja masing-masing. Aku juga segera membereskan tumpukan laporan yang ada di atas meja, hanya sedikit yang dikerjakan, karena sebagian telah ku selesaikan beberapa hari yang lalu. Saat sedang fokus dengan tumpukan berkas, tiba-tiba departemen kami mendapati tamu kehormatan, yaitu rombongan pak tua yang ku temui di departemen hrd barusan.
__ADS_1
"Selamat datang di departemen kami pak direktur!" Kata pak kepala penuh hormat menyambut pak tua, yang membuatku tersentak kaget
"..." (ternyata pak tua ini direktur perusahaan toh!) Batinku
"Kita bertemu lagi anak muda!" Sapa beliau padaku setelah membalas sapaan pak kepala
"Selamat datang di departemen kebesaran kami pak!" Kataku dengan senyum profesional namun ramah
"Terimakasih atas sambutannya! Saya meras terhormat!" Kata beliau ramah "Mengenai laporanmu tadi pagi, apakah sudah terselesaikan?" Tanya beliau masih mengingat laporan yang kulakukan tadi pagi
"Semua nya sudah beres pak! Saya juga telah menerima balasan dari konstruksi pembangunan di kota Bandung, mengenai karyawan yang telah di pindah tugaskan!" Kataku melaporkan hasilnya yang berjalan lancar
"Bagus! Kerja anda sangat cepat!" Kata beliau memberikan jempol nya padaku
"Terimakasih atas respon terbaiknya pak!" Kataku mengangguk hormat
"Oh benar... Mengenai pembangunan di kota Cirebon! Bukankah departemen kalian yang menyelesaikan masalahnya? Saya benar-benar berterimakasih kepada departemen ini khususnya kepada kepala departemen yang telah bekerja keras untuk menangani masalah ini dengan pikiran hebat!" Kata beliau menepuk bahu pak kepala penuh rasa terimakasih dan memberikan sebuah penghargaan
"Saya sangat berterimakasih atas pujian bapak! Tapi usulan itu bukan saya yang memikirkannya... bawahan saya Ruka lah yang pantas menerima penghargaan sebesar ini! Karena tanpa adanya dia, mungkin sampai saat ini masalah kericuhan itu tidak akan selesai!" Kata pak kepala menghampiriku serta memberikan penghargaan besar itu kepadaku
"Bapak terlalu menyanjung saya! Saya merasa sangat terhormat di sanjung oleh atasan seperti anda! Tapi penghargaan ini seharusnya bukan hanya ditunjukkan kepada saya... karena kedua senior saya juga sangat banyak andil bagian dalam pemikiran dan penyelesaian masalah tersebut!" Kataku segera mendorong mbak Maya dan mbak Rani yang sedari tadi diam di sampingku
"Ohohoho... benar-benar departemen yang hebat! Jalinan partner kerja yang sangat mengagumkan... saya merasa terhormat karena memiliki partner kerja seperti kalian semua!" Kata beliau menyanjung departemen kami
"Terimakasih banyak atas penghargaan yang bapak berikan!" Kata kami serempak
Setelah berbincang sebentar, pak direktur mengajak departemen kami makan bersama di kantor karyawan saat alarm jam makan siang berbunyi di atas meja ku. Yang tentu saja membuatku malu, karena alarm itu bunyi di saat yang tidak tepat, ingin rasanya menyembunyikan wajah ini ke dalam tumpukan berkas. Rombongan pak direktur segera menuju kantin kantor yang ada di lantai dasar, sedangkan pak direktur sibuk berbincang dengan pimpinan baru. Aku dan kedua senior ku saling berbicara lewat tatapan, karena merasa terkejut dengan penghargaan tiba-tiba ini.
Di kantin perusahaan, pak direktur benar-benar duduk di tengah para karyawan lainnya, beliau membaur secara hangat ke dalam obrolan santai para karyawan. Aku dan kedua senior ku yang duduk di satu meja yang sama dengan pak direktur menjadi bahan gosip, yang lagi hot. Rasanya aku ingin segera berlari menjauh dari kantor untuk menenangkan sebaran jantung yang tidak karuan, sampai-sampai membuatku sesak napas. Tapi karena di tuntut untuk profesional saat di tengah publik, aku hanya bisa tersenyum sebagai wanita karir, begitupun dengan kedua senior ku yang sama-sama tegang namun berusaha menunjukkan sisi profesional di hadapan atasan tertinggi.
****
__ADS_1