Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 101 _ Pertemuan Kedua


__ADS_3

Di sebuah ruangan.


Saat ini Ariel dan juga Shilvie sedang makan bersama sambil mengobrol satu-sama lain dengan damai.


Mereka makan dengan lahap dan juga Ariel saat ini sedang menikmati rasa dari masakan yang dibuat oleh Shilvie.


Hingga ketika Ariel telah menyelesaikan sarapannya, Ariel terdiam untuk sejenak sambil berpikir.


“....”


“Hm?” Shlvie memiringkan kepalanya sambil bertanya, “Ada apa, Ariel?”


Setelah mendengar Shilvie bertanya, akhirnya Ariel memandang Shilvie dengan tajam.


“..., Apakah kau sudah puas untuk mempermainkanku, V?”


Ariel bertanya seperti itu, setelah beberapa saat ragu. Dia menatap ke arah Shilvie dengan tajam.


Mendengar Ariel mengatakan hal itu, Shilvie tercengang dan membuka matanya dengan lebar.


Setelah merasa terkejut untuk beberapa detik, Akhirnya Shilvie pun menyeringai dengan puas.


“Hahaha ... aku tak menyangka kau akan mengenaliku dengan mudah. Padahal, kupikir semua yang kulakukan ini sempurna ... ” Shilvie ... tidak! Dewa Jahat 'V' tertawa dengan terbahak-bahak.


“Yah ... aku hanya beruntung saja untuk tersadar. Dan berkat hal itu juga, aku menebak bahwa itu adalah perbuatanmu. Karena dirimulah satu-satunya yang kukenal yang dapat melakukan sesuatu yang seperti ini”


Ariel berkata, sambil mengamati dirinya sendiri yang sekarang adalah seorang laki-laki dan menatap menatap Dewa Jahat 'V' yang saat ini berpenampilan seperti Shilvie sambil diteruskan ke ruangan yang saat ini sama persis seperti rumahnya di kehidupan sebelumnya.


Dan rasanya itu terlalu nyata. Itu bukanlah halusinasi. Bahkan makanan dan perasaan yang dia rasakan benar-benar nyata.


Pada saat ketika dirinya makan beberapa saat yang lalu, dia tersadar oleh sesuatu yang sangat serius. Dirinya tanpa sadar menggunakan etiket makan dengan anggun dan berwibawa saat dirinya menjadi putri.


Dan Ariel saat itu bertanya-tanya dengan bingung. 'Eh?! Sejak kapan, cara makanku berubah seperti ini?


Meskipun saat dia makan begitu tenang, seolah menikmatinya. Akan tetapi, di dalam kepalanya saat itu, Ariel terus menggali ke dalam pikirannya yang saat itu dalam kebingungan. Seolah pikirannya tertutupi oleh kabut yang tebal dan menghalangi Ariel untuk mengingat.


Dan akhirnya, ketika dirinya mengatahui sebuah nama. Yaitu namanya sendiri yang sebagai seorang anak perempuan, Louise Albion. Dan pada saat itu juga, seluruh ingatannya kembali ke dalam pikirannya seperti sebuah kaset yang diputar dengan cepat.


Berkat hal itu pula, Ariel menjadi yakin bahwa kehidupan yang dia alami sebagai seorang perempuan bukanlah mimpi belaka.

__ADS_1


Akan tetapi, Ariel kebingungan. Disebabkan karena saat ini dirinya adalah seorang Pria yang hidup di kehidupan sebelumnya.


Dan Ariel saat ini mencari alasan mengapa dirinya saat ini berada di tempat itu. Dan ingatan terakhirnya saat Ariel menjadi perempuan adalah dirinya ditusuk dari belakang dengan secara tiba-tiba dan mengalami sekarat.


Jadi ... apakah aku sudah mati?


Ariel berpikir begitu. Akan tetapi, Ariel yakin bahwa dirinya saat ini bukanlah di akhirat atau sesuatu seperti itu. Dan intuisi Ariel berkata seperti itu.


Lalu? Siapa yang bisa melakukan ini semua?


Dan saat ketika dirinya memikirkan hal itu, Ariel teringat dengan seseorang. Benar! Siapa lagi kalau bukan Dewa Jahat 'V'?


Ariel teringat kembali, ketika dia pernah menyamar menjadi Shilvie sebelumnya. Akan tetapi, penyamaran itu dengan mudah diketahui oleh Ariel.


Meskipun Shilvie yang Ariel lihat sekarang begitu persis dengan Shilvie yang dia kenal. Tak ada kejanggalan yang terlihat darinya. Dia begitu sempurna untuk berubah menjadi Shilvie. Justru karena itu terlalu sempurna, itu sangat menakutkan.


“Jadi benar, Kan? Kau adalah Dewa Jahat 'V'? ” tanya Ariel, untuk memastikannya kembali.


“Kau sudah mengetahuinya, kan? Mengapa bertanya kembali?”


“Yah ... hanya untuk mengkonfirmasi ....” lirih Ariel, dan kembali bertanya dengan penasaran, “Jadi. Apa alasanmu untuk melakukan semua ini padaku?”


Mendengar hal itu, Dewa Jahat 'V' tersenyum dan kembali ke sosok sebelumnya yang Ariel pernah lihat beberapa tahun yang lalu.



“Ah ....”


Sosok itu. Dia menatap Ariel dengan senyuman. Akan tetapi, itu justru membuat dirinya takut dan tubuhnya sedikit merinding. Dan tanpa sadar, tubuhnya sedikit menegang dengan waspada.


“Tak perlu tegang seperti itu~ Aku hanya kebetulan membawamu kemari dan menjahilimu sedikit ....”


“.... ”


Ariel yang melihat hal itu. Dia hanya terdiam dengan berwajah datar. Tak tahu harus berkata apa.


“Dan juga ... aku telah memberikan hadiah kepadamu berupa makanan enak dan juga suasana rumah yang kau rindukan. Bukankah itu hal yang luar biasa!?”


Memang benar. Ada di setiap beberapa kali kesempatan, Ariel terkadang merindukan suasana seperti ini, dibandingkan dengan istana yang begitu luas, namun entah mengapa, sulit sekali untuk bersantai.

__ADS_1


Eh? Tunggu! ... hadiah? Hadiah untuk apa?


“Ha-hadiah apa yang kau maksud? Seingatku aku tak pernah melakukan sesuatu yang spesial untuk membuat dirimu memberikan hadiah kepadaku” Ariel bertanya dengan bingung.


“Yah ... selama ini kau begitu banyak memberikan hiburan kepadaku. Setidaknya aku harus memberikanmu rasa terima kasih, bukan? ”


“Haaa ....”


Ariel hanya bengong dan tahu harus menjawab apa. Lagipula dirinya tidak terlalu senang, dengan dirinya menjadi hiburan bagi orang lain.


“Maka dari itu. Aku membawamu kemari, ketika tubuhmu saat ini sedang dipulihkan.”


Mendengar hal itu, Ariel mengangguk, “Jadi begitu ... jadi aku masih belum mati?”


“Bisa dibilang kau hampir mengalami kematian. Saat ini saja tubuhmu di dunia fana sedang dalam keadaan sekarat.”


Eh? Bukankah itu bahaya?


Setelah mengetahui informasi itu, Ariel seketika menjadi sedikit khawatir. Dan Dewa Jahat 'V' memperhatikan hal itu, dia segera berbicara untuk menenangkannya.


“Jangan khawatir~ Tubuhmu saat ini sedang disembuhkan oleh seseorang. Dan jika memang kau mati. Aku hanya perlu menghidupkanmu kembali atau me reinkarnasi dirimu kembali menjadi seorang bayi.”


Ariel hanya berwajah datar setelah mendengar hal mengejutkan itu. Tak tahu, apakah harus merasa senang atau berterima kasih kepadanya.


“..., Apa alasanmu? Sampai sebegitunya memperhatikanku seperti itu ....”


“Tentu saja, karena kau adalah salah satu hiburan favoritku~” Dewa Jahat 'V' menjawabnya dengan santai, “Meskipun berkatmu pula, aku belakangan ini menjadi sedikit sibuk.”


“Hm? Sibuk?” Ariel memiringkan kepalanya dengan bingung, “Apa hubungannya denganku?”


“Tentu saja dengan orang-orang yang telah kau bunuh. Aku sedikit kesulitan, loh~ mengurus begitu banyak jiwa, dalam waktu secara bersamaan.” ucapnya dengan santai.


Ariel pun menyadari apa yang dia maksud. Alasan mengapa terjatuh nya meteor, karena disebabkan oleh dirinya sendiri.


Meskipun tidak secara langsung, dia membantai hampir semua orang. Tapi, dirinyalah yang bertanggung jawab atas semua ini.


Dan di kehidupan sebelumnyapun. Ariel tak pernah membunuh begitu banyak orang dengan cara seperti itu. Dia hanya menjalankan misi dan terkadang membunuh orang-orang yang terlalu berbahaya untuk negaranya.


Dengan pembantaian tanpa pandang bulu seperti itu. Ariel yang saat ini sedang duduk dengan tenang, dia mengepalkan tangannya dan menutup matanya sambil merenung.

__ADS_1


Entah apa yang dia pikirkan. Tapi itu cukup lama dan Dewa Jahat 'V' hanya tersenyum sambil menunggu dengan sabar.


Bersambung ....


__ADS_2