Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 105 _ Bangun Tidur, Langsung Di Peras


__ADS_3

Bluk bluk bluk bluk ....


A-aku yak bisa bergerak?


Ketika Ariel saat ini tenggelam di dalam air, dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas dan merasa kaget dengan hal itu.


Bagaimana bisa ....


Dalam saat-saat kebingungan itu, seseorang menarik Ariel dan segera mengeluarkannya dari dalam air itu.


“Ara~ apakah anda tidak apa-apa, Nona? ” Setelah mengeluarkan Ariel dari dalam air, wanita itu segera memapah Ariel dan membaringkan nya di tempat yang kering dan hangat.


Anehnya. Seharusnya Ariel masih dalam keadaan basah. Akan tetapi, tubuhnya benar-benar kering. Seolah Air yang sebelumnya membungkus Ariel itu bergerak sendiri dan kembali ke dalam kotak kayu yang seperti akuarium.


Tetapi, bukan itu yang Ariel khawatirkan saat ini. Tubuhnya sama sekali sangat sulit untuk digerakkan. Dia begitu lemah dan masih dalam keadaan kebingungan.


Hingga saat ketika dia berbaring. Seorang peri kecil terbang ke hadapan dirinya dan berbicara dengan sedikit mengggerutu, “Yaampun ... apa-apaan kau ini. Hal pertama setelah kau bangun adalah melakukan pelecehan? Astaga ....”


Melihat peri itu menggeleng-gelengkan kepalanya, Ariel bertanya dengan suaranya yang sedikit terbata-bata, “K-kau siapa?”


“ Hm? Namaku Talitha. Salam kenal~” Dian melambai-lambaikan tangannya dengan tersenyum, “ ... Sepertinya kau masih kebingungan. Apakah kau ingat dengan ingatan terakhirmu?”


Ingatan terakhir ....


Yang Ariel ingat. Saat itu dia sedang bersantai di tempat Dewa Jahat 'V' dan dia diberitahu bahwa tubuhnya sudah selesai di sembuhkan.


Dan seketika itu juga, pandangannya menjadi buram dan saat dia terbangun, dia sudah berada di dalam air dan dikeluarkan oleh wanita cantik beberapa saat yang lalu.


Ariel merasa sebelum dia tersadar kembali, dia merasa Dewa Jahat 'V' mengatakan sesuatu padanya. Akan tetapi, dia tidak ingat dengan hal itu. Tetapi dia yakin, bahwa ingatan itu ada di suatu tempat di dalam kepalanya.


Tapi apa yah ....


Ketika dia sedang merenung keras, dia melihat sesuatu yang luar biasa. Ariel saat ini melihat tubuhnya sendiri tidak memakai pakaian sedikitpun.


Kulit putihnya terlihat dengan jelas dan dia segera berteriak dengan lucu, sambil menutupi tubuhnya dan segera meringkuk.


“Kya~!”


Hmm ... ?!


Ariel tiba-tiba terkejut. Dari telapak tangannya yang saat ini menutupi tubuhnya. Dia merasakan sensasi empuk dari telapak tangannya yang saat ini menutupi dadanya.


“Hah?!”

__ADS_1


Ketika Ariel melirik ke tempat yang dimaksud. Tanpa sadar dia membuka mulutnya dengan lebar dan matanya yang melotot dengan kaget.


Tidak di sangka. Kini dia sedang melihat sesuatu yang di luar imajinasinya. Tangannya yang saat ini memegang sesuatu yang lembut dan juga kenyal. Untuk beberapa saat, dia terus memainkannya dan menelusuri bahwa semua ini bukanlah mimpi.


Tetapi. Seperti yang Ariel rasakan. Hal ini terlalu nyata untuk disebut sebagai mimpi. Sensasi lembut yang dirasakan dari kedua telapak tangannya. Dan ironisnya, hal lembut itu adalah bagian dari dadanya sendiri.


Berbeda dari terakhir kali ketika dia menyentuh dadanya sendiri, dia hanya merasakan benjolan kecil yang nyaman dipegang dengan telapak tangan. Akan tetapi, sekarang kini berubah menjadi gumpalan lembut yang menyerupai balon air yang hangat.


Persis ketika dia menyentuh dadanya milik Daisy. Dan jika lebih di perhatikan, semua bagian kulitnya kini terasa halus dan juga lembut.


Ditambah, rambutnya yang kini terasa lebih panjang sedikit mengganggunya.


Dan bukan hanya hal itu. Ketika dia melihat ujung kakinya sendiri, itu agak sedikit terlau jauh dari biasanya. Lebih tepatnya, Ariel saat ini menjadi lebih tinggi dari terakhir kali dia ingat.


Dan akhirnya. Pada saat itu juga, Ariel teringat kembali kata-kata Dewa Jahat 'V' sebelum dirinya kembali sadarkan diri.


Pada saat itu, ketika pandangannya mulai memburam, Dewa Jahat 'V' mengatakan ... , ‘Oh, iya! Waktu di tempat ini sudah ku setel lebih cepat dibandingkan dunia sana. Jadi mungkin kau akan sedikit terkejut. Tapi, yang penting kau tetap semangat. Berusahalah untuk menghiburku~! ’


Pada saat itu Ariel ingat, Saat ketika Dewa Jahat 'V' mengatakan hal itu, dia mengedipkan sebelah matanya sambil mengangkat jempol untuk Ariel.


Si brengsek itu ....


Ariel menggertakkan giginya dengan kesal. Akan tetapi, saat ini bukan saatnya untuk panik. Dia segera bertanya kepada Talitha yang saat ini sedang menatap dirinya.


“Hm? Ahh ... tidak lama~hanya tiga tahun.” Talitha menjawabnya dengan santai sambil mengorek telinganya dengan acuh tak acuh.


Berbeda sekali dengan Ariel yang saat ini terdiam dan membeku. Dia sama sekali tak bergerak dan tetap dalam keadaan tercengang.


“.... ”


Mulutnya menganga dan tak ada tanda-tanda akan bergerak sedikitpun.


“Oooooy~!” Talitha terbang ke depan pandangannya Ariel sambil melambai-lambaikan tangannya yang kecil itu, “Apakah kau baik-baik saja ... ?”


Dan tentu saja, Ariel saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dia tak menghiraukan Talitha yang saat ini terus memanggilnya berkali-kali.


Hingga akhirnya, Talitha kehilangan kesabaran dan segera menampar wajah Ariel dengan tangan kecilnya itu sambil berteriak, “Hey! Aku bertanya padamu! ”


Plak! !


“Ah~!”


Dan akhirnya. Ariel kembali ke dalam kenyataan.

__ADS_1


“Hey! Itu menyakitkan!” Seru Ariel, dengan wajah kesal.


Akan tetapi, Talitha hanya mendengus dan membuang mukanya, seolah dia tak merasa bersalah sama sekali, “Hmph!”


“Yah ... mau bagaimanapun, sepertinya aku tertidur sudah cukup lama ... ” gumam Ariel, dan langsung bertanya kepada Talitha, “Apakah menyembuhkan ku membutuhkan waktu selama itu?”


Ariel bertanya seperti itu. Akan tetapi, yang menjawab bukanlah Talitha, melainkan suara yang muncul secara tiba-tiba di dalam pikiran Ariel. Dan tentu saja, dia sangat mengenali suara itu.


[ Kau harus berterima kasih kepadanya, loh~ tanpa bantuan dia, mungkin kau sekarang sudah mati. ]


“Hah?! ... V?”


[ Benar sekali~itulah aku~ ]


“....”


Ariel tak tahu lagi harus berkata apa. Akan tetapi, Talitha yang mendengar Ariel terkejut sebelumnya dia mendekati Ariel dengan penasaran, “Apakah kau berbicara dengan V? Apa yang dia katakan?”


“Oh! Kau tahu denga-”


[ Tak ada yang istimewa. Aku hanya menyuruhnya untuk berterima kasih padamu. ]


Sebelum Ariel mengatakannya, suara Dewa Jahat 'V' bergema di dalam kepalanya. Dan melihat reaksi Talitha, sepertinya dia juga mendengar suara itu.


“Hah~! Terima kasih? Aku tak butuh hal seperti itu. Yang kubutuhkan hanyalah bayaran.” Talitha berkata sperti itu dengan kasar. Sama sekali tidak cocok dengan tubuh kecilnya yang imut.


Tiba-tiba talitha mendekati Ariel dan menatapnya untuk beberapa saat, “... Hey, kau berhutang padaku dan kau harus membayarnya!”


“... Hutang?” Ariel memiringkan kepalanya dengan bingung.


“Tentu saja. Kau pikir aku merawatmu dengan senang hati? Tidak ada yang gratis di dunia ini.”


“Hmm ...masuk akal ...” Ariel merenung untuk sesaat dan bertanya, “Jadi, berapa banyak yang harus ku bayar?”


“Tidak banyak~ hanya 300.000 koin emas~ , dan karena kau tidur di tempatku selama tiga tahun, berarti bayarnya tiga kali lipat dari harga asal.” ucap Talitha dengan santai.


“....”


Mendengar hal itu, Ariel terdiam lagi dengan wajah datar.


Hingga untuk beberapa saat kemudian, akhirnya Ariel membuka mulutnya kembali, “... Apakah kau mencoba untuk membunuhku?”


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2