Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 103 _ Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Sehari sebelum Leopold bersatu kembali dengan klon nya.


Di tempat lain.


Saat ini terdapat dua orang yang sedang berada di pinggiran sebuah lapangan pelatihan di sisi luar istana.


Dia adalah Sebastian yang saat ini sedang berlutut di hadapan seorang yang berpenampilan seperti anak perempuan berumur sepuluh atau dua belas tahun.


Karena konsep umur di dunia ini tidak pasti. Tapi yang jelas, dilihat dari sikap Sebastian saja sudah jelas. Orang yang berada di hadapannya itu bukanlah orang biasa.


Karena orang itu mampu membuat Sebastian sampai berlutut seperti itu padanya.


“Begitukah ... Louise Albion yah~ ... sepertinya menarik.” Setelah menerima laporan dari Sebastian untuk beberapa saat. orang itu menyeringai dengan raut wajah yang terlihat jahat.


“Hm!”


“Apakaha ada yang salah, Nona Rakira? ” Sebastian memiringkan kepalanya, setelah melihat tuannya yang saat ini seperti teringat dengan sesuatu.


“Hmm~ ... entahlah. Tetapi ... aku pikir aku pernah mendengar nama Louise Albion itu sebelumnya .... ” ucapnya. Sambil berusaha keras untuk mengingat.


“Bukankah sudah jelas. Dia adalah anak dari Raja naga, yaitu tuan Anastasius.” ucap Sebastian, “Lagipula, siapa yang tidak kenal dengan nama Albion? Seluruh benua Iblis pasti tahu itu.”


Menanggapi omongan Sebastian, Rakira menggeleng-gelengkan kepalanya, “Bukan itu yang ku maksud ... hmmm ... Louise ... Louise ...”


Dia terus-menerus mengetuk kepalanya sambil menggali ingatan di suatu tempat di dalam kepalanya.


“Ah!”


Hingga akhirnya. Dia mengangkat jari telunjuknya seolah menemukan pencerahan.


“Bukankah itu adalah nama yang sama dengan calon tunangannya Evan? Oh! Maksudku mantan calon tunangannya?” Orang itu menatap Sebastian untuk memastikan.


Sebastian pun mengangguk sebagai balasan, “Benar, Nona. Kita membicarakan orang yang sama disini.”


“Hee~” Orang itu tersenyum dengan tertarik, “Ternyata pembatalan pertunangannya beberapa bulan yang lalu bukanlah sebuah kebetulan saja ... hmm ... kasihan bocah itu. Aku ingat ketika dia mendengar hal itu, dia segera mengamuk dan segera memporak-porandakan seisi rumah. Hahaha .... ”


Mendengar tuannya yang terus tertawa terbahak-bahak seperti itu, Sebastian hanya bisa tersenyum dengan canggung.


“... Jika tuan muda Evan melihat Nona mengejeknya hingga seperti itu, saya rasa beliau akan marah ....”


Mendengar hal itu, dia hanya mendengus dengan tak peduli, “Apakah kau pikir aku akan takut atau semacamnya?”


Sebastian segera menggeleng-gelengkan kepalanya seolah itu adalah suatu hal yang wajar, “Tentu saja tidak.”


Hingga beberapa saat kemudian, orang itu segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan untuk beberapa langkah ke depan.

__ADS_1


Dia melakukan pemanasan seperti meregangkan tangan, kaki dan semacamnya seolah dia akan melakukan sesuatu.


Kemudian dia menatap ke arah yang jauh dengan fokus yang tinggi. Pupil matanya terlihat menyempit seolah mata itu adalah mata yang sering dimiliki oleh makhluk buas.


“Hmm ... Ah! Disana rupanya.” Sambil memandang ke kejauhan, dia berkomentar, “Hmm ... itu, kalau tidak salah adalah Sharon. Siapa yang dia injak-injak di tanah itu? Aku tak melihat wajahnya dengan jelas .... ”


Begitu banyak darah ... emm ... kasihan dia.


“Apakah anda menggunakan Clairvoyance?” tanya Sebastian.


“Iya ... kau diam dulu!”


Tanpa mengurangi konsentrasinya, dia terus menatap ke kejauhan, “Aku melihat Sharon, seorang Maid, seorang Kesatria dan seorang lelaki yang saat ini sedang di injak-injak di tanah ... oh! Di sana juga ada Lydia! Apa yang dia lakukan di sana?”


“Mungkin beliau yang telah membawa nyonya Sharon ke tempat itu. Terakhir kali saya di tempat itu, saya tidak melihat keberadaan tentang mereka berdua .... ” jawab Sebastian.


“Hmm ... curang! Aku juga ingin pergi ke tempat itu.” orang itu merengek, “Dan dimana Louise Albion yang kau bicarakan? tidak ada orang lain di tempat itu selain mereka berlima.”


“Hmm ... apakah anda melihat seorang anak kecil yang terlihat seperti And-”Sebelum menyelesaikan perkataannya, tubuh Sebastian langsung terasa menggigil, “Ma-maksud saya nona muda yang terlihat cantik di sana?”


“Hmm ... tidak ada, tuh ... ” dia menjawab.


“Kalau begitu, apakah anda melihat tuan Ronand dan juga tuan Anastasius? Seharusnya mereka berdua ada di tempat itu sebelumnya ....”


Hmm ... kurasa dia adalah Anastasius ....


Itu hanyalah tebakan. Karena dia melihat pakaian yang dikenakannya terlihat mewah. Dilihat dari kemungkinannya, itu kemungkinan besar memang benar.


Lalu, dimana Ronand?


Dia terus melihat ke sekeliling dan akhirnya pandangannya berhenti di arah Lydia.


“Hm?!”


Dia merasakan Lydia saat ini menatap balik ke arahnya.


Dia mengetahuiku? ... seperti yang diharapkan darinya ....


Dia segera menjauhkan pandangannya dari tempat itu. Dan kebetulan, dia melihat Ronand yang saat ini keluar dari sebuah gua yang terletak lumayan tidak jauh dari tempat sebelumnya.


“Hmm ... aku melihat Ronand. Untuk apa dia keluar dari Labirinnya Thalitha? ... ah!.... ”


Saat dia bertanya-tanya seperti itu. Dia merasakan kehadiran Thalitha dan seorang lagi yang kehadirannya sangat lemah.


Hingga setelah itu, dia tahu apa yang terjadi. Dilihat dari laporan Sebastian sebelumnya. Louise Albion itu telah melawan Leopold Graham. Pasti dia terluka parah hingga dia dibawa ke tempat Thalitha.

__ADS_1


Dan itulah yang dia pikirkan.


Dan hingga beberapa saat kemudian, dia terpikir ide yang cemerlang. Dia menyeringai dengan jahat sambil melihat ke arah Labirin itu. Dia tidak bisa melihat ke dalam. Akan tetapi, dia tahu bahwa Louise Albion ada di tempat itu.


“Kupikir aku juga ingin mengujinya sedikit ....” gumamnya dengan antusias.


Dan akhirnya. Hingga beberapa saat setelah dia bergumam seperti itu. Sebuah tombak yang di bungkus oleh aura kegelapan muncul dari atas tanah di dekatnya.


“Baiklah ....” Dia mengambil tombak itu. Dan ujung bibirnya yang saat ini naik ke atas dengan menyeringai.


Sementara Sebastian yang melihat hal itu, dia berwajah pucat sambil merasakan firasat buruk, “N-nona?”


“Tenang saja~ aku hanya ingin memastikannya sedikit ....” ucap Rakira. Dia tidak berbalik sama sekali. Akan tetapi, Sebastian tahu bahwa jika dia terus membiarkan hal itu, sesuati hal merepotkan pasti akan datang cepat atau lambat.


“Nona! Jika anda terus melakukan hal ini, keluarga Albion tidak akan tinggal diam.” ucap Sebastian. Dari pembicaraan sebelumnya dan juga tombak yang berada di tangan Rakira. Dia tahu apa yang akan dilakukan oleh Rakira setelah ini.


Karena setiap Rakira menemukan hal menarik. Dia pasti ingin terlibat dan mempermainkan nya.


Meskipun Sebastian terus memperingatkannya. Akan tetapi, dia sama sekali mendengarkan dan segera membuat ancang-ancang seperti dia akan melemparkan tombak itu.


“[Spear of destruction]”


Swwwwoooossshhhh!


Dan benar saja. Dia melemparkan tombak itu dengan kekuatan yang sangat luar biasa dan segera tombak itu melesat dengan cepat menuju langit.


Akan tetapi, setelah beberapa saat tobak itu melesat. Rakira mendengar suara yang entah darimana muncul di kepalanya.


[ Kau tidak boleh melakukan hal itu! ]


“Hah?!”


Dan pada saat yang sama ketika Rakira terkejut. Tombak itu kembali dengan kecepatan yang sangat luar biasa menuju tempat dia berdiri saat ini.


“Waaaa ... ! ”


“Non-”


Duuuaarrr ... !


Tanpa bisa menjawab suara itu. Tombak itu meledak di tempat mereka berdua dan membuat kawah yang cukup besar di sana.


Mungkin itulah yang orang sebut dengan 'Senjata makan tuan'.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2