Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 113 _ Keberangkatan Ariel


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu.


Pagi buta yang dingin, banyak orang berkumpul di sebuah lapangan untuk mengantar kepergian Ariel menuju Ibukota Delyth untuk melakukan pendaftaran masuk ke Akademi.


Selama tiga hari ini. Ariel sering bertemu dengan para saudarinya untuk membahas tentang persiapan masuk dan mengemasi barang-barang apa saja yang diperlukan untuk dapat bisa diterima di Akademi.


Terutama dia sering bertemu dengan Titania untuk meminta saran dan juga bertemu Yukina yang akan memasuki Akademi bersamanya sebagai satu angkatan.


Dan juga. Terkadang Ronand mampir dan membantu Ariel untuk berlatih menguatkan tubuhnya yang sudah melemah dikarenakan sudah tertidur selama beberapa tahun.


Terutama saat melakukan Tekhnik Petapa Naga yang sudah diturunkan selama beberapa generasi di keluarga Albion.


Ariel saat ini hanya bisa melakukan sepuluh dari enam belas tekhnik yang sebelumnya Ariel kuasai. Disebabkan karena Ariel tak mampu untuk menanggung beban tekhnik Petapa Naga dengan kondisi tubuhnya yang saat ini sedang lemah.


Dan akhirnya Ronand memerintahkan kepada Ariel untuk hanya boleh menggunakan tekhnik Petapa Naga dari Gaya pertama yaitu, [ Dragon Fist ] sampai tekhnik ke tujuh yakni, [ Dragon Claw ] yang hanya membutuhkan sedikit energi sihir untuk menguatkan beberapa anggota tubuh hanya untuk sementara.


Karena jika melakukannya lebih dari itu, takutnya tubuh Ariel takkan bisa bertahan dari tekanan tekhniknya sendiri dan malah membuat tubuhnya menjadi lebih buruk.


Yah, meskipun Ariel dibatasi untuk menggunakan tekhnik itu. Dia masih mempunyai cara lain untuk mempertahankan diri jika terjadi hal darurat.


Seperti hal klise ketika seseorang pergi ke dunia lain, Ariel juga mempunyai kekuatan abnormal, yaitu dua skill yang bisa dikatakan sebagai Cheat yang sering didapatkan oleh orang-orang yang pergi ke dunia lain seperti di dalam film-film. Tentu saja, itu adalah Skill Diligence dan juga skill Pride yang mempunyai kekuatan uniknya masing-masing.


Dan tidak hanya itu. Kini Ariel talah melakukan kontrak dengan Roh tingkat tinggi. Dengan sedikit membiasakan diri, Ariel yakin bahwa dirinya akan menjadi lebih kuat di masa yang akan datang.


Tetapi tidak sekarang. Untuk saat ini, Ariel memfokuskan diri untuk melatih daya tahan tubuhnya itu yang telah lama tidak digerakkan.


Oleh karena itu. Ketika dirinya akan pergi ke Ibu kota Delyth, dia meminta untuk pergi seorang diri dan tanpa pengawalan seorangpun dari pihak istana.


Tentu saja, kebanyakan orang menentang gagasan itu. Terutama Sharon, dia terus-menerus memprotes dan juga menceramahi Ariel sepanjang malam.


Meskipun Ariel terus di desak seperti itu, dia tidak mau menyerah dan akhirnya Sharon mengusulkan untuk setidaknya Ariel membawa satu orang yang menemaninya untuk pergi ke ibukota Delyth.


Dan hal yang tak terduga terjadi. Orang yang diusulkan oleh ibunya itu adalah Daisy dari sekian banyak orang.


Ariel awalnya terkejut dan juga ragu. Tetapi Sharon menjelaskan bahwa tiga tahun belakangan ini Daisy telah mempelajari sihir yang mampu menyaingi para penyihir istana.


Dengan melihat raut wajah Sharon yang tanpa keraguan itu, akhirnya Ariel menyerah dan menyetujui usulan itu.


Lagipula, menurut Anastasius. Sebagai seorang bangsawan, para siswa diperbolehkan untuk membawa seorang pelayan untuk memenuhi kebutuhan tuannya di Akademi.


Jadi. mereka berdua akan pergi bersama ketika matahari mulai terbit.


Banyak sekali orang-orang yang mengantar kepergian mereka.


Terutama Sharon dan juga Yukina yang saat ini terus menempel kepada Ariel dan memeluknya dengan erat.


“Baiklah. Saatnya untuk pergi ... awalnya aku ingin bilang begitu.Tapi, Ibu! Bisakah melepaskanku terlebih dahulu? ... Dan kamu juga, Yukina.” Ariel mengumumkan dengan perasaan sesak yang dia rasakan di sekeliling tubuhnya.


“Tidak mau! Ibu baru saja bertemu anak kesayangan Ibu selama beberapa hari, masa harus berpisah lagi ....” Sharon menangis tersedu-sedu dengan ingusnya yang sedikit menempel di baju Ariel.


“Sudahlah. Nyonya Sharon, biarkan adik Louise pergi. Dia menjadi kesusahan, kan?” Titania datang dan memisahkan Sharon dan juga Ariel sambil tersenyum ramah, “Dik Yukina juga, kamu harusnya bisa bertemu dengannya di Akademi nanti. Ayo!”


“Tapi ....” Yukina terlihat enggan untuk melepaskan Ariel, tetapi melihat Ibu kandung Ariel juga melepaskan pelukannya, dia juga mengalah dan melepaskan Ariel dengan enggan.


Titania pun menarik lengan Yukina dan membuat Ariel kini sepenuhnya bebas dari pelukan mereka berdua.

__ADS_1


Seperti yang diharapkan dari kakak tertua. Dia begitu tenang dan juga ramah.


Pikir Ariel dalam hati. Dia merasa sedikit kagum dengan sikap dewasa kakaknya itu.


Hingga kemudian, Titania merangkul pundak Ariel dan juga Yukina di kedua belah sisinya dengan tersenyum, “Kita akan sering bertemu di Akademi. Jadi datanglah kepadaku ketika kalian membutuhkan bantuan, ok?”


“Iya, saya akan mampir pada saat itu.”


“Baik, Kakak!”


Ariel dan juga Yukina menjawab dengan serempak.


Hingga ketika Ariel menoleh ke arah lain, tiba-tiba dia merasakan hela'an napas berat dan juga dari sudut pandangannya dia melihat pelayan pribadinya Titania menggeleng-gelengkan kepalanya sambil melihat ke arahnya.


Apakah dia melihat kepadaku ... tidak, belakangku?


Ariel tiba-tiba menoleh ke arah Titania. Tetapi tidak ada hal yang aneh. Titania tersenyum ramah ke arah Ariel seperti biasanya.


“Hem?! Ada apa?” Titania bertanya sambil tersenyum.


“... Tidak,tidak ada apa-apa ....” Ariel menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menoleh ke arah orang lain untuk memberi salam perpisahan kepada orang-orang yang telah mengantar kepergiannya.


Sepertinya hanya perasaanku saja ....


Pikir Ariel dalam hati sambil berjalan menjauhi Titania.


Ariel merasakan ada hal aneh untuk sesaat. Tetapi semua terlihat baik-baik saja dan diapun berhenti untuk memikirkan hal itu.


.


.


.


Ketika Ariel telah memberikan salam perpisahan kepada semua orang, dia segera memanggil Daisy dan menyuruhnya untuk memeluk dirinya dengan erat untuk melakukan perjalanan dengan terbang.


Tentu saja Sharon merasa keberatan dengan hal itu. Dia merasa cemas dengan mengetahui bahwa Ariel yang dalam kondisi keadaan tubuhnya yang lemah, masih saja memaksakan diri untuk bepergian dengan cara seperti itu.


Tetapi dengan sedikit bujukan dari Ariel, Sharon akhirnya menyerah dan saat ini Ariel sedang terbang bersama Daisy yang memeluknya dengan erat di udara.


“Apakah kamu tidak apa-apa, Daisy?”


Daisy yang sedang melamun di pelukannya Ariel, dia tersentak dengan gugup, “Ah! apa? Iya, Nona ... saya baik-baik saja ....”


“Kalau begitu peluk aku lebih erat! Aku akan menambah kecepatannya.”


Sambil menyelam, minum air~


Ketika Ariel mengatakan hal itu. Dia juga mengambil kesempatan untuk meraba beberapa bagian tubuh Daisy sambil menghilangkan sepasang sayap di punggungnya secara tiba-tiba.


Dan tentu saja, mereka secara otomatis terjatuh dengan bebas ke bawah dan membuat Daisy berteriak sambil mencengkram tubuh Ariel dengan lebih erat.


“Kyaaaaa! Nona nona nonaaaa ... !”


Tetapi anehnya, mereka tidaklah jatuh. Justru untuk beberapa saat ketika mereka akan mencapai tanah, mereka melesat ke arah depan dan menaikan ketinggian sedikit demi sedikit di udara.

__ADS_1


“Hah?! N-nona! Bagaimana caranya? Sayap anda ....” Daisy menoleh ke arah belakang tubuh Ariel yang sebelumnya terdapat sayap, kini telah menghilang.


Tetapi yang membuat aneh. Mereka masih tetap terbang. Bahkan kecepatan mereka menjadi lebih cepat dibandingkan sebelumnya meskipun Daisy tidak merasakan tekanan angin sedikitpun saat ini.


“Emm ... kurasa sekarang sudah cukup ....” Sambil mengatakan hal itu, Ariel melepaskan pelukannya secara tiba-tiba dan membuat Daisy berteriak dengan ketakutan.


“N-nonaaaa! Jangan lepaskan saya ... !!!”


“Tak perlu khawatir~ kamu bisa melonggarkan pelukannya.”


Daisy agak sedikit takut. Tetapi dia takkan ragu untuk melakukan apa yang diperintahkan Ariel kepadanya. Karena dia percaya, Ariel takkan pernah melakukan sesuatu yang merugikan nya sekalipun.


Dan buktinya, saat ini Daisy hanya menggandeng tangan Ariel, tetapi dia masih terbawa terbang bersama Ariel dengan kecepatan yang luar biasa.


“B-bagaimana ini bisa terjadi, Nona ...?” tanya Ariel dengan heran.


“Ra-ha-si-a~” ucap Ariel sambil mengedipkan sebelah matanya dan juga jari telunjuknya yang menutupi mulutnya yang tersenyum.


Sebenarnya itu adalah hasil dari skill Pride yang mengendalikan gravitasi.


Ariel membuat ruang gravitasi di sekeliling mereka yang pusatnya adalah Ariel sendiri.


Dan tentu saja. Mereka yang dapat terbang secara horizontal tanpa menggunakan sayap, tentu saja itu berkat gravitasi juga.


Di luar lingkaran gravitasi yang dibuat oleh Ariel, dia juga mengendalikan gravitasi untuk menarik lingkaran gravitasi itu ke arah depan dan membuat mereka melaju ke arah yang diinginkannya dengan arah dan juga kecepatan yang dapat Ariel kontrol sendiri.


Singkatnya. Itu seperti sebuah bola kecil yang masuk ke dalam sebuah selang yang berisikan air yang mengalir.


Sebenarnya alasan Ariel menggunakan cara ini, dikarenakan saat mereka terbang menggunakan sayap Naga beberapa saat yang lalu, tubuh Ariel sudah merasa terbebani dengan hanya menahan Daisy di pelukannya dan menggerakkan sayapnya secara terus-menerus.


Berkat hal ini. Mereka menjadi lebih santai saat melakukan perjalanan. Meskipun tanpa sepengetahuan Ariel, Daisy sedikit merasa kecewa dikarenakan mereka tidak saling berpelukan lagi dan hanya bergandengan tangan saja.


“Jangan lepaskan tanganmu dariku, Daisy! Jika kamu tak ingin terjatuh.” ucap Ariel.


“B-baik Nona ....”


“Hehe, kalau begitu ...” Ariel terkekeh, kemudian berteriak dengan keras, “Menuju tak terbatas dan melampauinya!”


“Hah?! Apa itu Nona?” tanya Daisy kebingungan.


“ ... Tidak. Hanya saja, sudah lama aku ingin mengatakan hal seperti itu di saat-saat seperti ini. Hehehe .... ”


Ariel terkekeh. Dia teringat kata-kata itu dari film yang pernah dia tonton di kehidupan sebelumnya.


Tetapi film yang mana yah? Kalau tidak salah ingat ... kata-kata itu diucapkan oleh ikan badut saat mencari anaknya yang diculik oleh para penyelam, mungkin ....


Ariel merenung sambil mengingat-ngingat dari mana kata-kata itu berasal.


“Hmm ... saya tak mengerti jalan pikiran Nona.” ucap Daisy, “Tetapi anda hebat, bisa terbang dengan kecepatan ini tanpa gangguan sedikitpun. Bahkan kita dapat berbicara dengan santai seperti ini ....”


Mendengar hal itu, Ariel hanya mendengus sambil tersenyum, “Heh! Ini bukan terbang. Ini hanya jatuh dengan gaya.”


“Hah?!”


Yang dikatakan Ariel tidak salah. Cara kerja mereka bisa terbang seperti itu sama dengan mereka jatuh oleh tarikan gravitasi seperti biasanya. Yang membedakannya sederhana, karena Ariel mengubah arah jatuhnya dari asalnya vertikal menjadi horizontal yang arah terjatuhnya dapat dikendalikan sesuka hati oleh dirinya.

__ADS_1


Yah ... mungkin ini bisa dikatakan terbang ...?


Bersambung ....


__ADS_2