
Beberapa waktu sedikit, kebelakang.
Ariel yang saat ini mengawasi dari jarak jauh, dia melihat beberapa orang yang masih selamat dari terjatuhnya meteor itu menggunalan alat bidik dari senjata miliknya.
Saat ini, dia sedang memposisikan dirinya sambil memegang Arctic Warfare Magnum, Atau disebut juga AWM, disuatu tempat yang jauh dari tempat Leon berada.
Senjata itu adalah hasil dari buatan dirinya sendiri berkat dari skill Diligence Miliknya, yang mampu membuat senjata apapun tergantung dari keterampilan pemiliknya.
Di dunia sebelumnya, dia terkadang memakai senjata itu dan dia terpikir untuk membuat nya kembali di dunia ini selagi ada kesempatan.
Karena di dunia ini, jarang di temukan senjata jarak juh selain busur panah ataupun sebagainya. Akan tetapi, Ariel terkadang menemukan beberapa buku yang membahas senjata api di dunia ini.
Meskipun hal itu jarang ditemukan dan karena kelangkaan nya. Benda seperti itu, hanya bisa dijumpai di kediaman bangsawan atau di pasar gelap.
Anastasius pun memiliki nya. Dan saat Ariel meminta nya untuk melihat, senjata itu hanyalah senjata api yang bisa dibilang senjata antik seperti Pistol flintlocks, Tanegashima dan revolver yang cukup tua, untuk di sebut senjata.
Ariel dapat menebak, pasti senjata api itu di perkenalkan oleh para pahlawan terdahulu.
Dan Anastasius pun memiliki senjata itu hanyalah untuk sebagai barang antik dan juga hiasan semata.
Karena di dunia ini terdapat sesuatu seperti sihir. Dan oleh sebab itu, kemajuan teknologi menjadi semakin terhambat, karena kebanyakan orang lebih tertarik meneliti Ilmu Sihir, dan membuat ilmu Science dan sebagainya kurang diminati.
Yah, tidak ada yang salah dengan hal ini. Lagipula, penggunaan sihir telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dan hal itu akan sulit untuk di rubah, apalagi dihilangkan.
Dan kini, Ariel menggabungkan pengetahuan itu dengan sihir dan membuat senjata itu menjadi lebih kuat, dibandingkan dengan senjata yang dari dunia sebelumnya.
Dia menanamkan salah satu tipe Sihir keunggulannya, yaitu tipe angin. Dia menggabungkan kedua hal itu, dan membuat kecepatan peluru saat di tembakkan menjadi lebih cepat dari kecepatan biasanya.
Bahkan saat tembakan yang pertama, Leon tidak bisa menyadari nya. Dia beruntung, dapat bantuan dari Roh apinya.
Ariel pun terkejut. Tak mengira, dengan kecepatan yang seperti itu, ada orang yang dapat menyadarinya.
__ADS_1
Ariel menghela napas setelah itu.
Hahhh ... sudah ku duga, dunia ini memang luas. Sepertinya aku hanyalah seekor katak dalam tempurung ....
Bahkan saat ini Ariel terkejut. Dia melihat seorang wanita tertembak beberapa saat yang lalu, kini bagian tangannya perlahan mulai ber regenerasi kembali.
Dan hal itu membuat dirinya tersenyum geli, seolah mengejek dirinya sendiri.
Pertama kali dia datang, dia langsung melihat melalui alat bidik nya dan melihat ada 4 sosok di tempat itu berada. Seorang wanita dan 3 lelaki.
Akan tetapi, Ariel melihat Oscar di di bunuh pada saat itu juga dan beberapa saat setelahnya, tubuh Leon kembali pulih seperti dia tidak pernah mendapatkan luka sama sekali.
Dan Ariel dapat merasakan, Leon mengeluarkan energi sihir yang sangat luar biasa. Dan memutuskan, dialah orang yang paling berbahaya dan Ariel segera menargetkan Leon untuk yang pertama kalinya.
Karena jika dirinya telah membereskan Leon untuk yang pertama kalinya, dia akan lebih mudah untuk menargetkan dua sisanya yang salah satunya tidak sadarkan diri.
Dan Ariel berpikiran sempit pada saat itu. Justru wanita itu melindungi Leon dan mereka berhasil bertahan hidup saat ini.
Hingga beberapa satu kemudian, wanita yang berada di samping Leon tiba-tiba menghilang.
Ariel melihat ke sekitar tempat mereka berada. Tetapi benar saja, setelah kilatan kecil api menyala, dia seolah menghilang ke udara.
Ariel punya firasat buruk tentang ini. Akan tetapi ini kesempatan langka, jadi dia tidak menyia-nyiakannya dan kembali menargetkan Leon.
Akan tetapi, untuk jaga-jaga. Ariel mengambil sebuah pedang dari tas dimensional miliknya dan segera menebas ke udara yang kosong.
Hingga pada saat itu juga, robekan terjadi di udara tempat Ariel menebas menggunakan pedang itu.
Pedang itu juga adalah senjata buatan Ariel sendiri, dia telah menanamkan kekuatan manipulasi ruang Chizuru dan membuat pedang itu mampu menebas dan membuat seperti portal yang terhubung dengan tempat lain.
Saat ini portal yang satunya lagi berada di suatu tempat di area pengawasan Ariel. Dan dia sedang merencanakan sesuatu.
Ariel membidik ke arah portal itu yang terlihat seolah ada gambar pemandangan Leon yang bersudut pandang dari atas langit.
__ADS_1
Dapat di tebak, bahwa saat ini portal yang satunya lagi berada di suatu tempat di langit sekitar Leon berada.
Ariel tidak berani membuat portal di sekeliling Leon dalam jarak pandangan musuhnya. Karena itu terlalu beresiko.
Dia hanya memilih untuk menyerang Leon secara diam-diam dan menentukan peluang kemungkinan tinggi akan berhasil.
Mungkin bisa di anggap pengecut. Akan tetapi, aku bukanlah kesatria, aku adalah mantan pembunuh. Meskipun sekarang adalah seorang putri ... Jadi jangan salahkan aku ....
Segera setelah itu, suara tembakan terdengar dan peluru itu melesat ke arah portal itu berada dan masuk ke dalamnya,
Ariel segera mengarahkan alat bidik nya ke arah Leon untuk melihatnya. Dan dia melihat sesuatu melesat dengan cepat menuju arah Leon dari atas langit.
Kecepatan yang luar biasa seperti itu, tidak mungkin di atasi oleh seseorang. Dan Ariel berfikir seperti itu. Akan tetapi, suara dentingan yang sangat keras terdengar dari tempat Leon berada. Dan membuat Ariel yang cukup jauh dari tempat itupun dapat mendengarnya.
Leon berdiri di tempat itu dengan terengah-engah. Bilah pedang yang kini dipegangnya hancur. Akan tetapi, kali ini dia juga selamat.
“Sudah ku duga, di menjadi lebih waspada .... monster macam apa dia itu?” Atiel bergumam keheranan.
Tak membayangkan serangannya yang seperti itu dapat di tahan dengan mudahnya. Sesuatu yang seperti itu seharusnya sekelas dengan Ronand.
Dia pun memutuskan untuk mundur kali ini. Dia tidak mau mengambil resiko terlalu jauh.
“Disana rupanya!” teriak Leon. Dia memandang ke arah langit dan melompat.
Ariel hanya tersenyum melihat hal itu. Melihat antisipasi nya beberapa satu yang lalu kini efektif. Leon pasti menebak dari arah tembakan itu berasal.
Akan tetapi, tidak ada apa-apa di tempat itu selain portal yang Ariel gunakan sebelumnya yang telah menghilang tanpa meninggalkan jejak.
“Tidak ada apa-apa di tempat itu, bodoh!” ucap Ariel, sambil menyeringai dan berbalik untuk meninggalkan tempat itu.
Akan tetapi, sebelum Ariel pergi jauh, sebuah gumpalan api tiba-tiba muncul dari udara dan membentuk sosok seorang wanita yang pernah Ariel lihat di tempat Leon berada sebelumnya.
Dia adalah wanita yang terkena tembakan oleh Ariel beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
“Ketemu~!”
Bersambung ....