
Di langit senja yang menjelang malam.
Ronand yang saat ini terbang sambil membawa Ariel, dia mendarat di suatu tempat di daerah hutan yang lebat.
Untuk beberapa saat, dia mengamati sekitar untuk mencari sesuatu dengan teliti.
“Ah! Itu dia!”
Setelah Ronand menemukan sesuatu yang dia cari, dia segera melanjutkan perjalanannya untuk beberapa saat.
Dia tiba di suatu tempat yang terlihat seperti Gua. Tanpa ragu sedikitpun, dia langsung masuk ke dalam Gua itu sambil membawa Ariel dengan lembut, takut lukanya akan bertambah lebih parah.
Untuk beberapa saat dia berjalan di dalam kegelapan Gua, dan tidak lama setelah dia berjalan, dia berhenti, “Hmm ... kurasa ini sudah cukup.”
Hingga setelah mengatakan hal itu, dia berjalan ke pinggiran Gua dan meletakkan Ariel dengan hati-hati.
Dia melanjutkan perjalanan kembali dan berhenti di suatu tempat yang cukup jauh dari Ariel. Dan pada detik itu juga, Ronand mengeluarkan aura magisnya dan membuat udara di sekitar menjadi begitu mencekam dan juga berat.
“Oraaaa ... !”
Fluktuasi energi sihir meluap-luap di dalam gua itu, hingga bahkan kerikil yang ada di sekitar ronand, bergetar dan bergelinding menjauh dari tempat dirinya berdiri.
Hingga beberapa saat ketika Ronand mempertahankan keadaan itu, seluruh tempat di dalam Gua itu tiba-tiba mulai bergetar dan mengeluarkan suara seperti raungan hewan buas.
Rrrooooaaaaaaarrrrrrrrr ... !
Akan tetapi, Ronand tak mempedulikan hal itu, dia terus mengeluarkan auranya seolah menunggu sesuatu.
Yang lebih Ronand khawatirkan justru adalah Ariel, dia melihat Ariel yang tengah berbaring dari kejauhan. Berharap guncangan yang di akibatkan oleh tempat itu tidak membuat lukanya bertambah parah.
Ronand terus mengeluarkan auranya, hingga beberapa saat kemudian, sebuah suara muncul entah darimana dengan berteriak.
“Oy oy oy! Hentikan itu! Apakah kau mau membunuh salah-satu peliharaan kesayanganku?”
Bersamaan dengan suara itu, sebuah cahaya muncul di udara kosong dan cahaya itu berubah menjadi satu sosok makhluk kecil seperti peri dengan sepasang sayapnya yang indah dan dihiasi dengan debu-debu cahaya gemerlapan.
Dapat disimpulkan dalam sekali lihat saja, dia saat ini sedang marah sambil mengeluarkan energi cahaya sihir di tangan kirinya dengan siap untuk menyerang.
__ADS_1
Hingga setelah Ronand mendengar suara yang tidak asing baginya itu, dia tersenyum untuk sesaat dan segera menghentikan aura yang keluar dari dalam tubuhnya.
“Hahaha ... maaf! Hanya itu cara untuk memanggilmu datang kemari.” ucap ronand dengan santai. “Dan ... bisakah kau hilangkan dulu energi sihir yang ada di tangan kirimu itu terlebih dahulu? Kita bisa bicara baik-baik.”
“Apanya yang bicara baik-baik! Kau membuat peliharaanku ketakutan.” Peri itu menggerutu dan memandang ke langit-langit sambil berteriak, “Apakah kau baik-baik saja?”
Grrooohhhh!
Gua itu bergetar untuk beberapa saat dengan dibarengi suara yang cukup keras terdengar di setiap sudut Gua itu. Seolah Gua itu menjawab pertanyaan nya.
“Meskipun aku dapat menebak apa tujuanmu datang kemari... , ” Peri itu berkata sambil melirik Ariel yang terbaring di sudut Goa. “Tetapi aku akan bertanya, untuk apa kau datang ke tempatku?”
“Kalau sudah tau apa tujuanku, mengapa harus bertanya? Sudah jelas, bukan? Aku ke sini untuk meminta bantuanmu menyembuhkan anak itu. Bisakah kau melakukannya?” ucap Ronand. Berharap permintaan itu dapat diterima dengan mudah.
Akan tetapi. Di dunia ini, terkadang sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang kamu harapkan.
Peri itu menolaknya tanpa berpikir dua kali.
“Aku menolak! Kau bisa cari orang lain. Dah~”
Peri itu berbalik dan segera akan pergi dan menghilang. Akan tetapi, Ronand yang panik, menghentikan nya dengan terburu-buru.
Peri itu berbalik lagi dengan marah, “Siapa yang kau sebut teman?! Dengar yah! Meski kau salah-satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis sama sepertiku, tetapi diantara kita tidak ada kata 'Berteman'. Kau dan aku hanya saling mengenal. Itu saja dan tidak lebih.”
“Ayolah ... kau bisa membantuku, kan. Kali ini saja .... Talitha.”
Baru pertama kali ini, Ronand memanggilnya namanya.
Talitha. Dia dikenal sebagai ibu dari semua Roh, di wilayah Iblis ini. Dengan kata lain. Dialah Ratu Roh yang mampu memerintah semua Roh di dunia ini. Salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis urutan ke Tujuh.
Ada alasan mengapa dia ditempatkan di urutan terakhir dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis. Meskipun dia dikenali sebagai Ratu Roh, tetapi kekuatan bertarungnya bisa dikatakan sama dengan ukurannya yang kecil. Tidak terlalu mengesankan.
Akan tetapi, dengan semua Roh yang mengikutinya, dia bahkan bisa menghancurkan sebuah negara dalam semalam. Tentunya, jika dia mau.
Karena dia lebih menyukai kedamaian daripada kehancuran yang menurutnya tidak berguna.
Karena alasan itulah. Selama beribu-ribu tahun. Dia tetap dalam urutan terakhir, dari enam orang lainnya. Tidak pernah sekalipun berubah dari posisi itu.
Melihat Ronand yang memohon seperti itu, dia berhenti sejenak dan mulai berbicara, “... , Lalu, apa yang akan ku dapatkan, jika aku menyembuhkan anak itu?”
__ADS_1
“... , Apa yang kau inginkan?” Ronand bertanya kembali, dengan perkataannya yang berat untuk dikatakan.
Setelah mendengar hal itu, Talitha mengetuk-ngetuk kan jari telunjuknya di dagunya dengan berpikir.
“Hmmm ... kau bisa memberiku 300.000 Koin emas untuk sekali penyembuhannya.” ucap Talitha dengan santai.
Ronand yang mendengar hal itu, dia mengerutkan dahinya, seolah dia telah memakan serangga, “Apakah kau mencoba untuk memeras ku? Darimanapun itu dilihat, itu sudah terlalu kelewatan!”
“Hey! Aku telah berbaik hati untuk memberikan kesempatan. Apakah itu cara seseorang untuk meminta pertolongan?”
“Yah ... setidaknya kau bisa mengurangi harganya. Setidaknya 3.000 Koin emas, dapat ku bayar.”
Setelah mendengar hal itu. Talitha hanya mendengus dengan senyum sinis. “Heh! Baru pertama kali ini aku bertemu dengan orang pelit sepertimu.”
“Kau saja yang terlalu mata duitan!” Ronand membantah dengan tuduhan nya yang seperti itu.
“Yah ... terserahlah!” Talitha mengangkat bahunya dengan tak peduli, “Jika kau memang tak mampu untuk membayarnya, minta bantuan saja pada orang lain!”
Setelah mengatakan hal itu, dia berbalik dan terbang menjauh dari Ronand.
“Hey! Tunggu! Hey! Hey! Tunggu .... ”
Meskipun Ronand memanggilnya berulang kali. Akan tetapi, Talitha tak mempedulikan hal itu dan terus terbang dengan riang.
Akan tetapi. Hal tak terduga terjadi. Pada saat Talitha terus terbang menjauh dari Ronand, Dia tiba-tiba mendengar sebuah suara yang entah dari mana masuk ke dalam kepalanya.
[ Bisakah kau menyembuhkan anak itu, Talitha! ]
“Hah! Siapa?”
Talitha berhenti pada saat itu juga. Dia melihat sekeliling. Akan tetapi, dia hanya melihat Ronand di sana. Tak ada siapapun yang terlihat di tempat itu, selain mereka berdua.
Suara yang masuk ke dalam pikirannya, bukanlah milik Ronand, itu lebih seperti suara milik seorang perempuan.
Tidak! Tunggu! Aku mengenali suara ini. Jangan-nangan ... Dewa Jahat 'V'?
[ Ping! Pong! Ping! Pong! Tepat sekali!~ ]
Suara itu terdengar seperti sangat ceria sekali. Berbanding terbalik dengan Talitha, yang saat ini tubuhnya gemetar dan ekspresinya yang ketakutan.
__ADS_1
Bersambung ....