
“Kakak!”
“Hah?!” Ketika seorang anak gadis melompat kepada dirinya, Ariel tak merasakan adanya permusuhan, tetapi dia kebingungan dengan situasi yang saat ini dia alami.
Karena Ariel tak mengenal siapa sebenarnya gadis itu. Dia tiba-tiba datang dan langsung memanggilnya Kakak.
Kemungkinannya hanyalah bahwa gadis itu salah mengenali orang dan menganggap Ariel sebagai kakaknya.
“Siapa?” Ariel bertanya, sambil tersenyum ramah, “Apakah adik kecil salah orang?”
Meskipun kemungkinannya tipis, tetapi Ariel bertanya seperti itu.
Dia mempunyai firasat bahwa gadis kecil yang ada di hadapannya saat ini bukanlah orang bisa. Entah mengapa Ariel merasakannya seperti itu.
Lagipula tak ada orang lain di tempat itu yang saat ini bisa bergerak bebas selain dirinya dan juga gadis itu.
Ketika gadis itu mendengar pertanyaan Ariel, dia terkejut untuk sesaat seolah baru mengingat sesuatu.
Dia bergumam, dan menunduk sambil menggigit bibirnya dengan rasa frustasi, “Tentu saja ... mana mungkin Kakak ....”
“Hm? Apakah kamu tidak apa-apa?”
Gadis itu kembali tersadar dan mendongak setelah mendengar suara Ariel, “... Iya, tidak apa-apa ....”
Dia memaksakan senyumnya agar terlihat ceria, tetapi Ariel merasakan ada kesedihan yang mendalam saat dia menatap mata gadis itu. Dan juga, entah mengapa Ariel merasa tidak asing dengan gadis itu meskipun ini baru pertama kali mereka bertemu.
“... Apakah kita pernah bertemu?”
“... Tidak,” Gadis itu menggelengkan kepalanya, “Ini baru pertama kalinya kita bertemu ... di waktu ini ....”
“Hm?!” Ariel memiringkan kepalanya dengan bingung ketika dia mendengar perkataan terakhirnya itu.
Gadis itu mengambil tempat duduk dan memberi isyarat agar Ariel untuk mengikutinya. Mereka duduk saling berhadapan, “Mari kita mulai dari perkenalan. Nama saya Lin Xue, salah satu dari pahlawan yang dipanggil ke dunia ini seperti pahlawan yang lainnya.”
“Lin Xue ....”
Ariel pernah mendengar nama itu sebelumnya dari Chizuru, ada seorang gadis kecil yang terseret di antara mereka sebagai pahlawan.
Dari yang Ariel dengar dari Chizuru, Orang yang bernama Lin Xue ini adalah anak yang polos dan juga lugu. Dia anak yang ceria, namun dia anak yang penakut jika menemukan sesuatu yang menakutkan dan mudah menagis.
__ADS_1
Tetapi orang yang sedang Ariel lihat dihadapannya ini, Dia terlihat berbeda seperti yang diceritakan Chizuru.
Meskipun penampilannya terlihat seperti gadis kecil, tetapi sikap dan perilakunya yang Ariel lihat dari tadi begitu tenang dan terlihat lebih dewasa. Tidak menunjukkan bahwa dirinya hanyalah anak kecil.
Meskipun yang Ariel dengar itu tiga tahun yang lalu, tetapi meskipun begitu, ini terlalu tidak normal. Meskipun dia bisa berubah, setidaknya dia menunjukkan sedikit tanda-tanda ke kanak-kanakan. Tetapi itu tidak terlihat sama sekali pada dirinya saat ini.
“Dan saya juga tahu nama Kakak, apakah harus kupanggil Kak Louise ... atau Kak Ariel?”
Setelah mendengar hal itu. Raut wajah Ariel mulai menjadi serius. Karena hanya beberapa orang saja Ariel beritahu nama itu.
“... Apakah kau mendengarnya dari Chizuru?” Ariel bertanya dengan ragu-ragu.
Lin Xue mengeleng-gelengkan kepalanya atas pertanyaan Ariel, “Tidak, lebih tepatnya saya mengetahuinya secara langsung ....”
“...?” Ariel kebingungan.
“Mungkin Kakak merasa tak percaya, tetapi saya berasal dari masa depan.”
“Masa depan,kah ... hmmmm .... ” Ariel merenung untuk sesaat dan kemudian membuka mulutnya, “Tidak. Aku percaya apa yang kamu katakan.”
Melihat sekeliling saja ketika melihat orang-orang terdiam seolah waktu telah berhenti, Ariel berpikir bahwa Lin Xue memiliki kekuatan untuk memanipulasi Waktu.
Lagipula, Ariel tak melihat ada tanda-tanda kebohongan pada perkataannya. Setidaknya Ariel yakin bahwa saat ini dia tak menimbulkan tanda-tanda permusuhan.
Sama seperti pahlawan yang lainnya. Lin Xue juga mempunyai skill dari seri Virtue/Kebajikan. Yaitu skill Patience (Kesabaran) .
Kekuatannya mampu memanipulasi waktu tergantung dari kemampuan penggunanya.
Semakin mahir seseorang mengendalikan waktu, semakin baik juga dia dapat sejauh mana dia memanipulasi waktu sesuka hati mereka.
Kemampuan Lin Xue yang kemungkinan dapat kembali ke masa lalu saja sudah membuat Ariel merasa takjub dan juga sekaligus curiga dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba.
“ Lin Xue, kan? Mengapa kau menyebutku dengan sebutan Kakak? aku sedikit penasaran dengan hal itu dari tadi. Dan juga ... banyak yang aku ingin tanyakan, tetapi sepertinya kamu ke sini juga ingin menjelaskannya, kan?”
“Kakak ya Kakak!” Lin Xue menjawab dengan singkat.
“Hmmm ... itu tak menjawab sama sekali ....” ucap Ariel dengan wajah datar.
“Hehe ... sementara yang Kakak katakan sebelumnya memang benar. Kedatangan saya ke sini ingin memberitahukan sesuatu yang sangat penting yang perlu saya sampaikan!”
__ADS_1
“Apa itu?”
Banyak yang Ariel ingin tanyakan. Tetapi untuk saat ini, dia memutuskan untuk mendengarkannya saja terlebih dahulu. Bersikap tenang lebih baik daripada bertanya tanpa henti dan membuang-buang waktu.
“Pertama-tama ... Kami ingin Kakak untuk menentang Dewa Jahat 'V'!”
“...”
Mendengar hal itu, Ariel hanya terdiam dan berwajah masam.
Kata-kata yang dia dengar dari Lin Xue untuk yang pertama kali sungguh tentang hal gila.
Tetapi ada sesuatu yang Ariel yakini. Orang yang berada di hadapannya ini bukanlah orang biasa. Karena hanya sedikit orang di dunia ini yang mengenal nama Dewa Jahat 'V'.
Setidaknya dia bukan hanya 'mengetahui', tetapi juga mengenal Dewa Jahat 'V', dan Ariel tebak dari raut wajahnya, setidaknya dia pernah bertemu dengan Dewa Jahat 'V' itu sebelumnya.
Kecurigaan Ariel semakin menumpuk, tetapi dia mencoba untuk bersikap tenang dan menyembunyikan rasa curiganya itu di dalam dirinya.
“Kau ingin aku untuk ... apa tadi? Sepertinya aku salah dengar.”
Ariel bertanya kembali untuk memastikan. Dia agak sedikit tidak percaya dengan apa yang dia dengar sebelumnya.
Segila-gilanya orang, mana mungkin ada yang berniat menentang makhluk seperti itu, dan kini Ariel disuruh untuk melawan seorang Dewa? Ini adalah pertama kali Ariel mendengar hal yang tidak realistis seperti itu dalam hidupnya.
Menanggapi perkataan Ariel, Lin Xue menggeleng-gelengkan kepalanya, “Kakak tidak salah dengar. Lin Xue memang berkata seperti itu. Kami ingin Kakak untuk menentang Dewa Jahat 'V'!”
Ternyata aku tak salah dengar ....
“Hahh ...” Ariel membuang napas berat, “Jika ingin mengtakan sesuatu seperti itu, katakanlah pada orang la-”
“Saya serius! Jika kakak tidak melakukannya, di masa depan Kakak akan mati!”
Mendengar hal itu, raut wajah Ariel kembali serius, “Em. Kau bisa lanjutkan!”
“....”
Daripada menyesal, Ariel memutuskan untuk mendengarkannya terlebih dahulu. Dan entah mengapa, Ariel dari tadi tak merasakan ada kebohongan dari kata-kata Lin Xue sebelumnya.
Mana mungkin dia membiarkan kata-kata yang sensitif itu begitu saja.
__ADS_1
Aku akan mati? Heh! Yang benar saja?
Bersambung ....