
Di suatu ruangan yang luas dan megah .
Hanya di terangi oleh beberapa lilin yang berjejeran mengelilingi sebuah tempat yang terlihat seperti peti mati.
Seorang wanita yang sedang duduk terdiam di tempat itu. Memandangi sekeliling dengan cermat, sebelum dia mengangguk puas.
Wanita itu menatap langit-langit dengan tatapan nostalgia dan menggumamkan sesuatu sambil menghela nafas.
"Ariel.... "
Setelah beberapa saat wanita itu terbangun dari tidur panjangnya,suara ketukan datang dari satu-satunya pintu yang ada di ruangan itu.
Setelah suara ketukan berbunyi tiga kali. Seorang pelayan memasuki ruangan untuk melakukan pekerjaan membersihkan setiap harinya.
Meskipun pelayan itu tahu bahwa tidak ada seorang pun didalam ruangan kecuali seorang wanita yang tengah tidur. Pelayan tersebut selalu mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan.
Itu menunjukkan ,betapa tingginya status wanita yang tengah tertidur tersebut.
Setelah pintu terbuka. Sang pelayan dikejutkan oleh satu sosok wanita yang begitu cantik dan berwibawa sedang duduk sambil menatapnya dengan tatapan tajam.
Pelayan itu menangis. Sesuatu yang telah di tunggu-tunggu selama ini oleh semua orang.
Suatu sosok yang paling di hormati di negara tersebut.
Setelah sekian lama menunggu. Untuk menantikan kebangkitan tuan yang mereka nanti-nantikan.
Akhirnya, hari ini!!.
Seluruh Negara pasti akan bersuka cita atas berita baik ini.
Setelah beberapa saat pelayan itu terdiam di tempat. Dia segera mendatangi wanita itu dengan senyum bahagia sambil menyeka air mata yang telah dia keluarkan sebelumnya.
Setelah pelayan itu cukup dekat, dia langsung berlutut dan menunduk hormat kepada wanita itu sambil menangis kembali dengan bahagianya.
Meskipun pelayan itu dalam pekerjaan sehari-hari selalu dapat membedakan antara yang mana pekerjaan dan yang mana urusan pribadi.
Akan tetapi, dia tak dapat menahan perasaan campur aduk yang dia alami saat ini. Rasa suka cita, bahagia, terkejut, perasaan lega, kesepian dan sebagainya.
Telah membanjiri hatinya dan tanpa disadari, air mata mengalir dengan sendirinya seolah-olah air mata yang telah tertahan selama ini, keluar tak tertahankan.
"Se-selamat terbangun kembali yang mulia Lydia Scarlet. "pelayan itu menyambut wanita itu dengan hormat.
Lydia Scarlet.
Salah satu dari tujuh kekuatan wilayah iblis. Dia merupakan satu dari empat penguasa dari Kerajaan para Vampire, yaitu kerajaan Transylvania.
Transylvania merupakan kerajaan yang kebanyakan dari masyarakatnya terdiri dari Vampire, dan beberapa ras yang di perbolehkan untuk tinggal di kerajaan tersebut.
Bahkan di masa lalu. Di negara ini, para manusia tidak di perlakukan sebagai budak. Akan tetapi, mereka yang menginginkan menjadi seorang Vampire, mereka di ubah menjadi vampire oleh salah satu dari empat penguasa Vampire.
__ADS_1
Sedangkan mereka yang masih mempertahankan untuk menjadi manusia, mereka di haruskan untuk membayar pajak menggunakan darah mereka sendiri, jika ingin tinggal di negara ini.
Akan tetapi. Setelah mengetahui bahwa pertahanan terkuat negara itu yaitu Lydia Scarlet sedang tertidur panjang, musuh segera melancarkan serangan ke negara itu.
Alhasil. Meskipun negara Transylvania berhasil mempertahankan diri dari serangan musuh.
Kerugian yang dialami terlalu besar dan membuat Negara tersebut jatuh dari masa kejayaannya.
Satu dari empat penguasa Vampire terbunuh, dan yang lainnya diambil sebagai bayaran atas negara yang telah membantu Transylvania agar tidak terjatuh dalam kehancuran.
Yang tersisa hanya dua dari empat penguasa Vampire di negara Transylvania.
Meskipun yang satu ,yaitu Lydia Scarlet sedang tertidur panjang selama ini.
Melihat pelayan yang menyapanya ,menunduk sambil menangis.
Lydia membalas dengan berwibawa.
"...,Ya. Aku telah kembali. "
Setelah dia berkata begitu, dia segera bangkit dari tempat tidurnya dan berdiri meregangkan tubuhnya.
"Bangunlah! " ucap Lydia sambil melirik pelayan yang sedang berlutut menangis.
"..., Baik... hiks. " jawab pelayan itu , sambil menyeka air matanya.
" Ti-tidak yang mulia. Saya hanya merasa senang atas kembalinya yang mulia...."jawab pelayan itu dengan jujur.
" Begitu...jadi ?.Berapa lama aku tertidur? "Lydia bertanya dengan penasaran.
"Anu... sekitar dua puluh tahun lebih.... "jawab pelayan itu dengan ragu.
Ternyata aliran waktu di dunia ini dengan bumi berjalan sama. Untung saja, padahal aku sudah mempersiapkan untuk kemungkinan yang terburuk.
Pikir Lydia dalam hati. Jika aliran waktu di dunia ini lebih cepat dari pada Bumi, mungkin dia akan tertidur sedikit lebih lama dari yang seharusnya.
Misalkan, waktu di Bumi sudah berjalan satu hari. Akan tetapi, waktu di dunia ini sudah berlalu dua hari lebih cepat daripada saat dia berada di Bumi.
Alhasil. Lydia mungkin akan tertidur dua kali lebih lama dari yang seharusnya.
Justru sebaliknya. Jika aliran waktu di Bumi lebih cepat dari pada dunia ini, itu akan sangat menguntungkan dirinya.
Seperti kau menikmati bermain game selama berjam-jam. Akan tetapi, setelah kau melihat waktu ,ternyata baru beberapa menit waktu sudah berlalu.
" Begitu.... "Lydia mengalihkan pandangannya dari pelayan itu dan mulai berjalan menuju pintu keluar.
" Mo-mohon tunggu sebentar!. "pelayan itu memanggil Lydia dengan takut.
Lydia yang akan bejalan menuju keluar, berbalik dan bertanya sambil menatap pelayan itu.
__ADS_1
" Ada apa? "
"A-anu... Yang Mulia akan pergi kemana? " ucap pelayan itu dengan takut.
"Aku akan menemui mereka bertiga. Di mana mereka sekarang?. "tanya Lydia.
Setelah mendengar Lydia berkata seperti itu, raut wajah pelayan itu segera di penuhi dengan rasa frustasi dan kesedihan.
"...,A-anu, Yang Mulia tidak dapat menemui yang lainnya sekarang.... " ucap pelayan itu dengan ragu.
Lydia yang melihat ekspresi dari pelayan itu yang begitu suram, dia dapat mengetahui bahwa sesuatu yang buruk mungkin telah terjadi.
"... ,Kalu begitu, siapa saja dari mereka yang dapat ku temui!?" Lydia mengatakan itu sambil menghela nafas ringan.
"B-baik.Kalau begitu, saya akan mengantarkan Yang Mulia kepada nona Rosalie. "jawab pelayan itu dengan gugup.
" ..., ya"
"Kalau begitu permisi. Mohon untuk mengikuti saya, Yang Mulia!. " ucap pelayan itu sambil menunduk.
"Ya.Tetapi berhentilah memanggilku dengan sebutan ' yang mulia' itu. Kau memanggil Rosalie dengan sebutan 'nona' barusan. Panggil juga aku seperti itu!. " pinta Lydia.
"Tapi.... "
Meskipun mereka sama-sama dari 4 penguasa Vampire. Akan tetapi, dalam hal status dan kekutan, Lydia jauh melampui dari yang lainnya.
Itulah yang membuat pelayan itu ragu untuk memanggil Lydia Scarlet dengan sebutan seperti itu.
Akan tetapi. Saat pelayan itu ragu-ragu, dia mendapatkan tatapan tajam dari Lydia.
"Ba-baik!." ucap pelayan itu dengan panik,"Jika N-nona Lydia tidak keberatan.... "
"Bagus.Sekarang, tunjukkanlah jalannya!. "
"Baik Nona. "
Pelayan itu membungkuk memberi hormat dan berjalan terlebih dahulu menuju luar ruangan.
Sebelum Lydia mengikuti pelayan itu. Dia menggumamkan sesuatu dengan penasaran.
"Sepertinya telah terjadi sesuatu selama aku pergi.... "
...,Maaf, Ariel . Sepertinya akan sedikit lebih lama untuk mencarimu.
Pikir Lydia, sambil mengenang saat-saat dia menjalani kehidupannya sebagai kekasih Ariel.
Kehidupan nya yang begitu singkat namun berarti baginya sebagai seorang gadis yang bernama Shilvie.
Bersambung....
__ADS_1