
Sudah beberapa waktu telah berlalu ketika mereka berjalan menuju sebuah hutan di luar istana.
Kini Ariel yang tidak sabar tentang berapa lama lagi mereka berjalan, membuat Ariel memanggil ronand dengan kesal.
"Mau berapa lama lagi kita akan berjalan? Kita sudah cukup jauh dari istana.Ini sudah cukup, Kan? " ujar Ariel dengan kesal.
Ronand yang mendengar akan hal itu hanya mendecak kan lidahnya dengan kesal, "Ck! Kau ini tidak sabaran . Kita hampir sampai, jadi bersabarlah! "
Ariel hanya menirutinya dan melanjutkan perjalanan nya .
Hingga beberapa saat berjalan, ronand mulai berbicara, "Kita akan melakukan latihan cukup ekstrem. Jadi kita perlu cukup menjauh dari istana. Kalau tidak, nanti Anastasius akan mengeluh lagi kepadaku. "
"Ekstrem? Memangnya kita akan latihan seperti apa? " tanya Ariel kebingungan, "Lagipula aku belum mengetahui tentang Skill mu yang akan kau wariskan kepadaku saat kita berbicara sebelumnya.Memangnya skill macam apa itu? " tanya Ariel, merasa ingin tahu.
"Eh? Apakah aku belum memberitahumu? " Saat berjalan kedepan, Ronand terkejut dengan berbalik kepada Ariel.
"Kamu hanya memberitahuku, bahwa kamu memiliki Skill Pride (Kesombongan ) . Selanjutnya tidak ada penjelasan lagi. " komentar Ariel dengan santai.
"Begitukah?, " Ronand menggaruk kepalanya dengan senyuman kering. "Yah ... jika kamu belum tahu, itu adalah skill yang mampu mengendalikan Gravitasi. " ungkap ronan dengan sombong.
"Gravitasi? Lalu ... apa hubungannya dengan pride? Aku tidak melihat ada kaitannya dengan kesombongan. " komentar Ariel . sambil merenung memikirkan kaitannya.
Ariel yang mempunyai skill Diligence(Ketekunan) mampu membuat senjata apapun selama persyaratannya mencukupi.
Ketekunan dapat memperoleh sesuatu atau menghasilkan.Itu dapat diterima jika skill nya mampu membuat senjata. Tetapi Kesombongan ... apa hubungannya dengan gravitasi?
Pikir Ariel dalam hati.
Akan tetapi. Hal itu dijawab oleh Ronand dengan santai, " Yah ... aku juga tidak tahu. Aku juga mewarisinya dari para pendahulu. Tetapi menurutku hal itu mungkin karena Gravitasi mampu membuat orang lain tunduk di hadapanmu. "
"Tunduk? " tanya Ariel. "Yah ... apapun itu. Sepertinya mengendalikan gravitasi tidak terlalu istimewa. Bagaimana kau menjadi tujuh kekuatan wilayah iblis dengan hal itu? " Ariel berkomentar. seolah meremehkan dan tak tertarik untuk memiliki nya.
Melihat hal itu, Ronand hanya membelai dagunya sambil berbalik kepada Ariel, " Hoooh ... ! Jadi kau meremehkan skill ku? Jika kau ingin merasakannya aku dengan senang hati mempraktekkan nya kepadamu. "
Segera setelah itu, Ariel berjongkok ke tanah dengan tidak berdaya. Seolah-olah ada yang menariknya dari bawah.
Berat ... !
__ADS_1
Ariel yang tidak bisa bergerak, hanya bisa menahan agar tubuhnya tidak terlalu menekan ke atas tanah.
"Hmm ... kau cukup lumayan. Hanya sedikit orang yang mampu menahan garvitasi level seperti itu, "komentar Ronand dengan terkesan. "Baiklah,Bersiaplah! Aku akan menambah tekanannya! "
Bruk ... !
Segera setelah Ronand mengatakan hal itu, Ariel segera terjatuh ke tanah dengan menyedihkan. Dengan wajahnya mencium tanah. Bahkan tidak dapat menggerakkan satu ujung jari pun.
"Bagaimana dengan hal itu. Apakah kau terkesan sekarang? Kuhahaha .... " Ronand memegang kedua pinggangnya dengan tertawa lepas. Seolah-olah menikmati momen ini.
Dasar kakek sialan!
Ariel yang saat ini menderita di atas tanah, hanya bisa mengutuk Ronand dengan kesal.
Meskipun seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan,Akan tetapi, setidaknya dia dapat menatap Ronand dengan tajam.
"Oohhh! Tatapan yang luar biasa ... aku cukup menyukainya, Loh! " ucap Ronand dengan menyeringai.
"Akan tetapi ... membuatmu marah lebih jauh juga tidak baik. Jadi cukup sampai disini saja. "
Segera setelah Ronand mengatakan hal itu, tekanan yang dirasakan Ariel sebelumnya seketika lenyap. Dan dia pun berdiri dengan terhuyung-huyung .
"Tetapi ... kau bilang akan mewariskan kekuatan itu kepadaku, tetapi bagaimana dengan status tujuh kekuatan wilayah iblismu? bukankah itu akan menjadi masalah? " tanya Ariel dengan ragu.
"Memangnya ada apa dengan itu? Tanpa skill itu pun aku akan tetap seperti biasanya. " komentar Ronand kebingungan.
"Maksudku . Jika skill Pride di turunkan kepadaku , apakah aku juga akan menerima gelar sebagai tujuh kekuatan iblis yang baru? Kau juga akan melemah, Kan? " Ariel menjelaskan dengan rinci maksud Ariel sebelumnya.
Mendengar akan hal itu, Ronand hanya menggaruk pipinya dengan ragu, "Emmm ... sepertinya kau salah paham akan sesuatu .... "
"Salah paham? " Ariel memiringkan kepalanya dengan tatapan kebingungan.
"Ya.Meskipun aku kehilangan skill yang akan ku berikan kepadamu, aku akan tetap menjadi tujuh kekuatan wilayah iblis seperti sebelumnya. Mungkin aku sedikit melemah karena kehilangan skill itu, tetapi kekuatan asli ku bukan dari hal itu saja. " Ronand menjelaskan dengan terperinci.
"Bukankah Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis itu seharusnya mempunyai salah satu dari skill Tujuh Dosa Besar juga? Bukankah itu juga alasan mengapa para pahlawan juga ada tujuh? " Ariel terus bertanya.
Ronand tertarik dengan pemikiran Ariel sambil mengelus-elus dagunya dengan senyuman terkesan.
__ADS_1
"Hmm ... mungkin kau ada benarnya. Entah dari siapa dan untuk apa para pahlawan mendapatkan skill nya.Tetapi yang jelas, tujuh kekuatan wilayah iblis belum tentu mempunyai skill seri tujuh dosa besar. seperti namanya 'tujuh kekuatan wilayah iblis' itu berarti hanya tujuh orang terkuat yang di wilayah iblis yang akan menerima gelar itu. " ungkap Ronand.
"Jadi bukan menurut skill seperti para pahlawan? " tanya Ariel.
"Tidak.Buktinya ... dari tujuh kekuatan wilayah iblis yang ada, hanya empat yang ku tahu yang memiliki skill seri tujuh dosa besar. " jawab Ronand sambil mengingat
"Heee ... jadi, jika aku dapat lebih kuat darimu,aku akan mendapatkan gelar itu? " tanya Ariel. Dengan sedikit tertarik.
"Yah ... jika kau berusaha, kau mungkin akan menggantikan salah satu dari kami. Tetapi itu masih jauh untuk di katakan. Kau bahwa tidak mencapai satu ujung jari pun dari kami. " komentar Ronand dengan sombong.
"Dan siapa saj-"
"Eyyy! ... berhenti terus bertanya, kita sudah sampai di area pelatihan. Kau akan berlatih bersamaku di sini mulai sekarang. " ujar Ronand yang sedikit kesal karena satu-demi satu pertanyaan Ariel yang tidak ada habisnya.
Dia menunjuk ke sebuah padang rumput yang agak jauh dari istana. Meskipun istana kerajaan dapat dilihat dari tempat mereka berada.
"Kita akan berlatih disini? " Ariel terkejut, "Lalu, latihan apa yang akan kita alakukan? Ini hanyalah sebuah padang rumput yang luas, tidak ada apa-apa di sini. "
Ronand hanya menyeringai sambil menatap Ariel dengan senang, "Justru bagus tidak ada apa-apa. Kita bebas untuk mengamuk sepuasnya di tempat ini."
"Mengamuk? "
Ariel tiba-tiba mendapat perasaan buruk tentang hal ini.
"Baiklah.Ayo kita mulai! Aku akan menguji seberapa jauh kekuatanmu. Jadi, bertahanlah dari serangan ku sampai esok pagi! "Ronand mengumumkan sambil menembakkan sebuah bola sihir menuju Ariel.
" Oy, oy, oy ... tung-"
Duarrrrr .... !
Ariel yang terkejut, hanya bisa melompat dengan panik.
"Ayo, ayo! Buatlah aku terkesan! Kuhahaha .... " Ronand berkata sambil terus menembakkan bola sihir yang terus menerus kepada Ariel sambil tertawa lepas.
Ariel yang terus berlarian. Hanya bisa terus menghindari serangan Ronand sambil mengutuknya.
"Sialannnnn .... ! Akan ku balas suatu hari nanti. "
__ADS_1
Hingga setelah itu, suara teriakan dan ledakan terus menggema di sepanjang malam .
Bersambung ....