Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 118 _ Ternyata Hanya NPC


__ADS_3

“Semuanya, jangan begerak!!!”


Saat ini. Terjadi keributan di tengah-tengah jalanan Ibu kota dengan berbagai orang-orang yang berteriak histeris dan juga panik.


Bagaimana mereka tidak ribut? Seorang tawanan yang telah di tangkap oleh para penjaga memberontak dan berhasil melepaskan diri.


Setelah meloloskan diri, bukannya mencoba kabur, pria itu malah menyandera seorang wanita yang terlihat rapuh dan juga lemah.


Siapakah wanita itu?


Benar! Dialah Ariel.


Sebuah belati yang diarahkan ke leher Ariel, menjadi satu-satunya cara yang dipikirkan oleh Darren untuk bisa meloloskan diri dari para penjaga.


Karena Darren saat ini mengalami banyak luka di sekujur tubuhnya akibat perlawanan dirinya kepada para penjaga beberapa waktu lampu.


Dengan bentuk tubuhnya yang ramping, kulitnya yang putih pucat seolah jarang terkenal sinar matahari, Ariel terlihat seperti wanita muda yang lemah dan juga mudah untuk dijadikan sebagai sandera.


Itulah yang dipikirkan oleh orang-orang di sana.


Sementara Darren berbeda, sebelumnya dia tahu bahwa Ariel bukanlah orang biasa. Mana mungkin orang biasa dapat mengeluarkan aura membunuh yang begitu menakutkan.


Dan juga, dia sebelumnya pernah melihat Ariel bisa terbang sambil membawa seseorang. Darren yakin bahwa Ariel dapat membantunya pada keadaan saat ini.


Dengan usaha terakhirnya itu, dia mengambil resiko itu setidaknya untuk dapat melarikan diri dari Ibu Kota ini.


Sial!!! Ini berada dengan apa yang aku dengar.


Darren menggertakkan giginya dengan kesal.


Ketika dia baru tiba di Ibu kota, Keuangan Darren mulai menipis. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Kasino. Karena di kampung halamannya, dia begitu percaya diri dengan yang namanya berjudi.


Tentu saja, awalnya dia terus-menerus menang sampai uangnya sedikit demi sedikit mulai terkumpul.


Akan tetapi. Dia mulai terbawa suasana dan akhirnya sampai pertengahan permainan, dia mulai merasa bahwa dirinya dalam situasi yang cukup sulit.


Karena begitu, yang awalnya Darren sering memenangkan permainan, perlahan-lahan dia mulai kewalahan dan tanpa dia sadari, hutang dia mulai menumpuk dan tentu saja dia tak dapat membayarnya.


Untung saja, di kampung halamannya dia adalah seorang petualang yang cukup berpengalaman. Dia melarikan diri dan berhasil meloloskan diri sambil bersembunyi di gang-gang kecil di pinggir jalan.


Ketika seorang wanita membuka pintu belakang rumahnya dan melihat Darren dipenuhi luka akibat mencoba kabur, dia membawa Darren masuk dan menolongnya karena kasihan.


Dan tentu saja itu belum berakhir di situ. Ketika Wanita itu merawat luka Darren, dia tergoda dengan bentuk tubuhnya yang seksi dan segera menyerang wanita itu dan membawanya ke atas kasur.


Tentu hal itu dipergoki oleh suami wanita itu dan secara tidak sengaja Darren mendorong suaminya hingga terjatuh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras mengenai benda tumpul di tempat itu hingga nyawanya tak terselamatkan.


Darren panik. Hingga akhirnya dia membunuh kembali istri suami itu yang sedang lemas dan anaknya yang baru terbangun dari tidurnya akibat keributan.


Tenang saja ... pembunuhan diperbolehkan di negara ini ....


Itulah yang jadi pijakan dasar Darren melakukan semua itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya dia kabur meninggalkan rumah itu. Tapi sayangnya, dia tertangkap oleh orang-orang yang berasal dari tempat kasino tersebut dan juga, kelakuannya yang membunuh satu keluarga beberapa waktu sebelumnya juga terbongkar.


Dia diserahkan kepada para penjaga Ibu Kota. Saat di perjalanan, dia melihat Ariel. Dan saat ini, dia menyandera Ariel agar bisa meloloskan diri.


Saat keributan itu berlangsung. Darren menodongkan sebuah belati ke arah leher Ariel sambil mengancam dengan berbisik, “Nona ... jika tak ingin mati, bawalah aku terbang atau sesuatu untuk bisa meloloskan diri dari tempat ini!”


“Oh! Kau mengancam ku?”


Ariel berbalik dengan suara yang dingin. Itu membuat Darren seketika merasa merinding dan juga ketakutan.



Tetapi Darren tak berhenti disitu.


Dia menguatkan dirinya dan lebih jauh menekankan belati ke lehernya dengan suara gemetar.


“J-jangan macam-macam! Nona tahu, kan? aku ini tidak main-main.”


“Jika begitu, mengapa kau tidak melakukannya secara baik-baik? Jika kau melakukannya dengan cara begitu, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menolongmu.”


Mendengar hal itu, Darren hanya mendengus, “Heh! Nona tahu kan bagaimana sifatku dan apa yang telah ku lakukan. Aku berbuat seperti ini hanya untuk jaminan.”


“Hmm ....” Ariel bersenandung, seolah tak peduli, “Jadi yang orang-orang katakan memang benar? Kalau begitu, aku tak ada alasan untuk menolongm-.”


Ketika Ariel akan menyelesain perkataannya, mereka dialihkan oleh orang-orang di sekeliling mereka dan saling menyemburkan omongan-omongan buruk kepada Darren.


“Dasar penjahat pengecut! Lepaskan Nona itu!”


“Sungguh pria yang hina!”


Ariel yang mendengarnya, dia tersenyum seolah terhibur dengan suasana ini, “Kau mendengarnya? Sungguh lantunan puisi yang sangat indah~”


Berbeda sekali dengan Ariel. Darren mulai merasa cemas.


Penyebabnya bukanlah karena para penjaga maupun orang-orang yang mengelilinginya, melainkan sikap yang Ariel perlihatkan begitu tenang. Seolah dia tak takut sama sekali dengan gertakkan nya itu.


Dan benar saja yang Darren takutkan. Tanpa disadari Darren, Ariel meraih ujung belatinya entah sejak kapan. Dia yakin tidak pernah mengurangi kewaspadaan nya sedikitpun selama ini.


“Hah?!”


S-sejak kapan ...?


Darren berusaha untuk menarik belatinya. Tetapi, tak ada pergerakan sama sekali.


Meskipun Ariel memegang belati itu menggunakan kedua jarinya dengan santai. Darren tak dapat menariknya sedikitpun. Dia tak berdaya sama sekali seolah dirinya hanyalah seorang bayi yang sedang merebut permen dari orang dewasa.


K-kekuatan macam apa ini?


“Hmmm ... sebenarnya aku agak terburu-buru ... aku sudah ada janji dengan Daisy untuk makan siang bersama ....” Setelah Ariel mengatakan hal itu. Tiba-tiba, belati yang dipegang oleh Ariel dalam sekejap telah membeku dan terlapisi es yang berhawa sangat dingin.


Tidak terkecuali tangan Darren yang memegang belati itu di sisi ujung yang lainnya. Tangannya kini terasa mati rasa. Saking terkejutnya, Darren tak bisa berkata apapun dan bibirnya gemetar entah karena ketakutan ataupun kedinginan yang dia rasakan.

__ADS_1


Hal itu terjadi secara tiba-tiba. Bahkan Darren tak melihat Ariel merapalkan sihirnya sama sekali.


Hingga kemudian, Ariel menambah sedikit kekuatan dan pada saat yang sama, pergelangan lengan Darren yang sedang memegang belati itu tiba-tiba terlepas dan terpisah sepenuhnya dari tubuh Darren.


“Hiiii!!!”


Tangannya membeku. Dia tak merasakan sakit apapun selain hawa dingin yang dia rasakan meskipun tangannya sendiri terlepas oleh Ariel seperti dia mematahkan dahan ranting yang rapuh.


Begitu dingin. Hingga bahkan ketika tangannya patah, bukan rasa sakit yang dia rasakan. Melainkan rasa takut yang dia rasakan ketika melihat tangannya sendiri patah dengan mudahnya.


“Ah! Aku kelepasan~ aha ... ahaha ... ahahaha ....” Ariel tertawa canggung.


Semua orang yang melihat hal itu hanya terdiam. Mereka tak menemukan hal yang lucu dari kejadian yang mengerikan itu.


Syyuuung~ ...


Dan akhirnya. Hingga beberapa saat waktu telah berlalu. Sebuah anak panah melesat ke arah Darren dan membuat dia mengerang kesakitan.


Sleb!!


Arrrggghhh!!!!


Ariel melihat. Itu adalah ulah salah satu warga sekitar. Ariel tahu bahwa hal ini akan terjadi.


Semua orang yang sebelumnya berkumpul, kini semuanya telah memegang senjata di tangan mereka masing-masing.


Mereka menatap Darren dengan tatapan permusuhan.


Bahkan para penjaga yang melihat hal itu tak melakukan apapun. Itu seolah mereka juga sudah terbiasa dengan hal ini.


Dari informasi yang Ariel dapatkan sebelumnya, Ariel tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia membuang napas dan menoleh ke arah Darren. “Semoga kau tidak mendapat terlalu banyak rasa sakit ....”


Ariel berjalan meninggalkan Darren yang sedang kesakitan dan juga panik.


Ariel berhenti di suatu tempat untuk melihat.


Hingga setelah itu. Hanya suara jeritan kesakitan Darren dan juga riuh para warga yang sedang menikmati PESTA mereka.


Ariel tak bisa mengganggu mereka. Karena di Negara ini. Pembunuhan diperbolehkan dan tidak di larang oleh Hukum.Tetapi, bukan berarti seseorang bisa membunuh sesuka hati mereka.


Darren salah mengartikan maksud tersebut. 'Tidak dilarang' bukan berarti 'diterima'.


Atas kejadian hari ini. Ariel mengerti satu hal.


“Maaf, Daisy. Sepertinya aku sudah terlambat ....” gumam Ariel.


Benar. Ariel mengerti bahwa sudah lama Ariel menghabiskan waktu di tempat itu hingga makan siang yang di janjikan dengan Daisy sudah terlewat lumayan cukup lama.


Tetapi Ariel tak beranjak pergi dari tempat itu segera. Dia menunggu sesuatu yang akan terjadi setalah para warga menyelesaikan urusannya itu.


Dia menunggu di pinggir jalan sambil mengunyah jajanan yang Ariel beli sebelumnya di pinggir jalan.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2