
Sudah beberapa waktu telah berlalu semenjak Lin Xue menemui Ariel.
Setelah mereka menyelesaikan pertemuannya, Kini Ariel tengah merenung di sebuah kamar tanpa ada seorangpun di ruangan itu selain dirinya.
Ada sebagian perkataan yang di sampaikan oleh Lin Xue yang tidak dimengerti dan membuat dirinya kebingungan.
Tetapi ada satu hal yang Ariel yakini. Bahwa semua yang Lin Xue katakan kepadanya bukanlah kebohongan semata.
Dari pengalamannya di kehidupan sebelumnya dan ditambah dengan kehidupannya saat ini, bisa dibilang bahwa dia telah menjalani kehidupan puluhan tahun lamanya dan sudah terbiasa melihat ekspresi dan gerak-gerik seseorang untuk menentukan apakah orang yang Ariel rasa dapat dipercaya atau tidak.
Dan dari beberapa lama Ariel berbincang-bincang bersama Lin Xue, Ariel cukup yakin bahwa semua yang dikatakan oleh Lin Xue itulah kebenarannya.
Tentu saja Ariel tidak langsung percaya dengan semua itu. Tetapi, ada beberapa bukti yang membenarkan semua yang dikatakan Lin Xue.
Contohnya sepucuk surat yang Ariel pegang saat ini. Di depan suratnya, terdapat sebuah tulisan yang merupakan sebuah nama seseorang. 'Lydia Scarlet', itulah yang tertulis di sana.
Ketika Lin Xue menjelaskan dan mendiskusikan apa yang akan Ariel perbuat kedepannya, waktu yang Lin Xue butuhkan untuk berada di masa ini mencapai batasnya.
Hal itu dikarenakan setiap detik yang Lin Xue habiskan di masa ini, begitu pula energi sihirnya terkuras seperti air mengalir.
Selain untuk mempertahankan dirinya di masa ini dengan cara menghentikan waktu di ruangan itu dan mengisolasinya dari dunia luar. Karena orang yang sama tidak bisa muncul secara bersamaan pada waktu yang sama.
Jika Lin Xue dari masa depan tidak membuat ruang khusus ini, ada kemungkinan bahwa Lin Xue yang saat ini yang terjebak di wilayah manusia akan menghilang sepenuhnya dan digantikan.
Ariel bingung mengapa hal itu menjadi masalah. Ketika Ariel akan berkomentar, Lin Xue tersenyum masam seolah tahu apa yang akan dia katakan oleh Ariel.
Lin Xue hanya berbicara dengan lemah, “Aku hanya tak ingin mengambil tempat orang lain. Aku harap Lin Xue di masa ini dapat menemukan jalan bahagianya sendiri dan tidak sepertiku. Mungkin Kakak akan aneh mendengarnya, tetapi aku berbeda dengan dirinya, anggap saja kita hidup sebagai cabang pohon yang berbeda dan mempunyai kehidupannya masing-masing. Jadi aku berusaha untuk tidak mengganggunya dan membantunya untuk tidak menerima nasib yang sama sepertiku.”
Setelah mendengar hal itu, Ariel juga mengetahui mengapa Lin Xue memilih untuk pergi ke masa lalu dengan tubuhnya sendiri.
Meskipun Lin Xue bisa saja hanya mengirimkan ingatan di masa depan kepada Lin Xue saat ini dengan menggunakan energi sihirnya yang tidak terlalu besar dibandingkan dirinya datang ke masa lalu.
Tetapi menurutnya itu sama saja dengan menimpa ingatannya yang saat ini dan mungkin saja itu terlihat seperti merasuki tubuhnya menggunakan ingatannya itu dan membuat Lin Xue pada masa ini merasa dirinya telah mengalami kehidupan di masa depan dan kembali ke masa lalu seperti yang biasa terjadi di dalam novel. Karena mereka masihlah memiliki jiwa yang sama.
Dia tak mau melakukan cara itu. Lagipula dari yang Ariel dengar, Lin Xue di masa ini sedang di sekap dan dipenjara hingga tak bisa keluar dari tempat itu seorang diri. Itulah salah satu alasan dia mendatangi Ariel Dan memintanya untuk menolongnya.
Dengan menggunakan tubuhnya sendiri ke masa lalu, hal itu juga bertujuan untuk menyembunyikan percakapan mereka berdua dari Dewa Jahat 'V'.
Meskipun Dewa Jahat 'V' akan mengetahui tujuan mereka, setidaknya dia tak akan mengetahui rencana yang akan mereka lakukan.
__ADS_1
Sebelum Lin Xue pergi, Ariel kaget ketika Lin Xue mencium keningnya secara tiba-tiba. Tetapi hal itu belum selesai pada tahap itu. Seketika itu juga, Arie merasakan sensasi aneh yang membuatnya tidak nyaman.
Hal itu pernah dia rasakan, itu hampir sama persis ketika orang lain menyalurkan energi sihir mereka kedalam dirinya secara paksa.
Tetapi ketika Ariel akan bertanya dengan sedikit marah, Lin Xue menjelaskan bahwa hal itu untuk mencegahnya terdeteksi oleh Dewa Jahat 'V' dan keluar dari pengawasannya.
Ada beberapa hal yang tak Ariel mengerti, tetapi setelah Lin Xue melakukan hal itu kepadanya, tubuh Lin Xue berubah menjadi transparan seperti hologram dan kemudian menghilang.
Dari yang Ariel dengar, Lin Xue kembali ke alur waktunya sendiri setelah energi sihirnya hampir mengering.
Ariel tak begitu mengerti dengan konsep waktu, tetapi dia berdoa bahwa Lin Xue yang baru saja dia temui dapat kembali dengan selamat dan menemukan kebahagiannya sendiri di masa depan.
Yang terpenting, untuk saat ini Ariel hanya perlu memikirkan masa depannya sendiri.
Setelah diberi tahu masa depannya sendiri seperti itu, Ariel tak merubah keputusannya sendiri untuk menjalani hidup sesuai dengan apa yang dia sendiri inginkan.
Meskipun dia berterima kasih kepada Lin Xue karena telah memberikan informasi yang berguna, tetapi dia tak perlu menerima semua perkataannya itu secara mentah-mentah.
Dia hanya perlu hidup sesuai keinginannya sendiri. Tidak Lin Xue, apalagi Dewa Jahat 'V'.
Dia sendiri yang akan memutuskan apa yang akan dia pilih untuk kehidupannya sendiri.
Untuk yang pertama, dia membuka surat yang diberikan oleh Lin Xue kepadanya.
Ariel tak sabar dan segera membukanya. Tetapi dia segera membuat ekspresi kecewa ketika dia melihat isinya.
Hanya ada beberapa kalimat disana. Itu hanya sebuah pesan singkat tanpa adanya basa-basi sedikitpun di dalamnya.
...Hiduplah sesuai apa yang kau inginkan! ...
...Jangan cari aku dan temui aku sebelum kau mendapatkan Perpustakaan Abadi ! ...
...Aku tidak suka kau terlalu dekat secara romantis dengan orang lain ... oh! Tapi kalau dengan pria, boleh. ...
“...” Setelah membaca semua itu, Ariel hanya terdiam untuk beberapa saat sebelum melempar surat itu sambil berteriak, “Apa-apaan!”
Dari sekian lama kita tak bertemu, dia hanya memberikan surat ini? Astaga ....
Ariel percaya bahwa surat itu ditulis oleh Lydia langsung. Tidak! Lebih tepatnya Shilvie. Karena isi surat itu tidak dituliskan menggunakan bahasa dunia ini melainkan bahasa di kehidupan sebelumnya. Dan Ariel tahu betul bahwa itu adalah tulisannya.
__ADS_1
Lydia mengerti betul tentang Ariel dan menyuruhnya untuk hidup sesuai apa yang dia inginkan.
Dan dia mengerti mengapa dia tak boleh segera bertemu sebelum mendapatkan Perpustakaan Abadi setelah mendengarkan cerita yang dia dengar dari Lin Xue sebelumnya.
Tetapi yang membuatnya sedikit kesal adalah kalimat terakhir di dalam surat itu.
Jadi menurutnya, aku boleh berkencan dengan pria atau sesuatu seperti itu?
“Yang benar saja!” Ariel berteriak lagi, “Aku tak mempunyai hobi seperti itu!”
Memang benar, meskipun saat ini Ariel adalah seorang perempuan, tetapi jiwanya masihlah tetap seorang lelaki. Mana mungkin dia memuliki hubungan romantis dengan seorang laki-laki?
Dan ketika memikirkan hal itu, Ariel baru teringat sesuatu yang penting di kehidupan sebelumnya.
Itu adalah tentang hobi Lydia, atau lebih tepatnya Shilvie suka membaca dan mengoleksi Komik, Novel dan sebagainya tentang percintaan sesama pria.
Ketika mengingat kembali tentang hal itu, Ariel hanya memegangi kepalanya dengan pening.
“Astaga ....”
Bersambung ....
Catatan Author:
Halo ~
Maaf telah lama tidak update.
Karena pada bulan kemarin, gw sibuk banget njim. 🥵
Dari pagi sampai malam kerja dan ibadah,setelah pulang langsung *****(nempel molor) 🗿
Ada sih waktu sedikit, tapi gw lelah.
Kadang ketika buat Novel, aku berpikir. Eh?! Apa yang kulakukan? Aku siapa?:v dan sebagainya~
Kemarin juga, akhir-akhir jarang update karena kesibukan dan akhirnya gw memutuskan drop sebentar sampai waktuku senggang kembali.
Dan akhirnya, hari ini gw update kembali 🥳
__ADS_1
Meskipun gw yakin kebanyakan pembaca pada kabur dan drop baca juga😑😒 Aish~🤦♂️
Apakah harus aku lanjutkan? 🤔