Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 47 _ Pagi Hari Yang Sibuk


__ADS_3

Di suatu ruangan.


Seorang wanita yang kini sedang duduk dengan tenang di sebuah sofa sendirian.


Sambil merenung dia bergumam, "Hmm ... ada yang aneh! "


Setelah mengantar kepergian Lydia dengan tenang. Meskipun mereka sangat enggan untuk berpisah.Akan tetapi, mereka saling melepas kepergian masing-masing dengan senyuman.


Berjanji untuk saling bertemu kembali suatu saat nanti.


Sharon yang saat ini menunggu dengan tidak sabar. Dikarenakan sudah 3 hari berturut-turut dia tidak melihat anaknya.


Meskipun Lydia menyarankan .Jika Sharon ingin menjenguk anaknya, dia harus menunggu paling cepat setidaknya satu hari untuk bertemu dengan Anaknya.


Akan terapi, Sharon tidak dapat menunggu lebih lama lagi.


Semalaman dia kekurangan tidur karena terus memikirkan anaknya yang sedang sakit.


Tiba-tiba Sharon terbangun dari sofa nya dan berteriak dengan keras.


"Terserah lah ... aku tidak peduli lagi!" teriak Sharon, " Aku susah kekurangan energi keimutan anakku. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi! "


Segera setelah Sharon mengatakan itu, dia dengan cepat keluar dari kamarnya dan menuju tempat kamar Ariel dengan cepat.


Dia berlarian di lorong istana pagi-pagi buta dengan cepat , sampai mengagetkan para pelayan dan para penjaga yang saat ini sedang melakukan tugas mereka.


Hingga beberapa saat berlalu, dia tiba dengan nafas terengah-engah hingga uap nafas yang mengepul dari mulutnya dapat terlihat dengan jelas yang didukung dengan suhu pagi hari yang cukup dingin.


Sharon pun mencoba mengetuk pintu untuk yang pertama kalinya dengan pelan.


Akan tetapi, yang keluar hanyalah Daisy dan memberitahu kan bahwa anaknya masih sakit Hingga beberapa waktu telah berlalu, pintu kamar anaknya tidak kunjung di buka.


Meskipun Sharon menggebrak pintu dengan keras dan memanggil anaknya berulang kali. Hanya Daisy yang saat ini menjawab dengan ketakutan.


***


Kita kembali ke waktu beberapa saat ke belakang.


Daisy yang saat ini berbaring di atas kasur tuannya yang saat ini tidak ada.


Tertidur dengan pulas dan nyaman sambil mengigau, "Ah,Nona! ... jangan disana ... munya ... munya .... "


Entah apa yang sedang di impikan Daisy hingga mengigau seperti itu sambil menyeringai dengan aneh.


Hingga beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan di pintu dengan pelan.


Tok ...


Tok ...


Tok ....

__ADS_1


" Erm ? ... lima menit lagi ... suya~"Daisy mengigau setelah mendengar ketukan di pintu itu.


Hingga beberapa saat kemudian, Ketukan di pintu makin tambah keras hingga membangunkan Daisy dalam sekejap.


Brak!


"Wa,wa,wa ... Yah.Ada apa? " ucap Daisy yang tersentak dari tempat tidurnya sambil melihat sekeliling dengan panik.


"..., Apakah ada orang di dalam? " Terdengar suara dari luar dengan gaduh.


"Hm? Nyonya Sharon! "


Daisy bergegas berlari menuju pintu dan membuka kan nya sedikit , agar Sharon tidak melihat ke dalam ruangan.


"Oh? Nyonya ... apakah ada masalah hingga datang ke sini pagi-pagi sekali? "tanya Daisy.


Sharon mengetahui bahwa Daisy sering tidur bersama anaknya atas keinginan anaknya sendiri.


Akan tetapi, entah kenapa Sharon selalu kesal setelah mereka tidur bersama sementara dirinya ditinggalkan.


Pernah sekali Sharon memberikan usulan bahwa dirinya ingin ikut bergabung.


Meskipun usulan itu ditolak mentah-mentah oleh anaknya sendiri. Dan hingga saat ini, Sharon tidak pernah menyerah untuk bisa bergabung.


"Tidak ada apa-apa ... aku hanya ingin menemui anakku. Apakah anakku sudah bangun? " tanya Sharon sambil mengintip ke dalam. Akan tetapi, segera dihalangi oleh Daisy dengan gugup.


"N-nona saat ini sedang tertidur ... dan juga sakitnya belum juga sembuh ... mungkin Nyonya bisa berkunjung di kemudian hari hingga Nona Louise sembuh total .... "ujar Daisy dengan cemas.


" Tidak perlu! Aku akan menemuinya sekarang. "


"Tidak perlu Nyonya! Takutnya nanti Nyonya juga akan tertular oleh penyakit nya .... " ucap Daisy.


"Eh? ... bukankah anakku sakit karena kelelahan? Bagaimana hal itu bisa tertular? " ujar Sharon dengan kebingungan.


"Anu ... itu, itu, itu .... " Daisy kebingungan mencari alasan hingga Sharon menyipitkan matanya dengan tatapan curiga.


" .... "


Segera setelah itu, Sharon memegang gagang pintu kamar dan bersiap akan membukanya.Akan tetapi, Daisy segera menutup pintu dengan keras karena tidak ada pilihan lain.


Sharon mulai curiga dengan anaknya yang tidak kunjung keluar dari kamarnya.


"Daisy! Buka pintunya! Berapa lama lagi anakku akan keluar? " Teriak Sharon dengan keras sambil menggebrak pintu beberapa kali.


Brak!


Brak!


Brak!


Daisy yang saat ini menahan pintu dengan tubuhnya sambil mengeluarkan air mata seolah-olah dia ingin menangis.

__ADS_1


Nonaaaa! Berapa lama lagi nona akan kembali!


Teriak Daisy dalam hati.Sambil menggigit bibirnya dengan keras, menahan rasa takutnya oleh seorang ibu yang sedang mengamuk di luar sana.


***


Ariel beserta Chizuru yang saat ini diteleportasi oleh Dewa Jahat 'V' menuju kamarnya.


Dikejutkan oleh situasi yang aneh yang sedang terjadi.


Daisy yang saat ini tercengang setelah melihat Ariel dan Chizuru sambil menahan pintu dengan menangis.


"Nonaaa ... akhinya anda kembali juga .... "ucap Daisy sambil menangis di dekat pintu.


" Ya. Aku sudah kembali. Tetapi , sebelum itu ... sepertinya kita harus membereskan kekacauan di luar terlebih dahulu. "ujar Ariel sambil melihat ke arah pintu.


" Chizuru! Bisakah kamu bersembunyi untuk beberapa saat? "tanya Ariel kepada Chizuru.


" Baiklah! ... tetapi, dimana aku harus bersembunyi? "tanya Chizuru dambil melirik sekeliling.


" Kau bisa bersembunyi di dalam lemari. "ucap Ariel sambil menunjuk ke arah yang di tentukan.


" Em ... baiklah .... "Chizuru menganggu dengan ragu dan berbakik menuju lemari yang di tentukan.


Segera setelah semuanya telah siap, Ariel segera membuka pintu dan menemukan Sharon yang sedang marah.


" Oh! Anakku? "tanya Sharon dengan membelalak kan matanya.


" Iya, ini aku! Bisakah ibu tidak mengganggu Louise untuk saat ini. Louise sangat kelelahan untuk saat ini. "ujar Ariel sambil menghela nafas lelah.


" Baiklah! Tetapi ... apakah Louise kecilku tidak apa-apa? "tanya Sharon, " Sudah tiga hari anakku tidak keluar dari dalam kamarnya. "ucap Sharon dengan cemas.


" Tiga hari? "tanya Ariel dengan bingung, " Terserah lah ... Louise akan melanjutkan istirahat, bisakah ibu untuk saat ini kembali dulu? "


"Baiklah jika keinginan anakku seperti itu ... tetapi, sebelum itu .... "


Segera setelah itu, Sharon memeluk Ariel dengan erat dan menciumi bau tubuh Ariel untuk beberapa saat.


"Hem,hem ... hahhh~... Hem, hem ... hahh~ .... "


"Sudah cukup! Mau berapa lama ibu akan melakukan hal seperti ini! "gerutu Ariel dengan kesal.


" Mau sampai kapanpun,tentu saja!"ucap Sharon, " Hahhh ... akhirnya ibu lebih lega setelah mengisi baterai keimutan Louise kecilku. "Sharon menghela nafas dengan puas.


Baterai keimutan apanya!


" Ya, sudah, Yah! Louise mau istirahat dahulu. "ucap Ariel kepada ibunya dengan lelah, dalam artian hal lain.


Sharon melambai-lambaikan tangannya dengan senyuman, " Baiklah.Selamat beristirahat~"


Ariel pun memasuki kamarnya kembali dan menutup pintunya dengan rapat.

__ADS_1


Bersiap menanyakan apa yang telah terjadi setelah kepergian Ariel dan Chizuru ke Domainnya Dewa Jahat 'V' berada.


Bersambung ....


__ADS_2