
Di dalam sebuah tenda.
Mereka yang saat ini, sedang berdebat satu sama lain. Menentukan nasib kedepannya, di antara mereka.
“Sayangnya.Aku tidak ada niatan untuk menghentikan semua ini, apalagi sampai kabur. Aku tidak akan melakukan hal itu.” ungkap Ariel. menyampaikan isi pikirannya dengan jelas kepada Chizuru untuk segera menyerah tentang bujukan nya itu.
“Mengapa ... ?” lirih Chizuru, tak mengerti dengan isi pemikiran Ariel. “Jika hal ini sampai di teruskan, mungkin akibatnya, akan menimbulkan banyak korban di kedua belah pihak.Dan juga ... bukanlah kau juga mantan manusia? Kau mungkin saja, akan membunuh salah satu dari mereka. ” Chizuru berkata, dengan cemas.
Akan tetapi, yang menjawab perkataan Chizuru bukanlah Ariel. Melainkan Daisy, yang tengah berdiri di belakangnya, dan membuat dia salah paham dan menjawab perkataan Chizuru dengan polos.
“Mungkin saya tidak paham dengan urusan membunuh. Akan tetapi, saya akan mengikuti apapun keputusan yang di buat oleh Nona! ” ujar Daisy dengan tegas.
“A-ah~ .... ”
Chizuru baru teringat, bahwa Daisy juga mantan manusia. dia hanya menganggukkan kepalanya dan mulai berbicara.
“Jika kalian memang memutuskan nya seperti itu, maka aku tidak ada hak memaksakan kehendak kalian lagi,” ungkap Chizuru, “Akan tetapi ... apakah kalian yakin? Tidak akan pergi melarikan diri, dari peperangan ini? Jumlah pasukan dari wilayah manusia sangat amat banyak, dibandingkan dengan di tempat ini. Apakah itu tidak apa-apa?”
Melihat tatapan Chizuru yang khawatir, Ariel hanya tersenyum dengan percaya diri. “Kau pikir aku siapa?”
“Aku tahu, bahwa kau kuat. Akan tetapi ... lawanmu adalah 20.000 pasukan dan juga beberapa Pahlawan yang mulai bersiap untuk melakukan pertempuran. Bukankah itu terlalu berat sebelah? ” ungkap Chizuru. Berharap hal itu dapat membuat Ariel merasa ketakutan dan menyelamatkan diri nya sendiri.
Dan harapan itu, sirna dengan cepat. Ariel sama sekali tidak terpengaruh sedikit pun tentang hal itu. Dia hanya mendengarkan dengan santai di tempat duduknya, dan hal itu membuat Chizuru sedikit kesal.
“Apakah kau mendengarkanku? Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terjadi padamu. dan juga teman-temanku di pihak sana. ” ucap Chizuru.
“Jika memang seperti itu, memgapa kau tidak hentikan saja mereka? Mungkin mereka akan mendengarkanmu.”Ariel memberi usul. Akan tetapi, itu hanya membuat Chizuru semakin membuat wajah tidak senang.
“Mereka sama sepertimu. Keras kepala! ” ujar Chizuru.
“O-oh ... aku turut prihatin dengan hal itu .... ” ucap Ariel, sambil mengalihkan wajahnya dengan rasa bersalah.
“Hmph! ” dengus Chizuru dengan kesal.
Melihat Chizuru yang peduli padanya, Ariel hanya tersenyum dalam diam untuk beberapa saat, dan akhirnya mulai berbicara.
“Jadi begitulah keputusan nya.Aku tidak ada niatan untuk mengubah keputusanku. Dan aku siap untuk membunuh maupun di bunuh di dalam perang ini. ” ungkap Ariel dengan tegas, hingga beberapa saat kemudian, Ariel menambahkan, seolah sadar akan sesuatu. “Oh! Aku ralat perkataanku barusan. Aku tidak mau di bunuh. Itu menyakitkan. ”
Chizuru dan juga Daisy yang mendengar hal itu, hanya bisa terdiam dengan sepi. Tak tahu harus berekasi seperti apa.
“Dan juga ... berapa pahlawan yang ikut dalam perang ini? ” tanya Ariel dengan serius.
__ADS_1
Setelah diam sebentar, Chizuru menjawab pertanyaan Ariel, sambil kembali bertanya. “Yuu-kun, Ase- ... Arsya, Aria dan yang terakhir aadalah Aku. Semuanya ada empat orang ... memangnya ada hal apa, menanyakan ini? ”
“... ,Tidak. Aku hanya ingin tahu saja ... ” ucap Ariel, meskipun beberapa saat yang lalu, alis Ariel berkedut, setelah mendengar nama Aria dari Chizuru.
“Apakah kau mencemaskan mereka? ” tanya Chizuru dengan menggoda.
Akan tetapi, hal itu dijawab dengan cepat oleh Ariel, seolah dia tidak peduli, “Tidak juga. Aku hanya ingin memberitahukan sesuatu kepadamu. ”
“Memberitahukan sesuatu? Apa itu? ” tanya Chizuru dengan penasaran.
“Bila saatnya tiba, bawalah mereka dari lokasi perang, ke tempat lain menggunakan kemampuan teleportasi mu itu! ” ucap Ariel.
Chizuru yang mendengar hal itu hanya bisa terkejut. Seolah tak mengharapkan Ariel berkata seperti itu. “Hah! Akan tetapi, itu akan sulit.Mereka tidak akan mendengarkan ku. ”
“Sudah ku bilang, Kan? 'Bila saatnya tiba' Tidak harus hari ini. Pada saat itu, mereka mungkin mendengarkanmu. ”
“Memangnya apa yang akan terjadi? Dan kapan waktunya akan tiba? ” Chizuru bertanya-tanya dengan bingung.
Melihat Chizuru yang kebingungan, Ariel menjawabnya dengan malas. “Kau akan mengetahuinya nanti. Jadi, bersiap-siaplah untuk besok!”
“... , Meskipun aku tak tahu apa yang kau maksudkan. Aku akan mengingat kata-katamu untuk saat ini.”
Meskipun jawaban Chizuru tidak sesuai dengan apa yang Ariel harapkan, akan tetapi, dia mengangguk dengan puas.
“Baiklah! Sudah terlalu lama aku berada di sini. Dan sepertinya kedatangan ku ke tempat ini berjalan dengan sia-sia ....” ujar Chizuru dengan menghela napas. Sambil bangkit dari tempat duduknya.
“Oh! Apakah kau akan pergi? ” tanya Ariel.
“Iya ....”
“Kalau begitu sampai jumpa.Maaf .... ” ucap Ariel, sambil memaksakan senyum.
“Untuk apa kau berminta maaf? Lagipula dari awal aku sudah bisa menebak bahwa hasilnya akan seperti ini. Menjadi dirimu juga pasti sangat sulit. Aku berharap kamu bisa selamat dan kita bisa saling mengobrol di kemudian hari. ” ucap Chizuru dengan senyuman manis.
“Aku juga mengharapkan hal yang sama. ” balas Ariel dengan memasang senyum yang sama dengan Chizuru.
“Baiklah, sampai jumpa! ”
“Iya, sam-”
Cling .... !
__ADS_1
Sebelum Ariel menyelesaikan perkataan nya, Chizuru dengan cepat menghilang dari pandangan mereka berdua.
“.... ”
Hanya menyisakan Ariel dan juga Daisy yang menatap tempat Chizuru sebelumnya berdiri, dengan diam.
“Aish ... seperti biasanya. Dia selalu saja mengilang sebelum orang lain menyelesaikan perkataannya .... ”ujar Ariel dengan sedikit jengkel.
Mendengar hal itu, Daisy hanya bisa terkekeh dan kemudian melihat Cangkir tehnya Ariel telah kosong, dia segera menawarkan untuk melakukan pengisian ulang.
“Apakah anda ingin tambah, Nona! ”
Mendengarkan hal itu, Aril segera mengangguk dan tersenyum dengan ramah, “Terima kasih, Daisy! ”
Kemudian Daisy pun segera mengisi kembali cangkir tehnya Ariel.
Dan mereka pun saling mengobrol satu sama lain, di sore hari yang damai, sebelum memasuki waktu yang bergejolak.
***
Di tempat lain.
Di waktu yang sama, saat Chizuru masih di tempatnya Ariel.
Seseorang memasuki tenda, sambil berkata kepada orang yang saat ini berada di dalam sana dengan berpakaian mewah.
“Kakak! Semuanya telah siap, seperti yang kita rencanakan! ” Pria itu mengumumkan dengan bangga.
“Bagus sekali, Leonardo. Sekarang kita akan segera memulai kekacauan kembali di benua ini.Hahaha .... ” Pria itu memuji Leonardo sambil tertawa dengan gembira.
“Akhirnya saatnya akan tiba untuk membalaskan kembali apa yang telah di lakukan oleh si brengsek Lydia itu, Kak Leopold. ” ungkap Leonardo dengan senang.
“Berhenti memanggilku dengan sebutan itu! Aku sekarang adalah Kapten prajurit terkuat di wilayah manusia, yang bernama Leon. Kau orangnya blak-blakan. Aku khawatir kau akan tidak sengaja berbicara kepada para manusia bodoh itu. ” ungkapnya.
Setelah kabur dari kejaran Lydia. Leopold berusaha mati-matian untuk kabur dan menuju wilayah manusia.
Dan sekarang, dia terpaksa menyamar menjadi seorang manusia, dan membangun reputasi di sana. Dengan bertekad untuk membalaskan penghinaan yang telah dia terima darinya.
Dan kini. Dialah orang yang telah menyulut api pemberontakan kepada Kekaisaran dan memulai peperangan kembali dengan Wilayah Iblis.
Belum di ketahui, alasan mengapa dia melakukan semua ini, yang juga membuat Ariel kerepotan, karena mereka malah akan menyerang Albion, bukannya Transylvania, dengan menggunakan bala bantuan para manusia.
__ADS_1
Bersambung ....