Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 21 _ Identitas Sebenarnya Sharon


__ADS_3

Setelah beberapa saat. Sharon yang telah lama memeluk Ariel,dengan enggan melepaskan pelukan nya setelah melihat anaknya yang telah memohon dengan lemas untuk melepaskannya.


"Hahhh... akhirnya bisa lepas juga. " ucap Ariel sambil melepas nafas dengan lega.


"Muuu... apakah Louise kecil tidak suka dipeluk oleh ibu?. Ibu merasa jadi sedih. "ucap Sharon dengan mengembungkan pipinya sambil marah.


" Siapa juga yang suka di cekik oleh ibunya sendiri sampai hampir mati? "komentar Ariel. mengabaikan ibunya yang sedang merajuk.


" Oh. Setelah menghilang selama dua hari ,sekarang anak ibu berubah menjadi jahat. Ibu harus menghukumnya. Untuk nanti malam,Louise kecil harus tidur bersama ibu!."perintah Sharon sambil berdiri menunjuk Ariel dengan angkuh.


"Menghukum? Bahkan Louise tidak melakukan kesalahan apapun. Kenapa harus menerima hukuman?. Louise tidak mau! ...hmp."


Ariel menolaknya dengan tegas sambil memalingkan muka.


"Oh?. Anakku menolak tawaran ibu?... huu... huuuu.... ibu tidak akan keluar dari kamar ini sampai Louise kecil mau tidur bersama ibu. " ucap Sharon sambil pura-pura menangis.


Ariel yang mengetahui Sharon hanya pura -pura menangis, hanya menatap Sharon dengan diam. Menunggu Sharon untuk berhenti berpura-pura.


Sharon yang mengintip dari celah jarinya. Mengetahui bahwa tipuannya tidak berhasil,dia mengubah rencana.


"Baiklah! Jika Louise kecil tidak mau tidur bersama ibu, ibu akan tidur di sini bersama Louise. " Sharon memutuskan untuk tinggal di kamar Ariel bersamanya.


"...,Bukankah itu sama saja? " tanya Ariel dengan keberatan.


Ariel yang melihat Sharon yang hanya terdiam sambil cemberut menghela nafas pasrah dan menyerah.


Yahhh... kalau di lanjutkan juga akan percuma.


"Baiklah, baiklah. Louise akan tidur bersama ibu untuk satu malam nanti. Jadi ,bisakah kita kembali ke permasalahan awal?. Bagaimana dengan kondisi Daisy sekarang?. "tanya Ariel dengan ekspresi lelah.


"Hmm... emm. Anak ibu memang yang terbaik. Seperti yang di harapkan dari anak ibu. "


Sharon mengangguk dengan senyum puas. Berbeda sekali dengan sikapnya pada beberapa saat yang lalu.


"Ya,ya.Aku sangat baik" ucap Ariel tak peduli, "Jadi? Bagaimana dengan Daisy? " Ariel mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oh!.Daisy akan baik-baik saja. Mulai sekarang ,dia hanya akan menjadi seorang Vampire. "jawab Sharon dengan nada acuh tak acuh.


" O-oh.... "


Sebenarnya sedari awal ,saat Daisy mulai mengamuk,Ariel sudah curiga bahwa kejadiannya akan jadi seperti ini.


"...,Apakah Daisy bisa di kembalikan seperti semula? " tanya Ariel. Mencari harapan untuk mengembalikan Daisy kembali seperti semula.

__ADS_1


"Tidak bisa. Nasi sudah menjadi bubur. " ucap Sharon tanpa berfikir terlebih dahulu.


"Hm.... "


Ariel hanya terdiam .Merasa bersalah telah menggigit Daisy pada saat itu.


Sharon yang melihat anaknya yang ber ekspresi seperti itu, memanggilnya dan bertanya.


"Louise anakku. Apakah kamu merasa bersalah telah mengigitnya.? " ucap Sharon ,sambil bertanya kepada anaknya.


"Ya... sedikit.... eh? Tunggu.!! "


Ariel kemudian berdiri dari kursinya. Dia teringat sesuatu dalam pikirannya.


"Ada apa?. Apakah ada yang salah? " Sharon bertanya-tanya sambil memiringkan kepalanya,kebingungan.


"Iya...Louise pernah baca dalam sebuah buku. Seingat Louise ,saat Vampire menggigit orang lain, korbannya tidak akan mengalami apa-apa selain kekurangan darah dan lemas. "ucap Ariel ,sambil mengingat apa yang telah dia baca.


Mulai saat Ariel masih kecil(meskipun sekarang masih sama kecilnya).Ariel mencoba mengumpulkan sebanyak-banyaknya ilmu pengetagian tentang dunia ini.


Untuk mempertahankan hidup di dunia yang kejam ini, Ariel mempelajari ilmu-ilmu seperti Etiket, Budaya, Sihir, Bela Diri, Pengetahuan Umum, Sejarah, dan sebagainya.


Terlepas dirinya sebagai seorang putri. Dia mempelajari apapun yang dapat membantunya untuk menjalani kehidupan yang aman dan nyaman baginya.


"...,Itu berlebihan.Dan juga,Louise bukan anak-anak lagi,jadi berhentilah memperlakukanku sebagai anak kecil. Sebentar lagi juga Louise akan menginjak usia lima tahun. "


"Fufu... itulah yang di namakan anak kecil, Anakku" balas Sharon sambil tertawa ringan,"jangan khawatir!. Meskipun Louise kecil nanti akan tumbuh menjadi orang dewasa, sikap ibu terhadap anak ibu tidak akan berubah. "


Sharon berkomentar. Tampak dalam suasana hati yang baik. Berbeda terbalik dengan Louise ,yang membayangkan saat dirinya dewasa,di perlakukan seperti anak kecil oleh ibunya sendiri seperti itu. .


"Urgh... kumohon jangan. " ucap Ariel dengan ekspresi pahit.


Namun, Sharon mengabaikannya dan tersenyum lembut dengan mengalihkan pembicaraan.


"Apa yang Louise kecil baca memang benar. Tetapi ,masih ada yang kurang. "


"Kurang? "


"Iya.Meskipun Vampire biasa tidak ada pengaruhnya .Tetapi ada beberapa pengecualian. "


"...Apa pengecualiannya?. " tanya Ariel dengan penasaran.


"Sebelum itu. Apakah Louise kecil tahu tentang 4 Vampire kuno?. "

__ADS_1


"Em?... " Ariel terkejut tentang perubahan topik yang mendadak, "Iya ,tahu.Mereka adalah vampire yang berhasil selamat dari Perang Ilahi 10.000 tahun yang lalu kan?Louise pernah membacanya di buku legenda tua. Mengapa mendadak menanyakan ini? ."tanya Ariel dengan kebingungan.


" Mereka mempunyai kemampuan masing-masing sebagai vampire seperti ,regenerasi luka, memanipulasi darah, memanipulasi sihir tanpa lingkaran sihir, dan yang terakhir adalah meneruskan keturunan. Lebih jelasnya adalah memperbanyak populasi vampire melalui gigitan secara sukarela atau menerima darah dari si Vampire itu. "


Sharon menjelaskannya kepada Ariel tentang vampire. Fan membuatnya terkejut setelah mendengarnya.


"...Tunggu!. Apa maksud ibu adalah.... "


"Itu benar. Ibu adalah salah satu dari 4 Vampire Kuno itu. " ucap Sharon dengan ekspresi bangga.


"Jadi.Daisy bisa berubah seperti ini karena.... "


"Benar lagi!!. Karena Louise kecil adalah anak ibu, tentu saja anakku mewarisinya. " ucap Sharon. Menebak apa yang akan di katakan Ariel selanjutnya sambil menunjuk kepadanya.


".... "


Ariel yang mendengarnya hanya terdiam tak berkata -kata.


"Oh iya,hampir lupa. Nanti setelah Daisy bangun ,tolong jangan lupa untuk memberikan nya sedikit darahmu. "


"Mengapa? Bukannya Daisy sudah menjadi Vampire?. Mengapa harus di beri darah Louise?. " Ariel bertanya kebingungan.


"Orang yang tergigit berbeda efeknya dengan yang di beri darah. "kemudian Sharon menjelaskan alasannya kepada Ariel.


Orang yang tergigit mulai mengalami gejala secara perlahan-lahan, misalnya menjadi monster gila seperti saat mereka makan benrapa waktu yang lalu.


Seminggu kemudian, setelah gigitan itu,Orang yang tergigit sepenuhnya menjadi Vampire asli.


Sedangkan yang diberi darah secara langsung. Akan berubah menjadi Vampire saat itu juga.


"... ,Jadi begitu.hmmm.... " ucap Ariel. Setelah mendengarkan penjelasan Sharon.


"Yah.Louise kecil tidak mau kejadian saat kita makan tadi terjadi lagi kan?. lagipula mendapatkan pelayan yang setia tidak buruk juga. "


"Setia? . Daisy baru mulai bekerja loh. Belum tentu dia akan setia kepadaku. "ucap Ariel kebingungan apa yang di maksud Sharon.


" Oh?. Bukan itu maksud ibu. orang yang telah menjadi Vampire, tidak bisa menentang orang yang telah membuatnya menjadi Vampire. jadi itu seperti sumpah setia Kesatria kepada Rajanya. "


"Tidak bisa menentang? "


Segera setelah mendengar itu. Pikiran Ariel berubah menjadi cabul.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2