Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 89 _ Bentrokan Pedang Dan Tinju


__ADS_3

Dari kejauhan.


Chizuru dan yang lainnya sedang menonton pertarungan mereka berdua, mereka merasa terkejut dengan kekalahan Akihiro yang begitu mengenaskan.


“D-dia dikalahkan semudah itu ....” gumam Arsya, mulutnya menganga dengan tak percaya.


Menyaksikan kejadian itu, Aria juga mengerutkan alisnya dan berbalik menatap Chizuru yang selama ini sama terkejutnya dengan mereka.


“Chizuru. Selama ini aku penasaran.” Aria menyentuh dagunya dengan berpikir, “Aku tahu dia dari pihak musuh. Akan tetapi, dari saat kita pertama kali bertemu. Sepertinya dia mengenalmu dengan baik. Dan juga ... kemampuannya sangat mirip dengan milikmu. Memangnya, ada hubungan apa diantara kalian berdua?”


“Hmm ....”


Mendengar pertanyaan Aria, Chizuru kebingungan untuk menjawab.


“Apakah benar begitu?” tanya Arsya dengan bingung.


“Oh! Iya, aku lupa. Kau saat itu sedang terbaring dengan menyedihkan di atas tanah.”


“Hah?!” Arsya terkejut, dan wajahnya begitu pucat.


Melihat hal itu, Aria mendengus dengan mengejek. “Heh! Apakah kau tidak terlalu berlebihan sampai berekspresi seperti itu.”


“B-bukan! I-itu, di belakang! ” Arsya menunjuk ke arah belakang tempat Aria berada.


Aria yang penasaran, segera berbalik dan Chizuru pun melakukan hal yang sama.


Merek berdua juga langsung terkejut. Mereka baru menyadari bahwa sebuah portal terbentuk di belakang mereka.


Dan pada detik itu juga, Ariel keluar dari portal itu, sambil membawa Akihiro yang terluka.


Saking terkejutnya, mereka semua yang ada di tempat itu hanya bisa terdiam dan menatap Ariel dengan mulut mereka yang menganga.


Hanya Aria yang waspada dan memegang belati yang sering dia bawa di balik tubuhnya itu.


Ariel untuk beberapa saat melihat sekeliling dan berhenti menatap ke arah Chizuru.


“Chizuru, aku telah menepati janji ku. Kau bisa membawanya pergi sekarang!”


Setelah mengatakan hal itu, Ariel melemparkan Akihiro dengan kasar. Meskipun dia tahu, bahwa Akihiro masih terluka aparah.


Bruk!


“Ah ... emm ... terima kasih.” ucap Chizuru. Tak tahu harus berkata apa, setelah melihat Akihiro yang diempar seperti itu.


“Kau bisa melakukannya lebih lembut ....” gumam Chizuru dengan pelan.

__ADS_1


Ariel mendengar hal itu. dan tersenyum kering.


Iya, aku akan melakukannya jika itu adalah wanita cantik ....


Pikir Ariel.


“Yah ... terserah lah!. Daripada itu, ku sarankan kalian segera meninggalkan tempat ini. Jika terlalu lama kalian tinggal di sini, aku tak bisa menjamin keselamatan kalian.” Ariel berkata.


Hingga setelah mengatakan hal itu, Ariel mengangkat tangannya sambil melihat ke arah Aria yang berada di dekatnya.


Merasakan Ariel akan melakukan sesuatu padanya, Aria segera bereaksi dengan waspada. Akan tetapi, Aria tak merasakan aura permusuhan darinya dan membiarkan tangan Ariel melewati tangannya yang sedang memegang belati di depannya. Dan segera setelah itu, Ariel menyentuh atas kepala Aria dengan lembut.


“Hah!” Aria terkejut dengan hal itu.


Ariel terus mengelus dan memainkan rambut Aria untuk beberapa saat. Sambil melakukan hal itu, Sepasang sayap tumbuh dari balakang tubuh Ariel.


Perasaan nostalgia ini. Aria sering sekali merasakan sensasi ini di dunia sebelumnya.


Sama seperti Kakak tercintanya melakukannya selerti itu, kini wanita yang ada dihadapannya ini melakukan hal yang sama dengannya.


Aria menatap wajah perempuan yang ada di hadapannya itu dengan dalam dan tanpa sadar, air mata secara perlahan keluar dan membasahi pipi nya.


Melihat Aria yang sepeti itu, Ariel segera menarik tangannya kembali dan menatap Chizuru dan Arsya.


“Ah!” Ariel tersentak kembali, setelah Ariel melepaskan tangannya.


Ariel sempat mendengar atau mungkin itu hanyalah ilusi, dia sesaat seperti mendengar seseorang memanggilnya, “ ... -kak!?” Akan tetapi, Ariel tak mempedulikan nya dan segera menjauh dari mereka dengan cepat.


***


Sementara itu, di tempat lain.


“Sial!”


Seseorang berteriak dengan keras. Dia dikelilingi oleh lautan api yang menyelimuti tempat dia berdiri saat ini.


Benar! Dialah Leon. Alias Leopol Graham, yang saat ini berdiri dengan perlahan.


“Tak ku sangka dia melakukan hal seperti ini .... ” Gumam Leon.


Saat dirinya lengah, dia dikirim ke ruang angkasa dan hal itu membuat dirinya kaget.


Tak butuh waktu lama. Dia segera memutuskan untuk menuju kembali, sebelum dirinya kehabisan napas.


Dia melakukan sesuatu dan berhasil memasuki atmosfer planet itu.

__ADS_1


Bahkan dirinya mulai merasa sesak napas, diakibatkan oleh terjatuh nya dirinya dengan kecepatan yang luar biasa.


Merasakan hal itu, Leon segera kembali dan berubah wujud jadi Beastman nya seperti semula. Itu adalah wujud aslinya yang sebenarnya.


Bahkan dengan Leon yang berubah dengan bentuk aslinya, dia masih merasa sesak dan tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa.


Dia hanya bisa menahannya sampai dirinya berhasil mendarat kembali. Dan akhirnya, beberapa saat kemudian, Leon kini sudah mendekati pernukaan tanah.


Dia segera bersiap-siap menyiapkan sihir api. Karena sihir api adalah atribut sihir yang paling Leon kuasai.


Berkat dirinya membuat kontrak dengan Roh, Leon berhasil menggunakan semburan api yang sangat kuat tannpa menggunaka rapalan sihir.


Berkat hal itu pula, kecepatan jatuhnya Leon mulai melambat. Meskipun itu masih terlalu cepat bagi manusia biasa dan mungkin akan mati jika terjatuh dengan kecepatan yang seperti itu.


Akan tetapi, yang dibicarakan disini adalah Leon. Tidak! Lebih tepatnya Leopold Graham. Salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis. Tentu saja dia bisa mengatasi hal itu dan berhasil mendarat dengan selamat.


Dia mengamati sekitar. Dan saat itu juga, dia merasakan ada seseorang yang menuju ke arahnya dengan cepat.


Leon menatap tajam ke arah seseorang itu akan datang. Dan beberapa saat kemudian, Dia melihat sesok Ariel melesat dengan cepat menuju ke arahnya.


Ariel menyiapkan pedangnya sambil mengarahkan kepada Leon yang menjadi sasaran nya.


Dia melesat seperti tombak. Dan tidak ada tanda-tanda dia akan menurunkan kecepatan nya sedikitpun.


Leon yang merasakan hal itu, dia juga menyiapkan diri untuk melawan serangannya sambil menguatkan tinjunya yang keras seperti berlian dengan fokus.


Hingga beberapa detik kemudian, ujung pedang Ariel berbenturan dengan tinjunya Leon dengan keras.


Trank ... !


Duarrrr .... !


Hanya dengan mereka berdua yang ber bentrokan saja, sebuah ledakan terjadi.


“Kuh!”


Ariel bahkan tak bisa menggores tangan Leon yang sangat keras itu. Menilai itu tidak berhasil, dia segera menjauh dan menjaga jarak dengannya.


“Sudah ku duga, serangan itu tidak akan berhasil. Le-o-pold Gra-ham!” ucap Ariel, dengan mengeja nama asli Leon dengan sengaja. “Aku bahkan tak mengira akan melawan orang sepertimu.”


Mendengar hal itu, dia mendengus dengan senyuman mengejek, “Yah ... bahkan jika kau mengetahui identitasku yang sebenarnya juga akan percuma. Kau akan mati di sini!”


Ariel pun membalas dengan senyuman tidak ada rasa takut, “Hmm ... itu masih belum ditentukan.”


Dan begitulah. Mereka berhadapan satu sama lain. Hanya tinggal menunggu siapa yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan ini.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2