Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 44 _ Meninggalkan Domain Dewa


__ADS_3

"Hm... pasti itu Shilvie. "gumam Ariel dengan melankolis.


" Kau benar! Dialah orang nya. "


Setelah merenung untuk beberapa saat , Ariel tersadar akan sesuatu yang penting.


"Tunggu! " ucap Ariel dengan kaget, "Jika aku menjadi seorang Pahlawan, apakah mungkin.... "


"Orang yang bersamamu ke dunia ini juga akan menjadi seorang pahlawan? Begitulah maksudamu?"" ujar Dewa Jahat 'V',menebak pikiran Ariel dengan mudah.


"Iya.... "


"Kau tahu, tidak semua orang bisa menjadi seorang pahlawan dengan semudah itu. Seorang pahlawan harus mempunyai kualifikasi dan jiwa yang cukup kuat untuk menerima Skill dariku. " ungkap Dewa Jahat 'V' dengan santai.


"Dari kelima jiwa yang datang ke dunia ini. Hanya dua yang cukup menarik perhatianku. Dan diantarnya adalah kamu dan Ly-...maksudku Shilvie. "ucap Dewa Jahat 'V'. Hampir keceplosan untuk menyebutkan nama Lydia di depan Ariel.


"Hm? "Ariel memiringkan kepalanya.


Yah... terserah lah. Tetapi... bukankah aku hebat! Hingga bisa menarik perhatian seorang dewa hingga seperti itu.


Pikir Ariel, seolah-olah hidungnya memanjang karena bangga. Hingga beberapa saat kemudian, Ariel merasakan pukulan keras dari belakang kepalanya.


Plak!


"Aduh!... Hey! Apa-apaan ini? "


Chizuru yang menatapnya dengan kesal, seolah-olah dia mengatakan'Yang serius sedikit! '


Ariel pun mengalihkan pandangannya dari Chizuru dengan pelan sambil berkeringat dingin.


Entah mengapa... dia mengingatkanku pada Chloe....


Pikir Ariel dalam hati.


Sifat Chizuru yang begitu mirip dengan teman masa kecil Ariel yang telah ikut bersamanya menuju dunia yang belum mereka ketahui sebelumnya.


Ariel menjadi mengkhawatirkan tentang keadaan teman-teman yang telah berpindah dunia sama sepertinya.


Bagaimana jika sesuatu hal yang buruk terjadi?


Pemikiran itu pernah terlintas di dalam pikiran Ariel. Akan tetapi, mereka semua adalah pembunuh profesional.


Tidak mungkin mereka akan terbunuh dengan mudah.


Meskipun masalahnya adalah saat-saat mereka masih menjadi bayi. Akan sulit untuk mempertahankan diri, jika terlahir di lingkungan yang buruk.


Untuk saat ini... aku akan mencari mereka. Untung saja Chizuru membawa barang yang cukup berguna.


Pikir Ariel dalam hati.


Akan tetapi. Dewa Jahat 'V' menadahkan tangannya seperti seorang pengemis. Dan dalam sekejap, sebuah bola seukuran telapak tangan muncul yang entah dari mana.


Ariel serta Chizuru mengenali bola itu. Barang yang seharusnya masih tersimpan di kamar Ariel sebelum mereka ber teleportasi ke tempat itu.

__ADS_1


Benar sekali.


Senjata suci milik Chizuru yang saat ini berada di genggaman Dewa Jahat 'V' dengan tersenyum lebar. Seolah-olah sedang merencanakan sesuatu yang jahat.


Ariel memiliki perasaan buruk tentang itu. Dia segera memanggil Dewa Jahat 'V' dengan cemas.


"O-oi...mau kamu apakan dengan bola itu? "


Dewa Jahat 'V' menjawab dengan menyeringai, "Hehe ... nantikan saja! "


Senjata suci yang berada di genggaman Dewa Jahat 'V' mulai mengeluarkan cahaya emas untuk beberapa saat hingga cahaya itu memudar kembali.


"A-apa yang telah kamu lakukan...? " tanya Ariel dengan cemas.


"Baiklah."Dewa Jahat 'V' mengangguk dan melemparkan bola itu ke arah Ariel, " Dengan ini, kamu tidak akan bisa menemukan yang lainnya dengan bola itu. "ucap Dewa Jahat 'V' sambil menyeringai.


Ariel yang menangkap bola itu dengan aman.Terkejut, seolah dia tidak percaya.


Bahwa cara cepat untuk menemukan tentang keberadaan teman-teman nya telah sirna. Yang di sebabkan oleh orang yang berada di hadapannya saat ini.


Tentu saja.


Dia adalah salah satu dari Tujuh Kekuatan Wilayah Iblis ,peringkat pertama .


Dewa Jahat 'V'.


Seperti namanya, Dia adalah dewa yang jahat menurut Ariel.


Menghancurkan suasana hati Ariel yang sedang baik dalam sekejap.


" Untuk apa kau melakukan semua ini? "tanya Ariel dengan kesal.


" Tentu saja untuk hiburanku. Memangnya untuk apa lagi? Akan sangat membosankan bukan! Jika hiburan yang sedang kalian nikmati tiba-tiba selesai dengan cepat. "jawab Dewa Jahat 'V' dengan alami.


" Mungkin kau ada benarnya... tapi mengapa harus melakukan itu padaku? "tanya Ariel dengan frustasi.


" Ayolah... kamu adalah salah satu hiburanku yang menarik,mana mungkin aku membiarkan orang sepertimu lolos dalam pengamatanku dengan mudah. "ucap Dewa Jahat 'V' sambil menjentikkan jarinya dengan keras.


" Apalagi yang kamu lakukan? "tanya Ariel sambil melihat sekitar.


Akan tetapi, dia tidak menemukan ada sesuatu yang aneh telah terjadi.


Dia melirik Chizuru. Dan dia juga menggelengkan kepalanya dengan tidak tahu.


"Fufufu.Yah... kalian akan tahu pada saatnya nanti. "Dewa Jahat 'V' menjawab, sambil menikmati suasananya saat ini.


" Hahhh.... "Ariel membuang napasnya dengan lelah.


Ariel bersama Chizuru tidak menyadari. Bahwa Dewa Jahat 'V' telah mengubah aliran waktu di ruangan itu menjadi beberapa kali lebih cepat berjalan, dibandingkan dengan di luar sana.


" Tapi setidaknya... aku memohon. Jangan terlalu ikut campur dengan kehidupan orang lain! Akan sangat merepotkan jika seorang dewa mengganggu kehidupanku. "gerutu Ariel dengan kesal.


Tidak dapat melawan.

__ADS_1


Sebuah entitas yang tidak akan pernah bisa dilawan oleh Ariel.


" Kalian tenang saja... jika aku terlalu ikut campur, bahkan itu akan lebih membosankan. Aku hanya akan menonton dengan manis dari tempatku berada. "ucap Dewa Jahat 'V' dengan tersenyum ramah.


" Lagipula, dengan adanya kalian para pelintas dari dunia yang berbeda. Perubahan takdir dari orang-orang yang berada di dunia yang aku kelola juga mengalami perubahan. Bukankah itu bahkan lebih menarik? "tanya Dewa Jahat 'V' dengan tesenyum lebar sambil membukakan tangannya lebar-lebar.


Seolah-olah dia senang dengan kekacauan yang terjadi di dunianya yang dia kelola.


" Tidak sama sekali! "


"Tidak! "


Jawab mereka dengan serempak.


"Hah... bisakah kita pergi sekarang? Aku merasa berada di sini terlalu lama malah merugikan ku dari pada keuntungan yang kudapat. " ucap Ariel sambil mengelus kepalanya dengan pusing.


"Aku juga sependapat. " Chizuru menyetujui nya dengan mengangguk.


"Oh! Kalian mau pergi? Baiklah, aku akan mengantar kalian. " Dewa Jahat 'V' mengangkat tangannya. Bersiap untuk menjentikkan jarinya.


"Aku berterima kasih untuk itu. "ucap Ariel dengan mengangguk.


Akan tetapi. Sebelum Dewa Jahat 'V' melakukannya ,dia tersadar akan sesuatu.


" Oh, iya. Saat aku menjentikkan jariku sebelumnya, aku sebenarnya mempercepat aliran waktu di ruangan ini beberapa kali lipat. "ungkap Dewa Jahat 'V' dengan memperingatkan.


" Untuk apa? "tanya Ariel dengan bingung.


" Kalian akan segera mengetahui nya."


Segera setelah itu Dewa Jahat 'V' menjentikkan jarinya dengan tersenyum nakal.


Aku punya firasat buruk tentang ini.


Pikir Ariel dalam hati.


***


Sementara itu.


Di tempat lain.


Seorang wanita menggedor pintu kamar seseorang dengan kasar.


Brak...brak... brak....


"Daisy! Buka pintunya! Berapa lama lagi anakku akan keluar? " Teriak wanita itu dengan keras.


Daisy yang saat ini menahan pintu dengan tubuhnya sambil mengeluarkan air mata seolah-olah dia ingin menangis.


Nonaaaa! Berapa lama lagi nona akan kembali!


Teriak Daisy dalam hati.Sambil menggigit bibirnya dengan keras, menahan rasa takutnya oleh seorang ibu yang sedang mengamuk di luar sana.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2