Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita

Ke Dunia Lain Menjadi Seorang Wanita
Bab 68 _ Mendapat Laporan


__ADS_3

Di suatu tempat.


Anastasius yang kini sedang mengerjakan dokumen nya seperti biasa, segera menghentikan tangannya yang tengah menulis, setelah melihat seekor burung yang terdapat sesuatu yang menempel di kakinya.


Burung itu bertengger di depan jendela. Menunggu seseorang untuk menghampiri nya.


“Oh! Sepertinya itu adalah surat dari bawahanmu. Sudah lama aku menanti-nantikannya.”


Ronand yang selama ini duduk, dia berjalan menuju burung itu dan beberapa detik kemudian, dia mengambil sebuah kertas kecil yang terkait di kaki burung itu.


Kertas itu berisikan sebuah surat laporan yang ditujukan kepada Anastasius, yang dikirim oleh Felix.


“Ternyata memang benar. Ini dari bawahanmu .... ” ucap Ronand, sambil membuka isi surat itu.


“Hey! Itu laporan yang di tujukan untukku! Kau seenaknya saja membukanya seperti itu. ”


“Memang apa salahnya. Lagipula, nanti juga aku akan tahu sendiri.” komentar Ronand. Tak mempedulikan perkataan Anastasius, dan segera membaca isi surat itu.


Beberapa saat Ronand membaca, dia mengerutkan alisnya dengan sedikit tidak senang, karena dalam isi surat itu, terdapat kata-kata puitis dan juga salam pembuka yang panjang untuk Anastasius. Dan hal itu membuat Ronad sedikit tidak sabar.


“Hey! Anastasius ... bukankah pengawal pribadimu ini terlalu mengagumimu? Apa-apaan isi surat ini. Banyak kata-kata yang tidak perlu, untuk sebuah surat laporan.” komentar Ronand.


“Yah ... meskipun begitu.Dia adalah orang yang kompeten dan dapat ku percaya, ” ungkap Anastasius, “Daripada itu, bagaimana dengan isi surat itu?”


“Hmmm ... mari kita lihat ... ”


Ronand segera membaca surat itu dan mengabaikan kata-kata salam pembuka yang panjang dan langsung membaca bagaian tengah isi surat itu.


Setelah beberapa saat Ronand membaca isi surat itu, dia hanya tersenyum kering dan segera menoleh kepada Anastasius.


“Hmm ... bagaimana aku menjelaskannya. Yah ... singkatnya anakmu ini sangat luar bisa. Kau bisa baca sendiri, jika kau ingin tahu.” ungkap Ronand, sambil menyerahkan surat itu. Dan dia tidak sabar, untuk melihat reaksi seperti apa yang akan Anastasius tunjukkan kepadanya, setelah membaca isi surat itu.


Melihat reaksi Ronand yang aneh, Anastasius pun mengambil surat itu dan membacanya mulai dari tengah halaman. Karena dia tidak mau repot-repot membaca isi pembukaan yang panjang.


Hingga beberapa saat kemudian Anastasius membaca. Kini dia tahu, mengapa Ronand berekspresi seperti itu.

__ADS_1


Anastasius menggaruk keningnya dengan ekspresi aneh di wajahnya. Ronand menyeringai, setelah melihat ekspresi Anastasius yang seperti itu.


“Bagaimana? Anakmu luar biasa sekali, Bukan?” ucap Ronand, dengan menggoda.


Anastasius tak menjawab hal itu, dia hanya menatap kembali surat itu. Siapa tahu, dia salah baca atau semacamnya.


Akan tetapi, tak ada perubahan dalam surat itu, Anastasius mencari petunjuk tersirat atau sandi, dan hasilnya pun sama saja.


Jika di tulis intinya saja, isi laporan itu bertuliskan seperti ini.


...Putri Louise tidak keluar dari tenda selama beberapa hari. Dan tidak ada yang boleh mendekati tenda itu selain pelayanannya saja yang boleh masuk....


...Setiap kali Pelayannya keluar dari tenda. Saya menanyakan apa yang terjadi di dalam. Akan tetapi, pelayan itu hanya memberi tahukan bahwa Putri Louise baik-baik saja, jadi saya tidak berani untuk masuk ke dalam sana. Meskipun setiap kali pelayan itu keluar dari tenda. Entah mengapa, dia selalu berwajah merah dan mengenakan pakaian yang lusuh....


...Pergerakan pasukan terpecah belah menjadi dua. Hal ini diakibatkan karena tuan Oscar tidak menerima putri Louise sebagai pemimpin....


...Para pasukan yang kini mengikuti putri Louise, sedang mengadakan pesta dan minum minuman keras dengan santai. Meskipun ada beberapa orang yang protes dan ingin bertemu putri Louise....


...Tuan Oscar dan juga pasukannya kini sedang dalam mengalami kesulitan dan rencana yang telah beliau buat, di gagalkan dengan mudah oleh pasukan musuh....


“Hahh ... Sebenarnya, apa yang dia lakukan? ” tanya Anastasius dengan heran, sambil membuang napas dengan lelah.


“Hmmm ... entahlah. Mungkin muridku sedang merencanakan sesuatu. ” Ronand menggaruk dagunya sambil menerka-nerka.


“Akan bagus jika memang itu benar. Tetapi ... ”


“Tetapi, apa?” tanya Ronand.


Anastasius terdiam untuk beberapa saat. Dan memberi tahu Ronand dengan ragu. “Sebenarnya ... aku mendapatkan laporan baru-baru ini, dari desas-desus para pelayan, bahwa dia penyuka sesama jenis.”


Setelah mendengar hal itu, Ronand menjadi semakin bingung. “Hah! Sesama jenis? Siapa yang kau maksud?”


“Tentu saja muridmu itu!” ujar Anastasius, “Mungkin ini juga alasan mengapa anak itu menolak pertunangannya ... ”


“Hey! Dia juga anakmu! ” teriak Ronand. “Jadi menurutmu, anak itu terdiam selama beberapa hari di dalam tenda adalah ... oh! Wawww! Anakmu sangat berbakat. Hahaha .... ”

__ADS_1


Ronand tertawa terbahak-bahak. Dan membuat Anastasius mengerutkan alisnya dengan kesal.


“Itu tidak lucu sama sekali. Meskipun itu memang belum tentu kebenarannya.Aku tidak peduli dengan hobi anak itu. Akan tetapi, akan sangat tidak lucu jika kita kalah dalam perang ini.”


“Yah ... mengesampingkan hal itu. Bukankah kau juga hanya mengirim para bangsawan yang korup dan juga kebanyakan dari para kesatria yang telah kau pilih dalam perang ini, hanyalah orang yang tidak kompeten dan bertindak semaunya. Apakah aku salah? ” komentar Ronand.


“Itu memang benar. Aku selama ini mencari kesempatan untuk menyingkirkan para hama di negaraku. Dan ini adalah kesempatan yang bagus.” jawab Anastasius tanpa ragu-ragu.


“Dasar kau .... ” Ronand menatap Anastasius dengan tatapan heran.


“Yah. Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Sepertinya aku juga terlalu kelewatan. Meskipun muridmu ini cukup kompeten, akan tetapi dia juga pasti kerepotan untuk mengurus semua ini, hingga dia mengurung diri di dalam tenda seperti itu. Sepertinya aku terlalu menilai tinggi muridmu.” Anastasius menghela napas kecewa.


Dan begitulah, kini Anastasius pun salah paham tentang situasi ini dan mengemukakan pendapatnya tanpa ragu sedikitpun.


“Hmm .... ”


Setelah mendengar pendapat Anastasius yang seperti itu, Ronand hanya terdiam sambil merenung. Menurutnya agak sedikit aneh tentang semua ini. Ronand cukup lama mengenal sifat Ariel, dan menurutnya dia tidak akan melakukan hal yang pengecut seperti ini. Pasti ada sesuatu hal yang lain.


Begitulah pikir Ronand dan mengusulkan sesuatu, “Mungkin aku ingin melihat peperangan ini dari dekat.”


Mendengar hal itu, Anastasius hanya tersenyum. Seolah dia dia dapat menebak, bahwa Ronand akan mengatakan hal yang seperti itu, sejak awal.


“Tadinya aku ingin menunggu hasil perang itu. Akan tetapi, sepertinya situasinya telah berubah.” ungkap Anastasius sambil bangkit dari tempat duduknya.


“Oh! Jadi kau juga akan pergi?”


“Iya, untuk jaga-jaga.” Anastasius mengangguk, “Dan juga sepertinya pihak musuh ada seseorang yang kompeten. Meskipun Oscar serakah dan juga angkuh, tetapi dia juga seharusnya pintar dan licik. Aku cukup tertarik dengan pihak musuh yang menggagalkan rencana Oscar.”


“Hmph! Mengapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja, bahwa kau mengkhawatirkan anakmu. Kau tidak perlu membuat alasan yang berbelit-belit seperi itu. ” Ronand berkomentar, dengan mengejek Anastasius sambil menyeringai nakal.


“Aku tidak mengkhawatirkan anak itu! ” ucap Anastasius sambil mengalihkan mukanya.


Dan begitulah. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke medan perang itu untuk memastikan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2