
Di pagi hari yang cerah.
Pada waktu yang sama saat kedatangan Lydia.
Ariel yang saat ini sedang meminum teh dengan santai sambil di temani oleh Daisy yang saat ini sedang berdiri di belakangnya.
Setelah Ariel meminum tehnya beberapa tegukan, dia meletakkan cangkir tehnya dengan pelan , dan langsung berbalik kepada Daisy dengan helaan nafas lelah. .
"Hey... Daisy, mengapa kamu tidak duduk saja! Agak sedikit tidak nyaman membiarkanmu berdiri di belakangku seperti itu.... "ucap Ariel , sambil mendesah lelah.
Sudah beberapa kali Ariel membujuk Daisy untuk bersikap lebih santai saat mereka sedang berdua.Akan tetapi, saat ini Daisy sama sekali tidak mendengarkannya.
" Tidak perlu, Nona. Anda bilang sebentar lagi akan ada tamu yang akan datang, Kan?Saya hanya akan bersiap-siaplah untuk membukakan pintu untuk tamu yang akan datang tersebut. "ucap Daisy dengan bersemangat.
".... "
Kupikir dia tidak akan lewat pintu....
Pikir Ariel, sambl menatap Daisy dengan kasihan.
"Hm...? Apakah ada yang salah, Nona? " tanya Daisy, sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.
"Tidak sama sekali. " jawab Ariel dengan cepat, sambil tersenyum kecut.
"Akan tetapi...Nyonya Sharon juga telah mengajak Nona untuk menemui tamunya juga, Kan?...apakah tidak masalah untuk mengabaikan hal itu? "tanya Daisy dengan penasaran.
" Tidak ada masalah. Lagipula kita akan bertemu di pesta malam nanti"ucap Ariel sabil melambai-lambaikan tangannya dengan malas, "Aku juga telah memberitahu ibuku bahwa siang ini aku butuh istirahat dan tak ingin di ganggu.Jadi, aku bebas untuk siang ini. "
"Anu...bukankah itu namanya berbohong....? " tanya Daisy dengan ragu.
"Iya, tentu saja! "jawab Ariel dengan jujur. Tak merasa bersalah sedikitpun.
Daisy yang merasakan camas. Dia memberanikan diri untuk bertanya, "Akan tetapi ,Nona akan menerima tamu juga, Kan? Bukankah itu akan membuat nyonya Sharon dapat mengetahui nya?. "
"Jangan khawatir tentang itu. Aku hanya akan mengadakan pertemuan rahasia. " ucap Ariel, berusaha untuk memenangkan Daisy.
"Pertemuan rahasia? "
"Iya, rahasia...." ucap Ariel, sambil tersenyum,setelah melihat tamu yang mereka bicarakan telah muncul secara tiba-tiba di belakang Daisy.
Seorang wanita remaja yang mempunyai ciri fisik agak berbeda dari orang-orang yang berada di dunia ini.
Meskipun bisa di katakan sebagai wanita cantik, akan tetapi, rambut hitam dan fitur wajahnya yang eksotis, mengingatkan Ariel kepada dunia tempat dia pernah menjalani hidup sebelumnya.
Jika kau bertanya siapa dia?
Dia adalah Sumeragi Chizuru.
Salah satu dari pahlawan yang terpanghil ke dunia ini. Yang memiliki skill salah satu dari skill kebajikan, yaitu skill Temperance(Kesederhanaan) yang dapat memanipulasi ruang, tergantung dari orang yang dapat menguasainya dengan sepenuh nya.
"Maaf, aku terlambat! "Chizuru mengumumkan, setelah beberapa saat dia muncul di ruangan itu.
__ADS_1
" Whoa....! "Daisy yang sedang berdiri diam, dikejutakan oleh Chizuru hingga dia berteriak hingga suaranya melengking.
" Pfuuutt... Hahaha... "Ariel tertawa terbahak-bahak setelah melihat reaksi Daisy yang lucu.
" Ah!Maaf, apakah aku mengejutkan mu?"tanya Chizuru dengan rasa bersalah.
"Ti-tidak apa-apa... eh! Siapa? " tanya Daisy dengan tatapan terkejut.
"Hey! Bisakah kau berhenti tertawa? "tegur Chizuru sambil menatap Ariel dengan kesal.
" Haha... ha... ha... Maaf, aku terbawa suasana. Daisy! Perkenalkan, dia adalah Sumeragi Chizuru. Tamu yang kita bicarakan beberapa waktu yang lalu. "
Ariel pun saling memperkenalkan Chizuru kepada Daisy sambil menahan tawa.
"Dan ini Daisy, dia adalah pelayan pribadiku. "
"Su-me-ra-gi Chi, Chi... " gumam Daisy ,sambil mengingat.
"Sumeragi Chizuru! Mungkin itu nama yang aneh bagimu. Tetapi,berusahalah untuk mengingatnya! "kata Ariel sambil menggurui.
" Baik,Nona! "ucap Daisy dengan patuh.
" Hey! Nama siapa yang kau sebut aneh? "
Mungkin hanya perasaan Ariel atau apa.Akan tetapi,dia seperti mendengar seseorang berteriak kepadanya dengan marah.
Mungkin hanya perasaanku saja.
"Tidak ada apa-apa! "kata Chizuru sambil merajuk.
Hm...Aku memang tak mengerti perasaan wanita.
Pikir Ariel sambil memiringkan kepalanya dengan bingung.
" Yah,jika tidak ada apa-apa... duduklah terlebih dahulu! "pinta Ariel sambil menunjuk kepada kursi kosong yang berada di depannya.
" Hmph! "dengus Chizuru,sambil berjalan menuju kursi dan mendudukinya.
Beberapa menit telah berlalu.
Chizuru yang saat ini sedang menyesap teh yang telah dibuatkan oleh Daisy , tersenyum ringan sambil memandang permukaan air teh yang berada di dalam cangkir nya.
" Suguhan yang luar biasa.... "gumam Chizuru tanpa sadar. Dan membuat Daisy tersenyum dan berterima kasih.
" Terima kasih banyak. "ucap Daisy dengan menunduk ringan.
"Apakah kamu tidak membiarkan nya untuk duduk? Meskipun dia adalah seorang pelayan, tetapi kamu tak boleh memperlakukannya seperti itu. Dimana hati nurani mu? "ejek Chizuru, sambil menunjuk Ariel.
" Hey! Jangan berburuk sangka dulu kepadaku! Aku sudah menyuruh dia beberapa kali, tetapi dia menolak. "protes Ariel, tak Terima dia di cemooh seperti itu oleh Chizuru.
" Benar kata Nona, saya begini atas kemauan saya sendiri. "tambah Daisy, membela Nona nya yang sedang kesulitan.
__ADS_1
" Jika itu maumu.... "ucap Chizuru. Tak mau mempermasalahkan nya lagi, jika itu memang kemauan Daisy.
Setelah beberapa saat keheningan berlalu, akhirnya Chizuru mulai berbicara.
" Jadi... sesuai dengan yang kita katakan kemarin, aku akan membantumu untuk mencari keberadaan teman-temanmu yang lainnya. "ucap Chizuru, sambil menaruh bola seukuran kepalan tangan di atas meja.
" Teman-teman? Apakah Nona mempunyai teman selain para saudari Nona?"tanya Daisy dengan penasaran.
Entah kenapa pertanyaan itu membuatku merasa sakit hati.
Pikir Ariel, yang selama ini hanya menghabiskan waktu hanya untuk belajar dan berlatih, dan hanya sesekali untuk berinteraksi dengan orang lain.
"Untuk pertanyaan itu, akan aku jawab di lain waktu. Jadi untuk sekarang, kamu bisa hanya melihat apa yang akan kami lakukan. " ucap Ariel dengan senyum kering.
"Baik.... " jawab Daisy dengan kecewa.
"Jadi, Bisakah kita memakai alat ini sekarang?" tanya Ariel dengan tidak sabar.
"Kuperingatkanmu untuk yang kedua kalinya, alat ini menghabiskan begitu banyak energi sihir untuk sekali pakai. Apakah kau yakin? " tanya Chizuru dengan tegas.
"Aku sudah mempersiapkan itu. " ucap Ariel dengan santai. Sambil melirik daisy, berencana untuk meminta bantuan Daisy, jika itu memang di perlukan.
Chizuru menghela nafas dan berkata, "Jika kamu yakin terserah lah... siapa yang pertama kali akan kita cari? " tanya Chizuru sambil menatap Ariel.
"Shilvie." ucap Ariel dengan yakin.
"Baiklah, kamu alirkan energi sihirmu ke bola itu dan sebutkan namanya! "perintah Chizuru, sambil menunjukkan cara kerjanya.
Ariel mulai mengalirkan energi sihirnya ke dalam bola itu sesuai perintah Chizuru, dan menyebutkan nama Shilvie dengan lantang, akan tetapi tidak ada reaksi sedikitpun.
" Hm?Tidak ada yang terjadi... apakah benda ini rusak? "tanya Ariel, sambil melihat-lihat permukaan bola itu dengan teliti.
" Hmm... sepertinya bukan, apakah benar Shilvie itu nama aslinya? "tanya Chizuru dengan penasaran.
" Eeem... kurasa bukan.... "jawab Ariel dengan ragu.
"... , Kalau begitu, orang yang membawamu ke dunia ini adalah Shilvie kan? Jadi, Kau sebutkan saja'Orang yang membawaku ke dunia ini. 'Itu bisa di lakukan. " Chizuru memberitahu Ariel dengan santai.
Setelah mengikuti saran Chizuru, Ariel mencoba untuk yang kedua kalinya dan bola itu bersinar beberapa saat sebelum sebuah gambar ruangan yang serba putih terlihat di atas permukaan bola itu.
"Hm? "
Di ruangan yang serba putih itu, terdapat seorang perempuan yang juga memakai gaun yang serba putih pula.
Segera setelah itu, perempuan itu menatap Ariel dari dalam bola itu sambil menyeringai.
"Halo~"
"Eh? "
Chizuru tersentak kaget setelah mendengar suara dari dalam senjata Suci nya itu. Dan menjauh dari bola itu dengan perasaan tak nyaman.
__ADS_1
Bersambung....